Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
97. Sisi Gelap Kalingga


__ADS_3

***


Kalingga mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan pria di depannya ini, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Alvaro. Kalingga menarik pinggang Ailee sehingga gadis itu mendekat ke arahnya. Tanpa menunggu aba aba, Kalingga mendekatkan bibirnya pada bibir Ailee. Bukan hanya Ailee dan Alvaro yang melotot terkejut melainkan dengan kedua orang tua Kalingga. Bahkan disana juga ada keluarga Fello.


Vanesha mengepalkan tangannya dan melangkahkan kakinya untuk menarik tangan Ailee dan menampar gadis itu karena dengan lancangnya mau di cium oleh Kalingga. Namun dengan cepat Ayu menahan tangan anaknya yang akan melangkah maju. Ayu menggelengkan kepalanya kepada Vanesha agar anak itu tetap diam.


"Anak kamu," gumam Ashel.


"Apa yang jadi firasat kamu waktu Kalingga kecil bener bener kejadian kayaknya. Dia bener bener kayak aku ke kamu waktu itu, masih ingat?" Tanya Kavin berbisik.


"Ya emang dia copy-an kamu," ucap Ashel. Kavin hanya menganggukan kepalanya.


Kalingga melepaskan ciumannya namun kening mereka masih menempel. Ia memejamkan matanya saat keningnya masih menyatu dengan kening Ailee. Perasaannya benar benar tidak enak sekali saat ini. Marah, kesal, ingin mengamuk. Semuanya campur aduk.


"Gak perlu gue jelasin lagi kan? Lo sendiri udah lihat apa yang barusan terjadi," ucap Kalingga pada Alvaro. Lingga menarik Ailee masuk ke dalam kamar rawatnya. Melewati keluarga Vanesha yang menatap ke arahnya.


"Mi, pi, boleh ya? Lingga gak mau nerima penolakan," ucap Kalingga. Ashel dan Kavin mau tak mau menganggukan kepalanya setuju. Mereka memang sudah meminta pihak rumah sakit untuk menyediakan dua ranjang dalam satu ruangan. Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk Kalingga dan Ailee.


Sementara itu setelah Ailee dibawa masuk oleh Kalingga, Vanesha mendekat ke arah Kavin dan Ashel. Raut kemarahan nampak jelas sekali di wajah Vanesha. Tanpa bertanya lagi, Ashel dan Kavin sudah tahu alasannya. Iya, Kalingga dan Ailee. Itu adalah alasan kemarahan Vanesha.


"Aku gak nyangka om sama tante biarin cewek gatel itu deket deket terus sama kak Ling," ucap Vanesha.

__ADS_1


"Vanesha, dia punya nama. Lebih baik gunakan nama bukan dari pada menyebutnya dengan panggilan seperti itu?" Tanya Ashel tersenyum.


"Dia bakalan tetep aku panggil cewek gatel sekaligus murahan. Udah tahu di tolak masih aja deketin. Murahan sama gak tahu diri di borong abis sama dia," ucap Vanesha.


"Nyatanya, yang cium Ailee duluan Kalingga kan? Yang bawa Ailee juga Kalingga. Om enggak bermaksud membela Ailee. Tapi kenyataan yang kamu lihat juga seperti itu kan?" Ucap Kavin.


"Udah Vanesh, kamu gak berhak mengatur maunya kakak sepupu kamu," ucap Ayu.


"Enggak ma, gimana pun kak Ling gak pantes sama cewek murahan, gatel, sama urakan kayak dia. Mana gak tahu diri, mau jadi apa kalo nama belakang dia disematkan nama Natapraja? Bikin malu keluarga aja," ucap Vanesha.


"Fell, Yu, gue balik duluan. Mas Kavin harus ke kantor soalnya, kalian terserah mau ikut ke rumah gue atau nungguin Kalingga sama Ailee disini," ucap Ashel. Wanita ini memilih untuk pergi saja dari sini. Dia sudah jengah sekali mendengar ucapan Vanesha pada Ailee. Bagaimana pun, Ashel yang dari dulu melihat perkembangan dan pertumbuhan Ailee dari gadis kecil sampai sebesar sekarang. Ashel tahu kepribadian Ailee seperti apa, karena hampir setiap hari dia melihat Ailee. Berbeda dengan Vanesha. Dulu, Ashel memang pernah di titipi Vanesha ketika anak itu masih bayi karena Ayu ada keperluan keluar. Dan setelah itu dia tidak melihat perkembangan pertumbuhan Vanesha lagi karena jarak rumah yang cukup jauh.


