
***
Malam hari pun tiba. Ailee sebenarnya sudah diijinkan pulang oleh dokter besok pagi. Akhirnya ia bisa pulang dan kembali ke sekolah. Tadi dia sudah mencatat beberapa mata pelajaran yang tertinggal dan mencoba mempelajarinya dibantu oleh Briella. Untungnya Ailee cepat paham. Selain itu, Briella juga banyak bercerita hari harinya sekolah tanpa adanya Ailee. Benar benar membosankan ternyata. Ailee hanya diam menyimak. Sesekali juga menimpalinya. Kedua gadis itu terlihat sangat bahagia sekali saat bercerita. Bahkan Kalingga yang sejak tadi melemparkan tatapan sinisnya benar benar tidak di gubris oleh keduanya.
Kalingga memilih memainkan ponselnya. Dari pada ia mati kebosanan. Sebenarnya jika tidak ada Briella, mungkin bibir Ailee sudah bengkak dibuat olehnya. Sama halnya seperti di kamar mandi tadi, sialnya Ailee dengan cepat keluar sehingga Kalingga tidak bisa menciumnya lagi. Entah kenapa, Kalingga sering bernafsu pada Ailee. Berbeda ketika berhadapan dengan Vanesha atau wanita lain. Apa dia punya kelaianan s*x?
Setiap bersama Ailee, Kalingga terkadang tidak bisa menahan dirinya. Dia ingin melakukan lebih dari sekedar ciuman, namun otaknya masih bisa berpikir jernih. Masa depan Ailee akan hancur, berbeda dengan masa depannya. Masa depan Kalingga bisa diteruskan, berbeda dengan masa depan Ailee yang mungkin akan terhenti saat itu ketika Kalingga melakukannya dengan paksa.
"Tadi Vito nyariin lo. Katanya selama ini dia ngilang buat memantaskan diri biar bisa sama lo," ucap Briella.
Tawa Ailee mengudara mendengarnya. Ia ingat siapa Vito. Seorang cowok kelas sebelas yang selalu memaksa Ailee untuk menjadi pacarnya. Namun Ailee dengan terang terangan menolak. Ia bahkan memaggil Vito dengan sebutan Bito saking tidak ingatnya dengan nama pria itu.
"Malah ketawa, kenapa gak coba lo terima aja si Vito? Dia tajir Lee, lumayan lo peres duitnya dulu baru tingglin," ucap Briella.
"Ajaran sesat itu Lee, jangan di dengerin. Anggap aja suara kentut yang ia dibawa angin," ucap Kairav.
Duk...
Bunyi lemparan snack ciki mengenai kepala Kairav. Pelakunya adalah Briella tentu saja. Ia geram dengan abangnya yang ikut nimbrung.
"Sakit adek," ucap Kairav.
"Biarin. Abisnya abang ngeselin banget, bisa gak sih gak usah ikutan nyaut?!" Tanya Briella.
"Gak bisa, abang denger pembicaraan kalian soalnya," ucap Kairav.
"Ck. Keluar aja sana. Ngeselin banget jadi manusia," ucap Briella.
"Emang mau keluar mau nyari makan. Jangan nitip, bukan babu soalnya," ucap Kairav.
"Najong. Tunggu gue bang, gue juga laper!" Teriak Briella.
Kairav hanya menganggapnya acuh. Pria itu berjalan lebih dulu meninggalkan adiknya. Masa bodo, karena Kairav tahu Briella akan mengejarnya. Sejak datang ke rumah sakit mereka hanya makan makanan yang ada di ruangan Kalingga dan Ailee. Itu pun sudah sisa.
__ADS_1
Awalnya Briella terkejut karena Ailee tiba tiba ada disana. Berada satu ruangan dengan kakaknya. Namun setelah melihat adegan peluk memeluk antara Ailee dan Kalingga diatas brankar tadi, membuat Briella mengerti kenapa hal itu terjadi. Sudah pasti kemauan kakaknya, kemarin maminya memberitahu gelagat aneh Kalingga setelah kecelakaan. Pria itu seolah ingin terus menempel dengan Ailee. Namun tidak dapat dipungkiri jika ia senang, setidaknya perasaan sahabatnya ini terbalas meskipun masih semu.
"Sini Ail," ucap Kalingga.
"Kenapa harus kesitu? Kamu aja kesini," ucap Ailee.
"Jangan ngajak ribut. Sini," ucap Kalingga memaksa.
