
***
"Maaf."
"Udah cukup Ail, gue gak suka denger kata maaf. Lagian gue juga salah disini," ucap Kalingga.
Yah, memang sejak tadi Ailee terus mengatakan maaaf pada Kalingga. Bahkan Ailee terus memeluk lengannya. Ailee benar benar jadi tidak mau lepas dari pria ini. Ya untung sih untuk Kalingga, sebab sejak tadi sikutnya terus bergesekan dengan benda kenyal itu. Rasanya Kalingga sudah tidak bisa menahannya lagi. Dia benar benar ingin segera melakukan itu. Namun kembali lagi, umurnya belum cukup untuk menikahi Ailee.
Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan ke rumah keluarga Ailee. Tadinya Ailee ingin pulang sendiri saja, namun Kalingga memaksa Ailee untuk diantar olehnya. Lebih tepatnya dengan supir. Jadi ada dua mobil yang sedang menuju ke rumah keluarga Ailee. Yang satu mobil berisi Ailee dan Kalingga serta seorang supir dan mobil di belakang itu mobil Ailee yang juga dibawa supir pribadi keluarga Natapraja.
Ailee sempat berpamitan tadi pada oma Sarah, sebab hanya beliau yang ia temui. Sisanya sedang istirahat di kamar masing masing. Sarah awalnya menolak, dia ingin Ailee tetap disana untuk beberapa jam lagi, namun untunglah Kalingga membujuk neneknya itu. Jadi Ailee bisa pulang.
Kalingga meminjam mobil opa Faraz. Dia sengaja meminjam mobil ini sebab di mobil ini terdapat pemisah antara supir dan penumpang. Istilahnya lebih privat.
"Nempel banget pelukan lo," ucap Kalingga.
"Emang kenapa? Gak boleh?" Tanya Ailee.
"Bukan gak boleh. Boleh boleh aja, cuma ya lo kan tahu gua nafsuan sama lo," ucap Kalingga. Ailee mengernyit heran dan tidak paham, maksudnya ini apa?
"Andai aja s*x itu bebas dan gak ada ikatan norma atau apapun itu, mungkin lo udah gue garap jauh jauh hari," ucap Kalingga.
"Kamu sayang gak sih sama aku?" Tanya Ailee tiba tiba.
"Kalo gue gak sayang, gue mungkin udah cek in sama Vanesha," ucap Kalingga.
"So, kamu juga tergoda sama dia? Sama video video asusilanya itu?" Tanya Ailee. Gadis itu sedikit menguraikan pelukannya namun Kalingga dengan cepat menahannya.
"Gak gitu, kan gue bilang kalo gue gak sayang sama lo. Gue bahkan gak lihat isi video itu. Gue kebih suka lihat lo, apalagi pake kaos yang nyetak tubuh, gue bener bener gak tahan lihat lo," ucap Kalingga.
"Bener kamu gak lihat video asusila itu? Itu termasuk video syur kan?" Tanya Ailee.
"Maybe. Gue gak tahu, sebelum lo cek ponsel gue, adek yang lebih dulu gue suruh hapusin video itu sekaligus blok nomornya. Gue gak mau menodai mata suci gue dengan hal hal kayak gitu," ucap Kalingga.
"Kalo Ailee yang kirim video kayak gitu, kamu hapus juga?" Tanya Ailee.
__ADS_1
"Ya enggak lah, ngapain gue hapus. Kan sayang," ucap Kalingga spontan.
Plak... tamparan cukup keras mendarat halus di bahu tangan Kalingga. Bukannya meringis, Kalingga justru malah terkekeh dan menarik pinggang Ailee untuk mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Ailee. Sebab Ailee tidak lagi memeluk tangannya.
"Tapi sayang, lo gak nakal. Nakal lo cuma sebatas kiss, itu pun harus gue pancing dulu," ucap Kalingga.
"Ya masa Ailee ngerendahin harga diri Ailee sebagai wanita sih. Ailee cinta sama kamu, tapi gak gitu konsepnya. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kamu," ucap Ailee.
"Iya, lo bener. Thank babe," ucap Kalingga.
"Ih, sayang aja manggilnya jangan babe. Gak suka," ucap Ailee.
"Why?"
