Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
64. Bayaran


__ADS_3

***


Tubuh Ailee seketika membatu setelah mendengar orang yang membawanya ini mengeluarkan suara. Itu Kalingga. Karena marah dan kesal ia sampai tidak menyadari parfume pria itu.


Kalingga membawanya di samping tubuhnya. Ia menggendong Ailee layaknya seperti membawa seekor kucing. Sangat ringan sekali.


"Turunin gak?! Mana bawanya gak elit banget lagi, kok kayak gini?!" Ucap Ailee galak.


"Biarin," ucap Kalingga. Kaki Ailee terus menerus menendang nendang angin. Ketika mereka sampai di ruang tengah, Briella dan Kairav kompak tertawa melihat tingkah Ailee dan Lingga.


"Couple gue lucu banget bang," ucap Briella.


"Hooh, so soan gak mau tahunya gak sesuai ucapan. Kayaknya jilat ludah sendiri emang lagi trend lagi ya dek?" Ucap Kairav. Ashel dan Kavin tentu saja mendengarnya bahkan Vanesha juga. Ashel dan Kavin hanya tersenyum sekilas melihat tingkah Kalingga dan Ailee sedangkan Vanesha tidak suka, Kalingga bahkan tidak pernah menggendongnya.


"Duduk. Diem," ucap Kalingga.


"Apa lagi sih?! Ailee mau pulang, jam tidur terus berkurang dari tadi," ucap Ailee kesal.


"Gue bilang diem."


"Aaargh, sakit ih. Udah tahu bengkak masih aja di teken," ucap Ailee. Ia menepis jari telunjuk Kalingga yang menekan ujung bibirnya yang sudah sedikit berwarna biru keunguan.


"Makanya diem," ucap Kalingga. Pria itu duduk di samping Ailee.


"Om tahu kamu gak mungkin kayak gitu. Maafin om ya? Om gak bermaksud buat bikin kamu kesel kayak gini, om cuma mau bilang makasih karena kamu udah selamatin Vanesha. Dua orang dari keluarga Natapraja lagi lagi diselamatkan oleh kamu. Om benar benar berhutang budi sama kamu," ucap Kavin.


"Ailee gak kesel sama om atau sama tante. Ailee cuma kesel sama si demek sadakko itu. Bukannya bilang makasih atau apa, dia malah nuduh nuduh yang enggak enggak. Kan kesel," ucap Ailee. Vanesha hanya diam saja. Ia melihat ke arah lain saat Kalingga menatapnya datar.


"Ya udah, kamu nginep disini aja. Tadi tante udah minta ijin sama mama kamu, katanya kamu boleh nginep disini. Besok juga kan libur," ucap Ashel.


"Enggak mau tante, Ailee mau pulang aja. Kasihan Magi pasti nungguin Ailee pulang," ucap Ailee menolak. Namun Ashel dengan cepat menunjukan ponselnya dimana itu isi room chatnya dengan Magi.

__ADS_1


Astaga, Magi sudah bukan berada di kubunya lagi.


"Ayo Lee, kamar gue. Kita talking talking up to date, hehe," ucap Briella.


"Ailee ada urusan sama kakak, nanti dia nyusul ke kamar kamu," ucap Ling.


"Mi, pi, udah kan nanya-nya? Kalingga ada urusan sama dia," tanya Lingga pada kedua orang tuanya.


"Udah, jangan macem macem kamu sama Ailee. Dia anak mami juga," ucap Ashel.


"Enggak mi," ucap Kalingga. Pria itu pun menarik tangan Ailee pergi dari sana. Melihat itu Vanesha mengepalkan tangannya. Ia benar benar tidak suka melihat kedekatan itu. Hanya dia yang boleh berdekatan dengan Kalingga!


Vanesha pun berdiri hendak mengejar namun Kairav lebih dulu menahan anak itu.


"Duduk lo, udah buat salah juga. Lo harus pertanggung jawabkan kesalahan lo," ucap Kairav.


