
rameinnnnn
***
Sekitar pukul delapan malam, Ailee sudah bersiap untuk pergi. Kedua orang tuanya tidak ada jadi ia hanya berpamitan para Magi saja. Ailee mengenakan celana levis panjang dipadukan dengan jaket kulit warna hitam. Sedangkan dalamnya ia memakai kaos putih. Ailee menggulung rambutnya asal dan memakai helm full face warna hitam miliknya. Setelah siap, ia pun menaiki motornya dan pergi dari sana. Anak anak inti SBA juga sedang dalam perjalanan menuju ke rumah. Rumah adalah markas mereka, hanya saja Ailee dan teman temannya selalu menyebutnya rumah.
Ailee pergi dari rumahnya menuju ke rumah SBA. Perjalanan menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menit. Namun sebelum itu, Ailee menyempatkan untuk membeli makanan dan cemilan. Albert menentukan waktu balap, yaitu jam sembilan malam. Masih ada waktu, meskipun mereka telat juga tidak apa apa karena yang pasti waktu kumpul memang jam sembilan tapi balap akan dilakukan jam sepuluh malam. Itu sudah jadi kebiasaan.
Ailee menyimpan dua kantong belanjaan berisi cemilan. Ia mengambil minuman soda dan duduk di samping Angela. Sedangkan ketiga cowok langsung nyerobot ke kantong belanjaan yang dibawa Ailee. Pun dengan Sopia dan Cita. Angela sendiri hanya menunggu diberi oleh Sopia.
"Ini kita musti video-in waktu Ail menang nanti. Biar gue bisa kasih dia video itu waktu mau ngajak Ail balapan lagi," ucap Angela.
"Gue belum tentu menang Ngel," ucap Ailee.
"Pasti menang. Lo kan udah banyak pengalaman selama ini," ucap Cita yang diangguki Sopia.
"Belum tentu. Siapa tahu yang menang kali ini Albert," ucap Ailee. Ia meminum soda yang berada di kaleng yang sedang ia pakai. Tiba tiba muncul notifikasi panggilan video dari Kalingga. Wait, Kalingga?!
Ailee sampai tersedak bukan main. Bayangkan saja sakitnya tersedak air saja sudah cukup sakit apalagi dengan soda. Ailee menyimpan kaleng soda miliknya dan masuk ke dalah satu kamar yang ada disana. Semua teman temannya hanya menatap heran dengan tingkah anak itu.
"Lama banget lo," rutuk Kalingga saat panggilan video terhubung.
"Ya maaf. Kaget loh seorang Kalingga tiba tiba video call. Ada apa ayang?" Tanya Ailee.
"Gue bukan ayang lo. Lo dimana?" Tanya Kalingga.
"Kepo kayak monyet dora," ucap Ailee.
"Gantengan gue dari pada monyet dora kali. Idung lo kenapa? Merah?" Tanya Kalingga.
"Iya, tadi lagi minum soda tiba tiba notif muncul dari ayang. Ya kaget lah, jarang jarang ayang video call. Boro boro video call, chat aja gak dibales bales," ucap Ailee.
"Lo dimana?" Tanya Kalingga.
__ADS_1
"Pokoknya gak lagi di rumah," ucap Ailee.
"Gue tahu. Tadi ke rumah lo cuma Magi bilang lo lagi keluar. Lo dimana?" Tanya Kalingga.
"Di luar nyari cowok buat dijadiin selingkuhan," ucap Ailee.
"Dimana?" Tanya Kalingga geram.
"Diluar ih, gimana sih. Emang ada apaan nyari nyari? Biasanya juga seneng kalo Ailee gak ganggu kamu," ucap Ailee.
"Temenin gue ke apartement sekarang," ucap Kalingga tanpa mau dibantah.
"Ih, gak bisa. Ailee ada urusan. Nanti deh kalo urusan Ailee udah beres Ailee kesana," ucap Ailee.
"Gak bisa. Kalo elo gak kesini gue pastiin lo bakalan menyesal," ancam Kalingga.
"Eh, eh, kok dimatiin sih," gerutu Ailee karena panggilan video dimatikan begitu saja. Ailee bingung sekarang. Harus pergi ke apartement Kalingga atau ke sirkuit. Ailee keluar kamar. Ia duduk lagi di tempatnya tadi.
