Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
96. Keputusan Amira Tan


__ADS_3

Sebenarnya tadi Amira Tan yang bisa mendengar percakapan dari saudara tiri Putri dengan ayah yang berbeda dengannya, mengetahui semuanya. Bahwa adik tirinya itu saat ini sangat membutuhkan uang untuk digunakan sebagai biaya pernikahan siri.


Ia merasa sangat geram juga pada Putri karena sebenarnya jauh di lubuk hati, ingin memiliki saudara dan merasa bahwa wanita itu bisa menjadi adiknya yang baik, tetapi merasa sangat bingung sekaligus gengsi untuk pertama kali bertemu dan memperkenalkan diri.


Selama ini, ia sangat membenci ibu Putri yang dulu berselingkuh dengan sang ayah dan hampir saja bercerai dengan ibunya. Namun, semua itu tidak terjadi karena sang ayah lebih memilih untuk kembali pada keluarga. Begitu juga dengan ibu Putri yang akhirnya kembali pulang ke kampung halaman.


Sebenarnya semua itu bermula karena ibu Putri pernah bekerja sebagai pembantu di rumahnya. Namun, kata sang ibu, hanya beberapa bulan karena mencium ada gelagat yang mencurigakan dari ayah dan pembantu.


Pada akhirnya, ibunya mengganti pembantu dan berpikir bahwa semuanya selesai, tapi ternyata malah sang ayah berhubungan diam-diam di luar tanpa diketahui siapapun. Hingga kabar kehamilan terdengar dan wanita itu datang ke rumah untuk meminta pertanggungjawaban.


Saat itu, ia bahkan masih sangat kecil, sehingga samar-samar mengingat bahwa sang ibu bertengkar dengan ibu dari Putri karena benar-benar sangat marah.


Hingga sang ayah datang dan melerai keduanya, lalu memohon ampunan dari sang ibu dan pada akhirnya menyuruh wanita itu pergi.


Meskipun ibunya memaafkan perselingkuhan sang ayah, tetapi tidak bisa melupakan rasa sakit yang telah ditorehkan hingga sering menangis di malam hari di belakang rumah dan terkadang ia mengetahuinya saat ingin mengambil air minum ketika terjaga dari tidurnya.


"Aku benar-benar sangat membenci orang yang berselingkuh. Mengkhianati ikatan suci pernikahan demi mengejar nafsu. Itu adalah hal yang sangat menjijikkan dan sangat dilaknat oleh Tuhan. Karena itulah dosa orang yang berselingkuh sangat besar."


"Putri, kenapa kamu mengikuti jejak ibumu? Apa kau ingin dilaknat Tuhan? Apa kamu ingin mati mengenaskan sebagai balasan atas perbuatanmu? Astaga, jika kamu meneruskan jejak ibumu, mungkin saja kematianmu akan sama sepertinya."


Amira Tan yang dulu tidak tahu apapun mengenai kematian dari ibunya Putri, sehingga selalu mengumpat nama wanita yang telah merusak kebahagiaan ibunya.


Namun, begitu Bagus menceritakan bahwa wanita bernama Mira Pratiwi tersebut telah menebus kesalahannya dengan kecelakaan yang merenggut nyawa, membuatnya tidak pernah lagi mengungkit masalah itu.

__ADS_1


Ia tahu bahwa apa yang ditanam, suatu saat akan menuai hasilnya karena hukum tabur tuai berlaku di dunia. Semua orang akan mendapatkan balasan dari semua perbuatan. Baik itu perbuatan baik maupun buruk, akan merasakan balasannya.


Tidak perlu menunggu di akhirat karena di dunia sudah harus mempertanggungjawabkan perbuatan. Apalagi jika perbuatan buruk, harus bersiap untuk mendapatkan balasan yang serupa.


"Sebenarnya aku sangat ingin mengumpat Putri karena menjadi seorang wanita yang sangat bodoh. Mengejar nafsu hanya untuk kebahagiaan semu. Aku yakin ia tidak akan pernah hidup bahagia setelah bercerai dengan Bagus."


"Ia pun akan dibuang dari keluarga Mahesa karena mereka sama tidak sudi Arya menikah dengan Putri."


Kini, Amira Tan mengingat akan pertemuannya tadi dengan pengusaha sukses yang tak lain adalah Ari Mahesa dan mengungkapkan kalimat tegas padanya dengan memberikan cek dengan nominal yang cukup fantastis.


