
***
"Jadi kamu maunya gimana hm?" Tanya Alex.
Setelah dipikir pikir dari kemarin juga, anaknya tidak akan mungkin diam begitu saja saat sirkuit miliknya berhasil di obrak abrik oleh anak dari rekan bisnisnya juga. Sebenarnha Rafello hanya rekan bisnis biasa, berbeda dengan Kavin. Namun Alex tetap menghargainya. Karena bagaimana pun Rafello adalah adik kandung dari Kavin.
"Brix mau main aman aja. Brix juga udah punya caranya, mungkin malam ini Brix akan mulai melakukannya. Papi tinggal terima beres aja, masalah nanti om Kavin akan tahu Brixy gak peduli. Yang jelas sekeyakinan Brix, om Kavin atau siapa pun gak akan tahu," ucap Ailee.
"Kalo itu mau kamu, papi cuma bisa dukung aja. Selebihnya mungkin kalo kamu perlu bantuan, papi akan bantu. Apapun kemauan kamu selagi papi dan mama bisa penuhi, akan kami penuhi sayang," ucap Alex.
"Nice. Makasih pi, ma. Kalo giti Brix ke kamar dulu, bye," ucap Ailee tersenyum.
"Jangan lupa ambil cemilan, makan buah buar sehat sayang," peringat Cya.
"Ya mama. Ini mau ngambil kok," ucap Ailee. Gadis itu pun berjalan pergi dari ruang tamu menuju ke dapur baru ke kamarnya. Masih ada sekitar dua jam-an lagi untuk pergi makan malam. Dan waktu itu cukup untuknya membuat sebuah rencana yang dimana Vanesha juga akan rugi.
Vanesha salah cari lawan, seharusnya dia tidak bertindak gegabah. Namun dia kan wanita bodoh. Sudah pasti setiap tindakannya tidak pernah dipikirkan dengan matang agar sempurna.
"Lo harus tahu akibatnya, coba aja lo enggak nyari gara gara. Mungkin gue gak akan balas dendam, ingat Vanesha Afello, gue cuma dendam sama lo bukan karena lo sering tempelin cowok gue. Sebab sejak dulu aja lo sering banget bikin gue celaka," ucap Ailee pelan sembari berjalan menuju ke kamarnya. Matanya fokus menatap ponselnya.
Vanesha menyebar fitnah dengan foto sexy Ailee bukan? Lalu kenapa Ailee tidak menyebarkannya juga? Namun Ailee punya sebuah rencana yang akan membuat malu Vanesha langsung. Tidak pada semua orang, namun hanya orang orang tertentu saja. Dan Ailee yakin setelah kejadian ini, Vanesha akan menanggung malu sekaligus keluarganya juga.
***
Dua jam berlalu.
__ADS_1
Keluarga Kavinder dan keluarga Ailee bertemu di tempat yang sebelumnya sudah di tentukan. Ashel dan Cya saling berpelukan begitu juga Briella dan Ailee. Briella langsung mendekat dengan Ailee sebelum kakaknya lebih dulu memonopoli Ailee. Bukan apa apa, Briella ingin bersama Ailee sebab ada yang ingin ia ceritakan mengenai Klein. Yap, dia baru saja bertemu dengan pria itu tadi siang.
Semua keluarga sudah duduk termasuk anak anak. Para pramusaji langsung datang menghidangkan makanan pembuka. Namun belum ada yang mulai makan seorang pun, sebab Kavin dan Alex masih saling berbicara. Sedangkan para istri mereka hanya mendengarkannya saja.
"Kayak pertemuan dua keluarga buat ngelamar gak sih?" Tanya Briella berbisik pada Ailee. Ailee sontak saja langsung menepuk pelan paha Briella.
"Sembarangan aja kalo ngomong, mana ada yang kayak gitu. Kalo pertemuan kayak gitu keluarga cowok harus bawa makanan lah," ucap Ailee berbisik juga.
"Yah itu kelupaan, soalnya tadi lama banget nunggguin bang Kai. Dia bolak balik kamar mandi mulu," ucap Briella.
