
***
Baku hantam pun tidak terelakan. Kesabarannya benar benar sudah habis. Dia bahkan tidak peduli jika ini di rumah keluarga Natapraja, yang tidak lain adalah rumah keluarga Kalingga.
Salahkan pria ini yang terus terusan bertindak mesum tidak jelas bahkan tidak tahu waktu. Bagaimana jika ada yang mendengarnya? Yang malu tentu saja Ailee sendiri. Ailee benar benar tidak tanggung tanggung dalam memukul Kalingga. Dia bahkan tidak segan segan mencubit serta meremas tangan Kalingga sampai memerah.
Kalingga sendiri, bukannya menghindar karena kesakitan, pria itu justru malah dengan senang menggoda Ailee sampai membuat Ailee geram sendiri. Lama lama tangan Ailee juga ikutan sakit karena terus memukul Kalingga. Dia pun menghentikan aksinya dan menatap ke arah Kalingga yang sedang tertawa melihat kekesalannya.
Ailee tidak mengatakan sepatah kata pun, dia memilih pergi membawa satu nampan berisi bubur dan wedang susu jahe buatannya ke kamar tante Ashel. Karena ulah Kalingga dia memasak cukup lama.
"Hei, kok ninggalin," ucap Kalingga. Pria itu setengah berlari mengejar Ailee. Ailee tidak menyahutinya. Dia benar benar marah dengan Kalingga. Bahkan dia tidak mau berbicara dengan pria ini.
"Biar gue bawa," ucap Kalingga. Ailee tidak mendengarkannya dan terus berjalan menjauh dari Kalingga. Namun Kalingga tentu saja tidak menyerah, dia merebut nampan di tangan Ailee. Untung saja bawaannya tidak jatuh.
"Lo gak boleh cape, tunggu disini. Nanti gue gendong lo, lo istirahat disini bareng adek," ucap Kalingga.
"Gak usah. Bilang sama om sama tante Ailee pulang duluan," ucap Ailee. Gadis itu pun membalikan tubuhnya dan berjalan pergi dari arah tangga. Kalingga terkejut, dia tidak sempat menahan Ailee karena nampan yang dia bawa. Dengan cepat Kalingga berlari ke kamar kedua orang tuanya dan memberikan nampan itu. Tak lama dia kembali menyusul Ailee.
Ailee sendiri berusaha cepat pergi. Untungnya disini tidak ada anggota Natapraja yang lain. Jadi dia bisa dengan bebas pulang tanpa harus berbicara dulu atau berpamitan. Terlalu memakan waktu, bisa bisa Kalingga menyusulnya. Ailee tidak mau lagi ditahan disini. Tubuhnya lelah dan dia ingin segera pulang untuk istirahat. Waktu istirahatnya belum cukup.
Ailee berjalan memasuki lift untuk menuju ke garasi mansion ini. Mobilnya memang disimpan disini karena Kalingga bilang mereka bisa memakai lift menuju ke ruang tengah dengan cepat dan tidak perlu lagi berjalan. Masion ini sangat luas, jika berjalan kali jelas saja akan memakan waktu dan akan melelahkan sekali.
Ting.
Pintu lift terbuka. Dengan cepat Ailee keluar dari dalam lift. Dia berlari menuju ke mobilnya. Ailee memencet tombol di kunci mobil untuk membuka kunci pintu mobilnya. Namun saat dia membuka pintu mobil, tiba tiba pintu itu di dorong lagi.
Ailee menghela nafasnya. Secepat apapun dia, dia akan tetap kalah cepat dengan Kalingga. Ulah siapa lagi jika itu semua bukan ulah Kalingga.
"Maaf," ucap Kalingga.
"Gak butuh, awas," ucap Ailee ketus.
__ADS_1
"Ail," panggil Kalingga.
"Lepasin pintunya, Ailee mau masuk. Udah terlalu lama Ailee diluar," ucap Ailee.
"Mau kemana? Gue anter," ucap Kalingga.
"Pulang lah, Ailee kan punya keluarga disini. Gak usah anter, Ailee bisa sendiri," ucap Ailee.
