
***
"Gue gak bohong," ucap Kalingga.
Terserah. Ailee sudah tidak mau ambil pusing soal itu. Yang jelas dia yakin Kalingga berbohong. Mana ada sampai menyebut namanya hingga mendes*h. Bahkan saat itu Ailee juga mendengar jika Kalingga menggeram. Ailee bukan gadis polos, dia paham dan tahu kenapa Kalingga seperti itu. Sayangnya, Kalingga tidak pandai menyembunyikan kebohongannya pada Ailee.
Waktu itu, Ailee memang sudah menduganya. Kalingga memang pria pandai berbohong, namun hanya padanya. Aneh sekali, kenapa sikap dan sifat Kalingga selalu berbeda untuknya dan untuk orang lain? Padahal Ailee juga sama sama orang dan sama sama manusia. Tapi kenapa seperti ini? Ailee bisa bisa jadi salah kaprah tentang perasaannya.
Sebagai manapun dia mencoba meluluhkan hati Lingga, pria ini mungkin tidak akan pernah bisa menjadi miliknya. Menggenggam tangannya dan berjalan bersama menuju kebahagiaan. Sayangnya, semua itu hanya angannya saja. Ailee sudah terlalu banyak berharap pada harapannya sendiri, sampai ia lupa jika berharap pada sesuatu hal selain pencipta adalah penyakit.
"Terserah kamu," ucap Ailee. Kini giliran dia yang bersandar pada dada bidang pria ini. Ailee sesekali mengecek jam yang melingkar di pergelangan tangannya, dua puluh menit lagi waktu jam kos akan berakhir. Ailee menikmati waktu yang hampir habis itu dengan memeluk Kalingga, menghirup dalam aroma tubuh pria ini. Tempat ternyaman selain kasurnya adalah Kalingga. Namun sayangnya, tempat ternyaman ini juga sering menyakitinya. Bodohnya Ailee tidak mau pergi. Seolah kesakitan yang diberikan Kalingga memang jadi makanan favoritnya.
Kalinga sendiri juga diam. Sebelah tangannya bertengger di pinggang Ailee dan sebelahnya lagi ia gunakan untuk mengelus gadis ini. Makin lama, Ailee rasanya jadi mengantuk. Ia ingin tidur namun masih ada beberapa jam lagi untuk belajar di sekolah. Dia harus menyelesaikannya sebelum pulang.
"Rooftop emang suka sepi ya?" Tanya Ailee.
"Kayaknya. Tiap gue kesini, gak pernah ada orang lain. Selalu sepi," ucap Ling.
"Tapi tenang. Gak banyak orang jadi gak bising," ucap Ailee.
"Emang iya," ucap Ling.
Mereka kembali sama sama diam. Tidak ada yang ingin mereka bahas, terlebih Ailee hanya ingin diam saja disini sebelum jam kos habis. Jarang jarang Kalingga jinak seperti ini. Biasanya dia selalu menyakiti Ailee namun kali ini pria ini seolah menerimanya. Beberapa kali Kalingga memang bersikap baik dan manis padanya. Ailee sangat senang, setidaknya mulut Kalingga tidak sepedas dulu.
"Jauhin cowok yang ganggu lo hari ini. Dia kayak punya niat gak baik buat lo," ucap Ling.
"Perhatian sekarang? Sekalian lindungin dong, perhatian iya, lindungin enggak. Sama aja bohong," ucap Ailee.
__ADS_1
"Gue gak mau lo baper dan makin suka sama gue. Gimana pun suatu saat nanti gue akan punya cewek yang gue sukai begitu pun lo. Gue harap sampe sini lo ngerti," ucap Ling.
Ailee tersenyum masam. Ia sepertinya sudah terbiasa dijadikan pilihan kedua. Ailee sebenarnya lelah, tapi dia tidak mau berhenti. Dia masih terus berharap pada Kalingga dengan berasumsi jika Kalingga sendirian saat. Ia jadi bebas mendekati pria ini. Padahal nyatanya Kalingga malah memintanya untuk tidak selalu jatuh pada pesonanya. Baiklah, Ailee akan mencobanya.
