
***
Sebenarnya, Kalingga sendiri yang meminta suster rumah sakit ini untuk menghubungi Ailee bukan keluarganya. Dia ingin gadis ini yang datang menjemputnya. Dia bahkan merencanakan prank dadakan. Awalnya ini semua tidak pernah terpikirkan di benaknya. Namun entah mengapa pemikiran untuk menggoda kekasihnya muncul begitu saja di otak jahatnya.
Kalingga sebenarnya tidak tahan saat mendengar Ailee menangis bahkan tangannya gatal untuk tidak menolak Ailee tadi. Hampir saja rencana pranknya gagal karena dia grogi sendiri. Bahkan dia mengatakan kekasihnya ini cewek gila hanya untuk menghindari pranknya gagal.
Yap, ini semua hanyalah rekayasa Kalingga. Pria itu tidak benar benar dalam hilang ingatannya. Itu semua hanya rencananya. Namun perkataan dokter tadi bukanlah rekayasa, itu kenyataannya. Kepala Kalingga memang terluka karena terbentur. Namun entah terbentur pada apa. Hanya saja bagian dahi kirinya terluka, cukup dalam namun tidak terlalu parah. Kalingga hanya dikatakan geger otak ringan. Efeknya hanya pusing di kepalanya.
"L-lingg-a," lirih Ailee. Gadis itu tidak bisa apa apa. Sekarang pergerakannya di kunci oleh Kalingga. Bahkan untuk sekedar menolehkan kepalanya saja Ailee kesulitan.
Di lehernya, bibir Kalingga bergerak dengan cukup liar. Bukan hanya mengecup, melainkan membuat beberapa tanda. Hanya samar, namun itu hanya beberapa. Ada yang paling merah, dan itu sengaja dibuat Kalingga.
Saat Ailee masuk tadi, dia benar benar dibuat tegang dengan tampilan sexy gadis ini. Dress cocktail ini benar benar sangat mempesona jika dipakai oleh Ailee. Apalagi warnanya hitam, warna favorit Kalingga. Tubuh putih Ailee benar benar kontras dengan warna dress yang dia pakai hari ini.
Kalingga dengab rakus bergantian mengecup bibir Ailee juga mengecup basah di bagian lehernya. Tidak hanya sekali. Namun entah sudah berapa kali, Kalingga tidak tahu karena dia tidak menghitungnya. Yang jelas sekarang bibir Ailee sedikit lecet akibat ulah Kalingga juga lehernya memerah.
Kaki Ailee benar benar serasa seperti jelly. Sangat sulit berdiri tegak. Namun untuknya Kalingga dengan cepat menahan pinggangnya. Ailee tidak bisa bergerak bebas sebab kedua tangannya yang tadi di kunci di sisi kiri dan kanan kepalanya kini beralih menjadi diatas kepalanya. Kalingga menyatukan kedua tangan Ailee sehingga gadis ini tidak akan banyak berontak.
"Lem-eshh," lirih Ailee.
Kalingga jelas saja terus mendengar lirihan yang keluar dari bibir Ailee. Sejak tadi bibir ranum itu terus melirih meminta Kalingga berhenti.
"Gue yang main dan gerak dari tadi, lo cuma diem. Kenapa kelihatan kayak capek?" Tanya Kalingga pelan.
"Lemes," ucap Ailee.
Tidak tega juga membiarkan gadisnya terus dengan posisi berdiri, apalagi Kalingga tahu jika kaki gadis ini lecet lecet akibat berlarian. Aneh sekali, kenapa tidak naik taksi saja? Atau angkutan umum lain. Atau paling tidak minta diantar keluarganya. Bahkan Ailee bisa mengendarai motor dan mobil, kenapa gadis ini berlari? Yah, Kalingga harus bertanya soal itu.
Kalingga menatap lekat wajah melas Ailee yang terlihat sangat kelelahan itu.
"Cape?" Tanya Kalingga. Ailee menganggukan kepalanya.
"Lemes juga," ucap Ailee.
__ADS_1
Kalingga melepaskan cekalan tangannya pada tangan Ailee. Tak lama Ailee langsung memeluk Kalingga.
"Gendong sayang," ucap Ailee.
Kalingga memejamkan matanya kuat kuat saat Ailee berbicara. Hembusan nafasnya tepat mengenai telinganya. Tolonglah, Kalingga sudah tidak tahan. Tapi tidak mungkin juga dia mengunboxing Ailee saat ini.
