Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
152. Brixy Circuit


__ADS_3

***


Menyesal dan merasa tidak memiliki tanggung jawab.


Mungkin itu yang Ailee rasakan saat ini. Bukan apa apa, sejak beberapa hari yang lalu dia sudah berniat ingin mengunjungi arena sirkuit karena sedang direnovasi akibat ulah Albert dan Fade. Kedua manusia itu belum kembali menunjukan batang hidungnya di depan Ailee setelah kejadian itu.


Entah mereka malu atau apa, Ailee tidak tahu. Semoga saja mereka tidak datang lagi ke kehidupan Ailee. Ailee paling muak dan tidak suka dengan hal itu.


Sepulang diantar Kalingga tadi, Ailee bergegas mandi dan ganti baju. Celana levis panjang dan kaos pendek dipadukan dengan jaket kulit. Ailee berniat mengunjungi sirkuit malam ini. Ia tidak akan melewatkannya lagi. Untungnya malam ini Kalingga bilang ada sedikit urusan dengan papinya, entah apa Ailee tidak tahu karena tidak bertanya. Yang jelas selagi itu tidak bersama Vanesha atau pun wanita lain Ailee tidak akan banyak bertanya.


Ailee menggunakan motor yang biasa ia gunakan untuk balapan. Sudah lama juga motor ini tidak dipakai, kasihan takutnya motor ini akan karatan jika terus diam di garasi.


Ailee berkendara dengan cepat namun masih dalam kesadaran. Tentu saja karena dia tidak ingin jatuh dan masuk rumah sakit lagi. Dalam satu bulan ini, berapa kali dia keluar masuk rumah sakit. Padahal sakitnya itu hanya sepele saja.


Ailee tahu di rumahnya ada kedua orang tuanya juga Alvaro. Namun Ailee tidak mau menemui mereka. Mereka bertiga sibuk di ruang kerja. Bahkan saat Ailee pulang tadi, dia tidak melihat keberadaan kedua orang tuaanya. Ailee pun tidak datang ke ruang kerja mereka untuk sekedar menyapa.


Anggaplah dia anak tidak tahu diri karena tidak sopan pada kedua orang tuanya. Seharusnya memang dia datang pada kedua orang tuanya untuk sekedar basa basi tanya kabar. Namun sayangnya Ailee paling tidak suka basa basi. Dia jengah dengan hal itu, basa basi benar benar tidak bermutu bagi Ailee.


"Wish, Queen datang akhirnya," ucap William.


"We miss you Queen," ucap Cita. Gadis itu maju mendekat ke arah Ailee yang masih berada diatas motornya dan memeluknya. Begitu juga dengan Angela dan Sopia.


"Mentang mentang punya Kalingga, susah banget ke sirkuit doang," ucap Angela.


"Bukan kayak gitu, kemarin gue demam tiba tiba jadi gak bisa kesini. Lo tahu sendiri, kalo sampe mereka tahu gue sakit dan maksa kesini, yang ada sirkuit ini di tutup sama yang punya," ucap Ailee sembari menunjuk ke arah bodyguard bodyguard yang berjaga menggunakan dagunya.


"Kan yang punya elo. Bang Max bilang gitu, sejak awal sirkuit ini dibangun itu ya karena emang buat lo dan jadi milik lo," ucap Sopia.

__ADS_1


"No. Gue belum tanda tangan surat kepemilikannya. Entahlah, gue masih belum mau menerima sirkuit ini sepenuhnya," ucap Ailee.


Benar adanya, sirkuit ini dibangun atas kemauan Alex sendiri. Dia hanya kasihan pada anak semata wayangnya ini yang harus menggunakan sirkuit umum untuk latihan. Saat itu juga kakek Ailee mengatakan hal yang sama yaitu untuk membuatkan Ailee sikuit. Setelah cukup lama berpikir akhirnya papi Ailee pun melangsungkan pembangunannya. Saat itu usia Ailee masih sekitar tiga belas tahun.


