Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
69. Alvaro Lexander


__ADS_3

***


Setelah selesai dengan urusan make up dan membayar bill-nya, Ailee dan Briella kembali menjelajahi toko lain. Mereka masuk ke salah satu toko sepatu branded, disini tidak ada yang Ailee suka atau mau. Semua modelnya hampir sama dengan miliknya di rumah. Briella sendiri, dia sudah memiliki banyak sepatu bahkan sudah berada satu rak tinggi. Ia jadi bingung harus beli atau tidak.


Beranjak ke toko sebelahnya lagi, Ailee memilih beberapa kaos oblong berukuran oversize. Selain itu ia juga memilih hot pants, kaos crop top, tank top, dan yang lainnya. Di toko ini Briella kembali kalap saat melihat lihat modelnya. Dengan semangat empat lima, Briella mengambil semua yang menurutnya cantik dan bagus.


Ailee menggelengkan kepalanya melihta tingkah Briella yang sangat kalap itu. Baru saja di tiko sebelah ia mengatakan untuk tidak membeli barang yang tidak dibutuhkan, tapi lihatlah sekarang anak itu. Dia mengambil barang tanpa melihat lihat kualitas dan jenis kainnya lebih dulu


"Lo bakalan pake itu semua?" Tanya Ailee.


"Gak tahu, tapi suka banget sama model modelnya. Lucu lucu," ucap Briella.


"Terserah," ucap Ailee. Ia sedikit beranjak dari sana menuju ke sisi lain. Disini juga terdapat baju baju haromah untuk para istri istri ketika akan dinas dengan suaminya. Yap, lingerie.


Ailee bergidik ngeri melihat modelnya saja, ini sangat sangat kurang bahan sekali. Semuanya terbuka, wajar saja ini kan baju dinas pasutri. Namun ia heran saja, mungkin setelah menikah dengan Kalingga nanti dia tidak akan heran. Tunggu dulu? Kenapa Ailee berpikiran jauh? Ini masih menjadi rahasia takdir, namun berharap sedikit boleh kan?


Ailee hendak menjangkau kaos putih yang berada di rak paling atas. Tubunya yang pendek cukup menyulitkannya untuk mengambil kaos itu. Disini juga tidak ada pelayan yang bisa membantunya karena mereka berdua sudah direpotkan dengan Briella.


Tiba tiba sebuah tangan terulur ke atas, mengambil kaos yang diinginkan oleh Ailee. Ailee tentu saja langsung menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat orang itu. Matanya membulat seketika karena terkejut.


"Nih," ucapnya.


"Ngapain abang disini?" Tanya Ailee.


"Ngikutin kamu, tadinya hari ini abang mau ajak kamu jalan. Tahunya kamu malah jalan sama temen kamu itu," ucap Alvaro.


Yap, dia adalah Alvaro Lexander. Kakak sepupu Ailee


Mamanya dengan mama Alvaro adik kakak. Jadi Ailee dan Alvaro bersodara.


"Emang siapa juga yang mau? Aku udah terbiasa tanpa abang, mending pergi aja sana," ucap Ailee. Ia merampas kaos yang sudah diambilkan oleh Alvaro dan pergi dari hadapan abangnya itu untuk menemui Briella agar barang barang mereka bisa cepat di hitung. Alvaro tentu saja mengikutinya.

__ADS_1


"Bri, udah ayok. Udah beres kan? Masa masih mau belanja lagi, keranjang lo udah penuh juga," ucap Ailee.


"Iya udah nih udah. Lo sebelas dua belas sama mami Lee, kayak gak suka lihat gue kalap beli baju. Padahal kan baju itu penting kalo kita mau keluar outif-an," ucap Briella.


"Enggak kesel cuma bete aja. Lagian kan lo sendiri yang bayar. Udah ayo ah," ucap Ailee.


Briella mengangguk dan membawa belanjaanya. Ia yang lebih dulu dihitung belanjaannya oleh kasir baru Ailee.


"Total belanjaan kakak yang kanan satu juta delapan ratus, kakak yang kiri sembilan ratus. Silahkan pembayarannya mau debit atau cash?" Tanya kasir itu.


