
***
Pagi hari di hari senin. Hari yang entah mengapa selalu membosankan dan paling malas untuk menjalani aktivitas. Mungkin karena di hari minggunya sudah berlibur karena weekend.
Ailee paling malas dan paling bosan dengan hari senin. Selain dia harus bangun pagi karena akan ada upacara, dia juga harus mempersiapkan dirinya karena hari ini ulangan semester. Ulangan yang tiap enam bulan sekali dilakukan setiap sekolah untuk mengevaluasi pelajaran di sekolah.
Ailee memakam rotinya dengan tidak semangat, biasa saja. Toh tidak ada yang special hari ini. Sedangkan kedua orang tuanya sejak tadi saling berbincang mengenai bisnis.
Selalu tentang itu. Ailee memang sedikit paham, tapi dia tidak mau ikut menimbrung.
"Brixy, mama buatin kamu bekal. Sekalian nanti kasih teman kamu yang kembar tiga itu," ucap Cya.
"Iya ma," ucap Ailee pelan.
"Kenapa hm? Kamu kayak lemes kayak gitu, semangat dong Brix. Hari ini kamu ujian," ucap Alex.
"Males aja sih pih, tiap semester ujian mulu. Kapan lulusnya? Lama banget," ucap Ailee.
"Loh, yang namanya sekolah kan gitu Brixy sayang, semangat dong. Kan udah punya pacar," ucap Cya. Kunyahan di mulut Ailee terhenti seketika mendengar ucapan mamanya. Jadi...
"Mama sama papi tahu sayang, Kavin yang memberitahunya," ucap Alex.
"Kapan?" Tanya Ailee.
"Kemarin kalo gak salah. Keluarga Kavinder ngajak kita makan malam bersama setelah kalian beres ujian nanti. Ya mungkin itung itung pertemuan juga, kami bertetangga juga sesama rekan bisnis," ucap Cya.
Iya, Ashel dan Cya memang memiliki hubungan yang cukup dekat. Ailee memang tidak aneh jika kedua orang tuanya sudah tahu soal ini. Mengingat mereka juga sepakat untuk menempatkan beberapa bodyguard untuk memantau kegiatan Ailee diluar.
"Papi gak akan larang hubungan kamu dengan Kalingga. Asalkan kamu bahagia dan masih tahu batasan, papi akan mengijinkannya," ucap Alex.
"I now pi, Brixy bawa marga keluarga di belakang nama Brixy. Brixy masih tahu batasan soal itu. Ngomong ngomong, Brix berangkat dulu, Kalingga udah di depan," ucap Ailee.
__ADS_1
"Hati hati sayang," ucap Alex.
"Kotak makanannya di bawa sayang. Hati hati," ucap Cya.
"Iya ma, pi."
Setelah menyalami kedua orang tuanya, Ailee pun bergegas keluar karena Kalingga sudah menunggu. Padahal masih pagi sekali, kenapa anak itu sudah menjemputnya? Biasanya juga dia berangkat agak siang. Apa mungkin Kalingga sudah mendapatkan hidayah untuk berangkat pagi dan tidak telat terus?
"Morning," sapa Kalingga.
"Morning too," jawab Ailee. Gadis itu berhambur ke pelukan Kalingga yang sedang bersandar di motornya. Semalam dia dan Kalingga melakukan sleep call sampai keduanya sama sama tertidur lelap. Bahkan panggilan video itu masih terhubung sampai pagi.
"Nyenyak tidurnya?" Tanya Kalingga.
"Nyenyak. Kan ditemenin kamu lewat telepon," ucap Ailee.
"Staycation yuk? Selesai ujian nanti," ucap Kalingga.
Pria akal bulus otak mesumnya ini benar benar membuatnya gemas tiada tara. Ailee sangat ingin membersihkan otak Kalingga menggunakan air mengalir disertai rendaman kolam susu, siapa tahu dia tidak mesum terus.
Sedangkan Kalingga hanya terkekeh dan membuka kedua tangannya, meminta Ailee masuk ke dalamnya. Ailee yang peka pun maju dan memeluk Kalingga.
