
***
Hamparan padang rumput yang hijau menyebar sepanjang mata memandang. Sangat indah sekali, bahkan keindahannya mengalahkan tempat paling indah yang ada di dunia. Entah ini dimana, namun sejak tadi Ailee terus berjalan lurus ke arah depan. Tidak ada siapa pun selain padang rumput hijau yang ditumbuhi beberapa bunga. Tidak tahu itu bunga apa, Ailee tidak pernah melihatnya sebelumnya.
Sejak tadi dia ditemani oleh seseorang yang sangat ia rindukan. Dia adalah Rozz Atmajaya. Istri kakeknya. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah neneknya. Sejak tadi Ailee terus diajak bercerita dengan neneknya ini. Dengan penuh excited Ailee menceritakan semua kisahnya pada neneknya. Sudah lama juga mereka tidak bertemu. Jadi wajar saja saat bertemu mereka akan menghabiskan banyak waktu. Sekalian temu kangen.
"Ngomong ngomong, ada yang mau ketemu kamu sayang," ucap Rozz.
"Siapa?" Tanya Ailee.
"Ayo ikut grandma," ucap Rozz. Wanita tua itu membawa cucunya pergi dari sana. Entah menuju kemana, Ailee hanya mengikutinya. Tangannya digandeng oleh sang nenek.
Kakinya terus membawanya ke sembarang arah. Namun sampai di depan sana, pandangannya menatap kedua sosok yang tidak asing. Ailee menyipitkan kedua matanya. Kedua sosok itu terlihat tidak asing. Ia pun melanjutkan langkahnya kembali mendekat ke arah sosok tersebut.
"Mama," panggil Ailee.
Yang dipanggil pun menoleh. Senyum manis tercetak di kedua bibir wanita tersebut.
"Mama ngapain disini?" Tanya Ailee, gadis itu mendekat ke arah mamanya. Mamanya terlihat sangat cantik sekali. Gaun putih yang dipakainya benar benar terlihat bercahaya, mungkin karena tersorot sinar matahari juga gaunnya jadi terlihat seperti itu.
"Anak mama cantik banget," ucap Cya. Ia mendekat ke arah anak gadis satu satunya lalu menangkup kedua pipi tembam Ailee.
"Papi juga disini? Kalian sedang apa disini? Dan ini dimana?" Tanya Ailee.
"Tempat ini sangat jauh sekali sayang," jawab Cya.
"Iya, tapi dimana? Kenapa tempat ini sangat asing sekali. Brixy rasanya belum pernah kesini," ucap Ailee.
"Kamu belum waktunya untuk mengetahui ini tempat apa sayang," ucap Rozz. Wanita itu tersenyum ke arah cucunya.
Ailee semakin dibuat kebingungan. Tunggu dulu, ini semua apa maksudnya? Kenapa tiba tiba ada neneknya juga? Bukannya neneknya sudah tidak ada?
__ADS_1
"Grandma sudah lama tidak datang, tapi kenapa sekarang..," ucap Ailee menggantung.
Cya tersenyum, "Beliau datang untuk menjemput mama sayang."
"Maksudnya?" Tanya Ailee.
Lagi dan lagi mamanya ini terus tersenyum. Entah apa maksud dari senyuman itu, Ailee benar benar tidak mengerti. Biasanya memang mamanya suka tersenyum, namun tidak seperti ini. Rasanya sangat aneh dan sangat berbeda sekali.
"Dengarkan mama sayang," ucap Cya. "Suatu saat nanti kamu harus mulai terbiasa melakukan apa apa sendiri. Sama seperti yang sering kamu lakukan sebelumnya saat mama sibuk bekerja. Mama yakin kamu akan kembali terbiasa. Yang harus kamu tahu, mama sangat menyayangi kamu melebihi apapun di dunia ini termasuk nyawa mama sendiri. Mama sayang sama kamu, maafkan mama. Selama ini mama belum bisa jadi ibu yang baik untuk kamu," ucap Cya.
"Mama ngomong apa sih ma? Jangan aneh aneh, ayo pergi dari sini. Tempatnya aneh, mending kita pulang," ucap Ailee.
