Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
174. Pria Dewasa pemberi Susu


__ADS_3

***


"Wait, kenapa om kasih ini? Maksudnya?" Tanya Briella.


Iya tentu saja dia akan bertanya kenapa pria dewasa yang tinggi di depannya ini memberikan susu kotak. Briella memang suka susu kotak sama seperti Ailee, namun dia tidak meminum merk ini. Ini susu untuk menambah tumbuh tinggi?


Sedangkan pria di depannya hanya tersenyum kecil. Sangat kecil, sampai Briella juga tidak mampu melihatnya. Yang Briella lihat pria ini hanya diam dengan wajah datarnya.


Pria itu tidak menjawabnya dan memilih pergi dari kasir setelah selesai. Briella, tentu saja tidak tinggal diam. Dia menyusul pria itu. Sial sekali kenapa pria itu sangat cepat berjalannya. Briella saja sampai tertinggal. Satu langkah pria itu sama dengan dua langkah kakinya.


"Hei, tunggu," ucap Briella. Wanita itu menarik lengan pria itu agar berhenti. Namun bukannya pria itu berhenti, malah Briella yang tertarik karena tangannya menarik tangan pria itu untuk berhenti.


"Wooo," ucap Briella terkejut saat tubuhnya menubruk tubuh pria di depannya. Wajahnya tepat sekali menubruk dada bidang pria tinggi di depannya. Briella meringis kesakitan mengelus hidungnya yang memerah karena tubrukan itu. Sedangkan pria itu hanya diam menatap ke arah Briella yang sedang kesakitan.


"Bisa gak sih kalo jangan tiba tiba diem. Tubuh om keras tahu gak?! Sakit nih idung aku," ucap Briella kesal.


"Kamu yang narik saya," ucap pria itu acuh.


"Ya kalo di tarik jangan tiba tiba diem lah. Sakit loh," ucap Briella.


Pria itu hanya melirik sinis ke arah Briella dan membalikan tubuhnya lalu pergi dari sana. Namun secepat kilat Briella menariknya dan memberikan susu kotak tadi.


"Aku gak perlu ini, lagian aku gak suka susu ini," ucap Briella. Wanita itu memberikan susu kotak itu ke atas tangan lebar pria itu. Gila sekali, tangannya sangat besar. Bahkan satu tangan itu sampai dua kali ukuran tangan Briella.


"Ambil ini dan minum, setiap hari akan ada yang mengirimkan susu kotak seperti ini. Dan kamu harus meminumnya, kita akan bertemu lagi nanti setelah kamu tinggi dan tubuh kamu lebih berisi dari ini," bisik pria itu.


"See you baby girl," sambungnya. Pria itu tersenyum manis dan pergi dari hadapan Briella.


Tubuh Briella mematung terpaku melihat senyuman manis pria itu. Sangat tampan sekali!!!


Pria itu berjalan santai menuju ke mobilnya sembari terkekeh pelan. Lucu sekali melihat gadis itu. Ternyata dia sudah sebesar itu.

__ADS_1


***


Beberapa menit berlalu, Briella sudah sampai kembali di rumahnya. Wanita itu berlari kencang menuju kamarnya. Dia harus menceritakan kejadian hari ini pada Ailee sahabatnya. Jujur saja Briella terpicut dengan pesona pria dewasa itu. Tampan dan sangat manis, apalagi tahi lalat di dagunya. Ahh, sudahlah. Briella sepertinya menyukai pria itu dalam pandangan pertamanya.


"AILEE, WOI," teriak Briella.


Gadis itu mendorong pintu kamarnya dan mencari keberadaan sahabatnya. Namun Ailee tidak ada disana. Briella langsung melaju menuju ke kamar kakaknya. Sebab dia yakin Ailee sudah di culik lagi.


"AILEE FOX, SAHABAT BRIELLA YANG PALING BAHENOL DIMANA LO?" Teriak Briella.


Ceklek...


"ASTAGFIRULLAH, LAGI NGAPAIN KALIAN?" Teriak Briella saat melihat pemandangan di depannya. Ailee duduk diatas pangkuan Kalingga dengan posisi Kalingga yang setengah duduk.


