Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
57. Rooftop dan Burger


__ADS_3

***


Pagi harinya, Ailee sarapan bersama kedua orang tuanya. Rasa sakit di pinggangnya sudah membaik. Ia tidak terlalu merasa kesakitan. Hanya saja luka di sikutnya masih basah. Dan juga sangat susah di gerakan. Rasanya sangat kaku.


Sejak pukul lima sore Ailee sudah meneror Kalingga dengan mengirimkan banyak pesan gabut. Semalam Kalingga memarahinya karena masuk ke dalam kamar pria itu tanpa ijin. Padahal Ailee hanya mengarang saja mengatakan hal semalam. Ia bahkan langsung tidur saat Kalingga pergi ke kamarnya dengan berjalan aneh. Ailee tidak ambil pusing kemarin karena sangat mengantuk.


Semalam ia hanya mengarang saja mengatakan hal itu. Namun Kalingga sampai semarah itu padanya. Apa mungkin apa yang ia ucapkan itu sesuai dengan yang terjadi pada Kalingga? Jadi objek fantasinya adalah dirinya?


Cih, berani menolak Ailee bahkan mengatakan hal buruk pada Ailee. Tahunya Ailee dijadikan objek fantasinya. Awas saja, Ailee pasti akan membuat Kalingga semakin kesal.


"Sayang, hari ini papi antar kamu ya? Jangan dulu bawa motor," ucap Alex.


"Iya sayang, tunggu tangan kamu sembuh lagi baru boleh bawa motor lagi. Lagian kamu modif motornya jadi tinggi sih, kan jadi senjata makan tuan namanya," ucap Cya.


"Ih mama, kan Ailee ditarik sama tuh cewek. Kok jadi nyalahin Ailee sih," ucap Ailee kesal.


"Enggak nyalahin sayang. Maksud mama, makanya modifnya jangan terlalu tinggi," ucap Cya.


"Sudah sudah, lanjutkan makannya," ucap Alex melerai.


"Ailee berangkat sama Ling, papi gak usah anter. Ailee berangkat dulu," ucap Ailee. Ia menenggak segelas penuh susu putihnya sampai habis. Ia pun memeluk kedua orang tuanya dan mencium tangan mereka lalu pergi keluar. Karena disana Kalingga sudah menunggunya.


Ailee berjalan cukup cepat. Ia tidak mau berlari karena bokongnya akan sakit lagi jika ia berlari.


"Lama banget," ucap Ling.


"Kok gak sabaran sih?! Ini masih jam enam Ling, sekolah masuknya jam delapan," ucap Ailee.


"Naik gak? Atau gue tinggal aja," ucap Ling.

__ADS_1


"Iya, iya. Ini naik, sabar ih," ucap Ailee kesal.


Gadis itu pun naik ke atas motor vespa Kalingga. Pria ini benar benar menuruti kemauan Ailee. Lihat lah saat ini, kedua sejoli yang berbeda jenis itu sedang naik motor vespa Kalingga. Tubuh Ailee yang pendek dan kecil tidak dapat terlihat dari depan karena terhalang tubuh Kalingga. Bahkan kaki Ailee juga tidak terlihat. Hanya saja ada tangan yang melingkar di perut pria itu. Mungkin hanya itu saja yang terlihat dari bagian tubuh Ailee.


Entah kemana tujuan mereka saat ini, mereka berbelok dari arah berlainan menuju ke sekolah. Ailee hanya diam saja mengikuti Kalingga. Yang penting ia tidak terlambat ke sekolah.


Tak berselang lama, motor Kalingga berhenti di salah satu cafe yang tidak Ailee ketahui. Kalingga mematikan mesin motornya dan turun dari sana.


"Kok kesini?" Tanya Ailee.


"Beli makanan dulu, nanti makan di sekolah. Temenin gue," ucap Ling.


Ailee tersenyum mendengar ucapan Kalingga. Temani ia makan? Sepertinya perutnya masih bisa menerima makanan lagi.


Setelah mendapatkan makanan yang di inginkan Kalingga, pria itu kembali mengendarai motornya menuju ke sekolah. Cukup lama karena membutuhkan waktu paling lama sekitar dua puluh menit.