"Udah ngehina orangnya?" Tanya Fello.


"Cukup Vanesh, kita pulang sekarang," ucap Ayu.


"Enggak! Vanesh mau sama kak Lingga disini. Vanesha mau rawat kak Lingga," ucap Vanesha. Dengan cepat Fello menarik tangan Vanesha dari sana saat wanita itu hendak masuk lagi ke dalam ruangan Kalingga.


"Jangan malu maluin Vanesha. Kamu orang berpendidikan," ucap Ayu. Ia mengikuti langkah suaminya yang menarik tangan Vanesha untuk keluar dari dalam rumah sakit. Vanesha rela bolong absen sekolah karena memaksa ingin menjenguk Kalingga. Ayu dan Fello tidak memiliki pilihan lain selain menuruti maunya Vanesha.


Sementara itu di dalam ruangan rawat Kalingga, disana benar benar sudah ada dua ranjang dan dua peralatan medis. Ailee memang belum sembuh total, namun ia memaksa pergi karena ia sudah tidak tahan dengan sikap Kalingga. Tapi ternyata, malah Kalingga sendiri yang kembali menahannya untuk tetap di rumah sakit agar kesembuhan Ailee semakin berjalan cepat. Namun sialnya dia harus satu ruangan dengan Kalingga.

__ADS_1


Benar benar apes sekali nasibnya.


"Geser," titah Kalingga. Pria itu ingin tidur satu ranjang dengan Ailee namun sejak tadi Ailee terus tidur di tengah tengah kasur. Sehingga tidak ada space luas untuk Kalingga.


"Punya kasur sendiri," ucap Ailee.


"Orang tua gue yang bayar," ucap Kalingga tak mau kalah.


Ailee menghela nafasnya. Ia kemudian bergerak maju sesuai dengan kemauan Kalingga. Namun saat pria itu naik untuk tiduran, Ailee turun dari sana dan berjalan ke kasur Kalingga. Kalingga menatap tajam ke arah Ailee.


"Gue bisa sebar foto tadi kalo lo mau," ucap Kalingga bermaksud mengancam. Ailee mengepalkan tangannya saat mendengar perkataan Kalingga. Mau tak mau ia menurut dan kembali ke kasurnya lalu tidur memunggungi Kalingga.


"Good girl," ucap Kalingga. Pria itu ikut tiduran dan memeluk tubuh Ailee dari belakang.


"Gue pegang banyak foto lo yang lagi dalam posisi ambigu sama gue. Seharusnya lo tahu alasan gue bawa lo ke apartement itu apa. Lo terlalu lugu untuk gue bohongi ternyata. Sekarang, apapun yang gue bilang, lo harus nurut," ucap Kalingga. Pria itu memasukan tangannya ke dalam baju Ailee dan mengelus pelan perut gadis itu.


"Kenapan kamu sejahat ini?" Tanya Ailee.


"Lo bakalan lebih tahu jahatnya gue kayak gimana kalo lo gak nurut sama gue," ucap Kalingga. Pria itu menarik tubuh Ailee agar berbalik dan menatapnya. Kalingga memang berniat menghukum Ailee dengan membuat luka di bibir wanita ini. Iya, Kalingga mencium Ailee dengan cukup brutal dan tidak pelan seperti biasanya. Ailee kewalahan dengan ciuman Kalingga. Apalagi tubuhnya di kukung oleh pria ini. Kalingga benar benar gila sekaligus sangat jahat padanya.


"Lep-pash," ucap Ailee tertahan sebab bibirnya hanya dilepaskan sesekali saja. Namun sepertinya Kalingga mendengar ucapan Ailee. Ia pun melepaskan ciumannya dan menatap bibir Ailee yang membengkak.

__ADS_1


"Lo cuma bisa nurutin kemauan gue tanpa membantah. Karena gue punya banyak foto foto kita waktu bersama. Bahkan beberapa video kita ketika berciuman."


Tbc.


__ADS_2