Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
237. Ulat Bulu 2


__ADS_3

***


Kalingga terdiam mendengar penjelasan kedua orang tuanya. Jadi maksud dari kepala keluarga Natapraja meminta semuanya datang untuk membahas hal itu?


Disini ada Ailee, Kalingga memang tidak pernah berniat menutupi semuanya dari Ailee. Namun jika wanitanya mendengar langsung semua itu, Ailee pasti akan marah pada Kalingga. Ailee memang sudah tahu mengenai video video gila itu. Namun hanya sebagian. Setelah Ailee menghapus bahkan memblokir nomor Vanesha waktu itu, Vanesha kembali mendapatkan nomor Kalingga. Entah dari mana.


"Papi gak maksud buat maksa kamu buat tanggung jawab. Lagi pula itu bukan kesalahan kamu, papi sama mami bicara kayak gini supaya kamu paham. Sekarang kamu sudah punya pacar," ucap Kavin.


"Ailee bukan orang lain nak. Bagi mami, dia adalah penyelamat hidup mami. Dia yang rela kehilangan nyawanya demi menyelamatkan anak bungsu mami. Mami banyak berhutang budi pada gadis bule itu," ucap Ashel.


Sampai detik ini, Ashel tidak akan pernah lupa jika Ailee adalah orang yang sudah menyelamatkan Briella. Saat itu sedang genting gentingnya. Namun dengan keberanian yang dimiliki Ailee, gadis itu kembali membawa pulang anaknya dengan selamat.


"Lingga juga gak akan pernah lupa masalah itu mi. Apalagi adek di culik gara gara keteledoran Kalingga sama abang," ucap Kalingga.


"Kurangi mesum kamu sama Ailee juga. Jangan terlalu nafsu, mami tahu kalian berdua sama sama memiliku nafsu. Bedanya Ailee masih bisa menahannya sedangkan kamu tidak. Perkara bibir Ailee bengkak dan lecet bukan lagi yang anwh untuk mami. Mami udah nebak itu semua sejak awal. Sejak kamu gengsi buat mengakui perasaan kamu," ucap Ashel.


"Mami kalo ngomong suka bener banget," ucap Kavin mendukung.


Sedangkan Kalingga hanya diam. Dia juga merasa ucapan maminya ini masuk akal. Bahkan sangat masuk akal. Seharusnya Kalingga lebih bisa menahan diri lagi.


Namun kenyataannya itu semua sangat sulit sekali. Setelah kembali dekat dengan Ailee dia benar benar tidak bisa menahan dirinya. Sejak awal Kalingga memang hanya bernafsu pada Ailee saja.


Sementara itu dilain tempat, Vanesha meringis kesakitan sembari memegang perutnya. Sakit sekali rasanya di tendang dengan cukup kuat. Belum lagi dia merasakan sakit di pantatnya juga karena tersungkur ke atas lantai saat Ailee menendangnya.


"Lemah," cibir Ailee. Gadis itu berjalan tertatih menuju ke meja rias yang ada di kamar Kalingga. Dia berniat mengambil tissue untuk sedikit mengeringkan area dadanya yang basah karena siraman air yang dilakukan Vanesha.

__ADS_1


Vanesha mengepalkan tangannya, dia ingin berdiri untuk kembali membuat perhitungan pada Ailee, namun perutnya masih sangat sakit. Dia memandang tajam ke arah Ailee. Selain itu dia juga sedang memikirkan cara bagaimana dia membalas gadis tidak tahu diri itu. Matanya menjelajahi isi kamar Kalingga. Namun dia tidak menemukan apa apa. Padahal dia butuh pisau dan benda tajam lainnya.


Vanesha perlahan bangkit dan berjalan ke arah Ailee yang sedang membelakanginya. Tidak menimbulkan suara agar apa yang dia pikirkan bisa benar benar terjadi. Ailee sendiri tidak merasa bahaya sebab Vanesha sudah kesakitan. Jadi dia dengan biasa saja membelakangi Vanesha dan tidak tahu jika wanita itu sudah berdiri di belakangnya.


Tanpa aba aba Vanesha menarik rambut panjang Ailee dan mengarahkan kepala Ailee pada tembok yang berada di sisi kanan mereka. Ailee terkejut dan sempat meringis kesakitan saat rambutnya ditarik kuat lalu di seret mendekat ke arah tembok.