Ailee mengangkat tubuhnya dan bangun dari atas pangkuan Kalingga namun Kalingga menahannya.
"Waktu jam kos masih lama," ucap Ling.
"Tahu. Ailee lihat jam kok dari tadi, Ailee pengen ke toilet. Lepasin," ucap Ailee.
"Kenapa lo selalu berubah setiap gue bahas hal itu? Bukannya emang kita bakalan punya pasangan masing masing?" Tanya Ling.
"Iya. Tapi hal se-sensitif itu seharusnya tidak kamu bahas dengan Ailee. Kamu tahu benar jika Ailee menyukai kamu, jika memang kamu ingin Ailee sadar dan tidak lagi mengganggu hidup kamu, kamu tinggal bilang aja. Ailee masih tahu diri meskipun kadang gak sadar diri kalo kamu risih dengan kedekatan yang Ailee ciptakan. Ailee bisa pergi kapan aja Ailee mau, tapi sayangnya perasaan Ailee yang membuatnya untuk selalu bersama kamu. Karena dengan kamu, Ailee bisa mendapatkan bahagia sekaligus luka," ucap Ailee membuat Kalingga terdiam. Namun sorot matanya menatap ke arah mata jernih Ailee. Mata coklat kemerahan itu selalu membuatnya tenang. Tapi entah mengapa Kalingga selalu menolaknya.
"Ailee gak akan minta maaf, karena Ailee tahu kamu juga memiliki setidaknya satu persen perasaan untuk Ailee. Meskipun perasaan sedikit itu bisa hilang, setidaknya kamu pernah menyukai Ailee. Ailee janji, mulai detik ini Ailee akan berusaha bersikap selayaknya teman. Tidak lebih dari itu," ucap Ailee tersenyum. Gadis itu pun pergi dari atas pangkuan Kalingga.
Ailee kembali lagi sakit oleh orang yang sama.
***
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Briella dengan semangat menarik tangan Ailee untuk berjalan bersama keluar kelas, diikuti oleh Kairav dan Kalingga. Sejak percakapannya dengan Ailee di rooftop tadi, gadis itu memang terlihat jadi diam. Bahkan tidak banyak berbicara, hanya adiknya saja. Ailee juga terlihat menghindari tatapannya.
"Lee, pulang ke rumah gue dulu. Mami udah pesen itu dari jam istirahat," ucap Briella.
"Bener tuh. Sekalian buatin kita bakso, Kalingga makan lahap tahu," ucap Kai. Kalingga langsung menyikut abangnya itu agar diam dan tidak banyak bicara.
"Kayaknya gak bisa buat hari ini. Gue ada kepentingan," ucap Ailee.
__ADS_1
"Lah, kan mami udah masak sop ayam kesukaan lo Lee. Kok gak dateng sih?" Tanya Briella kesal.
"Dateng kali Lee, kasihan loh mami udah capek capek masak," ucap Kairav.
Benar juga, Ailee memang menjauhi Kalingga tapi tidak dengan keluarganya. Dia harus bersikap dewasa. Kasihan tante Ashel sudah memasakan sup ayam kesukaannya.
"Ya udah, tapi gak bisa lama," ucap Ailee.
"Nice girl. Ayo naik mobil," ucap Kai.
Ailee pun berjalan besama Briella sembari mengkode pada anak anak SBA dengan tatapannya. Karena mereka kebetulan ada di parkiran.
"GAK JADI?" Tanya Cita dengan suara lantangnya. Anak anak SBA sudah tahu maksudnya.
"TUNGGU KONFIRMASI BU BOSS," teriak William.
Briella mengernyit mendengar teriakan mereka. Ia pun menatap ke arah Ailee yang sedang memainkan ponselnya.
"Lee, nanti jatoh main ponsel waktu jalan," ucap Briella.
"Kan lo pegang tangan gue sebagai petunjuk jalan. Kirim chat doang ke papi," ucap Ailee berbohong. Dia bukan mengirimkan chat pada papinya melainkan pada grup anak anak SBA.
^^^BrixyFox :^^^
^^^"Duluan, gue nyusul bentar lagi."^^^
Tbc.
__ADS_1