Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
125. Melakukan hal lainnya


__ADS_3

"Sayang, apa tidak bisa ditunda hingga nanti setelah kita menikah?" lirih Putri yang masih mencoba untuk menghentikan pria yang sudah berusaha untuk melepaskan pakaian yang dikenakannya telah basah dan membuat mereka merasa sangat tidak nyaman.


Hari ini, ia benar-benar sangat bingung harus bagaimana menyikapi apa yang terjadi. Apalagi saat melihat sosok pria yang tadi pergi dengan wajah muram dan terlihat sangat mengenaskan.


Mengetahui bahwa sebenarnya hati Bagus telah hancur, tetapi masih bisa menerima Arya dan malah membantu agar bisa segera menikah.


Tentu saja ia sama sekali tidak pernah menyangka jika hal itu akan terjadi padanya karena awalnya berpikir bahwa Bagus akan murka dan mengusir Arya tanpa pikir panjang. Namun, semuanya tidak seperti yang dibayangkan olehnya.


Ia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa ternyata pria yang merupakan suami pertamanya akan dengan mudahnya menerima tinggal di kontrakan. Meskipun ia tidak pernah membayangkan akan hal itu, tetapi terpaksa melakukannya karena tidak ada pilihan lain.


Meskipun ia tahu jika apa yang dimintanya bukanlah hal yang wajar karena sebagai seorang istri, ia telah berkhianat.


Ia telah berjanji pada pria yang bukan suaminya, hanya memberikan tubuhnya tersebut karena berpikir bahwa Arya yang bisa membuatnya bahagia selamanya dan selalu mencintainya karena sudah dibuktikan dengan meninggalkan rumah.


Putri berpikir bahwa Bagus selamanya tidak akan kembali normal dan hanya akan membuatnya hidup menderita.


Meskipun saat hari ini ia melihat sikap Bagus, membuatnya merasa bingung dan rasa bersalah kini menguasai dirinya. Ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih dan akhirnya hanya alasan ingin hidup bahagia bersama pria yang membuatnya menjadi seorang wanita sempurna.


Takut ... mungkin itu terdengar sangat konyol karena ia tahu bahwa Arya bukanlah seorang anak kecil yang bisa ditipu. Namun, ia benar-benar tidak tahu lagi harus beralasan apa agar pria yang sudah telanjang bulat itu tidak menuntut untuk melayaninya.


Sementara itu, Arya yang kini sudah dikuasai oleh gairah, hanya terbahak mendengar hal yang baru saja dikatakan oleh wanita tanpa pelindung satu pun di hadapannya tersebut karena ketakutan itu menurutnya terlalu konyol.


Ia tahu bahwa Putri saat ini ingin menghindarinya agar bisa menuruti perintah dari pria yang dianggapnya sangat tidak normal.


'Kamu pasti berpikir aku akan menuruti keinginanmu, sehingga berakting seperti ini. Kamu salah, Sayang,' gumam Arya yang saat ini tengah menatap tajam penuh intimidasi.

__ADS_1


Tentu saja Arya tidak akan pernah menuruti Putri, sehingga kini memilih untuk berpura-pura menghilangkan rasa khawatir wanita di hadapannya.


"Tenanglah, Sayang. Aku akan melakukannya dengan cepat dan sebelum pria itu kembali, kita sudah selesai, oke!"


Tanpa menunggu jawaban dari sosok wanita dengan wajah memerah dan menggigil kedinginan, kini ia mengecup lembut kening, mata, hidung, pipi dan terakhir bibir sensual Putri.


Begitu melihat wajah Putri semakin merona, membuat Arya merasa di atas angin, sehingga ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk kembali melakukan foreplay kesekian kalinya agar wanita di hadapannya melupakan kekhawatirannya.


"Rileks Sayang," ucap Arya yang berbisik di dekat daun telinga wanita dengan bibir terkatup rapat tersebut.


Lalu, ia mulai memainkan bibir di setiap inci tubuh polos itu dan bermain-main di area bagian atas wanita yang sudah mulai mengeluarkan lenguhannya.