"Mau pulang?" Tanya Kalingga.
"Heem. Pulang, cape. Kaki aku sakit juga," ucap Ailee.
"Oke, naik pangkuan gue. Kita pulang," ucap Kalingga.
"Bibir Ailee sakit. Leher Ailee merah merah ya?" Tanya Ailee.
"Merah dikit, nanti di tutup plester," ucap Kalingga.
"Ganas banget," ucap Ailee pelan. Kalingga tidak lagi menanggapinya. Pria itu pun memangku tubuh Ailee. Untungnya hanya kepalanya saja yang luka anggota tubuhnya yang lain selamat.
"Tidur aja," ucap Kalingga.
"Hm," gumam Ailee.
Kalingga pun membawa Ailee ke lobby. Disana sudah ada bawahan papinya yang menunggu.
***
Kepergian Kalingga keluar rumah cukup lama. Bahkan semua keluarga sudah bangun dari tidur siangnya. Saat ini semuanya sedang berkumpul bersama di ruang keluarga. Hanya minus Kalingga saja. Anak itu masih belum pulang. Untungnya Ashel dan Kavin tahu dimana keberadaan anak bujangnya itu. Anak itu sedang bucin dengan kekasihnya. Memang itu lebih baik, dari pada Kalingga disini.
Vanesha dan Ayu masih istirahat. Kairav dan Virendra seperti biasa akan main game. Ternyata sikap Kairav tetap biasa saja pada Virendra. Tadi memang saat bertemu, Virendra langsung membahas hal itu. Namun Kairav bilang yang bersalah bukanlah Virendra, melainkan Vanesha. Virendra tidak perlu merasa bersalah.
Briella, Ashel dan Kavin sedang menonton bersama keluarga besar. Disana Briella sedang duduk diantara oma Sarah dan oma Nata. Di pangkuannya ada potongan buah buahan yang ditambahkan dengan susu kental manis.
"Oma lihat, dulu katanya mami suka film domba. Bahkan papi dengan sengaja minta desain piring pajangan di ruang tamu dengan gambar domba domba itu, cuma karena mami ngidam. Papi sebucin itu ya sama mami?" Tanya Briella. Tontonan keluarga saat ini memanglah film domba kesukaan Ashel.
__ADS_1
"Iya, papi kamu awalnya pura pura gak mau, eh tahunya tetep aja mau," ucap Nata.
"Wah, wah. Berarti bapak Kalingfa juga terverifikasi sikapnya mirip bapak anak tiga ini?" Tanya Briella.
"Heh, ngomongnya. Ini papi kamu," ucap Ashel.
"Hehe, kan bener loh mi," ucap Briella cengengesan.
"Papi kayak gitu kan mami kamu lagi ngidam. Kamu juga dek kenapa mintanya yang aneh aneh waktu mami hamil kamu," ucap Kavin.
"Yeee, bukan cuma aku ya yang ada di perut mami waktu itu. Ada abang sama kakak juga. Salahin mereka juga lah pi," ucap Briella.
"Ya pokoknya kalian bertiga. Kalian tahu, mami tengah malem nangis nangis pengen bakso mang Mi'un. Kepaksa kan harus pulang dari Boston," ucap Kavin.
"Wah? Ke Indo? Bener?" Tanya Briella.
"Bener-,"
"Loh, Lingga," ucap Ashel saat akan menjawab ucapan Briella. Wanita itu pun langsung berdiri dan berjalan menghampiri anak bujangnya yang sedang menggendong Ailee.
"Ssttt, dia tidur mi," ucap Kalingga saat melihat maminya akan bertanya. Ashel pun mengurungkan niatnya.
"Bawa dia ke kamar kamu aja nak," ucap Sarah.
"Gak papa?" Tanya Kalingga.
"Gak papa, asal jangan di apa apain," ucap Ashel.
"Megang megang doang," ucap Kalingga pelan. Pria itu pun membawa kekasihnya naik ke lantai dua menuju ke kamarnya.
Sedangkan semua keluarganya hanya terkekeh pelan melihat tingkah Kalingga. Lucu sekali, pria dingin dan irit bicara itu sudah bucin pada gadis bule itu.
Tbc.
__ADS_1