Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
261. Diserang Mendadak


__ADS_3

Ramein gak sih😌😌🤨


***


Flash back :


Selesai mencuci tangan, Ailee menarik tissue yang tersedia untuk mengelap tangannya yang basah akibat ia cuci tadi. Suasana toilet juga cukup sepi, sebab hanya ada dia dan satu orang yang masuk ke dalam bilik. Terlihat dari pantulan kaca, orang yang masuk ke dalam bilik adalah seorang ibu ibu.


Ailee melempar tissue yang sudah ia pakai tadi ke dalam tempat sampah yang ada di samping wastafel. Sebenarnya, sejak masuk ke dalam mall, Ailee dan ketiga kembar sudah jadi pusat perhatian satu orang. Namun ke empat manusia itu tidak ada yang menyadarinya.


Incarannya tentu saja sejak awal bukanlah Kalingga, Kairav apalagi Briella. Namun incarannya adalah Ailee. Sudah lama dia mencoba mencari kesempatan untuk membuat gadis itu celaka, namun dia tetap tidak berhasil. Dan mungkin takdir sedang berpihak padanya saat ini. Tepat saat Ailee masuk ke kamar mandi, ia juga ikut masuk, namun tidak masuk ke dalam bilik. Dia menunggu di depan pintu bilik. Sampai Ailee selesai dan keluar, baru ia masuk. Jadi Ailee tidak akan menyadari jika ada orang, sebab gerakan orang itu cukup cepat dan tepat.


Saat yang ditunggu pun akhirnya tiba, tepat saat Ailee membelakanginya, dia langsung melayangkan pukulan keras pada punggung gadis itu. Namun tentu saja Ailee menyadarinya, dengan cepat Ailee berbalik untuk menghindarinya. Namun sialnya kakinya tersandung tempat sampah tadi sampai ia terjatuh. Dan orang yang menyerangnya tentu saja langsung melayangkan pukulan.


Bugh... bugh..


"Arghhh," ringis Ailee kesakitan. Punggungnya jadi sasaran dan pukulannya sangat keras. Ailee tidak bisa lagi bergerak menghindar.


Bunyi pukulan terdengar begitu keras. Tak tanggung tanggung, dia memukul Ailee menggunakan tongkat base ball. Baiknya lagi, Ailee tidak sempat melihat ke arahnya karena gadis itu langsung pingsan terkapar diatas lantai yang dingin.


Sebenarnya ini semua hanya rencana dadakan yang ia buat dan lakukan sendiri. Dia tidak meminta bawahannya yang melakukannya sebab dia ingin, dia sendiri yang melakukannya. Tidak disangka rencana dadakan dan tanpa pemikiran ini berjalan lancar. Bahkan suasana juga sangat mendukung.


"Mampus, terlihat cantik jika terkapar tak berdaya. Rasanya ingin sekali tangan ini membuat gambar abstrak menggunakan pisau. Bayangkan, wajah mulus dan indah ini akan menjadi hancur dan pastinya Kalingga tidak akan lagi melirik," ucapnya tersenyum licik. Orang itu berjongkok sembari menumpukan tongkat base ball.


"Sayangnya, gue belum bisa bertindak sejauh itu. Karena gue yakin keluarga lo akan dengan cepat menemukan siapa pelakunya. Harusnya lo gak terlahir dari keluarga tajir yang serba bisa. Lo pantesnya lahir di keluarga miskin!"


Hinaan dan makian terus terlontar untuk Ailee yang sudah tidak sadarkan diri. Untuk penutup sebelum dia pergi, dia mengambil air di dalam ember yang ada di dalam bilik dan menyiramkannya pada tubuh Ailee.


Terlihat sekali ekspresi wajahnya yang penuh dengan kebencian. Bahkan dia seperti tidak memiliki hati dan belas kasihan, sebab setelah memukul Ailee beberapa kali dia juga menyiram air dingin pada tubuh gadis ini lalu melemparkan ember yang tadi ia pakai.


"See you soon, bitc*!"

__ADS_1


Flash back off.


***


Perlahan, jari jemari lentik yang sejak tadi di genggam pun mulai memberikan reaksi. Sudah beberapa jam berlalu akhirnya Ailee mulai tersadar. Kalingga yang sejak tadi menggenggam tangan itu pun langsung menatap penuh tunggu pada kekasihnya. Dia bahkan tidak tertidur saat menunggunya. Jangankan tertidur, untuk sekedar pergi makan saja dia enggan.