"Kamu lupa, si Fade juga sering bilang itu. Ailee gak suka, Ailee eneg. Mual rasanya denger ucapan sayang kayak gitu," gerutu Ailee.
"Ah iya, cowok itu," ucap Kalingga.
"Jangan lupa nanti malam gue mau bawa lo ketemu seseorang," sambungnya.
"Siapa sih? Kasih tahu dong, Ailee penasaran loh," ucap Ailee.
"Tapi malam ini kayaknya gak bisa sayang, Ailee mau full bobo," ucap Ailee.
"Masih jet lag?" Tanya Kalingga.
"Enggak, Ailee cuma kurang enak badan aja. Mumpung disini juga Ailee pengen di pijet, pijetan bi Mira enak banget loh," ucap Ailee.
"Bi Mira? Siapa?" Tanya Kalingga.
"Tetangga rumah kakek, kehalang tiga rumah sih. Dia tukang pijet. Ailee udah di booking-in sama grandpa, nanti malem bi Mira ke rumah," ucap Ailee.
"Pijat apa aja?" Tanya Kalingga.
"Palingan tangan sama kaki aja, pungguh kayaknya. Sakit sakit semua badan Ailee," ucap Ailee.
__ADS_1
"Bukannya lo gelian ya? Kok mau di pijet?" Tanya Kalingga.
"Ya iya gelian, tapi Ailee tahan. Dari pada badan Ailee sakit sakit, kan lebih gak enak," ucap Ailee.
"Gak pijet dada?" Tanya Kalingga.
"Gila, enggak lah! Ailee masih perawan, semuanya masih tersegel termasuk ini," ucap Ailee sembari menunjuk dagunya menggunakan matanya.
"Lagian bi Mira bilang mendingan di pijat sendiri aja, selain untuk kesehatan dan mencegah datangnya penyakit. Makanya Ailee sering pijat sendiri tiap mandi," ucap Ailee.
Kalingga menaikan sebelah alisnya saat mendengar penuturan gadisnya. So, gadis ini sudah tahu hal itu. Syukurlah, setidaknya mencegah lebih baik dari pada mengobati.
"Gimana kalo gue bantu," ucap Kalingga.
"Bantu apa?" Tanya Ailee.
"Bantu pijet, gue yakin lo bakalan suka dan gak akan kegelian," ucap Kalingga.
"Mau kamu. Enggak ya Lingga. Ailee udah bilang, sebatas kiss sama cuddle boleh boleh aja kalo masih dalam batas wajar. Selain itu gak boleh ada kegiatan lain lagi. Kita harus jaga batasan, kita sama sama punya nafsu yang besar. Kita harus bisa menahannya sampai tiba waktunya nanti kita melepaskan nafsu itu sama sama," ucap Ailee.
"Tapi itu lama astaga. Kuliah empat tahun, lo pikir gue akan tahan dengan tubuh lo ini? Enggak! Gue bahkan pengen banget," ucap Kalingga.
"Nafsuan," ucap Ailee sembari mengelus pelan pipi Kalingga. Kalingga sendiri hanya menghela nafasnya saja. Dia benar benar tidak tahan, tapi mau bagaimana lagi. Dia tidak bisa melakukan apa apa selain menahannya atau bermain solo.
Ailee menyimpan kepalanya di dada bidang Kalingga. Sebelah tangan kanannya disimpan diatas dada Kalingga. Mengelusnya pelan, namun itu tidak berlangsung lama, sebab Kalingga menahan tangannya dan menariknya sehingga Ailee benar benar sangat dekat dengan pria itu.
"Lo bilang kiss sama cuddle boleh kan?" Tanya Kalingga.
"T-terus?"
"Kiss me," bisiknya.
Ck. Pria ini benar benar pandai sekali memanfaatkan keadaan. Ailee pun melakukannya. Dia lebih dulu memulainya, mulanya dia masih biasa saja saat mencium Kalingga, pria itu juga sama. Namun tak lama pria itu menarik tubuhnya dan mendudukannya diatas pangkuannya.
"Mmhh, kok jadi naik gini?" Tanya Ailee terkejut.
__ADS_1
"Gue sayang sama lo, gue gak mungkin rusak lo. Please," ucap Kalingga memelas. Nafasnya memburu.
Tbc.