
***
Menghabiskan waktu sekitar empat puluh menit lebih, Ailee dan Kalingga kini telah sampai di tempat kedua. Ailee kembali merasa sangat asing dengan tempat ini. Tapi ia sangat menyukai tempat ini, sama seperti tempat sebelumnya.
Bedanya, di tempat ini lebih sedikit orang. Mungkin hanya ada beberapa pasangan seusianya, bahkan ada juga yang membawa serta keluarga mereka kesini. Tempat ini sama sejuknya seperti tempat sebelumnya. Sejuk, hijau, dipenuhi pepohonan. Namun tidak ada kebun teh, melainkan ada sebuah danau yang berukuran cukup besar.
Jika dilihat lihat, memang nampak sekali mengerikan. Bagian tengah danau itu berwarna kehitaman, terlihat sepertinya danau di tengah itu sangat dalam. Belum lagi mungkin di dalamnya ada aligator dan mahluk menyeramkan lainnya.
"Selamat datang di tempat liburan mami dan papi ku," bisik Kalingga sembari memeluk Ailee dari arah belakang. Kalingga menyimpan dagunya di pundak Ailee.
"Tempat liburan?"
"Iya, aku sebelumnya pernah kesini. Tapi waktu itu aku masih dalam kandungan mami. Belum lahir," Kalingga terkekeh mengucapkannya. Di tempat kedua ini, ia juga mendapatkan rekomendasi dari maminya.
"Mana inget kamu kalo masih di dalam kandungan, aneh."
"Serius sayang, mami kasih lihat foto fotonya waktu disini. Tepat disini papi sama mami berdiri setiap pagi guna menghirup udara segar disini. Bahkan disini juga papi dibuat kebingungan sama mami yang tiba tiba kabur. Dan ternyata bukan kabur, mami cuma kesel sama papi terus dia pergi sama sepupunya," jelas Kalingga mengingat ngingat lagi cerita maminya waktu itu.
"Sepupu? Tante Ashel punya keluarga disini?" Tanya Ailee penasaran.
"Mami keturunan orang sunda. Keluarga oma Anna asli orang Bandung. Nikah sama opa Adi yang orang Jakarta."
"Aku baru tahu. Waktu itu tante Ashel cuma bilang kalo dia punya leluhur orang sunda. Awalnya aku gak tahu orang sunda itu apa. Ternyata setelah mencari tahu, sunda itu nama salah satu suku di Indonesia."
"Iya sayang. Aku blasteran Bandung Jakarta. Tapi dari oma sama opa buyutnya ada campuran luar negerinya," ujar Kalingga.
"Lucu banget, asimilasi."
Keduanya tertawa pelan setelah Ailee mengatakan hal itu. Syukurlah, tempat rekomendasi dari maminya sangat bagus. Kekasihnya menyukainya dan misi Kalingga berhasil untuk membuat kekasihnya ini tersenyum lepas lagi.
Tiba tiba Kalingga melepaskan dasi yang ia pakai dan memutar tubuh Ailee.
"Mata kamu tutup pake ini ya? Aku punya kejutan," ujarnya.
__ADS_1
"Kejutan apa? Jangan aneh aneh," peringat Ailee.
"Enggak aneh sayang. Nurut aja, nanti kamu tahu. Ya?"
"Awas aja kalo aneh aneh, aku bakalan marah."
"Enggak sayang. Negatif thinking mulu sama calon suami."
Blushh...
Kedua pipi Ailee terasa jadi panas setelah mendengar ucapan Kalingga. Mungkin bagi orang lain itu terdengar biasa saja, tetapi berbeda ketika Ailee yang mendengarnya. Jantungnya berpacu dua kali lebih cepat dari biasanya. Ailee menundukan kepalanya saat pipinya terasa semakin panas.
"Lucu banget jadi merah pipinya," ucap Kalingga pelan. Tangan kokohnya terangkat untuk mengelus pelan pipi sang kekasih yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Malu," cicit Ailee.
"Ngapain malu? Aku seneng loh lihatnya."
"Udah ah, jangan goda mulu. Jadi enggak tutup mata akunya?"