"Ini gak seperti yang lo pikir," ucap Ailee. Gadis itu hendak bangun dari atas tubuh Kalingga namun Kalingga menahannya. Sebenarnya sejak tadi Ailee sudah mendengar teriakan Briella, namun Kalingga tidak mau melepaskannya. Pria itu terus menahan tubuh Ailee karena tidak mau melepaskannya.


"Udah gue udah ngerti kok. Gue cuma bilang gue dikasih susu kotak sama cowok. Dia dewasa, kayak umuran dua tujuhan gitu kalo dari tampangnya. Tapi entah sih, dia gak bilang apa apa," ucap Briella. Gadis itu mengeluarkan jajanannya dan memberikannya pada Ailee. Gadis itu juga ikut duduk diatas kasur kakaknya.


"Kalian jangan makan diatas kasur gue! Nanti ada remahan ke atas kasur. Turun," ucap Kalingga.


"Ayok," ucap Ailee. Gadis itu bangkit dari atas tubuh Kalingga namun Kalingga menahannya.


"Adek duluan ke kamarnya. Ailee nyusul nanti," ucap Kalingga.


"Oke," ucap Briella tanpa bantahan gadis itu langsung mengambil semua jajanannya dan membawanya ke kamarnya. Ia bahkan tidak mempedulikan keberadaan Ailee yang sedang terancam.


"BRI KOK NINGGALIN!!" Teriak Ailee namun Briella hanya tersenyum manis dan menutup kembali pintu balkon. Sepeninggal Briella Kalingga lantas membalikan tubuh Ailee dan mengukungnya.


"Jangan lama sama adek. Lo pacar gue bukan pacar adek," ucap Kalingga.


"Emang kenapa?" Tanya Ailee.

__ADS_1


"Karena lo cewek gue, lo milik gue, lo pacar gue. Paham?" Tanya Kalingga.


"Ya kan nanti Briella mau cerita, sayang. Aku gak mungkin ninggalin dia," ucap Ailee.


"Gue mau sama lo terus," ucap Kalingga.


"Gitu ya? Ya udah Ailee nginep disini," ucap Ailee.


"Boleh, boleh banget. Tidur sama gue disini, gak ada bantahan. Gue mau kelon sama lo," ucap Kalingga.


"Nanti di unboxing. Kan belum waktunya," ucap Ailee.


"Gak papa. S*x before marriage udah jadi hal tabu kan? Kenapa kita gak ngelakuinnya?" Tanya Kalingga.


"Itu dosa besar mas, nanti tuhan marah," ucap Ailee. Gadis itu memejamkan matanya. Entah kenapa kasur Kalingga ini sangat nyaman. Mungkin karena kasur mahal, ditambah aromatherapy yang sering dipasang pria ini.


Sedangkan Kalingga dengan senyum tipisnya terus menatap wajah gadis yang berada di bawahnya. Pikirannya terus berkelana. Memikirkan dan membayangkan suatu saat nanti wajah ini akan memerah dengan desisan yang keluar dari mulutnya ketika Kalingga menggagahinya. Ailee benar benar mampu memutar balikan keadaan. Dulu Kalingga membencinya tapi kini Kalingga malah mencintainya.


Cupp...


Cup...


"Bibir lo rasanya mau gue lahap," ucap Kalingga.


"Nafsuan banget kamu mas Ling. Tapi kok Ailee bener bener gak bisa kalo gak suka sama kamu ya? Padahal kamu mesum, harusnya Ailee skip," ucap Ailee.


"Justru cewek harus mau sama cowok mesum. Cowok mesum lebih pro dan bisa lebih nyenengin lo diatas kasur," ucap Kalingga.


Ailee membuka kedua matanya. Gadis itu mengulurkan kedua tangannya pada leher Kalingga. Keduanya saling bertatapan dan larut dalam tatapan tersebut. Tiba tiba Ailee menarik kepala Kalingga sehingga bibir mereka menyatu. Mereka berdua saling melahap satu sama lain. Ailee tidak tinggal diam, dia mendorong tubuh Kalingga agar dia yang jadi diatas. Kalingga menerimanya. Bibir keduanya masih tertaut.


Namun tiba tiba Kalingga melepaskan ciumannya. "Udab dulu sayang, kasihan adik kamu nunggu aku. Nanti ada giliran kamu. Pake bonus."

__ADS_1


Kalingga hanya tersenyum kecil melihat tingkah gadisnya.


Tbc.


__ADS_2