
Pria yang bekerja sebagai bartender tersebut hanya bisa geleng-geleng kepala begitu mendengar jawaban dari wanita yang sudah bisa ditebaknya baru pertama kali datang ke club malam. Ia sudah sangat berpengalaman menilai para pengunjung yang datang ke sana.
Jadi, ia bisa menebak jika sosok wanita cantik dan seksi di hadapannya tersebut tengah patah hati karena ditolak oleh pria dan memilih untuk melampiaskan amarah dengan minum-minuman beralkohol.
Pria dengan potongan rambut pendek seperti tentara tersebut kini menatap ke arah wanita yang bahkan terlihat sudah mabuk hanya karena satu gelas minuman buatannya.
"Jangan berbicara sembarangan, Nona. Bahkan Anda belum mengenalku, jadi jangan asal percaya pada pria yang baru ditemui sepertiku," ujar pria yang tak lain bernama Noah Martin berusia 28 tahun.
Amira Tan menatap malas pada bartender yang membuatnya merasa kesal karena tidak menuruti keinginannya. Padahal tujuan ia datang ke club malam adalah karena ingin bersenang-senang.
Namun, rencananya gagal saat mendapatkan sebuah penolakan lagi. Refleks ia bangkit dari kursi dan berpindah tempat untuk berbicara pada bartender lain, agar membuatkan ia minuman yang tadi dipesannya.
"Aku akan memberikan tips besar untukmu. Cepat buatkan aku minuman paling mahal di sini!" teriak Amira Tan dengan suara sangat keras karena saat ini ia tidak bisa lagi menahan kesabaran.
Sementara itu, Noah Martin yang tidak ingin terjadi hal buruk pada wanita di depannya saat datang sendiri, kini menoleh ke arah rekannya yang seolah meminta persetujuan darinya. Ia pun menganggukkan kepala karena tidak mungkin melarang saat pelanggan tidak mendengarkan saran baiknya.
Jika sampai bosnya sampai mengetahui jika ia memperdulikan seorang pengunjung dengan melarang untuk memesan minuman paling mahal memabukkan, sudah pasti ia akan dipecat.
Sudah merupakan hal wajar saat bosnya lebih memperdulikan uang daripada keadaan pengunjung karena bagi pebisnis, semua adalah uang, sedangkan ia hanya pekerja rendahan dengan gaji sedikit yang hanya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari.
'Lebih baik aku mengantarnya nanti jika benar-benar mabuk,' gumamnya yang memilih untuk melayani pengunjung lain.
Ia masih tidak mengalihkan perhatian pada wanita yang kini kembali meneguk satu gelas minuman buatan temannya. Awalnya berpikir jika wanita itu akan langsung tidak sadarkan diri karena mabuk.
Namun perkiraannya salah karena yang terjadi adalah wanita itu beranjak dari kursi dan berbaur dengan orang-orang yang sudah sibuk meliukkan tubuh du bawah lampu disko dan musik DJ.
Noah merasa sangat khawatir dan masih melihat wanita yang entah mengapa membuatnya tertarik untuk melindungi. Namun, saat ada pelanggan yang meminta dilayani, beberapa saat kemudian ia kehilangan sosok wanita itu.
__ADS_1
'Astaga! Ke mana wanita itu tadi? Bahkan aku tidak tahu namanya. Jika aku tidak bekerja, pasti sudah turun ke dalam kerumunan orang-orang itu untuk mencarinya.'
'Sudahlah! Lebih baik aku melupakan wanita yang sama sekali tidak kukenal itu. Aku sudah mengingatkan dan tugasku telah selesai,' gumamnya yang saat ini kembali harus melayani pelanggan.
Sementara di sisi lain, yaitu tempat orang-orang menikmati musik DJ, sosok wanita yang tak lain adalah Amira Tan kini sudah sibuk bergerak untuk meliukkan tubuhnya seperti yang lain.
Bahkan peluh membasahi pelipis tidak ia pedulikan karena saat ini hanya memikirkan ingin membuang bayangan sosok pria yang telah membuatnya patah hati.