Ailee tidak bisa melawannya, rambutnya ditarik sangat kuat bahkan dia tidak bisa menendang Vanesha lagi. Pergerakannya terbatas serta terkunci akibat Vanesha.


"MATI LO," teriak Vanesha sembari membenturkan kepala Ailee ke arah tembok di depannya.


Ailee memejamkan matanya saat kepalanya serasa melayang, tertarik ke depan. Posisinya memang jidatnya yang akan dibenturkan pada tembok. Namun saat kepalanya mendarat, bukan rasa sakit yang ia rasakan.


Sakit memang ada, namun tidak terlalu.


Untungnya Kalingga cepat datang kemari. Jika tidak mungkin Ailee akan disakiti oleh Vanesha. Perasaan dan firasat Kalingga cukup tepat sekali saat ini. Saat berbicara dengan mami dan papinya tadi, Kalingga memang terdiam dan langsung teringat sesuatu.


Ailee ada di kamarnya dan Vanesha juga ada di rumah ini. Makanya pria itu langsung cepat cepat ke kamarnya. Ternyata benar saja bukan, firasat buruknya telat sasaran.


"Maaf sayang," bisik Kalingga seraya memeluk Ailee. Ailee sendiri menghembuskan nafas leganya. Untunglah ada Kalingga datang. Bayangkan jika tidak, mungkin jidatnya sudah tidak bisa diselamatkan.


"KAKKKK!!" pekik Vanesha saat melihat adegan di depannya. Seumur hidup dia tidak pernah suka melihat adegan seperti ini. Adegan dimana Kalingga sangat perhatian terhadap gadis lain. Bahkan Vanesha juga tidak pernah mendapatkan perhatian seperti itu dari Kalingga.


"KAK, KAMU GAK BISA KAYAK GINI!! KAMU LEPASIN PELUKAN KAMU," teriak Vanesha menggila. Bahkan wanita itu maju beberapa langkah untuk memisahkan pelukan Ailee dan Kalingga. Namun sebelum itu, Ashel lebih dulu bertindak.


Aksi Vanesha dihentikan oleh Ashel. Wanita itu menarik Vanesha keluar dari dalam kamar anaknya. Kavin sendiri bertindak untuk menutup pintu kamar anaknya setelah Vanesha keluar.

__ADS_1


"Maaf, maaf sayang. Sakit ya?" Tanya Kalingga pelan.


"Lumayan, untung kamu dateng. Kalo enggak jidat mulus aku bisa benjol gara gara si ulat bulu," ucap Ailee.


Kalingga sedikit tersenyum mendengar ucapan kekasihnya. Dia tahu Ailee adalah orang yang anti menye menye. Kalingga mengelus pelan rambut Ailee dia juga mengecup kening Ailee.


"Harusnya gue gak ninggalin lo. Harusnya gue tetep disini, gue lupa kalo ada cewek itu juga disini," ucap Kalingga.


"Gak papa Lingga. Kayaknya kamu habis bicara sama kedua orang tua kamu. Mereka gak melarang hubungan kita kan?" Tanya Ailee.


"Sayang, itu gak mungkin. Bahkan sejak awal mami paling excited saat tahu gue akhirnya menyatakan perasaan gue. Sedangkan papi ngetawain gue karena gue jilat ludah gue sendiri. Tapi gak papa, asal lo sama gue. Itu udah lebih dari cukup," ucap Kalingga.


Ailee tersenyum mendengar ucapan Kalingga. Hatinya terasa menghangat setelah mendengar ucapan barusan yang keluar dari mulut Kalingga.


"Sakit banget rambut aku, mana aku di siram lagi pas lagi tidur," adu Ailee.


"Disiram?" Tanya Kalingga sembari menguraikan pelukannya. Pria itu pun melirik ke arah tubuh depan Ailee. Disana memang terlihat basah.


"Ganti baju gue aja gimana?" Tanya Kalingga.


"Gak usah, aku pake dress bukan bawahan celana. Gak papa, nanti juga kering."


Tbc.


Wee, lagi ngetik malah ketiduran. Jd telat up🥹🥹

__ADS_1


__ADS_2