Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
108. Video Plus Plus


__ADS_3

***


Kalingga tersenyum miring mendengar ucapan Ailee. Kenapa gadis ini menanyakan hal seperti itu? Kalingga tentu saja menyukai lubang. Dia tidak mungkin akan menyukai batang, sebab dia punya. Rasanya, apa yang selalu menjadi imajinasinya ingin segera terkabul. Sayangnya realita menamparnya. Mereka masih sekolah dan Kalingga tidak mungkin melakukan hal itu pada Ailee. Meskipun sebagai pria dia sangat ingin melakukannya.


"Kenapa nanya gitu? Apa harus gue buktiin juga?" Tanya Ling.


"Enggak gitu konsepnya pria mesum," ucap Ailee sembari mencubit pelan bahu Kalingga.


"Maksudnya itu, kalo emang kamu enggak gay, kenapa enggak jadian sama Ailee aja? Ailee capek, pengen jadi pacar kamu. Nanti kan bertahap dulu, temen, pacar, tunangan, nikah, punya anak. Gitu," ucap Ailee.


"Punya anak? Nyicil dari sekarang gimana?" Tanya Ling.


"Ailee enggak pro buat blow j*b milik kamu. Ailee bahkan belum lihat gimana caranya. Tapi orang orang novel dewasa bilang, itu mudah. Dan cara paling ampuh buat bikin batang kamu keras biar bisd masuk," ucap Ailee.


"Mulut lo terlalu vulgar," ucap Kalingga.


"Hah-hmpptt." Lagi dan lagi bibir Ailee selalu jadi sasaran empuk Kalingga. Hari ini, entah sudah berapa kali bibirnya jadi sasaran bibir Kalingga. Rasanya Ailee sudah hafal betul seperti apa rasanya bibir Kalingga. Ailee ingin menolak, namun ciuman Kalingga kali ini sangat memabukan. Ailee yang hanya murah pada Kalingga ini tidak bisa menahan dirinya sendiri untuk tidak membalas ciuman pria di depannya ini.


Kedua kaki Ailee memeluk pinggang Kalingga saat pria ini menarik pinggangnya agar semakin menempel. Kalingga sengaja melakukan ciuman yang lembut dan tidak terkesan menuntut. Ia sengaja ingin membuai Ailee. Jujur saja, Kalingga sangat ingin bertindak lebih dengan Ailee. Namun lagi lagi ia teringat ucapan maminya. Entah kenapa ketika ingin bertindak lebih, ucapan maminya seolah berbisik.


'Jangan jadi pengecut dengan menghancurkan masa depan Ailee atau pun gadis lain.'


Kata kata itu seperti mantra untuknya. Apa mungkin maminya sudab mengguna gunainya? Rasanya tidak mungkin. Ibu mana yang tega melakukan hal itu.


"Mmhhh," gumam Ailee saat Kalingga menekan tubuh bagian atas Ailee sehingga berhimpit dengan tubuhnya yang menyebabkan kedua squishy Ailee sangat menempel pada dada bidang Kalingga.

__ADS_1


"L-ling-hh," gumam Ailee saat ciuman Kalingga turun ke leher. Hanya di sekitaran leher, tidak merembat kemana mana.


"Jangan des*h," ucap Ling disela sela kegiatannya.


"Jang-an kayak git-uh Lingh," ucap Ailee tertahan. Ia mencoba mendorong tubuh Kalingga, namun hasilnya nihil. Untungnya tidak berapa lama dari itu, Kalingga menyudahi kegiatannya. Pria itu memangku tubuh Ailee di depan tubuhnya dan membawa Ailee menuju ke sofa panjang yang ada di sudut ruangan.


Ailee melipat kakinya saat Ling duduk. Tiba tiba Ailee menyandarkan kepalanya bada dada bidang Kalingga.


"Ini salah Ling," ucap Ailee.


"Salah di bagian mananya?" Tanya Ling.


"Kamu gak boleh gituin Ailee lagi. Meskipn Ailee murah sama kamu, tapi bukan berarti harus kayak gitu," ucap Ailee.


"Gue suka, lo suka. Gak ada yang salah, lo jangan terlalu kolot dengan pemikiran lo. Gue yakin lo juga menikmanti setiap sentuhan yang gue berikan. Lo gak bisa munafik, buktinya lo selalu mendes*h disaat gue bermain main," ucap Ling.


