
***
Beruntungnya jantung manusia diciptakan oleh tuhan bukan oleh manusianya sendiri. Jika iya, bisa dipastikan akan cepat rusak. Karena sejak semalam jantung Ailee terus berdetak kencang. Bahkan mungkin kembali berdetak normal saat Ailee tertidur saja. Bayang bayang sikap manis Kalingga padanya sangat sangat membuatnya bahagia sekali. Bahkan pagi ini, Ailee kembali dibuat sport jantung oleh sikap Kalingga.
Pria itu datang pagi pagi buta ke rumahnya dan membangunkannya. Bayangkan saja seterkejut apa Ailee dibuatnya. Belum lagi Ling juga membuatkannya telur dadar. Katanya ia belajar ini dari omanya. Dan ternyata telur dadar itu sangat enak sekali. Rasa dan tingkat kematangannya sangat pas.
Saat mereka akan berangkat ke sekolah, Kalingga menurunkan pijakan step motornya untuk Ailee. Terlihat biasa saja namun sangat istimewa menurut Ailee. Sepanjang jalan menuju ke sekolah, Ailee memeluk tubuh Kalingga. Gadis itu dengan rakus menghirup banyak banyak aroma parfume dari Kalingga. Sungguh sangat memabukan.
Warga sekolah pun dibuat geger karena sikap Kalingga pada Ailee. Biasanya pria itu dingin dan malas berbicara dengan Ailee, namun saat ini justru sebaliknya. Ailee benar benar dibuat terbang oleh sikap Kalingga saat ini.
"Psst," ucap Briella. Saat ini mereka sedang melaksanakan ujian mendadak. Mereka dipisah duduk untuk menghindari aksi contek menyontek.
Ailee menggerakan alisnya pada Briella. Seolah bertindak menanya 'apa?'
"Beres?" Bisiknya. Ailee mengangkat jempolnya pada Briella👍, menandakan jika dia sudah selesai ujian.
"Keluar yok, laper," ucap Briella.
"Oke," ucap Ailee. Ia mengangkat tangannya pertanda jika dia sudah selesai ujian bersama dengan Briella. Setelah mendapat ijin untuk keluar kelas, mereka berdua pun keluar dari sana.
Sementara Kairav dan Kalingga menyusul setelahnya. Mereka berempat yang paling dulu keluar dari dalam kelas padahal waktu ujian masih cukup lama. Mereka berempat menuju ke kantin.
"Ling, mau makan apa?" Tanya Ailee.
"Samain sama lo aja," ucap Kalingga. Matanya terfokus pada ponsel miliknya.
"Oke," ucap Ailee. Ia pun memesan makan siang yang tidak lain dan tidak bukan adalah burger. Gadis itu memang sangat menyukai burger. Untungnya kantin mereka menyediakannya, ya meskipun tidak seenak burger di Mcd.
Briella dan Kairav saling pandang. Mereka berdua memang bahagia karena Kalingga sudah bersikap baik pada Ailee. Namun mereka cukup aneh, kenapa tiba tiba pria ini menjadi sedekat ini dengan Ailee. Bahkan dia juga membiarkan Ailee naik ke motornya. Seingat mereka, Kalingga sangat anti sekali dengan hal itu. Bahkan dulu Kalingga lebih baik memesankan Ailee taksi dari pada naik ke motornya.
"Ailee seneng, makasih banyak Ling," ucap Ailee. Kalingga hanya mengangguk sekilas saja. Mereka memakan burger yang dipesan Ailee tadi dengan tenang. Ling terlihat menikmati burger itu, padahal setahu Ailee, Kalingga sangat tidak suka dengan burger.
__ADS_1
"Pulang nanti Ailee boleh sama Ling lagi kan?" Tanya Ailee.
"Boleh, lo mau kemana nanti pulang sekolah? Biar gue anter, sekalian juga main soalnya gue gabut banget kalo di rumah," ucap Kalingga.
"S-se-rius?" Tanya Ailee.
"Serius lah, masa iya boongan. Terserah lo mau kemana, gue ikut aja," ucap Ling. Ailee tersenyum bahagia, hal yang dulu sering ia bayangkan tidak akan pernah terjadi kini terjadi. Bahkan Ling sendiri yang mengajaknya.
