
***
Seluruh kekuatan Ailee kerahkan untuk menahan tubuh Kalingga agar tidak kembali menyambar bibirnya. Ia bahkan sudah mencoba mengalihkan pandangannya ke arah samping agar bibirnya tidak jadi sasaran empuk bibir Kalingga. Dasar soang! Pria ini benar benar tidak tahu malu.
"LING CUKUP! KAMU GAK SUKA AILEE MENDINGAN CUKUP JANGAN TERUS TERUSAN NYOSOR," teriak Ailee. Gadis itu benar benar kesusahan menahan tubuh Kalingga yang terus menekan kedua tangannya. Jika terus terusan seperti ini, bisa bisa tubuh Kalingga akan menimpanya. Ailee tidak bisa menahannya lagi.
"Siapa bilang gue gak suka lo?" Tanya Kalingga setengah berbisik.
Tunggu dulu, Kalingga bilang apa? Kenapa tiba tiba Ailee jadi tidak mudeng dengan apa yang diucapkan oleh pria ini?
"Kamu bilang apa?" Tanya Ailee.
"Gue bilang apa? Gak tahu," ucap Kalingga.
Menyebalkan sekali. Kenapa harus ada manusia jenis seperti ini di dunia? Dan sialnya Ailee malah menyukainya dan menyayanginya dengan sepenuh hati. Sedangkan pria ini, selama ini Ailee hanya disakiti dan dimanfaatkan. Padahal salah Ailee apa? Apa mencintai Kalingga merupakan suatu kesalahan? Rasanya tidak mungkin.
Menurut Ailee, mencintai seseorang itu tidak ada salahnya. Yang namanya perasaan tumbuh secara tiba tiba dan tanpa adanya aba aba. Mencintai tidak ada salahnya selagi masih dalam batas wajar saat kita mencintai orang tersebut. Dan yang paling penting, jangan sampai cinta itu berubah menjadi obsesi. Itulah hal yang harus dihindari.
"Lepas Ling-,"
"BRIXY SAYANG, KAMU DI DALAM?" Teriak Cya pada anaknya.
Oh my goodness!
Mamanya sudah pulang? Itu suara mamanya kan? Ailee tidak salah dengar. Dan yang selalu memanggilnya dengan sebutan Brixy adalah mamanya.
"BRIXY SAYANG," teriak Cya.
"IYA MA, BENTAR. BRIXY MAU BOKER-HMPTTR," ucap Ailee tertahan saat Kalingga membungkam bibir gadis itu.
__ADS_1
"HAH? KAMU KENAPA?" Tanya Cya.
Di dalam kamar, Ailee sudah kelelahan dengan tingkah dan sikap Kalingga. Ia benar benar tidak habis pikir dengan sikap pria ini yang seenaknya. Bagaimana jika mamanya tahu?!
"Diem dulu Lingga, ada mama," ucap Ailee berbisik.
"Gue gak nurut apa yang lo suruh. Gue melakukan apa yang gue mau," ucap Kalingga cukup keras. Ailee sontak saja langsung membungkam mulut pria ini. Kalingga benar benar gila sepertinya. Ingatkan Ailee untuk membawa pria ini ke RSJ yaitu rumah sakit jiwa.
"BRIXY? AILEE? AILEE FOX?" Teriak Cya. Wanita itu bahkan menggedor gedor pintu kamar anaknya.
"IYA MAMA, SEBENTAR MAU BOKER," teriak Ailee.
"CEPETAN YA? MAMA SAMA PAPI MAU PERGI LAGI, KAMI PULANG MAU LIHAT KAMU DULU SOALNYA," ucap Cya.
"IYA," teriak Ailee.
"IYA."
Ailee mendekatkan telinganya pada pintu di belakangnya. Bahkan gadis itu melepaskan kedua tangannya dari dada Kalingga dan menempel pada pintu. Kalingga tersenyum kecil, jadi keluarganya memanggil dia dengan sebutan Brixy? Lucu sekali nama panggilannya. Lagi pula, kenapa nama anak ini harus Brixcya? Dan dipanggil Brixy? Benar benar pelesetan yang sangat jauh sekali.
Ailee terus mendengarkan derap langkah kaki mamanya yang sedikit samar. Ia bahkan tidak menyadari jika Kalingga sudah begitu dekat dengannya. Ailee benar benar tidak menyadari posisi se-intim ini.