"Gue belum jadian sama ayang. Tapi kok tahu yang nelpon gue Kalingga?" Tanya Ailee.
"Ya elah, siapa lagi yang bisa bikin lo sport jantung kayak tadi selain manusia itu," ucap Cita. Ailee hanya cengengesan saja.
"Dia ngajak gue keluar tapi gue mau balap. Gimana dong?" Tanya Ailee meminta saran teman temannya.
"Menurut gue ya elo mending sama Kalingga aja. Jarang jarang manusia itu mau ngajakin lo main," ucap Willem.
"Eh tapi, kenapa kemarin lo so soan jadi pahlawan?" Tanya Ailee.
"Sebenarnya sih kemarin gue disuruh anak anak ini buat bantuin lo soalnya Kalingga gak ada pergerakan sama sekali. Jadi gue tolongin aja, berlagak kayak pahlawan gitu," ucap Willem tersenyum bangga.
"Udah sono lo pergi sama Kalingga. Urusan Albert and the gang itu urusan kita kita. Jarang jarang lo kayak gini sama Kalingga. Pergi sono," ucap Cita yang diangguki oleh semua teman temannya.
"Beneran gak papa? Nanti geng Albert cengin kita," ucap Ailee.
__ADS_1
"Kagak. Santai aja, udah sono pergi. Keburu Kalingga berubah pikiran. Entar lo sendiri yang nyesel," ucap William.
"Oke. Kalo ada apa apa kabarin," ucap Ailee.
"Sop, anterin. Motor gue taro disini. Nanti tolong masukin ke rumah, thank you," ucap Ailee.
"Iye, good luck," ucap semuanya. Sopia pun beranjak bersama dengan Ailee. Mereka berdua berjalan pergi dari sana. Ailee jaga jaga karena takutnya Kalingga akan mencurigai motornya. Mengingat ucapan Briella saat Ailee membantu anak tongkrongan SBA saat itu, yang dipukuli dan dikeroyok habis oleh David dan dua temannya. Kalingga tahu motornya yang itu.
Sopia mengantarkannya sampai ke persimpangan jalan karena Kalingga bilang pria itu menunggu disana. Ailee juga tidak tahu dimana apartement yang dimaksud Kalingga dan kenapa juga pria itu malah memilih tinggal di apartement?
Ailee turun dari atas motor Sopia saat sampai. Ternyata disana sudah ada Kalingga menunggu diatas motornya. Sopia sendiri sudah pergi dari sana saat Ailee turun. Ia merasa tidak ada perlu apa apa disini jadi lenih baik kembali ke rumah.
"Lama banget lo," ucap Kalingga.
"Nanti di usahain cepet. Kenapa? Kok tiba ngajak ke apartement kamu?" Tanya Ailee.
"Naik dulu," ucap Kalingga. Ailee pun menurut dan naik ke atas motor Kalingga. Seperti biasa setelah naik wanita itu akan langsung menempel pada pria itu. Memeluknya dengan erat bahkan gadis itu memasukan tangannya ke balik hoodie yang digunakan Kalingga.
Kalingga langsung melajukan motornya. Entah kemana tujuan mereka. Karena arah pulang bukan kesini melainkan ke lain arah dari arah jalan yang sedang mereka tuju. Kalingga sepertinya sudah terbiasa dengan sikap Ailee yang selalu mencabuli perut kotak kotaknya. Pria itu membiarkannya.
"Mau kemana ayang?" Tanya Ailee.
"Apart," ucap Ling.
"Ngapain? Emang Briella kemana? Kenapa gak ngajak dia aja?" Tanya Ailee.
"Jadi lo gak mau gue ajak?" Tanya Ling. Mereka berbicara biasa saja karena Ling melajukan motornya dengan perlahan tanpa mengebut.
"Bukan gitu ayang. Kan aneh aja, gak ada angin gak ada ujan ngajak Ailee ke apartement kamu," ucap Ailee.
"Mereka pergi jenguk om Fello," ucap Kalingga singkat.
Tbc.
__ADS_1