Ailee terkekeh pelan, namun kekehannha tercekat saat ia merasakan usapan lembut diatas pahanya. Ailee langsung memeganh tangan itu dan menariknya pergi dari atas pahanya. Namun tangan besar dan lebar itu tidak mau pergi dari sana. Ailee tersenyum ke arah Briella dan langsung menatap ke arah Kalingga yang sedang menatapnya juga.
"Ya elah, bucin dimana mana," gumam Briella saat melihat Ailee dan Kalingga yang saling bertatapan.
Ailee menyernyit melihat tatapan Kalingga padanya. Apa pria ini marah? Sebab tadi dia ingin menjemput Ailee namun Ailee menolaknya sebab dia sudah janji akan berangkat bersama kedua orang tuanya. Tapi, kenapa harus marah? Bukannya hal wajar jika Ailee berangkat dengan kedua orang tuanya?
Kalingga hanya menggelengkan kepalanya. Dia tidak berbicara sama sekali. Sudahlah, prianya ini memang mudah sekali merajuk. Tak terhitung dalam satu hari harus berapa kali Ailee membujuknya. Untungnya Ailee sabar dengan sikap pria ini.
"Baiklah anak anak, kalian sudah lapar bukan? Ayo kalian makan duluan saja, biarkan kami para orang tua berbicara duluan," ucap Cya.
"Emangnya gak papa tante? Gak papa kita semua nunggu aja dulu," ucap Briella.
"Iya tan, gak baik kalo ngeduluin orang tua," ucap Kairav.
"Ya udah, kayaknya kalian gak cocok gabung sama orang tua. Gimana kalo kalian pisah meja aja?" Tanya Cya.
__ADS_1
"Kayaknya emang harus gitu deh mbak, anak anak biasanya gak terlalu suka gabung sama para orang tua. Biarin aja mereka pisah, biar mereka juga bebas mau kayak apa juga. Asal jangan jauh jauh," ucap Ashel.
"Boleh, itu di samping meja ini ada meja kosong. Kalian kesana aja, nanti makanan dianterin kesana. Gimana?" Tanya Cya.
"Boleh banget dong tan, gas guys," ucap Kairav. Pria itu berjalan duluan di susul Briella dan Ailee juga Kalingga. Mereka berempat pindah tempat, melipir dari meja para orang tua.
"Nyokap lo pengertian banget. Gue bahkan dari tadi udah gak suka banget sama pembahasan papi sama om Alex. Tapi demi menghargai ya gue tetep disana," ucap Briella.
"Ya gimana, sesama pebisnis emang kayak gitu kali Bri. Beda sama kita, kita bahkan bicara sambil makan. Kalo di depan orang tua kayak gitu, emang kesannya gak sopan banget," ucap Ailee.
Briella manggut manggut mengerti. Tiba tiba tatapannya beralih pada kakak keduanya. Terlihat sekali tatapan kakaknya yang datar dan tidak bersahabat. Bahkan tadi dia tidak marah saat dirinya memonopoli Ailee untuk tidak dekat dekat dengan Kalingga. Biasanya kan Kalingga akan langsung kembali menarik Ailee. Tapi kenapa ini tidak?
"Cowok lo napa Lee?" Tanya Briella. Ailee pun menoleh ke arah Kalingga lalu menghela nafasnya.
"Ngambek dia gara gara gue gak nerima jemputan dia. Soalnya gue udah janji mau bareng orang tua gue tadi," ucap Ailee.
Briella tertawa pelan, dasar kakaknya itu. Ternyata sudah sebucin itu. Hanya karena Ailee menolak ajakannya untuk berangkat bersama, pria itu ngambek? Lucu sekali.
"Bujuk kali Lee," ucap Briella.
"Nanti gue bujuk. Kalo cuma pake omongan aja gak mempan," ucap Ailee.
"Ya udah sana, kelamaan keburu makin ngamuk. Entar yang kena imbasnya bukan cuma lo, tapi orang rumah juga," ucap Briella. Ailee mengangguk mengerti. Dia pun meminta ijin lebih dulu pada kedua orang tua disana untuk berbicara empat mata dengan Kalingga.
Tbc.
__ADS_1
Partnya gak seru ya? Sepi banget sumpah