"Ck. Kamu!! Pemaksa, pengancam, cabul juga. Besok apa lagi?!" Tanya Ailee sewot.
"Buntingin lo," ucap Kalingga asal.
Plakk...
Bunyi nyaring terdengar saat Ailee menampar keras bahu tangan Kalingga dengan tidak berperasaannya. Ailee memang sengaja melakukan hal itu karena kesal mendengar ucapan vulgar Kalingga. Dengan mudahnya pria ini mengatakan ini menghamilinya?
"Sakit," ucap Kalingga.
"Mampus. Ngeselin kalo bicara, filter dulu napa Ling. Kalo ada orang yang lain denger kan bisa salah paham," ucap Ailee.
"Ngapain sih? Ailee punya kasur sendiri disini, kenapa harus sama kamu mulu?" Tanya Ailee.
"Suka suka gue. Lagian kasur itu cuma buat alibi aja. Mami papi sama sodara sodara gue gak bakalan nginep disini, paling besok mereka datang buat jemput pulang. Rixel juga gak jadi kesini. Gue udah larang dia kesini," ucap Kalingga. Pria itu menarik Ailee untuk ikut rebahan bersama dengannya. Dengan santainya Kalingga memeluk wanita ini.
"Bilang aja kalo mesra mesraan sama Ailee. Pake so soan gak suka, tahunya mau nempel terus. Gengsinya di turunin dikit," ucap Ailee.
"Gue gak suka sama lo," ucap Kalingga.
"Yakin? Ya udah deh, Ailee coba jalan sama Vito aja. Briella bilang kan lumayan dia tajir," ucap Ailee.
"Jangan harap," ucap Kalingga.
"Dih, terserah Ailee dong. Ailee kan jomblo, Ailee bebas buat pacaran sama siapa juga. Gak perlu persetujuan kamu," ucap Ailee.
__ADS_1
"Ngerti omongan gue kan? Jangan ya jangan," ucap Kalingga.
"Coba bilang, 'Ail, aku suka sama kamu.' Gitu, berani gak?" Tanya Ailee menantang. Bukan bermaksud apa apa, karena jika Kalingga mengatakan hal itu, otomatis dia dan Kalingga sudah berpacaran. Cinta sepihaknya tidak lagi bertepuk tangan. Em, maksudnya bertepuk sebelah tangan.
"Gak."
"Pelit, medit, gengsian selangit. Ailee pastiin besok Ailee jadian sama Vito, sama Rixel, sama cowok cowok yang bilang mereka sayang sama Ailee," ucap Ailee.
"Berani?" Tanya Kalingga. Pria itu menarik tubuh Ailee dan mendekatkan bibirnya di telinga Ailee. "Coba aja kalo berani, tapi jangan harap lo masih virgin lagi. Ingat, disini kita cuma berduaan."
"Aduh,, takuttt," ucap Ailee.
Tuk..
"Cewek bar bar banget. Bukannya merinding gue bisikin malah bertingkah," ucap Kalingga menoyor kening Ailee. Ailee tersenyum kecil, kemarin sampai tadi pagi Ailee dibuat frustasi oleh sikap Kalingga apalagi dengan video video gila itu. Ditambah juga dengan foto. Namum akhirnya tuhan memberikan pencerahan, ia hampir lupa dengan video video itu. Ia kira ia menyimpan video itu hanya akan memenuhi memorinya saja, tahunya video itu bermanfaat juga di waktu yang tepat.
Entah kenapa Ailee merasa ada sedikit perubahan dalam diri Kalingga. Pria ini terlihat lebih terbuka dan banyak berbicara dari sebelumnya. Ailee senang, meskipun harus frustasi diawalnya.
"Lingga, Ailee makin suka sama kamu. Gimana dong?" Tanya Ailee.
"Bukannya lo mau mulai benci sama gue atas video dan foto itu?" Tanya Ling.
What the f*ck!!!
Bagaimana Kalingga tahu soal ini?! Bukannya Ailee mengatakan hal ini di dalam hatinya? Kenapa Kalingga tahu?!
Kalingga menggeser tubuhnya jadi mengukung tubuh Ailee, "Semakin lo mencoba untuk membenci, maka disaat itu juga cinta buat gue yang ada di hati lo makin besar."
...KALINGGA ALISTER NATAPRAJA...
Tbc.
__ADS_1
Ini kalian maunya ailee sama ling ling enggak? Eh iya, selama ini kalian panggil Ailee apa? Ailee atau Aili? Namanya Aili ya gesss Ailee penulisan doang😚