Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
166. Tidak akan membiarkan tidur nyenyak


__ADS_3

Setelah menceritakan semua kejadian di rumah orang tuanya, Arya memberikan sejumlah uang pada Putri. Lalu, di satu tangannya juga sedang memegang bungkusan makanan untuk mereka.


"Jadi, seperti itu, Sayang. Akhirnya papaku menerimaku bekerja di perusahaan. Meskipun aku tidak tahu akan bekerja sebagai apa, tapi setidaknya akan ada pemasukan lebih untuk kita. Tidak mungkin, kan papaku memberikan gaji sedikit untuk putranya sendiri."


"Pastinya akan merasa sangat malu pada staf perusahaan lainnya yang mungkin akan mengatakan jika dia pelit," ucap Arya yang terkekeh geli dan mengakhiri ceritanya pada sosok wanita yang saat ini duduk di hadapannya


Sementara itu, kini Putri merasa sangat lega, senang dan membuatnya berpikir bahwa ia bisa beristirahat di dua bulan terakhir masa kehamilannya.


Awalnya ia berpikir akan terus bekerja hingga melahirkan karena Arya sama sekali tidak ingin mencari uang dengan alasan pekerjaan kasar.


Arya selalu mengatakan tentang menjadi CEO perusahaan keluarganya dan jika bekerja kasar akan membuat tangan kasar dan mempermalukan diri sendiri, membuatnya selalu bersabar.


Ia yakin jika suatu saat Arya benar-benar menjadi pemimpin perusahaan, akan menjadi serang istri dari CEO perusahaan yang sangat terkenal di Jakarta. Nasib baik nama Arya belum menjadi sorotan karena jika sampai itu terjadi, mungkin akan ada banyak wartawan yang datang ke tempat kontrakan mereka.


Putri kini tengah berpikir bahwa jalannya untuk menuju pada kemewahan semakin dekat dan membuatnya tidak sabar ingin segera berganti status menjadi seorang istri CEO.


Bahkan kini ia sudah memutuskan untuk menghubungi Bagus. Ia berpikir bahwa nanti setelah melahirkan, akan menyuruh suami pertamanya tersebut segera menceraikannya.


Jika statusnya sudah bercerai, pastinya akan bisa menikah secara sah dengan Arya karena dulu tidak bisa melakukannya dalam posisi hamil dan masih menjadi istri sah Bagus Setiawan.


Jadi, hanya bisa menikah siri dengan Arya dan membuatnya merasa khawatir karena pernikahannya tidak memiliki kekuatan hukum.


Selama berada di rumah kontrakan, ia merasa heran karena Bagus sudah tidak pernah menghubunginya lagi. Jika biasanya satu minggu sekali akan menghubungi untuk sekedar bertanya bagaimana kabarnya dan juga mengatakan bahwa Putra sangat merindukannya, tapi satu bulan ini sama sekali tidak pernah menelpon.


Ia yang sangat sibuk karena bekerja dan begitu sampai di rumah, selalu langsung beristirahat karena sangat lelah, sehingga tidak pernah menelpon Bagus.


Memang selama ini ia tidak pernah menelpon suami pertamanya itu karena tidak ingin ada kesalahpahaman dan Arya akan marah padanya, sehingga membuat hubungan rumah tangga mereka tidak berakhir baik.

__ADS_1


Satu hal lagi, ia tidak ingin Putra bergantung selamanya padanya karena menyadari bahwa suatu saat nanti akan tinggal jauh bersama Arya sebagai istri seorang konglomerat.


Putri ingin putranya itu mandiri dan tumbuh menjadi laki-laki tidak manja, serta tidak bergantung padanya. Hal itulah yang menjadi alasan utama tidak pernah menghubungi Bagus.


Namun, ia akan menelpon Bagus saat nanti ingin pria itu segera menceraikannya setelah melahirkan.


'Semoga ia tidak mempersulit jalanku nanti saat aku akan menjadi istri dari seorang pemimpin perusahaan besar. Aku harap Bagus langsung menceraikan aku setelah nanti melahirkan anak ini,' gumam Putri yang saat ini tengah mengusap lembut perutnya yang buncit di depan meja.


Tentu saja perutnya yang semakin membesar membuatnya harus duduk jauh agak ke belakang karena akan menghantam meja. Kini, ia mengulas senyuman pada pria yang sangat dicintainya tersebut.


Meskipun ia sadar jika sering bertengkar dengan Arya, tapi ingin melupakan kejadian yang telah berlalu. Berharap kesabarannya akan berbuah manis dan membuatnya benar-benar menjadi seorang istri pria dari keturunan konglomerat.


"Syukurlah, Sayang. Akhirnya papamu mulai membuka hati pada putranya dengan tidak menolakmu saat datang ke rumah. Pastinya kamu akan bekerja di perusahaan pada posisi yang cukup disegani dan dihormati oleh orang-orang."