"Dasar pria bodoh sialan! Pria tidak berguna itu menolakku? Memangnya dia siapa? Bahkan di dunia ini ada banyak pria yang akan langsung menerimaku jika kuinginkan."
Amira Tan saat ini sudah bergerak dengan sangat liar tanpa mempedulikan apapun. Hingga ada beberapa pria yang dari tadi melihatnya, kini berusaha untuk mendekatinya.
Tentu saja ia bisa melihat jika ia sudah dikelilingi oleh para pria. Namun, ia sama sekali tidak memperdulikan itu. Memang umpatannya tadi hanyalah sebuah pelampiasan karena merasa sangat marah pada penolakan Bagus.
Ia malah merasa jijik pada para pria yang mengelilinginya. Bukan merasa bangga karena berhasil membuat tertarik lawan jenis. Baginya, tidak ada pria baik di club malam.
Sedangkan di sisi lain, yaitu bartender yang sibuk melayani beberapa pengunjung, kini Noah Martin masih merasa sangat khawatir pada keadaan wanita yang tadi.
Namun, suara bariton dari seorang pria membuatnya tersadar dari lamunannya.
"Buatkan kekasihku cocktail dan aku Brandy," ucap sosok pria yang saat ini tengah memeluk pinggang ramping wanita yang ada di sebelahnya.
"Ayo kita ke sana, Jack!" ucap sosok wanita dengan dress seksi berwarna merah dan menampilkan lekukan tubuh, serta dua gundukan sintal yang menyembul keluar.
Sementara itu, sosok pria yang tak lain adalah Jack, kini menoleh sekilas pada kerumunan orang-orang yang sedang menikmati alunan musik memekakkan telinga tersebut. Sebenarnya ia tidak suka datang ke club malam yang identik dengan orang mabuk.
Namun, tadi ia bertemu tanpa sengaja dengan wanita di sebelahnya tersebut saat makan di restoran dan langsung pergi berkencan. Namun, tidak menyangka jika kekasih barunya itu mengajak ke club malam.
__ADS_1
Akhirnya ia terpaksa menuruti keinginan dari wanita seksi itu dan berakhir di depan bartender seperti sekarang.
"Nanti saja, Sayang. Lebih baik kita nikmati minumannya dulu, baru ke sana. Apa kamu sering datang ke sini?"
Saat Jack menunggu jawaban dari pertanyaan yang diajukan, kini minuman pesanannya sudah datang.
"Silakan, Tuan!" ucap Noah Martin yang kini telah meletakkan dua minuman pesanan pelanggan dan setelah mendapatkan sebuah anggukan kepala, ia berbisik pada salah satu temannya untuk izin sebentar.
"Aku ke toilet dulu. Kamu urus di sini!"
"Toilet apa mencari wanita tadi?" seru sosok pria yang sudah bisa menebak jika rekannya yang dari tadi terlihat bingung tersebut mencari-cari wanita yang tadi.
Tanpa menjawab candaan dari rekannya, Noah Martin kini hanya meninju ringan lengan kekar tersebut. Kemudian beranjak pergi dari tempat kerjanya.
'Aku pun tidak tahu. Kenapa sangat mengkhawatirkan keadaan wanita tadi? Jika biasanya aku akan peduli pada para wanita yang sudah kukenal saja, tapi kali ini juga berlaku pada yang tidak dikenal,' gumam Noah yang kini sudah masuk ke dalam kerumunan orang-orang yang bergerak liar dan mengikuti alunan musik.
Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk mencari wanita dengan pakaian berwarna putih tanpa lengan, itu yang paling Noah ingat.
Namun, tidak kunjung menemukan wanita yang dicari. Hingga beberapa saat kemudian ia melihat ada keributan dan terlihat beberapa orang bergerombol. Merasa ada yang tidak beres, kini ia sudah berjalan mendekat.
Saat ia memeriksa apa yang terjadi, kini melihat sosok wanita yang tengah berteriak dengan wajah memerah.
Ia merasa lega sekaligus khawatir karena wanita itu adalah yang dari tadi dicarinya.
'Apa yang ia lakukan?' Noah kini langsung berlari secepat kilat untuk menghentikan pria yang sudah menarik rambut panjang wanita itu.
To be continued...
__ADS_1