"Ashhh," ringis Ailee saat ia merasakan punggungnya yang sakit. Matanya masih tertutup dan belum terbuka.


"Pelan pelan sayang," ucap Kalingga. Pria itu menggenggam tangan kekasihnya.


"Sakit," ucap Ailee.


"Aku tahu, jangan dipaksa gerak dulu biar gak sakit," ucap Kalingga. Ailee pun menurut dan kembali diam namun dia masih belum membuka matanya.


"Kenapa matanya di tutup?" Tanya Kalingga.


"Silau," ucap Ailee. Kalingga pun duduk di samping tempat tidur dan mengangkat kedua tangannya ke atas kedua mata Ailee. Terlihat sedikit menutupi agar ketika mata kekasihnya terbuka ia tidak merasa silau lagi.


Yang pertama terlihat hanya buram, tidak jelas. Namun setelah beberapa kali mengedip, kedua matanya dengan jelas bisa melihat mahluk tuhan yang dipahat dengan sedemikian rupa agar terlihat tampan.


"Ganteng banget," gumam Ailee.


"Kalo jelek gak pantes jadi cowok kamu," ucap Kalingga tersenyum. Ailee mencebikan bibirnya, telinga kekasihnya ini sangat sensitif sekali dengan suara. Perasaan, Ailee berkata dengan sangat pelan sekali tadi. Namun ternyata Kalingga tetap bisa mendengarnya.


"Aku kenapa? Kok tiba tiba ada di kamar kamu? Dan punggung aku, kenapa sakit?" Tanya Ailee.


"Kamu gak inget sama apa yang udah terjadi? Di toilet mall," tanya Kalingga.


Ailee mengernyit, toilet mall? Ah iya, tadi dia dan Kalingga juga kedua saudara kekasihnya pergi main ke mall. Mereka shopping dan berakhir makan. Lalu Ailee ke toilet dan...


"Ingat?" Tanya Kalingga.

__ADS_1


"Gak terlalu, aku cuma inget ada yang mukul aku dari belakang. Tapi aku gak tahu dia siapa. Dia pake masker," ucap Ailee.


Kalingga mengernyit, "Pakai masker? Pakaianya serba hitam?"


Ailee mengangguk pelan, "Aku gak tahu dia datang dari mana. Bahkan aku gak tahu kalo ternyata dia udah ada di belakang aku. Aku sempat menghindar, tapi aku gagal," jelasnya.


"Its okay, namanya kecelakaan gak ada yang tahu," ucap Kalingga. Pria itu terdiam lalu menggenggam jemari Ailee.


"Maafin aku yang gak becus jagain kamu. Seharusnya aku tetep ikutin kamu ke kamar mandi, kalo aja aku ikutin pasti kamu gak akan-,"


"Ssttt, kan tadi kamu bilang kecelakaan gak ada yang tahu, right? Jadi jangan salahin diri kamu," ucap Ailee.


"Tetep aja sayang, harusnya aku ikutin kamu. Maaf," ucap Kalingga.


"Bantu aku bangun, aku pengen duduk," ucap Ailee. Kalingga pun menurut dan membantu Ailee untuk duduk. Cukup kesusahan sebab punggung Ailee benar benar sangat sakit.


"Jangan dipaksa sayang, kamu tiduran aja," ucap Kalingga saat melihat Ailee yang kesakitan.


"Gak mau, mau duduk. Pengen peluk kamu," ucap Ailee.


Kalingga melepaskan kedua tangannya dari kedua bahu Ailee. "Kalo mau dipeluk bilang aja, aku gak akan nyusahin kamu kalo kamu pengen dipeluk."


"Ya tapi gimana caranya?" Tanya Ailee.


Kalingga pun naik ke atas tempat tidur dan ikut tiduran menyamping dengan menggunakan satu tangannya sebagai bantalan untuk kepalanya.


"Kayak gini?" Tanya Kalingga.


"Heem, peluk aku. Aku masih ngantuk," ucap Ailee.


"Okay, tidur lagi. Kamu bebas mau nginep sampe kapan pun," ucap Kalingga.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2