Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
80. Kutukan


__ADS_3

Malam ini, Putri tidak bisa tidur, kini tengah sibuk memikirkan hidupnya.


'Aku sudah telat datang bulan seminggu, apa aku benar-benar hamil anak Arya? Aaarrh … lebih baik besok pagi aku test, Untung tadi aku sudah membelinya.'


'Jika benar aku hamil, mau tidak mau, Bagus harus menceraikanku. Karena aku harus secepatnya menikah dengan Arya. Aku sangat mencintainya.'


'Arya adalah tipe laki-laki idamanku. Semua yang ada pada dirinya memang terlihat sangat sempurna. Apapun yang terjadi, aku harus menikah dengannya. Selain tampan, body sixpack, dia juga berasal dari keluarga yang kaya. Jadi aku harus menikah dengannya, apapun yang terjadi.'


Putri kemudian mulai memejamkan kedua mata dan tak lama kemudian ia pun ikut terbuai ke alam mimpi.


Keesokan harinya, pukul lima pagi, Putri bangun dari tidurnya, karena mendengar suara ponsel yang berdering.


Putri keluar dari ruangan kamar dan menerima panggilan telpon dari pria yang membuatnya memiliki hasrat terlarang, karena tergila-gila pada pria tampan yang sudah satu bulan lebih menjadi selingkuhannya.


“Halo,' sapa Arya dari seberang telpon.


“Halo, Sayang. Tumben kamu sudah bangun?


Kenapa kamu menelpon? Seharusnya jangan mengambil resiko menghubungiku."


“Aku tidak bisa tidur karena sudah tidak kuat menahan rindu. Nanti siang, aku tunggu di hotel biasa kita, oke!”


Belum sempat Putri menjawab, sambungan telpon sudah terputus.


“Astaga! Padahal aku mau bilang padanya bahwa kemungkinan aku hamil, tetapi malah langsung menutup telpon.”


Putri meletakkan ponselnya di atas meja. Kemudian ia mengambil testpack dan masuk ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian, ia mengangkat testpack tersebut dan muncul dua garis merah di alat tes kehamilan tersebut.


“Astaga! Aku beneran hamil anak Arya!” ucap Putri dengan membekap mulutnya.


Di saat bersamaan, suara pintu kamar mandi yang dibuka dari luar, tentu saja sangat membuatnya terkejut.


Bagus yang melihat istrinya sudah berada di kamar mandi, tengah memegang sesuatu yang tidak asing olehnya, membuat ia langsung menanyakan apa yang ada di pikirannya.


“Bukankah itu adalah tespack? Kamu memangnya bulan ini telat datang bulan? Perasaan ….”

__ADS_1


Bagus tidak melanjutkan perkataannya saat dipotong oleh sang istri yang menatapnya sangat tajam.


Putri yang saat ini sudah terlihat gugup, mulai mengeluarkan suara, "Iya, aku hamil. Jadi, cepat tanda tangani surat cerai! Karena aku hamil benih laki-laki lain.”


Bagus yang sangat terkejut dengan perkataan dari istrinya, terlihat mundur ke belakang beberapa langkah. Ia benar-benar sangat shock mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya yang sudah sepuluh tahun dinikahinya.


“A-apa? Hamil benih dari pria lain?”


Ucapan dari Putri bagaikan petir yang menghanguskan seluruh dunianya tanpa tersisa. Bahkan ia tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun untuk menanggapi perkataan yang meluluh lantakkan bahtera rumah tangga yang susah payah ia bangun.


'Ya Allah, ujian apa yang menimpa rumah tanggaku ini. Aku sangat mencintai istriku. Apalagi kami sudah dikaruniai dua anak yang melengkapi kebahagiaan ini. Apa yang harus hamba lakukan saat istri yang sangat hamba cintai, ternyata selama ini berselingkuh hingga mengandung benih dari pria lain,” gumam Bagus dengan tangan mengepal.


Bahkan saat ini ia langsung mengingat perkataan dari Amira Tan yang merupakan kakak tiri Putri.


Sementara itu, Putri membuang tespack yang berada di tangannya ke tempat sampah. Ia mengamati reaksi dari suami yang terlihat berdiri terpaku di tempatnya.


Karena ia benar-benar sudah tidak sabar menunggu tanggapan dari pria yang menjadi ayah dari dua anaknya.


“Jangan diam saja! Kamu dengar apa yang aku katakan, bukan?”


Lamunan Bagus seketika buyar begitu mendengar suara dari wanita yang saat ini tengah menatapnya dengan sangat intens. Seolah sama sekali tidak merasa bersalah atau pun berdosa padanya saat berselingkuh di belakangnya. Ia sama sekali tidak menyangka, jika Putri akan mengkhianati cintanya.


“Aku tidak butuh ceramahmu! Aku ingin kamu segera menceraikan aku! Aku harus segera menikah dengan ayah dari anak yang kukandung ini. Hanya itu yang aku minta,” ucap Putri yang sudah berjalan keluar dari kamar mandi meninggalkan pria yang masih diam membisu di tempatnya.


Bagus langsung mengejar langkah kaki istrinya begitu melihat wanita yang sangat ia cintai itu telah berjalan meninggalkannya. Ia sudah tidak bisa menahan diri lagi.


Tentu saja harga dirinya sangat terluka, karena mendapatkan sebuah hinaan dari pria yang sudah menghamili istrinya. Tangannya meraih pergelangan tangan wanita yang sedang memunggunginya dan menarik hingga menghadap ke arahnya.


