Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
43. Penghinaan


__ADS_3

Sosok wanita dengan tubuh tinggi dan seksi mengenakan dress selutut berwarna hitam kini tengah melihat-lihat beberapa aksesoris yang ada di salah satu outlet dalam Mall. Hingga tanpa sengaja ia melihat pasangan yang membuatnya merasa sangat kesal tengah terlihat bergandengan tangan dan wajah berbinar.


Ia yang merasa sangat iri dengan keromantisan dari pasangan kekasih yang tak lain adalah Arya dan kekasih barunya, membuat ia menyesal pernah menolak pria yang yang dulu melamarnya untuk dijadikan istri.


Sebenarnya ia masih belum tertarik untuk menikah karena berpikir bahwa menjadi seorang istri akan membuatnya terkekang dan tidak bisa lagi bersenang-senang dan bebas ke manapun pergi bersama para teman-temannya.


Ia masih ingin memuaskan diri untuk bersenang-senang karena saat melihat teman-temannya yang sudah menikah, malah hanya diam di rumah karena sibuk mengurus anak dan pekerjaan rumah.


Hingga resign dari pekerjaan, membuatnya tidak ingin menyesal dan memilih untuk mengakhiri masa lajang.


Namun, saat melihat sosok pria yang ditolaknya terlihat sangat bahagia bersama wanita lain, membuatnya sangat iri. Apalagi ia mengingat saat dulu sering dibelikan apapun yang diminta saat bersama Arya.


'Sial! Jika Arya tidak memintaku untuk menjadi istrinya dulu, mungkin masih bisa bersamanya sekarang. Aku sebenarnya menyukainya.'


'Hanya saja, tidak ingin menikah dengan pria muda labil sepertinya yang kemungkinan besar memiliki emosi tinggi dan bisa saja suatu saat nanti berubah perasaannya dengan berselingkuh.'


Early kini mengamati interaksi dari Arya dan sang kekasih, hingga saat wanita tersebut malah berbicara dengan pria lain dan terlihat akrab.


Tidak hanya itu, ia merasa iri melihat wanita itu dengan pria kaya. 'Sial!"


Tiga wanita yang mendengar Early mengumpat sendiri sambil menatap ke arah depan, membuat mereka mengikuti arah pandang sahabatnya.


"Apa yang kau lihat, Early?" tanya Mia yang kini menepuk pundak sahabatnya.


Refleks Early langsung mengarahkan jari telunjuknya pada interaksi dari wanita yang saat ini sangat dibenci.


"Aku iri pada wanita itu."

__ADS_1


Refleks ia membulatkan mata begitu melihat Arya terlihat emosi dan memukul pria lain.


"Astaga! Arya menghajarnya."


Semua teman Early kini melihat aksi kehebohan yang dilakukan oleh pria yang diketahui pernah dekat dengan sahabatnya.


"Wah ... itu Arya, kan? Sekarang dia punya kekasih? Apa dia sudah move on darimu?" tanya Ririn yang kini masih tertarik melihat aksi perkelahian dan beberapa saat kemudian melihat pria yang dihajar mengalah dan memilih pergi.


Early hanya menggigit bibir bawahnya saat merasa tertampar dengan pertanyaan sahabatnya. "Apa kamu mau menyindirku? Bahwa aku tidak membuat Arya tergila-gila padaku karena sudah menemukan wanita lain dan melupakanku?"


Melihat respon kesal dari Early, membuat Ririn, Eny, Mia merasa bersalah dan menyesal.


"Bukan seperti itu, Early. Lebih baik jangan membahas pria itu lagi. Bagaimana kalau kita ke lantai atas untuk memilih baju?" ucap Eny yang saat ini menggandeng pergelangan tangan kiri sahabatnya.


"Aku penasaran dengan apa yang mereka lakukan. Seperti apa seorang Arya Mahesa berkencan dengan wanita itu." Early melepaskan tangan sahabatnya dan memilih untuk berjalan menuju ke arah yang dituju oleh Arya dan sang kekasih.


Hingga suara dari Mia membuat Early menoleh ke arah sahabatnya yang memberikan sebuah ide.


