Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
203. Cerita Magi


__ADS_3

***


Perlahan, Kalingga memindahkan kepala Ailee yang sedang tidur dengan nyamannya diatas dadanya. Kalingga ingin ke kamar mandi. Jadi dia harus melepaskan Ailee dulu baru bisa ke kamar mandi. Sangat pelan dan perlahan, karena takut tidur Ailee terganggu dan berakhir dia bangun. Gadis ini belum tidur dengan nyenyak sepertinya. Sebab akibat rasa sakitnya itu dia jadi terganggu.


Kalingga sangat kasihan dengan Ailee. Namun mau bagaimana lagi. Dia wanita dan kodratnya wanita memang seperti ini. Kalingga berjalan perlahan menuju ke kamar mandi Ailee. Disana dia langsung buang air kecil. Cukup lama karena tadi Kalingga memang menahannya. Setelah selesai pria itu mencuci wajahnya agar lebih fresh lagi.


"Cewek gue cakep banget kalo tidur. Baru nyadar gue," ucap Kalingga sembari menatap wajahnya di pantulan cermin di depannya.


"Pantes aja si Fade ngejar ngejar dia mulu. Dia cantik juga ternyata, kenapa baru sekarang gue ngeuh-nya ya? Kenapa gak dari dulu dulu," ucap Kalingga.


Heran memang, tapi itulah kenyataanya yang terjadi. Dimana Kalingga sangat membenci Ailee dulu. Alasannya karena Ailee selalu mengganggu hidupnya dan Kalingga sangat tidak suka dengan orang yang selalu ikut campur urusannya.


Tapi sekarang lain ceritanya. Rasa benci sudah bertukar jadi cinta. Ternyata itu memang ada dan nyata karena Kalingga sendiri yang mengalaminya. Mungkin saja takdir sedang menertawainya saat ini sebab Kalingga sudah bucin pada Ailee.


Kalingga keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan lagi ke arah kamar tidur Ailee. Disana dia melihat Ailee yang masih terlelap damai. Gadisnya itu sangat cantik, sayanganya dia belum makan. Baiklah Kalingga akan membuat sesuatu untuk kekasihnya itu agar saat Ailee bangun nanti dia bisa makan dengan lahap.


Kalingga berencana membuatkan Ailee sebuah makanan yang manis manis. Dia kebetulan pernah membuatnya dan maminya suka bahkan sering membuatkannya karena permintaan maminya. Makanan itu hanha berubah puding custard. Ailee menyukai keju, tentu saja Kalingga akan membuatkan kekasihnya itu puding dari keju.


"Tuan muda," sapa Magi saat Kalingga turun dan berjalan ke arah dapur.


"Aku ingin meminjam dapur sekaligus menggunakan beberapa bahan makanan. Ailee cukup pemilih jika sedang sakit," ucap Kalingga.

__ADS_1


Magi tersenyum dan mengangguk, "Tentu saja boleh tuan muda. Silahkan."


"Terimakasih Magi," ucap Kalingga.


Pria itu lantas maju dan membuka kulkas besar yang ada disana. Kalingga memang cukup mahir dalam memasak. Hanya saja di tidak intens memasak. Hanya sesekali saja. Kalingga mengambil bahan bahannya dan mulai memasak. Disana ada Magi yang juga sedang membuat makanan untuk Ailee.


Magi diam diam tersenyum melihat tuan muda Alister di depannya ini. Dulu, ia yang jadi saksi dimana Ailee sering menangis karena pria ini. Tidak jarang juga Magi ikut ikutan sedih, tapi mau bagaimana lagi. Saat itu Magi juga tidak bisa apa apa selain jadi pendengar untuk nonanya.


"Ngomong ngomong, gimana makan Ailee selama ini? Teratur kan?" Tanya Kalingga.


Magi terdiam.


"Nona memang jarang sekali makan teratur tuan muda. Nona hanya makan sekali dalam sehari, sisanya dia hanya makan buah buahan saja. Bahkan beberapa bulan lalu berat badannya terus menerus merosot," ucap Magi.


"Benarkah? Kenapa dia seperti itu? Maksud ku, apa dia tidak lapar? Manusia kan butuh makan," ucap Kalingga.


