
SEPIIII BGT NGALAHIN KUBURAN
***
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAA."
"BISA GILA GUE LAMA LAMA."
"KALINGGA AJIB BENER KALO UDAH BUCIN. EH IYA BUCIN YA YANG BEGITU? AAAA, POKOKNYA GUE SENENG POLL."
Begitulah teriakan seorang Ailee Fox saat dia sudah sampai di rumahnya. Beruntung lah kamarnya ini kedap suara jadi kedua orang tuanya atau pun orang lain yang ada di rumahnya ini tidak akan mendengar teriakan cempreng nan menggelegarnya itu.
Setelah Kalingga dan Ailee puas menghabiskan waktu bersama, Ailee meminta pria itu untuk mengantarnya pulang. Memang tadi Kalingga sempat menolak karena dia ingin Ailee menginap di apartementnya. Alasannya Kalingga tidak mau jauh dari Ailee dan Kalingga ingin tidur dengan guling hidup.
Padahal Ailee tahu maksud tertentu Kalingga yang memintanya untuk tinggal di apartementnya. Ailee memang tidak tahu dan hanya menduga saja. Sebab siapa lagi pria yang berani membuat bibirnya lecet di pagi hari jika bukan ulah Kalingga? Sialnya lagi Ailee sangat kebo dan tidak pernah terganggu dengan apapun ketika dia sudah terlelap cukup lama.
Ailee pernah beberapa kali mendapatkan bibirnya yang terluka dan sedikit kebas. Semuanya akibat ulah Kalingga. Sebab saat itu Ailee juga hanya bersama Kalingga dan juga tidur bersebelahan dengan Kalingga. Untungnya Ailee hanya merasakan sakit dan kebas di bibirnya, tidak pada area lain di tubuhnya. Bayangkan saja jika Kalingga mengerayangi tubuhnya saat dia tertidur lelap, mungkin di pagi harinya Ailee akan kembali kesakitan dan seiring berjalannya waktu bentuk fisiknya juga akan berubah.
Namun untunglah Kalingga masih waras dan tidak bertindak jauh. Walau kadang kadang otaknya koslet dan hampir akan melakukan itu pada Ailee.
Ailee tidak pernah marah pada Kalingga yang bersikap cukup liar dan nakal padanya. Mungkin sesekali iya, saat Kalingga sudah berada diluar batas. Ailee bersikap biasa dan seolah menerima memang sengaja. Dia tahu nafsu pria itu sangat besar sekali. Makanya Ailee tidak berani melawan jika kegiatan mereka hanya sebatas kiss. Toh dia juga menikmatinya saat itu. Jadi fine fine saja.
"Gue bisa gila anjir dari tadi senyum senyum gak jelas sambil lihatin cincin ini. Mana bentukannya love lagi, cinta banget gue sama Kalingga. Udah ganteng, berduit, royal lagi. Ahhh, rasanya gue pengen cepet cepet jadi nyonya Kalingga," ucap Ailee terkikik geli.
__ADS_1
Sepertinya yang gila bukan hanya Kalingga, namun Ailee juga. Buktinya dia terus terusan berteriak kegirangan saat ini. Mungkin karena tadi dia sudah menahannya sebab masih ada Kalingga. Bahkan saat diatas motor pria itu pun, Ailee benar benar tidak bisa menahan senyumnya untuk terus mengembang dengan sempurna.
Entah kenapa kebahagiaan terasa sangat manis sekali. Apalagi kini, Kalingga sudah benar benar mencintainya. Bodohnya dia dulu sampai seperti itu pada Kalingga, yang ternyata Kalingga juga mencintainya.
"Gak sabar besok ketemu ayang. Gue cip*k sampe bibirnya bengkak kayak di gigit tawon deh. Tapi nanti maminya marah kalo gue gituin anaknya, tapi ya udah lah. Kan udah diijinin juga," ucap Ailee.
Gadis itu pun bangkit dari atas tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sebentar lagi makan malam, dia harus segera bersiap. Kasihan nanti kedua orang tuanya harus menunggunya.
