Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
287. Pengganggu


__ADS_3

***


Apa yang diucapkan oleh Kairav ada benarnya juga. Entah kebetulan atau memang sudah seharusnya terjadi. Kecelakaan keluarga Fox dialami pada pesta yang diadakan oleh keluarganya. Malangnya yang paling parah dalam kecelakaan tersebut adalah keluarga Fox. Berbeda dengan beberapa orang yang juga tertimpa, mereka hanya mengalami luka ringan saja. Tidak harus sampai masuk ke ruangan UGD seperti keluarga Ailee.


"Gimana? Omongan gue masuk akal kan?" Tanya Kairav sembari memperhatikan mimik wajah adiknya. Memang setelah kejadian itu, Kairav lah yang sering banyak berpikir sehingga dia sendiri yang ovethinking. Ashel bahkan Kavin juga kedua saudaranya juga sudah memperingati untuk tidak berpikir berlebihan, tapi sepertinya Kairav memang tidak bisa mengontrol pikirannya sendiri.


"Belum ada bukti bang, seharusnya lo gak banyak pikiran kayak gini. Emang gak cape?"


"Enggak. Gue merasa bersalah banget sama keluarga Ailee. Mungkin karena gue, lo, adek sama Ailee tumbuh dan besar bersama sejak kecil. Perhatian dan empati gue lebih besar sama kalian bertiga. Apalagi Ailee udah kayak adek gue juga, sama kayak Briell. Gimana pun dalam satu waktu dia hampir kehilangan dua sosok yang sangat penting di hidupnya."


Benar, Kalingga juga sempat berpikir seperti Kairav. Dia juga merasa sangat kasihan pada kekasihnya itu. Apalagi saat kejadian ketika di rumah sakit, Ailee tidak berhenti mengeluarkan air matanya. Tidak menangis kencang, dia hanya diam dalam tangisnya. Hal itulah yang membuat Kalingga sangat tidak suka. Sebab jika Ailee sudah seperti itu, sudah bisa dipastikan kesehatannya akan terganggu dan berakhir sakit. Namun untungnya tidak.


"Gak tahu kenapa gue negatif thinking sama satu orang," ujar Kairav. Pikirannya berkelana seperti semalam.


"Siapa?" Tanya Kalingga penasaran.


"Gue gak berani speak up. Gue takut jatohnya fitnah, gue cuma curiga aja," ucap Kairav, pria itu bangkit dari duduknya. "Kerjaan udah selesai, waktunya pulang. Lo mau ke rumah sakit lagi? Briella disana sama mami."


"Gue kesana, lo juga?" Kairav menganggukan kepalanya.


Kedua kakak beradik itu pun melenggang pergi dari kantor cabang papinya yang ada di Indonesia. Hari ini bahkan hari hari sebelumnya memang keduanya rutin datang ke kantor papinya ini. Entah untuk sekedar main atau mengikuti rapat yang diadakan.


"KAK LINGGA."


Kalingga dan Kairav kompak menghentikan langkah kakinya. Meskipun yang dipanggil Kalingga, tapi Kairav ikutan berhenti berjalan. Keduanya baru keluar dari dalam lift dan sedang berjalan menuju ke depan lobby.

__ADS_1


"Huuuuh... Kak Lingga kemana aja sih? Aku cariin dari kemarin tapi gak ketemu ketemu."


Satu alis Kalingga terangkat. Ekspresi wajahnya sangat datar tetapi tatapan tajamnya tidak pernah lepas.


"Ngapain lo nyari adek gue? Dia ada utang sama lo?" Seloroh Kairav pada Vanesha.


Dengusan kesal terdengar dari mulut gadis di depan mereka. "Iya mungkin utang. Utang perasaan."


"Mimpi," ujar Kairav tak suka. Pria itu pun berjalan sembari menarik lengan adiknya untuk pergi dari sana. Vanesha? Tentu saja gadis itu mengikuti langkah kedua pria di depannya ini. Vanesha berjalan cepat sampai ia bisa menyamai langkahnya dengan Kalingga. Tanpa permisi apalagi merasa malu, Vanesha menggandeng tangan Kalingga. Hal itu tentu saja mengundang kekesalan pada Kalingga. Dengan cepat pria itu menarik tangannya dari Vanesha.