"Tentu saja nona pastinya lapar. Tapi nona tidak pernah menunjukannya, namun saya yakin jika nona sengaja menahannya," ucap Magi.


"Apa kau tidak memaksanya? Kedua orang tuanya mempercayakannya pada mu sejak dia bayi kan?" Tanya Kalingga.


"Saya pernah mencobanya. Namun nona tetap tidak mau, bahkan nona malah kabur ke apartementnya karena saya sering paksa. Sejak saat itu saya tidak lagi memaksa maksa nona. Saya tidak mau nona tinggal di apartement, disini saja makannya tidak teratur, bagaimana di apartement," ucap Magi.

__ADS_1


Oh, jadi ternyata seperti itu. Sebenarnya apa yang salah dengan gadis itu? Apa sayatan itu juga sering ia lakukan sejak lama? Mengingat sayatan itu sudah abstrak dan tisak berbentuk. Memang tidak membekas, tapi samar samar terlihat. Kalingga tentu saja mengaitkan kejadian itu dengan apa yang dialami Ailee. Karena jika bukan banyak pikiran dan masalah lain yang lebih berat, mana mungkin Ailee akan melakukan itu. Sepertinya Kalingga harus bertindak. Dia tidak bisa diam saja. Yang ada lambat laun Ailee akan mengakhiri hidupnya.


Tidak. Itu tidak boleh terjadi.


"Lalu apa orang tuanya tahu tentang ini semua? Maaf aku bertanya, pasalnya aku tahu apa yang selama ini mengganggi pikiran gadis ku," ucap Kalingga.


"Tentu saja mereka tahu, tapi mereka tetap seperti itu dan tidak pernah berubah. Mungkin iya sekarang sedikit berubah, namun tetap saja tidak bisa mengembalikan masa masa dimana nona membutuhkan mereka berdua. Nona bahkan pernah membuat dirinya sendiri terluka. Saat itu hampir saja nyawanya melayang jika tidak cepat di tenangkan oleh kakak sepupunya," ucap Magi.


"Apa? Kapan dan bagaimana caranya?" Tanya Kalingga. Sungguh demi apapun dia baru tahu hal ini. Karena sebelumnya dia memang tidak pernah tahu. Ailee tidak memberitahunya dan masalah seperti ini tidak pernah nampak.


"Entahlah apa yang mengganggu pikiran nona saat itu. Tapi nona menghancurkan kaca besarnya dan mengambil serpihan kaca itu lalu menyayat nyayat pahanya sampai mengeluarkan banyak darah. Tapi tuan muda, saya harap anda bertindak biasa saja seolah tidak tahu masalah ini. Saya mohon," ucap Magi.


Kalingga mengangguk mengerti, "Tenanglah, justru aku ingin mengetahui itu semua karena ingin menyelamatkannya. Dia selama ini terlihat baik baik saja. Aku curiga dengan itu semua. Karena pastinya ada sesuatu hal yang sengaja di sembunyikan olehnya."


"Saya harap tuan tetap bersama nona. Setelah saya melihat nona dan anda resmi berpacaran, nona jauh lebih berbeda dari dulu. Makannya mulai teratur meskipun masih jarang jarang. Tapi itu semua sudah jadi kemajuan yang baik. Saya mohon dengan sangat, jangan pernah sakiti nona. Sudah cukup rasa sakit yang selama ini dia rasakan. Saya tidak ingin nona kembali mengulang hal hal diluar kendali seperti dulu," ucap Magi.


"Tenang saja, aku sudah berjanji pada diri ku sendiri, oada cinta ku dan Ailee juga pada kedua orang tua ku. Aku memiliki adik perempuan, aku tidak sudi melihatnya sakit hati karena pria yang dia cintai. Sama halnua dengan Ailee. Aku akan berusaha membuatnya selalu bahagia," ucap Kalingga.


Magi tersenyum haru. Setidaknya mulai sekarang dia bisa sedikit tenang karena ada orang yang mau menjaga nonanya. Dia sangat berharap dan selalu berdoa jika kebaikan selalu menyertai hubungan Kalingga dan Ailee.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2