"Aku yakin itu karena papamu tidak akan membiarkan nama baiknya tercemar di perusahaan. Sekarang, kamu tidak akan pernah bekerja kasar dan hanya berada di depan komputer dengan gaji yang pastinya besar."


"Semua ini berkat anak kita, Sayang. Tadi aku mengatasnamakan anak kita. Mungkin papa pun merasa iba dan tidak ingin cucunya mengalami hal-hal yang buruk jika sampai tidak mendapatkan bantuan dari para staf rumah sakit dan itu akan berdampak buruk pastinya."


Arya yang asyik mengusap lembut perut buncit Putri, sesekali melengkung ke atas bibirnya karena merasakan pergerakan dari bayi yang ada di dalam.


"Lihatlah, putraku sangat aktif," ucap Arya yang kini sangat bersemangat dan tidak mau berhenti untuk mengusap beberapa kali perut sang istri karena masih ingin merasakan pergerakan putranya.


Saat usia kandungan Putri berusia lima bulan, sudah diketahui bahwa calon anaknya adalah laki-laki dan membuatnya merasa sangat senang dan bangga.


Merasa bahwa penerusnya akan gagah dan tampan sepertinya, membuat Arya merasa sangat bahagia. Sebentar lagi ia akan menyandang gelar papa muda karena di usianya yang menginjak 25 tahun, akan memiliki keturunan.


Hal itu membuatnya berubah pikiran untuk datang memohon pada sang ayah karena ingin putranya mendapatkan kehidupan yang layak setelah dilahirkan nanti ke dunia.

__ADS_1


Putri yang ini juga tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan membenarkan perkataan dari sang suami yang terlihat berbinar wajahnya.


"Putra kita juga sangat bahagia pastinya setelah mendengar bahwa papanya besok akan bekerja di perusahaan kakeknya."


"Kamu benar, Sayang. Putra kita pasti merasakan hal yang sama seperti kita. Aku jadi tidak sabar ingin segera melihatnya lahir di dunia. Kira-kira dia akan mirip siapa, ya?" tanya Arya yang kini tengah berpikir tentang kemungkinan wajah dari putranya.


Putri yang saat ini hanya terkekeh geli melihat semangat dari Arya, mulai menyahut, "Setahuku, anak laki-laki akan lebih mewarisi gen dari sang ibu. Sementara anak perempuan akan mendominasi sang ayah. Jadi, kemungkinan besar, putra kita nanti akan mirip denganku, Sayang."


Tentu saja Arya merasa sangat kecewa begitu mendengar jawaban dari Putri saat ini. Namun, ia tetap merasa bahagia karena sebentar lagi calon keturunannya akan lahir.


"Sepertinya nanti aku akan langsung menghamilimu setelah melahirkan, agar nanti menghasilkan anak perempuan," ucap Arya yang kini sudah tersenyum smirk saat menatap wajah Putri yang semakin bertambah cabi pipinya ketika hamil.


Sementara itu, Putri refleks langsung mencubit gemas paha di balik celana panjang hitam yang dikenakan sang suami.


"Setelah melahirkan, mana bisa langsung melakukan itu, Sayang. Astaga, kamu harus puasa selama 40 hari lebih setelah aku melahirkan nanti karena aku akan mengalami masa nifas."


Arya yang kini mengerjapkan mata berkali-kali begitu mendengar jangka waktu untuk berpuasa selama 40 hari. Hal itu membuatnya terbahak dan beberapa saat kemudian memijat pelipisnya.


"Astaga, 40 hari? Jadi, aku tidak bisa bercinta denganmu selama itu? Bahkan semenjak kamu hamil, jatahku selalu kamu kurangi dengan alasan capek, pinggang mau patah, tidak mood. Apakah setelah melahirkan, masih mau menyiksaku?"


Melihat sikap menggemaskan Arya, tentu saja membuat Putri kembali tertawa dan refleks mendekatkan wajahnya untuk memberikan ciuman di pipi putih sang suami. Baiklah, mulai hari ini, kamu bisa memuaskan diri dengan menikmati tubuhku."


Tentu saja mendapatkan lampu hijau dari Putri, membuat Arya bersemangat. Meskipun ia harus berhati-hati ketika bercinta dengan wanita yang telah hamil besar, tetapi tidak akan menyia-nyiakan kesempatan setelah sang istri tidak keberatan untuk bercinta kapan saja.


"Baiklah, nanti malam tidak akan kubiarkan kamu tidur nyenyak," sahut Arya dengan tersenyum smirk.


"Siapa takut," jawab Putri yang kini sangat bahagia karena rumah tangganya kembali seperti awal-awal ia menjalin kasih dengan Arya. Hanya kebahagiaan yang dirasakannya karena menjadi satu-satunya wanita yang dicintai oleh pria dengan paras rupawan tersebut.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2