"Kita gak di ajak?" Tanya Briella.
"Enggak dek. Kakak mau pergi sama Ailee aja, berdua," ucap Kalingga.
"WHAT?" ucap Briella terkejut. Baru kali ini Kalingga menolak dirinya. Tapi meskipun begitu ia senang, setidaknya mimpi Ailee untuk bersama kakaknya mulai terwujud.
"Udah dek, nanti kita mabar aja di rumah," ucap Kairav.
"Iya bang."
***
Tadi mereka sempat mampir untuk memakam es krim di taman yang sering Ailee kunjungi. Saat bersama Ling, Ailee banyak mengambil gambar untuk mengabadikan momen langka ini. Ling sendiri tidak keberatan. Pria itu hanya cuek dan acuh.
Saat ini mereka sedang berjalan menuju ke raman bermain milik keluarga Kalingga. Iya, taman bermain yang dulu sengaja Kavin buat untuk anak anaknya juga untuk istrinya. Ailee kembali mengunjungi tempat ini bersama Kalingga.
"Ling, naik komedi putar yuk," ucap Ailee. Pria itu hanya menganggukan kepalanya sekilas dan meningkuti gadis itu duduk diatas komedi putar. Ailee dengan riangnya tertawa dan terus tersenyum.
"Ling, ini semua gak akan cepet berakhir kan?" Tanya Ailee.
"Maksud lo?" Tanya Kalingga.
"Enggak. Lupain aja," ucap Kalingga.
__ADS_1
Mereka pun lanjut menaiki komedi putar beberapa kali putaran. Selanjutnya Ailee meminta Ling untuk bermain capit boneka. Selama ini ia bermain namun tidak pernah berhasil. Namun berbeda dengan Lingga, pria itu dengan mudahnya mencapit boneka itu.
"Ling, ajarin Ailee dong. Ailee mau bisa juga," ucap Ailee.
"Sini deketan. Berdiri depan gue," ucap Ling. Ailee pun melakukann hal yang diperintahkan Kalingga. Ia berdiri di depan Kalingga, tinggi Ailee hanya sebatas dada Kalingga saja. Bahkan tubuh Ailee tidak terlihat dari belakang karena tertutup badan Ling.
"Masukin koinnya coba gerakin capitannya," ucap Ling. Ailee pun melakukannya. Percobaan pertama gagal begitu juga dengan percobaan kedua. Ailee sudah terlihat kesal sekali. Gadis itu memang sangat tidak sabaran.
"Bego di pelihara," ucap Ling. Ia merendahkan tingginya sehingga tubuhnya sejajar dengan Ailee. Kepala Kalingga berada di bahu sebelah kanan Ailee. Tangannya bergerak diatas tangan Ailee. Menuntun tangan itu untuk bergerak.
Jantung Ailee kembali berpacu dengan cepat tanpa diperintah. Tubuhnya terasa kaku juga tegang. Wajah Kalingga sangat dekat sekali dengannya.
"Nah kan masuk," ucap Kalingga memecah lamunan Ailee.
"A-ah, iya juga. Kok bisa sih. Ailee nyoba sendiri gak bisa," ucap Ailee.
"Bego mah bego aja. Udah yuk balik, udah sore," ucap Lingga. Ailee mengangguk. Ia memasukan boneka terakhir ke dalam tas miliknya. Boneka iti berbentuk ubur ubur lucu berwarna pink dan biru. Total boneka yang dibawa tas Ailee sekitar tujuh boneka.
Mereka berjalan menuju ke parkiran dan pergi dari sana menggunakan motor Kalingga. Tanpa diminta kedua tangan Ailee melingkar di perut kotak kotak Kalingga.
Sekitar tiga puluh menit, mereka pun sampai di depan rumah Ailee. Gadis itu turun dan menatap ke arah Kalingga.
"Boleh ngelunjak enggak?" Tanya Ailee.
"Maksud lo?" Tanya Kalingga.
"Boleh minta peluk?" Tanya Ailee. Gadis itu merentangkan tangannya ke arah Kalingga. Pria hanya menghela nafasnya dan menarik Ailee ke dalam pelukannya dengan posisi ia duduk diatas motornya.
"Makasih untuk hari ini. Ailee seneng banget," ucapnya.
Tbc.
__ADS_1