Sementara Putri yang sudah mulai terbawa suasana atas permainan lembut dari pria yang mulai menguasai dirinya, membuat suara lenguhan lolos tanpa seizinnya.


Hingga ia yang dari tadi memejamkan kedua mata karena asyik menikmati setiap sentuhan dari Arya, mulai membuka mata dan kesekian kali membenamkan jemari pada rambut pria yang semakin liar pada bagian atas tubuhnya.


Foreplay pun berlanjut pada bagian puncak yang akan membawa mereka terbang ke nirwana dengan ledakan gairah.


Sementara itu, Putri yang kali ini benar-benar tidak bisa menahan diri karena sudah dikuasai oleh gairah, bahwa nafsu benar-benar mengalahkan segalanya. Membuat ia melupakan semuanya, yaitu Bagus Setiawan—suami pertamanya.


"Nikmati saja hari ini karena aku sangat merindukanmu, Sayang," ucap Arya sebelum beraksi untuk menyiksa Putri kesekian kali.


Sementara itu, Putri yang kini menundukkan kepala untuk melihat pria di bawahnya terus menyesap habis hingga kedua kakinya bergetar hebat dan seolah kehilangan tenaga.


Tidak hanya itu, wajahnya semakin memerah kala semakin meledak dalam sensasi kenikmatan luar biasa yang dikirimkan oleh Arya hingga membuatnya menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


"Sayang!" teriak Putri yang beberapa saat kemudian menjerit kecil ketika sudah berada di puncak kenikmatan dan mencapai orgasme spektakuler seperti biasa yang dikirimkan oleh pria di bawahnya semakin menyesap habis.


Seperti biasa, Putri benar-benar melenguh panjang untuk kesekian kalinya saat Arya telah mengantarkannya pada puncak kenikmatan dan membuat ledakan gairah membuat seluruh urat syarafnya menegang.


Ia sadar bahwa pria yang sangat dicintainya tersebut baru selalu berhasil mengirimkan denyut kenikmatan spektakuler yang membuatnya benar-benar meledak di tepian jurang yang membuatnya merasa sangat bahagia dan sekaligus merasa shock.


Kenikmatan yang tidak pernah dirasakan olehnya bersama pria yang tidak lain adalah suami pertamanya karena menderita ejakulasi dini.


Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan Arya yang membuatnya berakhir diam-diam berselingkuh dengan pria yang menanamkan benih di rahimnya saat ini.


Sementara itu, Arya seketika melepaskan kuasa dan memilih untuk kembali berdiri di hadapan wanita yang baru saja ******* tersebut entah sudah berapa kali.


Tentu saja saat ini bukti gairah yang mulai menjalar di seluruh tubuh Arya ditandai dengan sesuatu yang sudah menegang dari tadi dan ingin segera masuk ke sarangnya.


"Tadi kamu belum menyentuhnya, Sayang," ujar Arya yang kini mulai menunjukkan bukti gairahnya pada Putri.


"Lakukan hal yang tadi sempat tertunda, Sayang," ucap Arya yang kini sudah bergerak semakin mendekat dan menginginkan Putri menyentuhnya.


Tentu saja ia tahu bahwa wanita di hadapannya tersebut sangat lihai melakukannya dan sudah terbukti dulu.


Sementara itu, Putri yang kini mengerjapkan mata begitu melihat bukti gairah Arya di depan mata, kini tanpa ragu sudah memanjakan Arya.


"Aku tidak bisa memakai mulutku karena nanti muntah seperti tadi."


Putri sengaja mengatakan hal yang sesungguhnya agar Arya tidak marah atau berpikir bahwa ia tidak mau. Hingga jawaban dari Arya membuatnya merasa sangat lega.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Kamu bisa melakukan hal yang lainnya," sahut Arya yang kini tersenyum menyeringai begitu berhasil membuat sang kekasih melupakan kekhawatiran seperti beberapa saat lalu.


To be continued...


__ADS_2