
***
Bahagia bercampur rasa sakit.
Mungkin itu yang dirasakan oleh Ailee saat ini. Ia bahagia karena hampir dua hari satu malam ia habiskan bersama Kalingga. Waktu yang cukup singkat namun sangat bermakna di hidup Ailee. Rasanya, Ailee ingin selalu seperti ini bersama Kalingga. Namun sayangnya bersamaan dengan kebahagiaan yang diberikan Kalingga, terselip juga rasa sakit yang menusuk dadanya. Selama ini Kalingga hanya menjadikannya boneka percobaan. Miris, namun mau bagaimana lagi. Ailee hanya bisa mengekspresikan rasa sakitnya itu dengan sebuah tangisan. Cengeng? Iya, Ailee memang cengeng.
Deburan ombak sejak mereka datang terus saja menggema. Untungnya deburan ombak yang terkena ke batu tempat mereka duduk tidak air lautnya sampai ke mereka. Masih berjarak beberapa centi dari area batu yang basah.
Sejak tadi, Ailee memegang ponsel dan mengarahkannya ke arah dirinya dan Kalingga. Bahkan Ailee juga mengambil potret laut juga ombak. Hasil tangkapan kameranya cukup bagus.
"Kenaoa sih lo terus terusan ambil video atau foto waktu kita bareng?" Tanya Ling. Pasalnya ia cukup aneh saja. Kenapa gadis ini sangat terobsesi pada video dan foto.
"Kita gak tahu di masa depan kita masih kayak gini atau enggak Ling. Makanya buat mengenang, Ailee abadikan setiap momen pake video atau foto di handphone Ailee," ucap Ailee.
"Bener sih, di masa depan nanti lo harus foto gue sama istri gue nanti. Simpan di ponsel lo ini," ucap Ling.
"Bisa bahas yang enggak bikin hati Ailee sakit gak? Tahu kan tadi sepedes apa fire chicken level tiga? Omongan Ling sama pedesnya kayak fire chicken, tapi yang level limanya," ucap Ailee.
"Gue ngomong ketus dan pedes sampe bikin lo sakit hati, tapi sadar gak sih lo kalo gue lakuin itu cuma sama lo?" Tanya Ling.
"Enggak. Soalnya gak merhatiin soal itu," ucap Ailee.
"Ling mau kuliah disini? Apa keluar negeri?" Tanya Ailee.
"Harvard. Kedua orang tua gue kuliah disana. Dan pastinya gue sama kedua sodara gue juga pasti bakalan kuliah disana," ucap Kalingga.
"Oh," ucap Ailee. Gadis itu kembali menyandarkan kepalanya pada bahu Kalingga. Sebentar lagi sunset akan datang. Ailee sudah stand by dengan kamera ponselnya.
Tak berselang lama, sunset pun datang. Mata Ailee berbinar, ia jarang sekali melihat sunset. Biasanya ia melihat sunset ketika liburan ke pantai saja. Ia jarang sekali menikmati keindahan seperti ini. Ailee langsung mengarahkan kamera ke belakang tubuh mereka. Niatnya ia ingin mengambil video ketika ia dan Kalingga sedang melihat sunset.
"Ayang, coba nengok belakang bentar," ucap Ailee. Lingga menurut dan melihat ke arah belakang. Wajahnya langsung masuk ke dalam rekaman video di layar ponsel Ailee. Kalingga dengan wajah datarnya. Di belakang mereka terlihat sunset.
__ADS_1
"Diem ayang, coba bergaya. Mau Ailee ambil fotonya ini," ucap Ailee. Kalingga pun diam tanpa berekspresi. Ailee mengambil beberapa jepretan gambar. Namun tiba tiba Kalingga melihat ke arahnya. Pria itu menarik tekuk Ailee dan menyatukan bibirnya dengan bibir Ailee. Ailee terkejut. Ia hanya diam saja saat Kalingga menciumnya.
Sunset yang menjadi saksi bisu, ketika Kalingga kembali mencium Ailee. Di bawah sunset kuning ke-orenan ini, hati Ailee terasa menghangat. Kupu kupu dari dalam perutnya sepertinya akan keluar. Wajah gadis itu bersemu merah. Ciuman Kalingga kali ini hanya sebuah kecupan namun cukup lama. Namun sebelum melepaskannya, Kalingga lebih dulu memainkan bibirnya disana.
