Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
43. Kolam Berenang


__ADS_3

***


Merinding rasanya jika terus berdekatan dengan Kalingga. Apa seperti ini rasanya merinding ketika bertemu mahluk halus? Setiap Kalingga berbisik tubuh Ailee selalu bereaksi. Untungnya ia bisa menahan dirinya. Jika saja tidak, sudah pasti dia akan mengerang mendengar bisikan sensual itu. Setiap kali mereka bersama, Kalingga selalu mesum. Namun anehnya Ailee bukannya ilfeel, gadis itu malah merasa senang. Senang disini bukan berarti Ailee juga mesum, tidak. Ailee senang karena Kalingga bersikap seperti ini hanya kepadanya. Sedangkan pada orang lain ia bersikap acuh dan jarang berbicara.


Bahkan kepada Kairav dan Briella, pastinya Kalingga tidak pernah mengatakan hal hal mesum seperti ini. Buktinya Briella tidak pernah bercerita. Pernah satu kali Ailee iseng bertanya siapa yang suka berbicara mesum, namun Briella bilang tidak ada. Karena mami mereka, yaitu tante Ashel pasti akan memarahinya. Briella juga bercerita, pernah waktu itu Kairav berkata jorok dan mesum, maka Ashel langsung menghukumnya dengan memotong uang jajan selama satu minggu. Pantas saja saat itu Kairav selalu minta dibawakan bekal pada Ailee.


"Totalnya berapa mbak?" Tanya Ailee. Mereka berdua saat ini berada di kasir untuk membayar total belanjaan mereka.


"Tiga ratus lima puluh enam ribu tujuh ratus perak, kak. Mau debit atau cash?" Tanya kasir mini market.


"Cash?" Tanya Ailee. Kalingga menganggukan kepalanya dan mengeluarkan lembaran uang pada Ailee.


"Kembaliannya donasikan mbak," ucap Kalingga. Namun ia memberikan uang itu pada Ailee lebih dulu sebelum berbicara seperti itu.


"Baik kak," ucap kasir itu. Kalingga berjalan lebih dulu membawa dua kantong keresek. Ailee sendiri menyusulnya dibelakang pria itu.


Kalingga meminta Ailee naik lebih dulu. Mengingat anak itu sangat pendek. Ailee pun menurut, lalu Kalingga memberikan dua kantong keresek yang ringan itu pada Ailee untuk ia bawa.


"Ayang, gak bisa meluk dong," gerutu Ailee.


"Modus mulu," ucap Kalingga. Pria itu mengambil satu kantong keresek dan menalikan bagian ujung sisi kanan kiri atasnya kemudian ia simpan di depan motornya. Kebetulan disana bisa menyimpan barang tanpa harus takut terjatuh karena terhalang oleh tangki bensin dan kaca depan yang berada di dekat kilometer motor.


"Nah gini kan enak. Bisa modus," ucap Ailee.


"Gue bales lo di apart nanti," ucap Kalingga lalu menyalakan mesin motor. Ia pun melajukan motornya. Ucapan Kalingga tadi cukup pelan, sehingga Ailee tidak dapat mendengarnya. Mereka pun pergi dari parkiran mini market menuju kembali ke apartement Kalingga.


Perjalanan menghabiskan waktu sekitar dua puluh menit. Di parkiran, sudah ada mobil milik keluarga Ailee. Disana ada Magi, membawa pesana Ailee. Ailee lantas turun dari atas motor dan berjalan mendekat ke arah Magi.

__ADS_1


"Makasih ya Magi," ucap Ailee.


"Sama sdma nona. Have fun sama pacarnya," ucap Magi terkekeh.


"Itu bukan pacar, tapi calon suami," bisik Ailee. Magi tertawa mendengarnya kemudian mengangguk.


"Hati hati ya, jaga batasan. Jaga diri nona juga," ucap Magi.


"Harus. Makasih udah ngingetin, Ailee masuk dulu ya? Hati hati pulangnya. Bye Magi," ucap Ailee.


"Iya nona," ucap Magi. Wanita paruh baya itu pun melambaikan tangannya saat anak asuh yang sejak bayi ia urus sudah sebesar ini. Rasanya waktu begitu cepat sekali berlalu. Rasanya baru kemarin anak itu mengeluh karena Kalingga, pria yang ia sukai selalu menyakitinya dengan sikap dan kata kata. Namun kini mereka bersama. Magi tentu saja senang, ia selalu berharap jika nona-nya ini bisa selalu bersama dengan Kalingga dan semoga mereka selalu baik baik saja.