"Ya kenapa gak tanda tangan Queen, kan lumayan loh. Sirkuit ini luas, banyak yang pake juga buat dijadiin tempat balap. Kenapa gak lo tanda tangan biar uang yang dihasilkan dari sikuit ini masuk rekening lo?" Tanya Cita. Mereka semua berjalan menuju ke area yang masih direnovasi. Namun saat ini sudah malam, jadi para tukang sudah pulang.


"Gue emang belum tanda tangan kepemilikan, tapi uangnya udah masuk rekening gue," ucap Ailee.


Cita, Angela dan Sopia tercekat mendengarnya. The real crazy rich Queen. Tapi kenapa anak ini tidak pernah menunjukannya?


"Will," panggil Ailee.


"Apa Queen?" Tanya William.


"Ici mana?" Tanya Ailee.


Ailee dan William kompak menoleh ke belakang mereka. Disana ada Rici dan Willem. Kedua pemuda itu baru bergabung. Entah kemana mereka pergi tadi.


"Biar simpel," ucap Ailee.


"Bicarain soal kemarin di dalem aja. Biar lebih privasi, disini bukan cuma anak anak SBA aja, ada anak anak luar yang sewa juga," ucap Rici.


"Okay," putus Ailee.


Yang masuk hanya Rici dan Ailee saja. Sisanya mereka kembali keluar menikmati suasana riuh yang sangat ramai ini. Kebetulan sedang ada balapan antar club. Tenang, balapan ini legal jadi tidak perlu takut dengan gerebekan polisi.


"Seperti yang udah gue jelasin, kejadian kemarin murni karena salah paham antara Fade sama Albert. Begonya mereka sampe rusak sirkuit, untungnya gak rugi bandar lo," ucap Rici.

__ADS_1


"Menurut bang Max gimana?" Tanya Ailee. Kebetulan pria yang seumuran dengan Alvaro itu ada disana. Dia memang bekerja pada keluarga Ailee, tugasnya mengelola dan mengatur sirkuit. Sedangkan ownernya adalah Ailee.


"Setelah di selidiki, memang ada kesalah pahaman antara Fade dan Albert. Mereka berdua menunjukam chat yang isinya mengatas namakan kamu, isi chatnya sama. Hanya nomornya yang berbeda. Setelah dilacak, nomor itu tidak aktif dan tidak ditemukan lokasinya," jelas Max.


"Aneh banget," gumam Ailee.


"Lo ada musuh kali Queen, masa iya tiba tiba gini kalo gak ada api," ucap Rici.


Benar, tidak akan ada asap jika tidak ada api. Tapi api apa yang sudah Ailee lakukan? Bahkan selama beberapa minggu ini dia kalem dan tidak balapan.


"Kalian tahu kan beberapa minggu ini gue bahkan jarang ke sirkuit. Keseharian gue setelah sekolah ya pulang ke rumah, kalo enggak nangkring di rumah Kalingga. Kapan gue main apinya?" Tanya Ailee.


"Nah itu dia, kayaknya ini udah direncanain Queen," ucap Rici.


Ailee terdiam dan berpikir. Siapa musuhnya?


"Anehnya nomornya gak aktif, kayaknya nomor itu dipake cuma hari itu aja. Setelah menghubungi Fade dan Albert lalu memastikan mereka kesini, nomor itu dibuang," ucap Max.


"Memastikan?" Ulang Ailee.


"Iya. Albert bilang awalnya dia gak akan datang karena dia yakin kamu bukan tipekal cewek menye menye Queen. Albert memutuskan tidak datang bahkan, tapi setelah beberapa kali pesan itu masuk, Albert pun terpaksa kesini dan terjadilah adu jotos antara Albert dan Fade," ucap Max.


"Abang tahu dari Albert sendiri?" Tanya Ailee.


"Bahkan gue lihat chatnya Queen. Typingnya bener bener bukan lo. Typingnya di singkat singkat kayak kode aja," ucap Rici.


What?! Jadi siapa? Kenapa Ailee jadi bingung sendiri soal ini. Siapa agaknya yang melakukan hal ini. Jika berpikir itu adalah rival bisnis papinya, rasanya tidak mungkin. Mereka tidak akan melalukan cara kotor seperti ini.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2