Sekitar dua puluh menit lamanya Ailee membersihkan dirinya juga berpakaian. Ia pun sudah selesai dan sudah bersih. Ailee sempat mengecek notif ponselnya yang penuh dengan chat dari Kalingga. Padahal mereka baru saja bertemu tadi sore, bahkan seharian ini bersama. Tapi Kalingga masih intens mengiriminya pesan.
"Awas jatuh sayang, fokus banget sama ponselnya. Kalingga ya?" Tanya Cya.
"Iya ma. Lingga chat Brixy, ini lagi Brixy bales dulu chatnya. Telat beberapa menit aja dia ngamuk gak jelas," ucap Ailee. Gadis itu menarik kursi meja makan yang sering ia tempati lalu duduk disana.
"Baik pi, lebih baik malah," ucap Ailee.
"Baguslah, terus bangun hubungan yang baik dengan teman teman kamu. Papi seneng kalo kamu banyak temen," ucap Alex.
"Sebagian sih pi, gak semua Brix deket. Brix pilih pilih juga kali kalo mau temenan. Kalo modelannya ngeselin dan nyebelin, Brix skip," ucap Ailee.
Cya terkekeh mendengarnya. Brixy alias Ailee memang copyan papinya. Sifat dan sikapnya sama persis sekali seperti Alex, bahkan sikap Cya saja tidak ada. Hanya saja wajah Brixy sangat mirip dengannya. Bedanya Cya sudah berumur sedangkan Brixy masih muda.
"Tadi mama keluar sama Ashel, dia cerita banyak soal kamu sama Kalingga. Mama seneng dengernya," ucap Cya.
__ADS_1
"Mama? Sama tante Ashel? Emang mama gak ke kantor?" Tanya Ailee keheranan.
"Enggak sayang. Mama sudah putuskan untuk fokus jadi ibu rumah tangga saja untuk saat ini. Mama hanya akan ambil beberapa kerjaan penting saja, sisanya di urus asisten mama sama papi. Mama mau fokus ke kamu, masa masa kamu yang sudah lewat, mama benar benar menyesal karena melewatkannya. Maka dari itu, mama ingin memperbaiki semuanya dari awal. Semoga saja ini tidak terlambat, meskipun iya, mama meninggalkan masa pertumbuhan kamu dari bayi sampai sebesar sekarang," ucap Cya.
Ailee terdiam dan menghela nafasnya. Apa ucapan mamanya ini bisa ia pegang? Ia hanya takut ini hanya ucapan saja tanpa bukti.
"Mama gak bohong kan?" Tanya Ailee.
"Enggak sayang. Mama kali ini gak bohong. Mama akan melakukan apapun untuk menebus semua kesalahan mama yang lebih mementingkan bisnis dibandingkan darah daging mama sendiri. Mama harap kamu mau memaafkan sikap mama yang buruk ini," ucap Cya tulus.
Ailee tersenyum, "Mama gak salah. Bekerja sudah jadi bagian hidup mama sebelum mengenal papi. Hanya saja mama terlalu sibuk sampai tidak punya waktu untuk menemani putri mama ini. Tapi Brixy bangga karena punya mama hebat, seperti mama."
"Sayang," ucap Cya lirih. Wanita itu menerima pelukan dari anak gadisnya yang mendekat ke arahnya. Ternyata anak gadisnya tumbuh dengan baik meskipun tanpa bimbingannya langsung. Anaknya ini tumbuh jadi gadis cantik dan juga baik.
"Baiklah, ibu dan anak. Bisa kita makan? Papi sudah lapar, siang tadi papi hanya makan sedikit," ucap Alex.
"Papi kalo sakit gimana?!" Ucap Ailee dan Cya bersamaan.
"Oo, oke sekarang sudah mulai kompak ya? Papi gak mau debat sama wanita wanita cantik kesayangan papi. Papi cuma mau makan, barengan sama kalian berdua. Oke?" Ucap Alex.
Cya menggelengkan kepalanya dan mengurai pelukannya dengan anak gadisnya. Dia dengan cekatan mengambil piring kosong di depan Alex dan mengisinya dengan nasi dan lauk, pun dengan piring milik Ailee baru piring miliknya.
"Papi harap hubungan kita semakin membaik. Papi dan mama janji akan memperbaiki semuanya, Brixy sayang."
__ADS_1
Tbc.