"Debit," ucap Ailee dan Briella.


"Gue dulu ya Lee," ucap Bri. Ailee hanya mengangguk sekilas. Setelah selesai, kini giliran Ailee yang memberikan kartu kreditnya pada kasir, namun seseorang lebih dulu menyodorkan kartu debitnya.


"Pakai yang ini," ucap Alvaro. Kasir itu menoleh dan hampir memekik terkejut.


"B-baik," ucapnya.


"Mbak, itu belanjaan saya. Pake kartu kredit saya bukan dia, ini," ucap Ailee.


"Jangan dengarkan dia. Lakukan saja tugas mu," ucap Alvaro.


Briella yang berada disana pun sedikit heran dengan kedatangan pria itu. Ia tidak mengenalnya. Apa mungkin itu orang yang suka pada Ailee? Terlihat dari dia yang sudi membayar semua belanjaan Ailee. Kartu kreditnya juga sama seperti punya dia dan Ailee, yaitu black card.


Sementara Ailee terlihat frustasi. Setelah membayar bill itu ia pun segera menarik tangan Briella pergi dari sana. Ia kesal karena kehadiran Alvaro yang tiba tiba. Bukannya manusia ini sudah menetap di Inggris? Lalu kenapa dia kembali?


"Itu siapa cok? Ganteng banget deh," ucap Briella.


"Gak tahu. Gak kenal. Semua cowok cakep langsung lo pepet. Udah Bri, nyari yang pasti aja. Takutnya dia nyakitin lo," ucap Ailee.


"Si anjir, gue belum juga tahu namanya udah kasih ultimatum aja. Serius dia siapa? Dia ngikutin kita loh," ucap Briella.

__ADS_1


Ailee ingin sekali mengumpati pria ini. Tapi dia abangnya, takutnya dia kena karma karena mengumpati orang yang lebih tua darinya.


"Biarin dia. Jangan lo lirik lirik lagi, kita pulang aja deh, gue numpang makan di rumah lo," ucap Ailee.


"Idih, gak mampu lo? Numpang mulu," ucap Briella.


"Ya udah gak jadi," ucap Ailee cepat. Bahkan ia mempercepat langkahnya sehingga Briella ikut ikutan berjalan cepat. Alvaro sendiri, tanpa berjalan cepat pun ia bisa dengan mudah mengejar mereka. Karena langkahnya lebih lebar dibandingkan dengan dua gadis itu.


"Baperan. Gue maunya makan disini Lee. Tuh mau makan itu," ucap Briella menunjuk salah satu toko penjual makanan Korea.


"Ck. Ya udah sana duluan, ada urusan lain yang harus gue urus dulu. Baru gue samperin lo. Pesenin juga makanan kesukaan gue disana. Nanti biar gue tinggal makan," ucap Ailee. Ia pun melepas tangannya dari tangan Briella dan membiarkan gadis itu pergi lebih dulu dibanding dia. Briella untungnhmya cepat menurut.


Kini Ailee beralih pada Alvaro dan menarik tangan pria itu untuk menjauh dari sana.


"Abang ngapain sih?! Pulang gak?!" Ucap Ailee.


"Abang bakalan pulang kalo kamu mau ikut abang nanti malam," ucap Alvaro.


Ailee mengerang kesal. Kenapa harus abangnya ini mengajaknya malam nanti? Ia ingin cepat cepat tidur di malam harinya, namun ada saja hal yang mengganggunya.


"Gak mau. Pergi sendiri aja," ucap Ailee.


"Gak mau. Abang maunya pergi sama kamu," ucap Alvaro kekeuh.


Astaga. Ailee benar benar sangat ingin menjitak kepala pria ini. Kenapa dia harus tercipta jadi abang sepupunya yang menyebalkan?!


"Gimana? Atau mau abang ikutin terus menerus?" Tanya Alvaro. Bukan pertanyaan, tapi lebih pada ancaman.


"Ck. Iya iya, nanti malam Ailee pergi sama abang. Puas?!" Ucap Ailee kesal.


"Sangat puas little girl. See you nanti malam."

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2