
***
Semalam Kalingga pulang mengantar Ailee lebih dulu setelah mereka cukup lama berasa disana. Ailee digendong Kalingga masuk ke dalam mobil pria itu. Ailee tidak banyak protes lagi, terlebih bahunya terasa sangat sakit sekali. Wajar saja, Albert menubruk motonya cukup keras bahkan sampai membuatnya terpental jauh. Untungnya ada Glenn jadi dia bisa dengan cepat ditangani.
Semalam setelah berdebat dengan Kalingga, keduanya tidak saling bicara lagi setelahnya. Mereka sama sama diam. Ailee diam karena tidur sedangkan Kalingga diam karena tidak tahu harus bicara apa lagi. Ucapan Ailee mampu membuatnya kalah telak. Semalam juga Kalingga memangku tubuh Ailee dan membawanya ke kamarnya. Seperti biasanya kedua orang tuanya tidak ada. Hanya ada Magi dan beberapa pelayan serta bodyguard saja.
Setelah pulang ke rumahnya Kalingga tidak langsung tidur. Dia masih tenggelam dalam ucapannya juga ucapan Ailee. Ia tidak menyangka mulutnya akan melarang Ailee memiliki pria. Seperti bukan Kalingga saja. Dan ucapan Ailee semalam cukup menohoknya. Bagaimana jika dia menggunakan logikanya dan pergi?
Larut dalam pikirannya sampai tak sadar Kalingga tertidur. Jauh dari rumah Kavinder, Ailee sebenarnya hanya pura pura tidur. Ia malas menanggapi Kalingga yang semaunya sendiri. Pria itu semakin hari semakin gila saja. Gila dengan tindakan dan ucapannya. Ailee bangun dan membersihkan tubuhnya lalu kembali tidur lagi. Tubuhnya terasa sangat remuk sekali. Ia bahkan mengabaikan telepon dari Albert. Paling paling dia akan meminta maaf.
Pagi harinya, Ailee tidak bisa sekolah karena tubuhnya yang sakit ditambah banyak lebam. Magi tentu saja khawatir dan langsung menghubungi tuan dan nyonya Fox mengenai keadaan anaknya. Namun Ailer melarangnya. Tidak ada yang bisa Ailee lakukan selain diam saja setelah bangun. Bahkan ke kamar mandi juga dia harus di papah oleh Magi.
Ailee yakin papinya tidak mungkin tahu dengan kondisinya saat ini. Ia sudah pasti tahu dan yang pastinya mengirimkan surat dokter ke sekolah Ailee. Ailee tahu itu dari Briella yang menanyakan kabarnya.
"Non, mau saya buatkan makan pagi?" Tanya Magi.
"Boleh, bawa kesini ya? Sama salad buah yang seger yang ada di kulkas kalo ada. Kalo gak ada gak papa gak usah," ucap Ailee.
"Iya non. Magi ambil dulu," ucap Magi.
Ailee mengangguk dan kembali memeriksa luka di punggungnya. Luka lebam dan sedikit sayatan merah. Ia mencoba mengingat ngingat kejadian semalam. Ia terpental jauh dan kenapa bahunya yang sakit? Oh ya, ngomong ngomong saat ini Ailee menggunakan tanktop saja.
"Semalem gue pas kepental nemplok ke aspal kan? Tapi kenapa bahu gue yang kena?" Tanya Ailee. Ia mencoba berpikir, mengingat kejadian semalam dimana dirinya terpental.
Luka lebam paling parah berada di bahu kirinya sedangkan sikutnya terluka karena baret saat terpental. Ailee sudah mengganti perbannya. Magi tadi membantu Ailee mengamati badannya untuk melihat luka di tubuhnya. Luka baret yang cukup parah di sikut sedangkan sisanya lebam di bahu, dagu karena kepentok helm, dan kakinyaa sedikit.
"Albert gila! Awas aja lo, main tabrak aja udah tahu gue lagi ngetem disana buat selebrasi kemenangan. Malah nabrak, terus gak etisnya gue terbang kayak burung," ucap Ailee kesal. Tubuhnya benar benar terasa sangat remuk sekali. Mungkin setelah makan nanti Ailee harus kembali meminum obat dan sedikit di pijat. Untungnya Magi jago pijat.