Tempat ternyamannya selalu mengerti ketika dia sedang gelisah, tidak enak hati, dan yang lainnya yang dirasakan oleh Ailee. Ailee memeluk erat Kalingga, menghirup dalam aroma parfume yang dipakai pria ini. Pun sama halnya dengan Kalingga, pria itu memeluk Ailee dan menghirup aroma vanilla yang tercium dari kepala gadis ini. Wangi sekali, Kalingga suka. Biasanya jika Briella yang menggunakan parfume vanilla, dia pasti akan komplen karena tidak suka dengan wanginya yang menyengat. Namun saat Ailee yang memakainya, justru Kalingga malah suka.
"Kita berangkat sekarang, gue mau lebih lama sama lo di jalan. Ruangan ujian kita beda, lo seruangan sama Briella," ucap Kalingga.
"Iya, nama depan kamu sih awalannya huruf K, coba huru A atau enggak huruf C, pasti kita deket ujiannya," ucap Ailee.
"Ya mau gimana, waktu kecil kan gak tahu kalo udah besarnya malah lo yang jadi cewek gue," ucap Kalingga.
"Berangkat sekarang?" Tanya Kalingga.
__ADS_1
Ailee menganggukan kepalanya. Ia mengurai pelukannya namun sebelum itu Kalingga mencium kening Ailee lebih dulu. Cukup lama sekali.
"Kenapa gak kiss bibir?" Tanya Ailee.
"Nanti gue malah kepikiran bibir manis lo ini pas ujian," ucap Kalingga. Ailee hanya mendengus kesal dan sedikit menjauh lalu mengambil helm miliknya. Sedangkan Kalingga hanya terkekeh pelan, gadisnya ini benar benar suka sekali merajuk.
"Gue pakein," ucap Kalingga. Pria itu menarik helm milik Ailee dan memakaikannya. Ailee tidak memakai helm full face seperti biasanya. Tiba tiba Kalingga merendahkan kepalanya dan mengecup pelan bibir Ailee. Hanya kecupan, tidak lebih.
Ailee sendiri jadi salah tingkah sampai dia harus menahan senyumnya. Pacarnya ini ada ada saja, padahal tadi dia bilang tidak mau kiss padanya. Tapi sekarang lihatlah, dia sendiri malah menciumnya lebih dulu.
"Udah kan? Ayo naik," ucap Kalingga. Ailee hanya mengangguk sekilas dan naik ke atas motor Kalingga setelah Kalingga naik lebih dulu.
Keduanya pun melesat pergi dari depan mansion keluarga Ailee menuju ke sekolah. Namun, tanpa mereka sadari, sejak tadi Alex memperhatikan interaksi keduanya. Kentara sekali bahagia di wajah anak gadisnya saat bersama Kalingga. Ternyata apa yang dia dengar dari Kavin dan Ashel selama ini benar adanya. Kebahagiaan Ailee ada pada Kalingga begitu juga sebaliknya.
"Papi," panggik Cya.
"Kenapa mi?" Tanya Alex sembari menoleh ke arah istrinya.
"Papi mulai kerja di kantor pusat yang di Boston kan sekarang?" Tanya Cya.
"Iya mam, kenapa?"
"Mama cuma mau terus di rumah, kerja di rumah. Mama mau sambut anak mama yang pulang dan berangkat sekolah pi, papi tahu sendiri kan Brix kayak gimana," ucap Cya.
"Brix pastinya kecewa dengan kita ma. Kita harus memaklumi itu, karena kita bukan hanya sekali dua kali membuatnya kecewa. Berkali kali kita mengabaikan panggilan Brixy yang membutuhkan kita. Jadi menurut papi, wajar saja jika ada jarak diantara kita dan anak kita," ucap Alex.
Cya mengangguk. "Makanya itu, aku mau memperbaiki semuanya. Papi bisa handel semuanya kan di kantor? Sisanya biar mama yang kerjakan di rumah."
"Tentu ma, papi bisa menghandel semuanya. Papi justru senang karena mama akhirnya mau di rumah dan menjaga anak kita. Urusan kantor biar jadi urusan papi," ucap Alex.
Cya mengangguk dan memeluk suaminya. Semalaman penuh dia memikirkan hal ini. Bahkan sebelum sebelumnya juga. Ia rasa ini bukanlah keputusam yang salah. Memulai semuanya dari awal untuk memperbaiki.
__ADS_1
Tbc.