Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
63. Pengusiran secara halus


__ADS_3

Di sisi lain, Putri yang saat ini merasa sangat bahagia atas kejutan dari Arya, merapal doa sebelum meniup lilin.


'Semoga aku bisa selamanya hidup bahagia dengan Arya dan menjadi istrinya setelah bercerai dengan Bagus.'


Begitu selesai mengungkapkan harapannya, Putri langsung meniup lilin. Kemudian mengambil pisau untuk memotong kue tersebut karena akan menyuapkan pada Arya untuk kue potongan pertama.


Namun, saat ia mengarahkan kue potongannya ke mulut Arya, mendengar pertanyaan dari Putri dan membuatnya merasa sangat kebingungan untuk menjawab.


"Kue ulang tahunnya tidak ada lilin angka untuk usiamu. Memangnya ini ulang tahun yang ke berapa, Putri?"


Ririn yang merasa sangat penasaran tentang semua hal yang berhubungan dengan sosok wanita yang membuatnya merasa sangat penasaran dan sengaja ingin mencari kelemahan sekaligus keburukan.


Tentu saja agar ia bisa memisahkan Arya dari wanita yang saat ini terlihat sangat aneh.


'Kenapa ia terlihat seperti sangat kebingungan saat kutanya tentang usia? Memangnya berapa usianya?' gumam Ririn yang saat ini menunggu hingga Putri menjawab pertanyaannya.


Putri yang tidak jadi menyuapkan kue ulang tahun ke mulut Arya karena saat ini bersitatap dengan iris tajam pria yang saat ini seolah memberikan kode padanya.


'Dia pasti ingin mencari tahu semua hal tentangku agar bisa menyerang kelemahanku,' gumam Putri dengan perasaan berkecamuk dan penuh kebingungan.


Hingga saat ia membuka mulut untuk berniat menjawab, tidak jadi melakukannya karena sang kekasih baru saja menyelamatkannya.


Arya yang tadinya membuka mulut untuk mencicipi kue dari suapan sang kekasih dan gagal karena Putri menurunkan tangan begitu mendengar pertanyaan mengenai umur. Tentu saja ia tahu kalau wanita paling sensitif jika membahas tentang usia.


Pada akhirnya ia mengalihkan perhatian Ririn dengan balik bertanya untuk menguraikan suasana penuh ketegangan tersebut.


"Coba tebak berapa usia kekasihku. Aku akan memberimu hadiah jika benar menjawab."


Kemudian Arya mengangkat tangan kanan Putri yang masih memegang potongan kecil kue dan mengarahkan ke mulutnya. Tidak hanya itu, ia bahkan menyadarkan sang kekasih dengan menggigit kecil jemari lentik itu.


Putri yang merasa sangat lega karena Arya membantunya untuk menjawab, kini menjerit kecil saat merasakan jarinya sedikit nyeri.


"Astaga! Ini jariku. Bukan kue." Menunduk untuk menatap jari yang baru saja digigit oleh Arya.

__ADS_1


Saat ia mendengar kata hadiah dari Arya pada Ririn untuk menebak usianya, ia pun ingin bertanya apakah juga mendapatkan hadiah saat ulang tahun.


Meskipun sebenarnya ia saat ini merasa bahwa kejutan dari Arya di hari ulang tahunnya merupakan sebuah hal yang luar biasa dan sudah sangat membahagiakan baginya.


'Lebih baik aku bertanya pada Arya nanti saja karena merasa penasaran. Apakah wanita ini bisa menebak dengan benar usiaku dan kira-kira hadiah apa yang akan diberikan oleh Arya.'


Saat melihat Arya selalu tertawa dan terlihat sangat bahagia di depan sang kekasih dan membuat Ririn merasa semakin kesal, ia tertantang untuk mencari tahu usia Putri dengan cara menebaknya.


"Baiklah, sepertinya aku bisa mendapatkan hadiah darimu nanti. Namun, sebelum itu, aku harus memberikan hadiahku dulu pada Putri."


Ririn mengambil kotak kecil yang sudah dibungkus dengan hiasan pita dan memberikannya pada Putri.


"Selamat ulang tahun, Putri. Ini kado kecil dariku. Jangan memandang isinya karena itu tidak seberapa karena pasti tidak bisa dibandingkan dengan kado dari Arya."


