Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
214. Minta Baby


__ADS_3

***


Sesampainya di rumah Ailee, Kalingga tidak langsung pulang. Pria itu berdiam sebentar sembari berbincang dengan papi Ailee. Awalnya Ailee sempat khawatir karena papinya mengajak Kalingga mengobrol seperti itu. Sebab kalian tahu sendiri seperti apa Kalingga ini. Pria dingin yang irit bicara bahkan ketika berkumpul dengan keluarganya sendiri.


Namun entah mengapa, saat ini Kalingga sedikit berbeda. Pria itu yang lebih dulu berinisiatif bertanya pada papi Ailee. Ailee sangat heran sekali, apa ini semua disengaja oleh Kalingga dengan maksud ingin mengambil hati kedua orang tuanya? Jika iya, ternyata pria ini licik sekali.


Sejak tadi Ailee hanya diam saja. Menyimak apa yang dibicarakan oleh papi Alex dan Kalingga. Bukan soal bisnis, melainkan lebih ke diri Kalingga sendiri seperti apa setiap harinya. Kalingga menjawabnya dengan santai. Tidak terlihat raut terkejut apalagi raut takut. Biasanya kan setiap cowok yang datang menghadap orang tua si gadis pasti kebanyakan akan gemetar karena gugup serta takut. Namun Kalingga sama sekali tidak terlihat menampilkan ekspresi itu. Heran memang, tapi biarkanlah. Kita lihat saja sejauh apa Kalingga bertahan.


"Om senang sekali karena akhirnya kamu membalas perasaan anak om. Om tidak melarang, hanya saja kalian berdua harus tahu batasan," ucap Alex.


"Papi ih, jelas aja Brix tahu batasan. Brix gak nakal papi," ucap Ailee.


Alex terkekeh mendengarnya, anak gadisnya ini memang paling tidak suka jika dia mengatakan hal itu. Karena menurut Ailee, kesannya seperti Ailee memang benar benar nakal saja. Padahal kan tidak.


"Om tenang aja, Lingga gak mungkin bertindak lebih. Lagi pula kita masih SMA dan belum lulus. Belum lagi kita harus lanjutin pendidikan kita," ucap Kalingga menengahi.


"Om percaya sama kamu Lingga, om harap kamu tidak mengecewakan kepercayaan yang om berikan," ucap Alex.


"Justru tante berharap kamu sama Ailee bisa cepet cepet punya baby. Gak papa kalian nikah muda aja, urusan baby biar tante yang handel aja," ucap Cya.


Ailee kembali melotot mendengar ucapan mamanya. Oh ayolah, kenapa harus mengatakan hal itu lagi? Ailee lelah mendengarnya. Mamanya tidak tahu senafsu apa Kalingga pada Ailee. Dan mamanya malah kembali membahas soal itu di depan Kalingga langsung?! Yang benar saja!!!


"Ma, udah stop bahas itu. Brix gak akan punya baby dalam beberapa tahun ini. Mama tahu kan impian Brix kayak apa. Please, kita udah bahas soal ini," ucap Ailee lebih dulu. Sebab dia tidak mau papinya juga membicara. Sebab Ailee tahu papinya juga akan setuju dengan apa yang diucapkan Cya. Setahu Ailee, papinya ini sangat penurut sekali pada mamanya.

__ADS_1


"Sayang, kamu kan tahu sendiri masa kecil kamu terlewat karena kesibukan mama. Mama bahkan gak lihat pertama kali kamu belajar merangkak," ucap Cya.


"Ya itu salah mama, kenapa mama harus sibuk sama kegiatan mama sendiri. Udah ma, pi, Kalingga biarin pulang aja. Udah sore juga, kasihan tante Ashel nungguin anaknya," ucap Ailee.