"Tau lo, udah ditolongin malah fitnah orang yang nolongin lo. Gak waras kayaknya otak lo," ucap Briella.


"Vanesh, kenapa kamu bisa ada di area sekitaran sini? Kamu kabur lagi?" Tanya Kavin.


"Vanesh kesel sama papa sama mama, mereka gak pernah ngertiin maunya Vanesh apa. Mereka selalu melakukan apa yang menurut mereka benar padahal Vanesh tidak suka," ucap Vanesha.


"Lalu kenapa kamu kabur? Kalo aja tadi enggak ada Ailee kamu tahu nasib kamu bakalan kayak gimana kan?" Tanya Ashel.


"Dia aja so penyelamat padahal Vanesh bisa kok lawan mereka," ucap Vanesha.


"Mi, pi, Bri sama abang ke kamar dulu. Sumpek dengerin omongan orang gak tahu diri kayak dia. Emosi banget, untung Ailee masih bisa sabar," ucap Briella. Ia menarik abangnya pergi dari sana menuju ke kamar mereka. Biasanya jika ada Ailee, Kairav dan Kalingga akan tidur di kamar Briella. Mereka berempat akan tidur bersama. Tenang saja, maksud tidur bersama disini itu, Briella dan Ailee tidur di tengah sedangkan Kai dan Ling tidur di sisi kiri kanan mereka. Mereka akan tidur lesehan di lantai. Menggunakan kasur yang seperti orang Jepang punya.


"Kamu tidur di kamar tamu yang biasa kamu pakai disini. Ingat, om gak mau denger keributan tengah malam yang kamu sebabkan. Masuk ke kamar kamu," ucap Kavin. Vanesha hanya mengangguk sekilas dan pergi ke kamar tamu yang berada cukup jauh dari kamar Kalingga.


Sementara itu dilain tempat, tepatnya di gazebo yang berada di taman belakang Ailee dan Lingga sedang duduk. Sejak tadi Ailee mengompreskan es batu pada ujung bibirnya yang lebam sedangkan Kalingga mengganti perban yang berada di sikut kiri Ailee.

__ADS_1


Ailee sejak tadi diam, pipinya benar benar kebas.


"Dapet berapa juta lo abis open b*?" Tanya Ling memecah keheningan.


"Lumayan buat jajan," jawab Ailee asal. Kalingga yang kesal pun menekan kapas yang ia gunakan untuk membersihkan luka Ailee.


"Aaaa aduh, sakit ih. Kasar banget, udah deh gak usah di obatin aja. Biarin infeksi juga," ucap Ailee.


"Nanti harus di amputasi mau? Nanti gak punya tangan mau?" Tanya Ling


"Ya enggak lah!" Ucap Ailee sewot.


"Ya udah nurut. By the way, gue mau sewa lo malem ini? Tapi gue maunya pake gaya women on top. Yang artinya lo duduk diatas gue terus terusan buat muasin gue," ucap Ling.


"Tahu dari mana gaya begituan? Ailee aja gak tahu," ucap Ailee.


"Kan gue nyari tahu buat edukasi. Dan sekarang gue mau praktekin gaya-nya. Berhubung lo lagi open b* kan?" Tanya Ling.


"Gak mau, Ailee cuma becanda tadi Ling. Kenapa dianggap serius. Tadi Ailee enggak des*h tapi lagi rentangin badan abis bangun tidur," ucap Ailee.


"Gue gak butuh penjelasan apapun. Besok, lo harus ikut gue ke apartement gue," ucap Kalingga.


"Gak bisa, besok Ailee ada janji sama adik kamu. Kita mau main ke taman bermain yang punya keluarga kamu," ucap Ailee.


"Ck. Batalin aja," ucap Ling.


"Gak bisa. Ailee yang udah janji sama dia soalnya. Udah malem, Ailee ngantuk mau bobo. Ayang juga bobo, makasih udah ganti perban Ailee," ucap Ailee. Gadis itu bangun dan mengecup pelan bibir Kalingga.


"Bayarannya."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2