Setelah dua puluh menit berlalu, mereka pun sampai di sekolah. Sekolah masih sepi, entah kenapa Kalingga menginginkan makan disini. Suasana sekolah masih sangat sepi. Wajar saja waktu baru menunjukan pukul setengah tujuh pagi. Kalingga mengeluarkan burger untuknya dan untuk Ailee.


"Jadi lo enggak masuk kamar gue?" Tanya Ling.


Ailee menganggukan kepalanya, "Enggak Ling. Ailee langsung tidur gak lama setelah kamu masuk kamar."


"Terus lo bikin kata kata yang semalem itu apa kalo enggak denger," ucap Ling.


"Itu ngarang Ling, lagian Ailee copy paste ucapan itu dari novel online yang pernah Ailee baca. Tapi kok Ling sampe marah banget semalem. Emang ucapan yang Ailee bilang itu sesuai ya?" Tanya Ailee.


Damn it!!!


Ternyata gadis ini hanya mengarangnya? Tapi kenapa.kata kata yang ia gunakan sama persis seperti apa yang diucapkan Kalingga kemarin. Kalingga memang memikirkan adegan erotis dengan Ailee untuk mencapai puncaknya. Entah kenapa wanita itu yang tiba tiba datang di pikirannya. Alhasil, Lingga pun menjadikan itu fantasinya.

__ADS_1


"Lupain," ucap Ling.


"Oke ayang," ucap Ailee. Ailee tidak mau memperpanjang masalah. Jadi lebih baik ia mengiyakannya saja dari pada Kalingga ngambek padanya.


Suasana sunyi ini ternyata sangat nyaman sekali. Pantas saja Kalingga selalu menyukai kesunyian. Karena sunyi itu tenang namun kesepian. Ailee menyandarkan kepalanya pada bahu Kalingga. Mereka tadinya akan duduk di kursi taman, namun Kalingga mengajaknya ke rooftop sekolah.


Di rooftop ini, Ailee masih ingat. Dulu Ailee pernah mengejar Kalingga sampai kesini. Dan disini Kalingga mengatakan hal yang sangat menyakitkan untuk Ailee. Namun kini ia kembali kesini dengan Kalingga yang yang menerimanya. Tidak ada kata kata menyakitkan dan juga makian. Ailee cukup bersyukur.


"Ling, kamu beneran mau lanjutin pendidikan di Harvard? Briella sama Kai juga disitu?" Tanya Ailee.


Ling menganggukan kepalanya, "Kita bertiga sepakat buat ambil jurusan sama. Cuma Briella bilang setelah dia selesai dapet gelar bisnis, dia mau lanjut ke tata busana."


"Lo sendiri mau dimana?" Tanya Ling.


"Harvard dong. Kan gak mau jauh jauh sama kamu," ucap Ailee.


"Centil," ucap Ling.


"Centil centil gini aja udah pernah bikin kamu tegang sampe harus mandi. Artinya Ailee menarik kan buat kamu? Cuma kamunya aja yang punya gengsi setinggi langit. Atau bahkan tingginya langit aja kalah sama tingginya gengsi kamu," celetuk Ailee.


"Berisik banget," ucap Ling.


"Bilang aja iya," ucap Ailee.


Sebenarnya Kalingga bukan gengsi, hanya saja ia tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini. Ia masih belum tahu maksud perasaannya ini. Ia nyaman bersama Ailee apalagi saat mendengar celotehan gadis ini yang tidak ada hentinya. Namun entah kenapa ada sesuatu yang sepertinya menahan dirinya untuk tidak menerima cinta gadis ini. Aneh sekali.


Kalingga tidak pernah jatuh cinta, itu sebabnya dia tidak tahu apa yang dia rasakan saat bersama Ailee. Hanya saja dia selalu merasa nyaman. Ketika ia gelisah dan banyak masalah, lalu Ailee datang dengan celotehannya. Anehnya Kalingga seolah mendapatkan semangat. Padahal ia tidak menyukai gadis ini.


Sebagai mana pun ia menyangkal, perasaan manusia bisa saja berubah.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2