“Katakan padaku siapa pria itu! Apakah aku saja tidak cukup untukmu? Tega-teganya kamu mengkhianatiku. Apakah kamu tidak ingat pada anak-anak kita saat berselingkuh?”


Pertanyaan yang sekaligus menandakan nada protes dari suaminya, hanya ditanggapi Putri dengan suaranya yang tertawa terbahak-bahak.


“Apa katamu? Kamu bertanya apakah aku tidak cukup hanya denganmu? Tentu saja aku tidak akan pernah selingkuh jika tidak memiliki suami sepertimu. Aku sudah muak!"


"Kamu sama sekali tidak bertenaga dan mengalami ejakulasi dini selama satu tahun belakangan ini. Sedangkan aku masih muda dan butuh kepuasan batin dari pria yang bisa memanjakan aku dan itu aku dapatkan dari ayah bayi yang kukandung ini.”

__ADS_1


“Dia masih muda, tampan dan yang lebih utama adalah single. Bahkan keluarganya kaya raya yang akan memenuhi semua kebutuhanku. Untuk masalah anak-anak, lebih baik kau saja yang membesarkan mereka."


"Karena itu merupakan kewajibanmu sebagai kepala keluarga. Tidak mungkin aku sanggup membesarkan dua anak saat menikah dengan kekasihku. Tidak mungkin juga, aku membawa anak-anak saat tinggal bersama ayah dari janin ini.”


Kalimat bernada kasar dan menunjukkan keburukan, seolah tidak mempunyai hati, membuat amarah dari Bagus membakar jiwa dan sekaligus menghancurkan harga dirinya. Ia melayangkan tangannya untuk menampar wajah istrinya.


Namun, tangannya hanya melayang di udara karena tidak tega untuk menyakiti wanita yang telah melahirkan dua keturunannya.


“Kamu benar-benar sudah jatuh ke lembah kenistaan, Putri. Istighfar! Astaghfirullah. Aku sudah tidak mengenalmu. Apakah benar kamu adalah wanita yang sepuluh tahun aku nikahi?"


"Bahkan aku masih sangat mencintaimu meski kamu sudah mengkhianatiku. Apa hanya aku yang mencintaimu sebesar ini?”


“Aku tidak butuh cintamu karena yang aku butuhkan adalah perbuatan nyata. Aku sudah bersabar selama beberapa tahun ini mempunyai seorang suami yang lemah."


"Bahkan uang belanja yang kamu berikan sangat pas-pasan. Aku sudah bosan hidup menderita. Jika aku menikah dengan pria ini, aku akan hidup enak karena keluarganya sangat kaya. Jadi, jika kau benar-benar mencintaiku, biarkan aku hidup bahagia,” sarkas Putri yang sudah mendaratkan tubuhnya di pinggir ranjang.


Bagus benar-benar merasa sangat terluka dengan penghinaan dari Putri. Tangannya meraih gelas yang berada di atas nakas di samping tempat tidur dan melemparnya ke lantai, hingga membuatnya hancur berkeping-keping.


Hal itu mewakili perasaannya hari ini. Tatapan penuh kilatan amarah terlihat jelas dari netra dengan iris hitam itu.


“Katakan padaku siapa pria itu! Aku harus memberinya pelajaran, agar dia tidak sembarangan mengganggu istri orang. Bisa saja dia hanya memanfaatkanmu dan akan meninggalkanmu setelah puas dengan tubuhmu. Karena nasib orang-orang yang berselingkuh selalu berakhir mengenaskan. Sadarlah!"


Sementara itu, Putri sama sekali tidak merasa takut akan kemurkaan dari pria yang terlihat memerah wajahnya. Karena ia sangat tahu kalau pria di depannya itu sangatlah mencintai dan tidak mungkin akan menyakitinya.


Apalagi sudah melahirkan dua keturunan yang merupakan dunia dari pria yang pernah ia cintai tersebut.


“Kau sama sekali tidak mengenalnya, dia tinggal di kota. Pria paling tampan yang pernah aku kenal. Bahkan namanya sangat bagus, tetapi dia kebalikan dirimu. Dia muda, tampan, kuat dan kaya,” seru Airin dengan santainya.


“Itu hanyalah sebuah kebahagiaan semu, Putri!” Bagus sangat terluka harga dirinya saat mendengar perkataan dari istrinya dan menerka-nerka siapa pria yang sudah berani berselingkuh dengan istrinya.


“Kamu hanya akan dijadikan sebagai alas kaki oleh para orang kaya. Sadarlah itu! Orang kaya selalu mencari pasangan yang sederajat. Apalagi para orang tua selalu mencari bibit, bobot yang terbaik untuk anaknya. Kamu akan hidup menderita dan orang tua pria itu tidak akan pernah setuju pernikahan kalian! Camkan itu!”


Putri yang merasa sangat kesal mendengar ancaman dan kalimat bernada penghinaan itu, membuatnya merasa muak saat menatap pria di depannya.


“Pria ini sangat mencintaiku dan berjanji akan menikahiku. Dia adalah seorang pria yang sangat sempurna. Bahkan tidak ada seorang pun wanita yang akan menolaknya. Aku akan menikah dengannya. Jadi, kau harus segera menceraikanku, agar kami bisa menikah!”

__ADS_1


“Astaghfirullah. Jadi kamu terjebak hubungan terlarang dengan yang kamu sebut-sebut sempurna itu? Ingat ini baik-baik, Putri! Hidupmu akan jauh lebih menderita setelah durhaka pada suami dan anak-anakmu! Aku benar-benar mengutukmu!” hardik Bagus dengan kilatan api di netra pekatnya.


To be continued...


__ADS_2