
***
Rasa rindu yang terpendam selama berhari hari kini menguap saat Kalingga sudah bertemu lagi dengan orang yang dirindukannya. Apalagi ia sudah meluapkan kerinduannya dengan caranya sendiri pada gadis ini.
Senyum di bibirnya benar benar tidak surut sejak kedatangan gadis ini ke apartementnya. Niatnya ia ingin menyusul gadis ini, namun gadis ini malah datang sendiri kepadanya. Kalingga benar benar sangat suka sekali ketika menggoda Ailee. Apalagi sampai gadis ini marah dan berakhir harus dia sendiri yang minta maaf.
Kalingga mengalungkan kedua tangannya pada perut Ailee. Pria itu memeluk gadis ini dari belakang. Seperti biasa, pria itu akan menyimpan dagunya di salah satu pundak Ailee. Memperhatikan tangan cekatan gadis di pelukannya ini yang sedang memasak mie goreng.
"Harum," ucap Kalingga.
"Mie atau aku?" Tanya Ailee.
"Kamu," jawab Kalingga.
"Padahal aku belum mandi, sampe di bandara tadi aku langsung susul kamu kesini," ucap Ailee.
"Kenapa tahu kalo aku disini?" Tanya Kalingga.
"Briella, dia yang selalu kasih update kabar kamu sama aku. Aku tahu, aku salah karena selama lima hari ini aku mengabaikan pesan dan panggilan kamu. Tapi serius, aku bener bener sibuk di Boston," ucap Ailee.
"Sibuk apa?" Tanya Kalingga.
"Urus usaha papi," ucap Ailee.
"Banyak yang belum kamu kasih tahu sama aku. Kapan kamu mau kasih tahu aku? Apa perlu aku sendiri yang cari tahu?" Tanya Kalingga.
"Apa yang mau kamu tahu?" Tanya Ailee tersenyum.
"Banyak," ucap Kalingga.
"Misalnya?"
"Pekerjaan apa yang mengharuskan kamu kesana? Kenapa enggak om Alex yang kesana? Atau asistennya?" Tanya Kalingga.
__ADS_1
"Papi handel perusahaan milik kakek disini. Harusnya aku yang handel, tapi aku belum berpengalaman apa apa di dunia bisnis. Aku baru menapakan kaki di dunia bisnis, sama kayak kamu. Makanya aku tukar posisi dengan papi," ucap Ailee.
"Bisnis apa? Perusahaan?" Tanya Kalingga.
"Termasuk, tapi bukan bagian pokoknya. Salah satu gedung hancur lebur tanpa ada yang tersisa. Gedung itu digunakan untuk usaha, selain kehilangan gedung beserta isinya, kami juga kehilangan salah satu security. Beliau meninggal di tempat. Alasan aku kesana selain membereskan masalah gedung itu, aku juga mengunjungi beberapa orang yang dipekerjakan disana. Memberikan mereka kompensasi juga," jelas Ailee.
"So, keluarga kamu rugi besar?" Tanya Kalingga.
"Lumayan, kurang lebih lima milyar habis dalam satu malam. Gedung tiga lantai yang kokoh beserta isinya benar benar tidak ada yang tersisa selain puing puing bangunan," ucap Ailee.
"Selama disana, kamu ketemu siapa aja?" Tanya Kalingga.
"Cukup banyak, bahkan aku bersinggungan dengan pria seumuran kamu. Dia anak dari arsitek yang akan kembali membangun gedung yang hancur kemarin. Aku bertemu dia beberapa kali, tapi tidak sering. Kami juga tidak banyak bicara saat bertemu. Dia hanya menjelaskan apa yang diminta mamanya kepada ku," ucap Ailee. Gadis itu mengangkat mie yang sudah matang beserta dengan telur dan sosisnya lalu menghidangkannya di piring dan dibawa ke meja makan dibantu Kalingga.
"Kenapa harus anaknya? Kenapa tidak arsiteknya langsung? Apa jangan jangan dia suka sama kamu?" Tanya Kalingga.
"Jangan cemburu, sejauh ini aku cuma mau sama kamu. Kamu gak pernah bisa aku temukan pada pria lain yang mencoba mendekati aku selama ini," ucap Ailee sembari memeluk pinggang Kalingga.