Tak lama ciuman pun terlepas. Ailee menurunkan tangannya yang sedang memegang ponsel.
"Lo tahu, lo cewek pertama yang gue bawa lihat sunset," ucap Kalingga.
"Seneng banget kalo gitu," ucap Ailee.
"Sunset itu indah. Meskipun hanya sekejap, tapi dia janji bakalan datang lagi besok. Makanya gue suka sunset. Dia gak pernah ninggalin gue meskipun gue sering ninggalin dia dengan cara gak datang kesini buat lihat dia, tapi dia selalu menampakan dirinya ketika gue datang. Sunset seindah itu," ucap Kalingga.
"Sama halnya kayak lo, gue udah nyakitin lo dari kecil. Kadang juga ninggalin lo waktu gue gak butuh. Tapi lo dengan tangan terbuka selalu datang lagi dan lagi meskipun lo tahu, kalo gue gak bakalan bisa sama lo," ucap Kalingga.
"Lo bodoh," sambung Kalingga.
"Iya, anggaplah Ailee bodoh karena terus menerus ngejar ngejar kamu. Bahkan Ailee banting harga diri sama kamu, Ailee murahan sama kamu. Ailee melakukan itu karena Ailee ingin melakukannya. Ailee merasa itu kebahagiaan Ailee, meski bersamaan dengan itu kamu kasih rasa sakit juga. Anehnya, Ailee gak pernah mau pergi dari kehidupan kamu," ucap Ailee.
***
Sesampainya di depan rumah Ailee, gadis itu turun. Ia melepaskan helm yang ia pakai dan menyimpannya di jok belakang motor gede Kalingga.
"Makasih buat dua hari ini. Ailee seneng," ucap Ailee.
"Iya," ucap Kalingga.
"Boleh kiss lagi?" Tanya Ailee.
"Biasanya langsung nyerobot gak ijin dulu," ucap Kalingga.
Ailee cengengesan dan menarik Kalingga kemudian mengecup pipi pria itu. Kalingga mengernyit.
__ADS_1
"Kenapa pipi? Biasanya bibir?" Tanya Ling.
"Bibir Ailee udah bengkak karena kamu. Udah sana pulang, besok jemput ya," ucap Ailee.
"Gak bisa. Bawa motor sendiri aja. Gue lagi males bawa beban," ucap Ling.
"Jahat," ucap Ailee. Ling pun pamitan dan pergi dari sana menuju ke rumahnya yang tidak jauh. Sekitar lima menit ia sampai di garasi rumahnya. Kalingga memarkirkan motornya dan masuk ke dalam rumahnya. Terlihat di garasi, mobil kedua orang tuanya sudah ada disana juga. Sepertinya mereka sudah pulang.
"Mami," panggil Ling. Pria itu berjalan mendekat ke arah mami dan papinya juga kedua sodaranya yang sedang menonton tv.
"Udah pulang anak ganteng mami. Gimana sama Ailee, seru?" Tanya Ashel. Kalingga memeluk erat maminya.
"Heh, itu istri papi," ucap Kavin.
"Ini mami Ling," ucap Ling. Pria itu mengurai pelukannya dan duduk di sebelah maminya.
"Lumayan seru," ucap Kalingga.
"Kakak jahat, gak ngajak ngajak Bri. Kan kesel ngeliat demeknya Vanesha," ucap Briella.
"Nanti kakak ajak," ucap Ling cepat.
"Seneng banget kayaknya yang abis berduaan mulu dua hari ini sama Ailee. Awas loh, entar lo suka sama dia," ucap Kai.
"Justru itu bagus. Gimana sih," ucap Briella.
"Ya emang bagus dek. Siapa bilang gak bagus sih," gerutu Kairav.
"Udah, udah, kalian jangan berantem. Ling, mandi sana bersih bersih terus makan ya? Mami sama yang lainnya udah makan duluan," ucap Ashel lembut.
"Iya mi," ucap Ling. Ia pun pergi dari ruang tv menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua.
__ADS_1
Tbc.