Astaga, ucapan gadis ini semakin ketus saja. Bahkan dia sepertinya tidak sudi melihat Kalingga. Lihat saja, sejak tadi gadis ini berbicara dengan posisi membelakanginya. Kalingga pun menarik bahu Ailee dan memutarkan tubuh gadis di depannya. Tak banyak bicara lagi karena sepertinya itu semua tidak akan berguna. Kalingga pun langsung menarik Ailee ke dalam pelukannya. Ailee tidak melawan lagi. Dia menumpukan pipi gembulnya pada dada Kalingga.
"Jangan ngambek," ucap Kalingga. Ailee terus diam. Sepertinya dia benar benar tidak mau berbicara dengannya.
"Masih gak mau jawab?" Tanya Kalingga.
"Nanti beneran gak bisa ngomong loh," ucap Kalingga.
"Enak aja!" Ucap Ailee kesal. Bahkan gadis itu kembali memukul pelan dada Kalingga.
"Gak mau," ucap Ailee.
"Harus mau. Ayok," ucap Kalingga memaksa. Dia menarik Ailee pelan dan membawany masuk ke dalam lift. Namun sebelum masuk, dia lebih dulu mendengar Ailee yang seperti sedang menarik ingus?
"Kok nangis?" Tanya Kalingga keheranan saat melihat Ailee yang sudah menangis. Tidak kejer sih, cuma hidungnya benar benar sangat memerah. Bahkan matanya juga sembab. Ailee tidak terisak, namun ajr matanya terus berderai.
"Kamu nyebelin tahu gak?! Kamu tahu, Ailee belum istirahat cukup. Tadi di pesawat Ailee jet lag sampe Ailee muntah. Terus kamu maksa Ailee buat jemput kamu dan setelah menjemput kamu Ailee cuma istirahat bentar. Sekarang Ailee mau pulang masih kamu tahan?! Mau kamu apa?!" Ucap Ailee kesal.
"Ssttt, okay, okay. Maafin gue, gak lagi lagi gue nyebelin," ucap Kalingga menenangkan. Pria itu kembali menarik Ailee dan memeluknya.
"Tapi gak janji," sambungnya.
"AAAAAAAAA. KAMU NYEBELIN, KAMU SERING BUAT AILEE KESEL, AILEE GAK SUKA SAMA KAMU. AILEE MAU KITA-!!" Teriak Ailee tertahan sebab Kalingga menahan mulut gadis itu.
__ADS_1
"Apa? Putus? Putus aja, gue hamilin lo dan saat itu lo gak bisa putus hubungan sama gue," ucap Kalingga mengancam.
Ailee mengerang kesal dan menggigit tangan Kalingga kuat kuat. Kalingga tidak melawan atau pun melepaskan. Dia membiarkannya. Biarkan Ailee meluapkan kekesalannya. Salahnya juga, dan Kalingga mengakui hal itu.
"Udah sayang, tangan gue nanti putus. Nanti gak bisa muasin lo," ucap Kalingga berbisik.
Ailee menghentikannya dan melihat tangan Kalingga. Berdarah.
Tiba tiba gadis ini kembali menangis.
"Tangan kamu, hiks, berdarah. S-sem-ua gara gar-a Aile-e," ucap Ailee. Gadis itu mengelap darah yang muncul di tangan Kalingga karena ulahnya.
"Udah dong jangan nangis, nanti matanya merah. Mami bisa marahin gue," ucap Kalingga.
"T-tap-i tang-an kamu luka gara gara a-aku," ucap Ailee.
Ya salam, tadi menangis gara gara kekesalannya pada Kalingga dan sekarang menangis karena luka di tangan Kalingga yang disebabkan olehnya.
Kalingga melepaskan tangan Ailee dan menghapus jejak air mata Ailee. Tak lama Kalingga memojokan tubuh Ailee ke mobil lalu mengecup bibir merah plum ini yang semakin memerah karena Ailee menggigitnya. Kalingga tentu saja hanya mengecupnya. Ailee baru saja menangis dan hidungnya sudah pasti tersumbat. Jika dia melum*tnya yang ada Ailee akan pingsan karena kehabisan nafas.
"Stop nangisnya. Mata cantik lo jadi sembab," ucap Kalingga. Pria itu kembali memeluk Ailee. Cukup erat. Bahkan Ailee juga memeluk Kalingga.
"Maaf," ucap Ailee.
"Gak papa, lo kan emang ganas," ucap Kalingga.
"Ih Linggaa," erang Ailee.
"Becanda sayang. Cengeng banget, untung sayang."
Tbc.
__ADS_1