Ailee sadar dengan ucapannya. Ucapannya ini pasti melukai perasaan mamanya. Tapi harusnya mamanya tidak mengatakan hal itu, seharusnya mamanya tidak meminta Ailee cepat cepat memiliki anak. Ailee masih kecil dan harus segera punya anak? Yang benar saja! Masih banyak impiannya yang belum ia gapai. Dan dengan memiliki anak, kecil kemungkinan keinginannya itu bisa terwujud.


Sedangkan Kalingga sendiri sudah paham, bahkan saat melihat tatapan Ailee saja dia sudah menyimpulkannya. Dia tidak masalah dengan itu, hanya saja jika dia tetap disini maka keadaannya akan awkard alias canggung.


"Benar om, Kalingga harus pulang dulu. Lagi pula nanti malam kita semua ketemu lagi, kita bisa ngobrol lagi nanti," ucap Kalingga tersenyum.


"Baiklah anak muda, sampai bertemu nanti malam. Ternyata kami tidak sependiam yang sering saya dengar dari anak saya," ucap Alex. Ailee menyernyit mendengarnya, kapan dia bercerita tentang Kalingga?


"Tante harap kamu yang jadi mantu tante nantinya. Hati hati di jalan ganteng, sampai bertemu lagi nanti malam," ucap Cya tersenyum.


"Gue pulang dulu, jangan galak galak sama orang tua lo. Kasihan mereka ya?" Ucap Kalingga.


"Mereka aja gak kasihan sama aku," ucap Ailee acuh.


"Sejak kapan jadi kayak gini? Ailee pacar gue orangnya care," ucap Kalingga sembari menarik pinggang Ailee sehingga gadis itu mendekat ke arahnya.


"Well, setiap orang akan berubah jika tidak di hargai sayang. Makanya kamu jangan coba coba buat enggak hargai Ailee sebagai pacar kamu," ucap Ailee.


"Kalo gue hargai lo sebagai istri gue gimana?" Tanya Kalingga.

__ADS_1


"Boleh, tapi nanti aja. Sekarang Ailee belum siap jadi istri kamu, soalnya Ailee masih muda. Masih labil juga, belum bisa jadi istri yang baik," ucap Ailee.


"Itu gak penting, yang penting lo jadi istri gue aja dulu. Masalah jadi istri baik, yang penting sih lo jago goyang diatas kasur. Menurut gue udah cukup," ucap Kalingga.


"Mulai lagi. Udah ya mas Lingga, sekarang kamu pulang. Kasihan mama kamu nunggu kamu pasti di rumah. Nanti malam ketemu Ailee lagi," ucap Ailee.


"Iya sayang. See you," ucap Kalingga patuh. Tumben sekali.


Kalingga pun melepaskan pelukannya pada Ailee dan mengecup pelan kening kekasihnya lalu pergi dari sana. Ailee menatapnya sampai pria itu menghilang dengan motornya menuju ke rumahnya.


Saat sampai di dalam rumah Ailee lagi, Ailee langsung duduk lagi di depan kedua orang tuanya.


"Mama, jangan bahas soal itu lagi deh. Brix gak suka, mama gak tahu Kalingga kayak gimana kalo sama Brix, pokoknya mama jangan bahas soal baby lagi. Oke?" Ucap Ailee.


"Mama ngebet sayang," ucap Cya.


Ailee menghela nafasnya pelan, "Dan papi, kenapa papi gak jujur soal orang yang udah buat keributan di sirkuit? Richi yang kasih tahu Brix tadi. Kenapa papi gak kasih tahu Brix langsung?"


"Papi cuma gak mau kamu jadi canggung sama pacar kamu. Biarin aja, lagian sirkuit kamu udah beres juga kan?" Tanya Alex santai.


"Gak bisa. Orang itu harus dapet balesan juga, dia yang duluan nyari gara gara. Kejahatan dibalas maaf itu gak adil pi," ucap Ailee.


Alex hanya menghela nafasnya. Sebenarnya dia juga tidak mau diam saja. Tapi dia tidak bisa gegabah. Karena pasti Kavin juga akan turun tangan, sebab anak itu adalah anak dari adik kandungnya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2