"Terima kasih. Aku jadi merasa bersalah karena membuatmu repot-repot membeli hadiah untukku."


Putri yang kini tersenyum dan sudah memegang kado di tangannya, beralih menatap ke arah sosok pria yang terlihat sangat tenang saat Ririn membahas tentang kado dan membuatnya berpikir bahwa Arya tidak menyiapkan kado untuknya.


"Bagiku, semua kejutan dari Arya merupakan kado terbaik dan aku sudah tidak mengharapkan yang lain."


"Sepertinya kamu meremehkanku, Sayang."


"Meremehkan bagaimana?" sahut Putri yang mengusap keningnya dan meringis menahan rasa nyeri akibat perbuatan Arya "Sakit, ini."


"Ririn benar karena kado dariku jauh lebih bagus darinya." Arya kini mengusap kening Putri sebagai permohonan maafnya.


Meskipun sambil tertawa karena merasa gemas pada sosok wanita yang ingin sekali diciumnya saat ini, tapi menahan sekuat tenaga karena tidak ingin Ririn menelan ludah melihat keintimannya dengan Putri.


"Memangnya mana kadonya?" tanya Putri dengan wajah berbinar.


Merasa sangat senang karena masih akan mendapatkan hadiah dari Arya, tentu saja membuat sudut bibirnya tak berhenti melengkung ke atas.


Sementara itu, Arya langsung menggelengkan kepala karena merasa belum saatnya ia memberikan kado spesial untuk sang kekasih.

__ADS_1


"Tidak sekarang, Sayang."


Arya kini sudah mengajak Putri untuk duduk di sofa dan menikmati makanan yang sudah ada di atas meja. Tadi ia memesan spaghetti dan KFC untuk pelengkap kue ulang tahun. Sementara minuman bersoda pun sudah ada di sana.


Arya yang kini sudah mendaratkan tubuhnya di sofa, beralih menatap ke arah sahabatnya.


"Jadi, berapa usia kekasihku, Ririn?"


Putri yang ikut mendaratkan tubuhnya di sebelah Arya, kini menatap ke arah Ririn. Merasa seperti sedang menghakimi sosok wanita yang kini terlihat sedang memutar otak sebelum menjawab.


'Apa dia akan menebak dibawah atau diatas usiaku yang sebenarnya.'


Ririn yang mengikuti pergerakan dari pasangan kekasih tersebut, yaitu mendaratkan tubuhnya di kursi empuk belakangnya dan tidak berkedip menatap wajah Putri agar mengetahui tentang usia wanita itu.


"Kalau menurutku, usiamu adalah di atas Arya. Benar, kan tebakanku?"


"Entahlah," sahut Arya yang saat ini tidak ingin membenarkan atau menyalahkan perkataan dari sahabatnya.


"Jika tepat, aku akan memberikan hadiahmu. Namun, jika salah, tidak akan mendapatkan apapun dariku. Sekarang aku hitung satu sampai tiga, katakan jawabanmu!"


Ririn yang awalnya ingin mencari klue dari Arya, kini merasa sangat kecewa karena tidak bisa lama menebak-nebak.


"Baiklah, aku akan menebaknya sekarang!"


Masih tidak mengalihkan pandangannya dari Arya yang sudah membuatnya semakin bertambah kesal karena sedang menyuapi Arya spaghetti.


"Pasti 26 karena wajahmu terlihat lebih dewasa dari Arya," ucap Ririn yang merasa bahwa Putri lebih tua dua tahun dari sahabatnya.


Sebenarnya ia ingin sekali mengatakan bahwa wajah Putri terlalu tua, tapi tidak mungkin melakukannya karena merasa Arya nanti akan marah padanya karena menghina wanita yang dicintai.


"Anda salah, Nona," ucap Putri yang langsung menguraikan suasana penuh ketegangan di antara mereka. "Sayang sekali tidak jadi mendapatkan hadiah dari Arya."


Putri beralih menatap ke arah Arya yang sedang mengunyah makanan. "Bukankah begitu?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak karena dia salah." Arya kini menunjuk ke arah makanan di atas meja. "Sekarang lebih baik kamu makan sebelum pulang. Bukankah kamu ada urusan dan tidak bisa berlama-lama di sini?"


To be continued...


__ADS_2