"Lebih baik kamu buat wanita itu sadar diri dengan cara membuat Arya kembali padamu. Bagaimana kalau kamu merayu saja dengan mengatakan bahwa cemburu melihatnya bersama wanita lain dan baru menyadari mencintainya."


"Boleh juga idemu. Aku yakin Arya akan langsung kembali padamu dan meninggalkan wanita itu," sahut Ririn yang langsung mendukung ide dari sahabatnya dan mendapatkan dukungan dari Eny.


Di sisi lain, Early yang masih fokus melihat Arya dan kekasihnya masuk ke food court, refleks menoleh ke arah tiga sahabatnya.


"Kalian yakin Arya akan kembali padaku jika mengatakan itu? Bagaimana jika tidak? Sudah pasti aku akan malu."


"Tidak ada salahnya mencoba, Early daripada tidak sama sekali dan membuat menyesal."

__ADS_1


Mia yang punya ide, ingin memberikan sebuah semangat pada sahabatnya agar mau membuktikan pesonanya pada wanita yang telah merebut Arya hingga move on.


Akhirnya Early menimbang-nimbang ide dari Mia dan mendapatkan dukungan dari dua temannya yang lain. Kini, ia menganggukkan kepala dan tersenyum penuh percaya diri.


"Kalian benar. Tidak ada salahnya aku mencoba dan menganggap sedang berjudi karena saat ini yang kupikirkan adalah sebuah penyesalan saat melihat Arya bersama wanita lain. Aku ingin dia tetap tidak bisa move on dariku. Ayo, kita hampiri mereka."


Kemudian Early berjalan memasuki food court bersama Ririn, Mia dan Eny untuk memastikan perasaan Arya pada wanita tersebut.


Suara tepukan tangan dari empat wanita yang sudah berada mengelilingi meja yang diduduki oleh pasangan kekasih yang tak lain adalah Arya dan Putri tersebut terdengar menghiasi food court.


"Kebetulan sekali kita bertemu lagi, Arya. Apa kamu tidak berpikir bahwa kita jodoh? Karena di manapun ada aku, kamu pun ada di sana." Early duduk di kursi kosong yang berada di sebelah kiri Arya.


Namun, ia sama sekali tidak mempedulikan wanita yang diketahuinya bernama Putri kemarin saat di apartemen.


"Aku boleh duduk di sini, kan? Aku sangat menyesal, Arya. Saat melihatmu bersama wanita lain, aku sangat cemburu dan baru menyadari bahwa ternyata menyukaimu.


Arya masih santai dan asyik mengetik pesan pada ponselnya tanpa memperdulikan Early yang jelas sekali terlihat tengah menggodanya dan malah membuatnya merasa sangat ilfil.


Ia bukanlah seorang pria bodoh yang gampang terbujuk rayuan dari wanita yang telah mempermainkan hatinya. Saat luka di hati akibat perbuatan Early telah disembuhkan oleh Putri, ia berjanji tidak akan pernah melepaskan wanita yang sedang menatapnya.


Putri melirik ke arah Arya yang terlihat tidak menanggapi sama sekali dengan perkataan Early yang jelas-jelas sedang menggoda. Bahkan bisa melihat para wanita lain menatapnya dengan tatapan yang penuh kebencian.


"Hei, wanita tua! Apa sekarang kau tengah merasa di atas angin karena saat ini bisa berada di samping Arya?"


Kamu boleh merasa besar kepala saat ini, tapi lihat saja sebentar lagi karena Arya akan membuangmu beberapa hari lagi setelah puas bermain-main denganmu! Aku yakin bahwa Arya masih sangat mencintai Early," sarkas Ririn yang saat ini ingin mendukung sahabatnya agar bisa kembali berhubungan dengan Early sahabatnya.


"Pasti saat itu terjadi, kau akan menangis dan menyembah kaki Arya untuk memintanya kembali padamu. Kamu adalah wanita terbodoh yang pernah ada karena berpikir bahwa Arya menyukaimu." Mia tidak ingin kalah memberikan sebuah dukungan pada sahabatnya, sehingga menyahut perkataan dari Ririn.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2