Semalam, Kalingga menyiapkan hal ini. Bahkan ia sampai memohon mohon pada maminya untuk memberinya ijin sekaligus membantunya dalam menjalankan kejutannya ini. Untungnya lagi maminya memiliki kenalan disini, jadi Kalingga bisa dengan mudah untuk mereservasi tempat sekaligus menyiapkan beberapa perlengkapan lainnya.
"Masih jauh?" Tanyq Ailee.
"Sudah sampai. Tapi jangan dulu dibuka," larang Kalingga saat Ailee kembali memegang penutup matanya. Berulang kali Kalingga menurunkan tangan Ailee agar tidak mengganggu penutup itu.
"Misterius banget sih, kan jadi penasaran," dumel Ailee pelan.
Kalingga hanya tersenyum mendengar gerutuan kekasihnya itu. Lalu ia pun melepaskan penutup mata yang dipakai oleh Ailee.
Saat penutup mata terbuka, beberapa kali Ailee mengerjapkan matanya. Di depannya ada sebuah tempat yang sepertinya sengaja di setting untuk ada disana. Ditambah juga ada beberapa snack dan minuman.
"Little surprise, mommy," bisik Kalingga.
__ADS_1
Ailee tersenyum mendengar bisikan dari kekasihnya. Gadis itu pun membalikan tubuhnya sehingga berhadapan dengan Kalingga.
"Maksudnya apa? Kenapa tiba tiba siapin ini semua buat aku?"
"Memangnya harus ada maksud tertentu ya? Aku memang sengaja melakukan hal ini karena ingin melihat kamu bahagia sayang," ujar Kalingga tersenyum.
"Yakin gak ada maksud lain?" Tanya Ailee memastikan.
Kalingga menghela nafasnya lalu berjongkok di depan kekasihnya. Satu tangannya mengeluarkan kotak bludru berwarna merah. Ia pun membuka kotak tersebut.
"Masih ingat cincin ini? Cincin yang sering aku kalungkan?"
Ailee menganggukan kepalanya. Ia tahu betul cincin itu, cincin yang selalu Kalingga bawa kemana mana.
"Dulu kamu sempat cemburu dengan cincin ini. Bahkan mengira jika ini adalah pemberian gadis lain," ujar Kalingga terkekeh kala mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Waktu itu status mereka masih teman, jadi Kalingga tidak menjelaskan apa apa pada Ailee.
"Kalung ini di desain sesuai dengan keinginan ku sendiri. Waktu itu papi menawarkan mobil, sama seperti apa yang diinginkan oleh bang Kai dan Briella. Tapi aku menolak hadiah mobil tersebut. Sebagai gantinya aku meminta papi mencarikan pengrajin berlian untuk membuatkan cincin ini," jelas Kalingga.
"Terus waktu itu kamu berniat memberikan cincin ini pada siapa?" Tanya Ailee penasaran.
"Untuk istri ku. Memang gila, tapi entahlah waktu itu aku memikirkan hal itu sehingga aku meminta papi mencari pengrajin itu dan hadirlah cincin ini," ucap Kalingga.
"Wanita mana yang akan beruntung jadi istri kamu?" Tanya Ailee pelan. Ada sedikit rasa sakit di dadanya saat bertanya hal tersebut pada Kalingga. Rasanya tidak rela bahkan tidak sudi melihat Kalingga bersama dengan wanita lain.
"Tentu saja wanita di depan ku saat ini." Tiba tiba Kalingga bersimpuh di depan Ailee dan menggenggam satu tangan Ailee.
"Aku tahu, saat ini kita masih seorang pelajar SMA. Aku tahu aku juga belum memiliki pekerjaan untuk memberikan semua yang kamu mau. Tapi keyakinan di dalam hati ku yang terus mendesak ku untuk segera menyematkan cincin ini di jari manis mu," jeda Kalingga.
Nafas Ailee tercekat sejak Kalingga bersimpuh di depannya. Jadi Kalingga sedang melamarnya?
"Aku bukanlah pria yang romantis. Aku hanya mencoba menjadi pria yang selalu kamu cintai. Dengan ketidaksempurnaan ini, apakah kamu mau menjadi calon istri ku di masa depan nanti?"
Deg...
__ADS_1
Tbc.