"Jaga batasan lo. Ini di kantor bokap gue," ucap Kalingga kesal.


"Kak. Kamu ini kenapa sih susah banget nurut sama aku. Batu banget tahu! Aku cuma mau di gandeng sama kamu," ucap Vanesha.


"Lo jompo ya sampe sampe harus digandeng? Udah gak kuat jalan sendiri?" Sindir Kairav pedas.


"Ya ngomongnya dalam hati aja biar gak kedengeran sama gue. Telinga gue masih fungsi, beda sama otak lo yang udah koslet. Apalagi urat malu lo, kayaknya udah putus sejak lahir. Lo mikir gak sih dengan sikap lo yang terus terusan kayak gini, hubungan bokap lo sama bokap kita berdua bakalan gak baik? Egois kok di pupuk," ujar Kairav panjang lebar.


Selain kesal juga muak, Kairav terlihat sangat tidak suka dengan Vanesha. Tatapannya sama seperti Briella ketika melihat Vanesha. Meskipun mereka berkeluarga dan satu marga, tapi tidak pernah ada kata akur apalagi damai bagi Vanesha. Berbeda dengan sodara laki lakinya, Virendra. Kairav berteman dengan pria itu.


"Gue gak punya waktu buat ladenin lo. Situasi lagi gak baik baik aja, mending lo jaga sikap lo." Setelah mengatakan hal tersebut Kalingga dan Kairav pun lantas pergi dari sana. Mengabaikan teriakan Vanesha yang tadi mengejarnya dan kini sudah ditahan bodyguard yang ada di depan kantor.


Vanesha memberontak ingin ikut satu mobil dengan Kalingga. Namun tadi sebelum Vanesha mengejar, Kairav lebih dulu memanggil dua bodyguard untuk menahan gadis ini. Dia terganggu dengan keberadaan Vanesha, apalagi Kalingga.


***

__ADS_1


Perjalanan dari kantor menuju ke rumah sakit hanya memakan waktu sekitar empat puluh menit. Kairav dan Kalingga keluar dari mobil masing masing yang mereka bawa. Keduanya nampak sangat tampan berkali kali lipat saat memakai pakaian formal dan casual ini. Jas hitam yang dipakai Kalingga benar benar membuatnya terlihat sangat menawan dan rupawan. Serta Kairav yang mengenakan jas berwarna abu abu. Kedua anak bujang keturunan Natapraja menjadi pusat perhatian saat mereka masuk ke dalam rumah sakit. Keduanya tidak perlu banyak bertanya dimana ruangan rawat kedua orang tua Ailee, sebab keduanya sudah hafal.


"Lo bawa apa?" Tanya Kairav saat melihat Kalingga menenteng satu kantong plastik yang entah apa isinya.


"Jajanan."


"Buat siapa? Ailee?"


"Siapa lagi kalo bukan cewek gue," jawab Kalingga.


"Kapan lo beli? Perasaan pagi tadi terus pas pulang juga lo gak beli apa apa," tanya Kairav.


"Penting lo tahu gue dapet ini dari mana?"


"Ya enggak sih. Cuma kapan gitu lo belinya. Sat set bener lo."


"Beberapa hari ini mood Ailee gak bagus. Magi bilang dia sering nangis diem diem kalo lagi melamun. Makanya gue peka banget."


"Bjirr, udah kayak lakinya aja. Lulus nanti langsung lo nikahin aja. Mami aja nikah muda berhasil. Gue yakin lo juga berhasil," saran Kairav.


"Mami sama papi di jodohin kalo lo lupa. Lagi pula Ailee mana mau nikah muda," ujar Kalingga.


"Ya pasti mau kalo sama lo. Lupa lo kalo dari dulu yang ngejar itu Ailee, bukan lo."


Kalingga mendadak terdiam sesaat sebelum akhirnya kembali bersuara. "Gue bisa aja nikahin dia. Tapi gak menutup kemungkinan kalo dia bakalan nolak. Dia anak tunggal. Yang artinya kalo dia gak belajar banyak dan milih nikah muda, siapa yang nantinya gantiin posisi direktur di perusahaan Fox?"

__ADS_1


Tbc.


Ramein ya. Kayaknya setelah ini tamat aku gak tahu mau up cerita lagi di NT atau enggak. Makin kesini makin gak ada peluang🫨🫨


__ADS_2