"Mama sayang sama kamu, selalu. Jaga diri kamu baik baik. Selalu temani papi juga, jangan biarkan dia kesepian. Mama sayang kalian berdua, " ucap Cya tersenyum. Perlahan tangkupan kedua tangan mamanya terlepas dari kedua pipi Ailee. Ailee terus memanggil mamanya saat melihat mamanya akan pergi bersama dengan grandma Rozz. Ailee bisa memanggilnya namun Ailee tidak bisa melangkahkan kakinya. Aneh sekali.
Berulang kali ia memanggil mamanya dengan suara yang keras, namun mamanya tetap melanjutkan langkahnya. Tangannya melambai ke arahnya.
"MAMAAAAA," teriak Ailee.
"Kamu kenapa? Kamu mimpi?" Tanya Kalingga.
Nafas Ailee tersenggal senggal. Tangannya menggenggam tangan Kalingga. Pelipisnya mengeluarkan keringat dingin. Raut ketakutan sangat terlihat di wajahnya.
"Mama sama papi dimana?" Tanya Ailee.
"Mereka ada sayang. Kamu kenapa?" Tanya Kalingga.
"Aku mau lihat mama," ucap Ailee. Gadis itu turun dari atas tempat tidur rumah sakit. Memang saat ia pingsan dan tidak sadarkan diri, Kalingga membawanya ke satu ruangan kosong yang ada di rumah sakit ini. Dua jam lamanya Kalingga menunggu kekasihnya untuk sadar dari pingsannya. Namun saat sadar gadis ini justru terlihat ketakutan. Sepertinya gadis ini memang bermimpi buruk.
Kalingga mengikuti langkah kaki kekasihnya. Keduanya keluar dari dalam ruangan tersebut. Kalingga langsung berjalan mendekat ke arah Ailee lalu memeluk pinggang gadis ini dan berjalan bersama. Namun..
"Lepasin Lingga," ucap Ailee menolak.
__ADS_1
"Mama sama papi kamu ada sayang, mereka gak kemana mana. Kamu jangan jalan tergesa gesa kayak gini. Nanti kamu jatuh gimana?" Tanya Kalingga.
"Aku gak peduli. Aku mau lihat mama sama papi," ucap Ailee. Gadis itu melepaskan pelukan kekasihnya dan segera berjalan dengan cepat. Mungkin bisa disebut sdjetengah berlari.
Tampilan Ailee benar benar terlihat sangat kacau. Pelipisnya ditempeli plester, kedua tangannya merah merah setelah diolesi obat merah pada beberapa luka yang menggores. Belum lagi kakinya juga yang diperban. Gadis ini tidak terlihat kesakitan, namun cara jalannya pincang. Meskipun tidak mengatakan Kalingga tahu jika kekasihnya ini sedang menahan rasa sakit.
Tak tega melihatnya, Kalingga pun mengejar kekasihnya dan menarik lengan Ailee lalu menggendongnya ala bridal.
"Jangan ngeyel. Aku gak akan tolelir lagi kalo kamu kenapa napa," ucap Kalingga.
"Ya udah cepetan. Kok jauh banget sih," ucap Ailee.
"Kamu salah belok sayang, makanya jadi jauh," ucap Kalingga.
Di persimpangan koridor, seharusnya Ailee belok ke kanan. Karena ruangan UGD ada di sebelah kanan. Namun gadis ini malah belok kiri. Memang bisa, namun akan memakan waktu untuk sampai ke UGD.
"Kamu mimpi buruk?" Tanya Kalingga.
Ailee menganggukan kepalanya.
"Mimpi apa?" Tanya Kalingga.
"Bukan apa apa. Ngomong ngomong aku lama ya tidurnya?" Tanya Ailee.
"Lumayan. Dua jam," jawab Kalingga.
Ailee hanya mengangguk sekilas. Ia pun mengalungkan kedua lengannya pada leher kekasihnya. Dari kejauhan, matanya menangkap banyak sekali orang di depan ruangan UGD. Sebagian besar adalah orang yang ia kenal.
"Turunin aku," ucap Ailee. Kalingga hendak menolak namun Ailee melompat dan berdiri sendiri. Saat kakinya akan melangkah, tiba tiba pintu ruangan UGD terbuka. Muncul dua orang suster yang tengah menarik brankar. Diatas brankar itu tertidur seseorang yang seluruh tubuhnya sudah di tutup dengan kain putih.
Kaki Ailee mendadak terasa seperti jeli. Tidak mungkin kan mimpi itu menjadi kenyataan? Tidak!!!
__ADS_1
Tbc.