
ramein dong gesss. Dosa ditanggung sendiri sendiri yeee
***
Kini giliran Ailee yang dibuat menegang oleh Kalingga. Pasalnya setelah mengatakan hal itu, Kalingga langsung menurunkan tinggi tubuhnya hingga berhadapan dengan kedua gunung kembar milik Ailee. Tidak melakukan seperti Ailee tadi, karena Kalingga masih tahu batasannya. Ia hanya menenggelamkan kepalanya disana. Tentu saja hal itu membuat tubuh Ailee menegang sekaligus terkejut.
Ailee sudah meminta Kalingga untuk menjauh namun pria itu tidak mendengarkannya. Lingga justru semakin menekan wajahnya sehingga kedua squishy Ailee menempel dengan wajahnya. Ailee sudah menjitak dan menarik kepala Kalingga namun tidak ada pergeseran apapun. Pria itu semakin nyaman disana.
"Berhenti narik narik rambut gue," ucap Kalingga.
"Ya geser dulu kayak tadi, jangan kayak gini," ucap Ailee.
"Siapa suruh mulai duluan? Kalo gue bales hal yang sama ke lo gimana? Mau?" Tanya Kalingga.
"Enggak." Ailee menjawabnya dengan cepat dan spontan. Tentu saja ia tidak mau, yang keenakan Kalingga bukan dia. Meskipun Ailee mencintai Kalingga tapi ia tidak akan mungkin mau menurunkan harga dirinya begitu saja.
"Ya udah gini aja. Ribet, dasar cewek," rutuk Kalingga. Ailee hanya mencebikan bibirnya kesal. Kalingga terus mempertahankan posisinya seperti itu. Ternyata nyaman juga, area itu lebih empuk dibandingkan dengan bantal mahalnya. Kalingga memeluk tubuh Ailee. Ia hendak memejamkan matanya namun gadis di pelukannya ini kembali bersuara dan mengganggunya.
"Apa lagi sih?!" Gerutu Kalingga kesal.
"Ailee gak bisa tidur. Sofanya kecil, nanti kalo Ling gerak Ailee bisa jatoh," ucap Ailee.
"Mau di kamar? Sekalian having s*x-,"
"Ssttt, ih. Ngomong gitu mulu, ngeri Ailee dengernya. Itu dosa ayang," ucap Ailee.
"Bacot," ucap Kalingga. Pria itu pun sedikit bangun dan menekan tombol yang berada di sebelah kanan atas. Dengan otomatis kursi pun melebar di bagian belakang Kalingga dan terlihat seperti kasur.
__ADS_1
Kalingga kembali tidur dengan mendekatkan wajahnya pada squishy yang empuk itu. Ia pun lambat laun mulai tertidur. Ailee sendiri belum bisa tidur. Ia sangat menikmati waktu bersama Kalingga. Jarang jarang ia tidur dengan pria ini. Kesempatan yang baik bukan?
Ailee tidak tahu kenapa dan mengapa pria ini sering berubah ubah setiap waktu. Kadang baik, kadang kiyowo seperti sekarang, kadang juga galak dan ketus. Kalingga benar benar orang yang moodyan sekali.
Aile mengangkat tangannya untuk mengelus pelan rambut Kalingga. Deru nafas Kalingga menerpa masuk ke area dadanya karena wajah pria itu berjarak sangat dekat. Perlahan, Ailee pun mengurai sedikit demi sedikit pelukan Kalingga. Setelah terurai, Ailee memundurkan sedikit badannya dan turun ke bawah. Ia ingin tidur di dada Kalingga, bukan sebaliknya. Anehnya Kalingga tidak terganggu sama sekali, hal itu tentu saja membuat Ailee senang bukan main. Sebelum tidur, Ailee sempat mengecup beberapa kali bibir Kalingga sampai puas dan dia pun tertidur di dada Kalingga. Sesuatu hal yang selalu ia harapkan sejak dulu dan kini semuanya menjadi kenyataan.
Tanpa Ailee ketahui, Kalingga sebenarnya belum tertidur. Pria itu hanya pura pura tidur. Dengan sengaja Kalingga menaikan satu tangannya ke belakang punggung Ailee dan masuk ke dalam kaos yang digunakan Ailee. Karena jaket kulit yang sebelumnya ia pakai sudah ia lepas. Kalingga membuka kaitan br* milik Ailee. Ailee yang belum tertidur pun, tentu saja terkejut.