"Non, makan dulu," ucap Magi.
"Magi udah makan?" Tanya Ailee. Ia menerima nampan berisi makanan untuknya juga salad buah yang sangat menggiurkan.
__ADS_1
"Udah non. Non makan dan saya pijat bagian kakinya, nanti tinggal bagian tangannya aja ya? Magi gak tega lihat non kayak gini," ucap Magi.
"Boleh. Wajar kali kalo Ailee jatuh dari motor. Namanya juga suka naik motor," ucap Ailee. Ia mulai memakan makanannya.
"Tapi itu bukan jatuh non, itu di tabrak. Harusnya dia di laporin polisi," ucap Magi.
"Gak usah deh, kasihan masa depan dia. Masa masih SMA udah masuk penjara aja," ucap Ailee.
"Non terlalu baik," ucap Magi. Ailee hanya menggidikan bahunya acuh.
***
Di sekolah, ketiga kembar hanya diam saja. Biasanya ada Ailee yang meramaikan suasana. Tapi sekarang anak itu tidak ada. Yang datang hanya surat dokter yang mengatas namakan dirinya. Briella sebagai teman dekatnya tentu saja khawatir dan langsung memastikannya dengan menelepon Ailee, ternyata benar. Dia sakit.
Kalingga juga terkejut, bukannya semalam gadis itu terlihat baik baik saja? Kenapa pagi ini dia tiba tiba sakit?
"Bang, bosen," ucap Briella.
"Sama. Gak ada cadikpar, gak seru," ucap Kairav.
"Calon adik ipar. Disingkat biar simpel," ucap Kairav.
"Ye, bajing*n. Jamet tahu gak?!" Ucap Briella ketus sekaligus ngegas.
"Biarin," ucap Kairav.
Mereka pun kembali diam. Entah apa yang harus mereka lakukan, jam kosong pelajaran terjadi. Karena memang setiap hari senin pukul satu siang mereka akan free class dan pelajaran dilanjutkan nanti jam dua.
"Gabut gue, telepon Ailee aja kali ya," ucap Briella. Ia pun mengeluarkan ponsel mahalnya dan menghubungi sahabatnya itu. Sudah dua kali Briella menelepon namun tidak diangkat oleh Ailee.
"Tidur kali dia," ucap Kairav.
__ADS_1
"Yah, padahal gue lagi gabut itu anak malah ngebo enak," ucap Briella.
"Sabar," ucap Kairav terkekeh.
Namun tak berselang lama, panggilan masuk ke telepon Briella. Itu dari Ailee namun Briella merejectnya dan kembali meneleponnya melalui panggilan video, sebab tadi Ailee menelepon biasa.
"AILEEEE, GUE GABUT GAK ADS LO," teriak Briella.
Sedangkan di sebrang panggilan video, Ailee baru saja membuka matanya dan melirik ke arah telepon. Disana terpampang jelas wajah kesal Briella.
"Bolos aja," ucap Ailee pelan.
"Maunya gitu, tapi nanti uang jajan di potong mami. Kan pusing," ucap Briella.
"Ya mampus jadi manusia kere," ucap Ailee.
"Bajing*n kamu. Oh iya, ngomong ngomong lo cakit apa kakak ipalll?" Tanya Briella so imut.
"Najis wajah lo Bri. Gue matiin aja teleponnya ye," ucap Ailee.
"YA JANGAN LAH," ucap Briella ngegas. Untungnya warga kelas sudah tahu tabiat mahluk satu ini.
"Ya gak usah ngegas juga. Emosian mulu idup lo," ucap Ailee.
"Lo sakit apa?" Tanya Briella. Kairav fokus pada game online-nya sedangkan Kalingga diam. Diam diam menyimak pembicaraan dua sahabat itu.
"Gue jatoh dari motor kemarin, gak parah cuma lebam aja sama baret dikit. Besok juga sembuh," ucap Ailee.
"Tumbenan loh elo ijin gak masuk karena sakit, lo kan paling rajin dari dulu," ucap Briella.
"Musibah gak ada yang tahu."
__ADS_1
"Ya udah, nanti pulang sekolah gue ke rumah dulu ganti baju takut kanjeng mami ngamuk kalo gak ijin dulu. Istirahat ya kakak ipar, bye."
Tbc.