"Jadi menurut lo, gue yang salah?" Tanya Ling.


"Enggak gitu juga," ucap Ailee.


Keduanya sama sama diam. Ailee diam sembari memeluk tubuh Lingga. Sedangkan Lingga memainkan ponselnya yang baru saja di keluarkan dari dalam sakunya. Saat ini miliknya benar benar sangat meriang. Miliknya membutuhkan untum diremas, dikul*m, bahkan memasuki lubang surgawi yang selalu ia bayangkan saat sedang menuntaskan nafsunya sendiri.


"Sini lihat," ucap Kalingga. Pria itu menunjukan ponselnya pada Ailee menggunakan tangan kanannya. Disana, Ailee melihat sebuh video dimana ada dua orang manusia, pria dan wanita yang memakai seragam sekolah SMA. Namun entah SMA mana. Ailee tidak tahu.


"Janji dulu lihat sampe akhir, kalo lo kalah lo harus cium gue," ucap Ling.

__ADS_1


"Kesempatan dalam kelonggaran! Dasar cowok," ucap Ailee. Gadis itu pun kembali menyandarkan kepalanya pada dada bidang Kalingga dan menonton film di ponsel Ling.


Kedua pelajar di dalam video itu berjalan menuju ke suatu tempat. Ailee tebak itu adalah bekas toilet? Kenapa mereka kesana? Kurang kerjaan sekali. Namun tiba tiba Ailee melihat jika kedua pelajar itu berciuman. Ciuman mereka makin lama semakin panas dengan kedua tangan mereka saling membuka kancing seragam namun tidak melepaskannya. Sang pria dengan rakus merem*s dan mengul*m put*ng milik si wanita.


"Gak mau lihat Ling. Nanti kalo Ailee horn- gimana?" Tanya Ailee. Gadis itu menolehkan kepalanya ke arah kiri agar tidak melihat video itu. Kalingga tersenyum kecil lalu mempercepat video itu.


"Lo udah janji," ucap Ling. Pria itu mengalihkan ponselnya ke lengan kiri. Di video terlihat jika wanita tadi sedang mengul*m milik pria itu yang di sensor bagian itunya.


"Itu blow j*b yang lo maksud? Lo bisa belajar, media belajarnya bisa milik gue. Gue dengan senang hati akan menerimanya," ucap Ling.


Ailee kesal. Gadis itu pun menarik ponsel milik Kalingga dan mematikan ponselnya. Ia melempar sembarangan ponsel itu agar menjauh. Ailee terdiam di dalam pelukan Kalingga. Ia menggerakan kepalanya mencari kenyamanan di dada bidang itu.


"Ailee mau bobo, nanti tolong tidurin di atas tempat tidur," ucap Ailee.


"Sambil gue tidurin? Oke deal," ucap Ling.


"Ailee gak ada bilang gitu Ling. Jangan mesum, janggn nekat, jangan macem macem meskipun cuma satu macem. Kita masih sekolah, masa depan masih panjang. Lagi pula, untuk apa Ailee melakukan itu. Secinta apapun Ailee sama kamu, Ailee gak mungkin mau ngak*ng ke kamu kalo kamu gak suka Ailee. Itu terkesan memaksa, dan Ailee tidak suka memaksa karena Ailee juga tidak suka dipaksa," ucap Ailee.


"Bukannya hubungan pria dan wanita yang bertemu di club juga kayak gitu? Mereka melakukan hal itu tidak lain untuk kesenangan masing masing kan?" Tanya Ling.


"Memang. Tapi bedanya, Ailee masih punya harga diri dan bisa cari uang dengan cara Ailee sendiri tanpa harus mengang*ang. Ailee gak akan melakukan itu, lagi pula kedua orang tua Ailee pasti bisa menghidupi Ailee sebelum Ailee bekerja nanti," ucap Ailee.


Seperti apapun sikap Ailee saat ini pada Kalingga, dia tidak akan melakukan hal itu. Meskipun katanya melakuka hubungan intim itu nikmat. Namun Ailee memilih tidak melakulannya jika belum ada ikatan pernikahan.


"Lo bisa melakukan itu sama gue, enggak sekarang. Tapi suatu saat nanti."

__ADS_1


Tbc.


Ngajak nganu😭😭👍


__ADS_2