Semua itu karena ia merupakan seorang pengacara yang sering memenangkan kasus apapun dengan keahliannya, sehingga sepak terjangnya sangat diperhitungkan oleh orang-orang.


Bahkan ia sering diincar untuk menyelesaikan kasus besar, tapi bukan masalah sepele seperti perceraian yang dianggapnya sangat konyol.


Ia berpikir bahwa orang-orang yang bercerai adalah orang bodoh karena buat apa menikah jika akhirnya bercerai. Tentu saja ia berpikir lebih baik hidup lajang selamanya daripada ujung-ujungnya bercerai juga. Hal itulah yang membuatnya merasa sangat ragu untuk dekat dengan seorang pria.


Namun, setelah bertemu dengan Bagus yang merupakan suami dari adiknya, ia seperti berubah pikiran karena ingin mendapatkan sosok suami yang seperti pria itu.


Pria yang diumpatnya adalah orang yang sangat naif dan tidak pernah berbuat macam-macam pada wanita lain. Apalagi tadi ia melihat bahwa Bagus seperti langsung menghindar begitu ia refleks membungkam mulut pria itu.


"Seandainya aku bertemu dengan pria yang serupa dengannya, aku pasti akan langsung melamarnya. Aku tidak butuh dilamar seperti keinginan para wanita pada umumnya karena bagiku, itu terlalu biasa dan membosankan."


"Bukankah akan lebih menarik saat seorang wanita yang melamar pria? Pasti akan menjadi trending topik di media sosial jika aku mengunggahnya di sana, tapi aku harus mencari pria yang seperti Bagus dulu."

__ADS_1


Amira Tan menepuk jidatnya berkali-kali karena menyadari bahwa ia saat ini sedang berpikir hal konyol.


"Kenapa aku bisa berubah segila ini? Ini semua gara-gara pria naif itu yang terlalu baik hati. Bahkan ia seperti malaikat karena tidak ada kebencian di matanya pada wanita yang telah mengkhianatinya."


"Bahkan sampai sekarang ia masih tinggal bersama. Mungkin jika orang lain, wanita itu akan langsung diusir, tanpa memperdulikan mau tinggal di mana."


Amira kini terdiam dan mengingat tentang keinginan dari Ari Mahesa. Ia tengah memikirkan tentang apa yang akan dilakukannya pada tawaran yang sangat menggiurkan itu.


Jujur saja ia sebenarnya merasa sangat kasihan pada nasib Bagus dan ingin pria naif itu bercerai dengan Putri. Kemudian membuka lembaran baru dengan wanita lain dan hidup bahagia, sedangkan Putri suatu saat akan mendapatkan balasan dari perbuatan buruk.


Meskipun ia tahu bahwa Bagus tidak menginginkan hal itu karena masih mencintai Putri dan berharap akan terus mempertahankan mereka.


"Kenapa saat mengingat pria itu, aku selalu ingin berteriak karena merasa kesal dan marah? Aku pikir setelah menceritakan tentang keinginan seorang Ari Mahesa, pria naif itu akan menyuruhku untuk langsung menerimanya, agar Putri tidak akan bercerai dengannya."


"Namun, respon dari Bagus benar-benar sangat mengherankan karena ia malah bertanya padaku. Bukan menyuruhku untuk menerimanya."


Kini, Amira tengah menimbang-nimbang apakah akan menerima kasus itu atau tidak. Ia bahkan cukup lama saat berpikir karena tengah memikirkan dampak positif dan negatif untuknya.


"Jika aku menerimanya, sudah bisa dipastikan akan punya banyak uang. Namun, akan melihat Bagus yang pastinya merasa lega dan senang karena ia membantunya. Sementara di sisi lain, Putri akan menderita karena tidak bisa lepas saat Bagus tidak mau menceraikannya."


"Sementara jika aku tidak menerimanya, orang pertama yang akan jadi korbannya adalah Bagus, sedangkan Putri pasti merasa sangat senang dan menang."


Selama beberapa menit, Amira Tan terdiam dan membuatnya langsung mengambil keputusan.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menerima tawaran Arya karena ini adalah pilihan yang tepat karena akan ada banyak orang yang diuntungkan. Terutama aku yang akan mendapatkan banyak uang sekaligus melihat Putri murka dan kemudian putus asa."


To be continued...


__ADS_2