Tidak sampai lama dari situ, ia kembali terkejut dan tubuhnya kembali menegang saat tangan Kalingga merambat ke depan dari belakang tadi. Masih dengan posisi tangannya berada di dalam kaos yang ia gunakan. Dengan gerakan perlahan dan lembut, Kalingga menangkup satu squishy Ailee yang keadaan br*nya sudah melonggar karena tali dibelakangnya dibuka.
"Mmhhh."
Ailee menahan desah*nnya saat Kalingga merem*snya. Tidak kasar, tapi sedikit lembut. Hanya satu kali remas*n saja, tidak lebih. Kalingga pun menarik kembali tangannya dan memeluk Ailee.
"Gede juga," bisiknya.
Ailee langsung bangun dari tidurnya namun Kalingga menahannya. Pria itu membuka matanya membuat semburat merah muncul di kedua pipi gadis yang ada di dalam dekapannya.
"LING IH, KAN UDAH AILEE DUGA KAMU BAKALAN GRE*E GREP*. LEPAS GAK?!" Teriak Ailee.
"Sstt, jangan teriak kayak gitu. Coba aja tadi desah*n lo sekenceng ini dijamin punya gue berdiri. Dan kalo udah berdiri lo harus tanggung jawab dengan tidurin dia," ucap Kalingga pelan. Pria itu tidak mau melepaskan Ailee.
Menyesal sangat Ailee menuruti kemauan pria ini untuk ikut ke apartementnya. Jika tahu seperti ini, ia tidak akan ikut kesini. Karena kesal, Ailee pun membalikan posisinya jadi memunggungi Kalingga. Kalingga sendiri hanya terkekeh pelan. Ia masih tetap memeluk gadis itu. Padahal ia sudah berjanji pada papinya jika ia tidak akan melakukan apa apa pada gadis ini. Namun nyatanya godaan setan lebih kuat. Kalingga tidak bisa menahan dirinya. Benda gemas kembar itu terus menghantui pikirannya untuk segera di rem*s dengan kuat. Ia sudah mendustai janjinya pada sang papi.
Sedangkan Ailee ingin sekali menjitak kepala Kalingga namun ia takut pria ini semakin gila. Ailee pun hanya mengumpati pria ini dan menyupah serapahinya. Sumpahnya tidak lain dan tidak bukan adalah, jika Kalingga harus menjadi suaminya dan ia menjadi istrinya.
Dalam sumpah pun Ailee masih mencari cari celah saja. Bersama Kalingga memang belum tentu bahagia, tapi Ailee selalu memaksakan dirinya untuk terus bersama pria itu.
__ADS_1
"Ngambek lo?" Tanya Ling.
"Ya pikir aja sendiri," ucap Ailee ketus.
"Balik badan gak? Kalo enggak gue rem*s lagi," ancamnya. Spontan Ailee pun membalikan tubuhnya jadi berhadapan dengan Kalingga lagi.
"Apa?!" Tanya Ailee sewot.
"Gue udah janji sama papi kalo gue gak bakalan ngapa ngapain lo. Tapi gue gak bisa nahan diri gue," ucap Ling.
"M-mak-sud kamu, a-apa?" Tanya Ailee terbata.
"Gue pengen gini-," ucapan Kalingga terhenti karena pria itu menarik tekuk Ailee. Cukup pelan namun menuntut. Kalingga mencium Ailee kembali, kedua kalinya pria itu mencium gadis ini. Pertama di balkon kamar mereka dan kedua disini, di apartementnya. Ciuman ini berbeda dengan ciuman seperti biasanya. Karena Kalingga melakukannya dengan pelan.
Ia membuai Ailee dengan ciuman lembutnya. Terbukti Ailee membalasnya meskipun masih sangat amatir. Dengan cara ini mungkin ia bisa menjerat Ailee.
Ailee sendiri kewalahan dengan ciuman Kalingga. Gadis itu benar benar tidak bisa mengimbangi permainan bibir itu. Ciuman Kalingga benar benar sudah seperti seorang ahli, sedangkan Ailee? Gadis itu tidak pernah belajar soal seperti ini. Karena menurutnya untuk apa. Toh nanti dia juga belajar dari lawannya.
Yang ternyata Kalingga adalah lawannya.
Kalingga melepaskan ciuman itu saat dirasa oksigen dalam tubuh Ailee sudah menipis.
Cup..
"Patner kiss?"
Tbc.
__ADS_1