Ailee menghembuskan nafas leganya kemudian membalikan tubuhnya, "Astaga! LINGGAAA. NGAGETIN TAHU GAK?!"
"Oh ya? Jantungan dong," ucap Kalingga.
"Udah deh diem. Kamu jangan keluar dulu sebelum Ailee suruh. Di luar ada orang tua Ailee. Kalo mereka tahu bisa gawat," ucap Ailee.
"Bukannya mereka bakalan tetep tahu dari Magi? Emangnya Magi gak ngasih tahu mereka?" Tanya Ling.
__ADS_1
"Enggak akan, Magi sekutunya Ailee. Dia pro ke Ailee dibanding ke orang tua Ailee. Dia gak bakalan kasin tahu siapa pun," ucap Ailee. Kalingga hanya menganggukan kepalanya saja.
Ailee menarik tangan Kalingga untuk masuk lebih dalam lagi dan sedikit menjauh dari dekat pintu. Ailee sudah mengunci semua jendelanya. Ia hanya berharap, semoga Kalingga tidak loncat dari sana untuk keluar.
"Diem disini yang anteng, terserah mau ngapain juga. Tapi jangan diberantakin. Kasihan Magi harus beresin kamar ini. Ailee mau temuin dulu orang tua Ailee, gak lama. Setelah mereka pergi lagi kamu bisa pulang," ucap Ailee. Kalingga hanya menggidikan bahunya acuh kemudian menghempaskan tubuhnya ke atas kasur Ailee. Ia sedikit meringis saat luka di sudut bibirnya sedikit tertekan. Padahal saat berbicara tidak sesakit itu.
"Nanti sekalian Ailee obatin lukanya. Jangan banyak tingkah, diem yang anteng," peringat Ailee.
"Hmm," gumam Kalingga. Ailee pun segera keluar dari dalam kamar dan mengunci pintu kamarnya. Jaga jaga takutnya Kalingga keluar kamar atau ada yang tiba tiba masuk ke dalam kamarnya. Disana masih ada Kalingga, dia harus menyembunyikan pria itu dulu sebelum orang tuanya kembali pergi.
Sepeninggal Ailee, Kalingga membalikan tubuhnya menjadi tidur terlentang. Ia menatap langit langit kamar Ailee. Ia bingung harus apa disini, ia datang kesini hanya untuk meredakan emosi papi dan maminya. Ia datang bukan untuk minta maaf, melainkan untuk mengganggu Ailee saja. Moodnya sedang berantakan akibat bogeman dari papinya. Dan Kalingga mencari Ailee untuk meredakan emosinya dengan mengganggu wanita ini.
Kalingga bangun dari tidurnya dan berjalan menyusuri kamar Ailee. Disini tidak banyak frame foto. Hanya ada beberapa saja. Berbeda dengan kamar adiknya, di dinding kamarnya ditempeli banyak sekali frame.
Kalingga pun berjalan menuju ke area walk in closet Ailee. Disana selain walk in closet, ada juga sebuah ruangan yang terdapat meja belajar disertai komputer, baru disini banyak sekali frame foto. Entah di dinding atau diatas nakas. Kebanyakan foto Ailee dan Briella. Kedua gadis itu benar benar sangat bersahabat sekali. Kalingga bahkan tidak mengerti kenapa persahabatan dua wanita itu selalu lama sekali. Bahkan sampai mereka menikah pun, mereka tetap bersahabat. Tidak jarang juga mereka selalu menjodoh jodohkan calon anak mereka.
Mata Kalingga menyusuri setiap frame foto yang ada disana. Tiba tiba matanya terfokus pada sebuah frame dimana ada tiga pria dan empat wanita, salah satunya adalah Ailee. Mereka berfoto dengan senyum lebar dengan latar belakang rumah dengan pilar pendek bertuliskan 'SBA'.
"SBA? Apa itu singkatan. Cowok ini, bukannya dia yang ada di arena balap kemarin? Dia yang ijinin gue balapan," ucap Ling saat melihat seorang pria berambut pirang kulit putih ada disana. Namun tidak hanya satu, melainkan dua
Sepertinya mereka kembar identik.
Kini tatapan Kalingga jatuh pada sebuah frame foto yang hanya ada Ailee disana sedang menaiki motor besarnya yang berwarna putih. Kalingga melihat nomor polisinya.
"QU 33 N," ucapnya. Ia terlihat seperti sedang berpikir.
"Queen?"
Tbc.
__ADS_1