"S*x?" Tanya Ailee, Kalingga menganggukan kepalanya.
"Kamu senafsu itu sama aku?" Tanya Ailee.
"Sangat."
"Bohong, gak mungkin kamu gak nafsu lihat foto foto sexy Vanesha yang dikirim ke ponsel kamu," ucap Ailee.
"Aku nafsu, jujur saja. Dan ketika aku bernafsu, hanya kamu yang aku pikirkan," ucap Kalingga.
"Apakah itu omong kosong?" Tanya Ailee.
"No. Itu bukan omong kosong, aku benar benar hanya akan bereaksi ketika melihat kamu dengan pakaian minim," ucap Kalingga. "Bahkan nafsu ku selalu naik hanya dengan mencium aroma tubuh mu," sambungnya.
Ailee terdiam mendengarnya. Apa pria ini mencintainya karena nafsu? Bukan karena cinta murni sama seperti apa yang ia rasakan pada Kalingga.
__ADS_1
"Lebih baik kita makan dulu, sayang kalo dingin lagi," ucap Ailee.
Kalingga menghela nafasnya, "Hanya bersama dengan kekasih ku, aku akan makan makanan junk food ini."
"Ini enak. Gak perlu so sehat deh, kayak kamu gak pernah minum wine aja," ucap Ailee.
"Itu hanya untuk formalitas saja sayang," ucap Kalingga. Ailee mendengus pelan lalu memakan mie goreng miliknya dengan lahap. Dia benar benar kelaparan saat ini. Dan Kalingga malah mengajaknya berbicara.
***
Setelah selesai makan, Kalingga kembali tertidur di pelukan Ailee. Sedangkan Ailee masih belum tidur juga. Entah mengapa rasa kantuknya hilang begitu saja. Dia hanya diam sembari mengelus pelan kepala Kalingga. Perutnya di lilit oleh kedua tangan Kalingga.
Di tengah lamunan dan heningnya malam, tiba tiba Ailee mendengar suara notifikasi di ponsel Kalingga. Awalnya Ailee menghiraukannya. Namun notif tersebut terus masuk tanpa mau berhenti. Selain bising, Ailee juga kepo. Ia pun segera mengambil ponsel Kalingga dengan pelan.
"Aku pinjem ponsel kamu," ucap Ailee pelan.
"Ambil aja sayang," ucap Ailee lagi menirukan suara Kalingga yang dibuat buat.
Ailee menekan layar kaca ponsel milik Kalingga dan membukanya. Dia tahu pin ponsel kekasihnya, jelas saja dia dengan mudah membukanya.
Ailee mengernyit saat masuk ke dalam room chat milik Kalingga. Disana dia melihat banyak chat masuk dari nomor asing. Karena penasaran, Ailee pun membuka room chat tersebut. Alangkah terkejutnya dia saat mendapati foto foto dirinya saat sedang berada di Boston. Cukup banyak sekali, bahkan hampir semua kegiatannya di foto. Untungnya kegiatannya di sirkuit tidak ada di foto ini. Bisa bahaya jika iya ada.
"Jadi ini alasan kamu? Bertanya dengan siapa saja aku bertemu? Benar benar tidak habis pikir, kamu sepertinya tidak percaya dengan aku," ucap Ailee.
Ia menduga jika nomor ini adalah nomor orang yang disewa Kalingga untuk memata matainya selama di Boston. Buktinya foto foto ini sangat lengkap sekali. Kegiatan Ailee dalam satu hari benar benar diambil dan dilaporkan.
Ailee tidak tinggal diam, dia mengirimkan foto foto di room chat itu beserta nomor yang mengirimnya pada ponsel miliknya. Setelah mendapatkan pesan terusan dari ponsel Kalingga, Ailee langsung menghapus bagian yang dikirim tersebut dan menyimpan kembali ponsel Kalingga.
"Gue kepo juga siapa orang dibalik ini," ucap Ailee pelan. Gadis itu pun mengirimkan nomor tersebut pada temannya, Richi. Pria itu pasti akan segera mendapatkan info dari nomor tersebut.
"Kamu jahat, kamu gak percaya sama aku sampe kamu sewa orang buat ikutin aku. Aku marah."
Tbc.
__ADS_1