Ailee masuk ke dalam lift begitu pun Magi masuk ke dalam mobil untuk kembali ke tempat semula.


"Ayang," panggil Ailee manja.


"Dih, sensian. Cuma manggil doang padahal," ucap Ailee. Kalingga hanya memutar bola matanya malas.


Pintu lift pun terbuka. Mereka keluar dari sana dan berjalan masuk ke apartement Kalingga. Kalingga menyimpan barang belanjaannya begitu pun Ailee.


"Lo ganti baju duluan biar gue bawa ini ke balkon," ucap Kalingga.


"Balkon? Ailee kira kolamnya di bawah," ucap Ailee.


"Apartement gue ada kolamnya. Tuh disana," ucap Kalingga. Ailee pun mengikuti arah pandangan Kalingga. Tidak terlalu terlihat namun disana ada kolam. Ailee pun masuk ke kamar Kalingga dan mengganti bajunya. Legging hitam dengan atasan kaos crop top yang mencetak bagian tubuhnya. Ailee mengepang rambutnya agar tidak berantakan saat berenang nanti. Setelah selesai, tak lupa ia mengoleskan sun blok pada seluruh tubuhnya yang tidak tertutup kain.


Diluar kamar, Kalingga sudah tidak ada berikut dengan jajanan mereka tadi. Sepertinya pria itu sudah pergi ke balkon. Ailee pun segera bergerak menyusul. Disana Kalingga sudah menceburkan dirinya ke dalam kolam. Mata Ailee terpana melihat pemandangan dari arah balkon ini. Sangat indah sekali. Ia berada di lantai paling atas, dan hanya di unit milik Kalingga yang memiliki kolam berenang.

__ADS_1


"Nyaman banget disini, viewnya juga bagus," ucap Ailee.


Ia pun segera turun ke dalam kolam saat sun blok di tubuhnya sudah meresap. Ailee senang sekali, ia sangat suka berenang. Aktivitas rutin setiap satu minggu sekali jika tidak mager, ia pasti akan berenang.


"Ling, kenapa enggak pake sun blok dulu?" Tanya Ailee. Kalingga sedang berdiri di tepian kolam di susul Ailee.


"Pakein," ucap Lingga.


"Dih, manja. Pake sendiri," ucap Ailee.


"Pakein Ailee Fox," ucap Kalingga.


"I-iya."


Menurut. Ailee hanya menurut ketika Kalingga menyebut namanya beserta marganya. Ia pun bergerak ke tepian kolam mengambil sun blok dan handuk. Sedangkan Kalingga sudah duduk di tepian kolam. Ailee langsung menyusul kesana. Tepian kolam berenang ini memiliki tangga. Kalingga dan Ailee duduk disana.


Demi tuhan, Ailee sangat mengagumi bentuk tubuh Kalingga yang dipahat sangat indah oleh penciptanya. Kalingga juga sangat menjaga bentuk tubuhnya.


"Lap dulu nih," ucap Ailee. Ia memberikan handuk tadi pada Kalingga.


"Lap-in sekalian. Gue mager," ucap Kalingga. Ia menyandarkan kedua sikunya pada lantai kolam yang tidak tergenangi air sedangkan Ailee, dari perut sampai kakinya terlelap air karena ia duduk.


"Manja."


Meskipun begitu, Ailee tetap membantu Kalingga mengelap perutnya juga bagian dada dan punggung lalu ke tangan. Setelah selesai, Ailee memberikan sunblok pada Kalingga namun Kalingga menggeleng dan meminta Ailee memakaikannya. Lagi lagi Ailee berdecak pelan. Ia pun mengoleskan sunblok di bahu, punggung dan tangan. Lalu beralih pada perut kotak kotak itu. Ailee meneguk ludahnya kasar saat matanya jelalatan melihat ke arah selangk*ngan Lingga. Disana tercetak jelas sekali milik pemuda itu yang sangat besar. Ailee jadi takut.


"Kok diem? Lihatin apa?" Tanya Ling. Ailee menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2