
***
Tubuh Ailee menegang saat mendapatkan pelukan dari Kalingga bahkan pria itu kembali berbicara di dekat telinganya. Tolong lah, Ailee benar benar tidak suka dipermainkan seperti ini. Titik sensitif adalah kelemahannya, dia benar benar tidak bisa tahan terus menerus jika seperti ini. Belum lagi pelukan Kalingga cukup erat, Ailee hampir dibuat sulit bernafas.
Namun meskipun begitu, jujur dari dalam lubuk hatinya Ailee benar benar merasa nyaman dan sangat aman sekali saat ini. Kepala Kalingga berada diatasnya, itu berarti posisi kepala Ailee berada di dekat leher Kalingga. Ailee tersenyum kecil saat mengingat tingkah centilnya untuk menggoda Kalingga. Sebenarnya itu bukan kemauannya, tetapi dia tetap ingin bersama Kalingga. Alhasil dia pun melakukannya. Sesuai dengan apa yang ada di pikirannya.
Awalnya, Ailee kira Kalingga akan semakin membencinya karena tingkahnya yang centil itu, namun diluar dugaan ternyata Kalingga justru malah mendekat. Meskipun tidak terlalu dekat. Dan Ailee masih tidak menyangka jika dengan sikap centilnya itu ia malah dengan begitu mudahnya keluar masuk mansion Kavinder. Dulu saja dia selalu sulit masuk karena Kalingga melarangnya. Bahkan sampai Briella marah marah karena Ailee tidak dibiarkan masuk. Alhasil kedua kakak beradik itu saling marahan.
"Ling," panggil Ailee.
"Dibilang tidur ya tidur Ailee Fox," ucap Ling.
"Gak ngantuk," ucap Ailee.
"Kenapa enggak ngantuk?" Tanya Ling.
"Ailee rasa posisi kita saat ini benar benar tidak baik. Jantung Ailee jedak jeduk dari tadi. Makanya gak bisa tidur," ucap Ailee.
"Bohong. Kita bahkan pernah dengan posisi yang lebih intim dari pada ini. Kenapa posisi kayak gini malah bikin lo gak tenang?" Tanya Ling.
"Ya gak tahu lah. Ailee emang yang ngerasainnya, tapi gak tahu kenapa kok kenceng banget gitu detakannya. Takut kena penyakit jantung," ucap Ailee.
__ADS_1
"Ngawur," ucap Kalingga. Pria itu menarik tangannya yang tadi digunakan untuk memeluk Ailee kemudian memutarkan tubuh Ailee agar menghadap ke arahnya. Ailee diam dan menurut. Mode harimaunya sudah hilang sepertinya. Dari kemarin dia berbicara cukup asing, tapi kini Ailee sudah kembali lagi ke wujud aslinya. Kalingga memang lebih suka Ailee yang seperti ini.
Pria itu pun merendahkan kepalanya sehingga wajahnya berhadapan langsung dengan dada Ailee.
"Ngapain?" Tanya Ailee was was.
"Kan lo bilang dada lo jedak jeduk, gue mau dengerin," ucap Kalingga. Dengan cepat dia menarik tubuh Ailee dan memeluknya. Tidak lupa juga dia menempelkan telinganya ke dada Ailee. Ailee melotot seketika, Kalingga ini benar benar pintar memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ternyata.
"Empuk," komentar Kalingga saat dia menekan nekankan kepalanya pada dada Ailee.
"Linggg," erang Ailee. Gadis itu berusaha mendorong tubuh Kalingga agar menjauh, namun pria itu sangat menempel padanya.
"Jangan di dorong, gue suka kayak gini. Detak jantung lo bener bener kedengeran. Emang biasanya detakannya secepat ini?" Tanya Ling.
"Enggak. Gue mau tidur kayak gini," ucap Kalingga.
"Gak bisa Ling, kamu cabul banget sumpah!" Ucap Ailee kesal. Namun Kalingga tidak mendengarkannya. Pria itu memilih apa yang dia inginkan saat ini. Memeluk Ailee dengan posisi wajahnya menempel pada kedua squishy kenyal dan berisi itu adalah kemauannya. Peduli setan jika Ailee akan mengamuk nanti. Ia sudah memiliki kelemahan Ailee. Yaitu titik sensitifnya.
Ailee sendiri sudah berusaha setidaknya, namun Kalingga batu. Bahkan keras kepalanya Kalingga akan kalah dengan kerasnya batu. Kalingga memang super mesum dan cabul. Sayangnya tidak semua orang tahu tentang hal itu. Bahkan mungkin Briella dan Kairav juga akan keheranan dengan kelainan sifat Kalingga. Ternyata sifat dingin dan so coolnya itu hanyalah tameng saja.
Ailee tidak bisa membayangkan jika orang lain tahu tentang sikap pria ini. Hobinya berkata pedas, menyakiti dengan perilakunya. Bahkan kemarin juga Ailee sudah benar benar menyerah. Tapi entah kenapa hari ini Kalingga kembali berulah. Pria itu kembali baik pada Ailee. Perkataan dan perilakunya seolah meminta Ailee kembali seperti biasanya.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, terdengar dengkuran halus dari Kalingga. Apa pria ini sudah tertidur secepat itu?
"Kayaknya nyaman banget ya kayak gini? Tapi Ailee bener bener merasa rugi banget. Secara kamu diem di area yang cukup intim dengan posisi kita cuma temen," ucap Ailee pelan. Wanita itu mengelus pelan surai Kalingga. Ia juga mengelus pelan alis tebal pria itu.
Terbersit sebuah pertanyaan di kepalanya mengenai sikap Kalingga. Ailee tersenyum kecut mengingatnya.
"Mau kamu apa sebenarnya? Kalo suka bilang, toh Ailee udah suka sama kamu. Capek loh cinta sendirian. Kamu mana pernah mikirin perasaan Ailee. Kayaknya gak pernah. Hobi kamu nyakitin, tapi bodohnya Ailee masih bertahan. Briella sama Kairav nunggu kamu menyesal loh Ling," ucap Aolee pelan.
"Entah sampai kapan cinta sendirian ini akan berakhir. Ailee bahkan gak tahu akhirnya bakalan kayak gimana. Entah Ailee akan tetap cinta sendirian atau kamu yang mulai mencintai Ailee disaat Ailee sudah menyerah nantinya. Ailee harap, kamu gak terlambat. Karena tidak semua pengorbanan bisa dibayar dengan kata maaf," gumam Ailee.
Ailee mulai memejamkan matanya untuk menyusul Kalingga ke alam mimpi. Tangannya masih belum berhenti untuk mengelus pelan kening Kalingga. Tanpa Kalingga sadari, usapan lembut itu ternyata mampu membuatnya sangat nyaman.
***
Beberapa jam sebelum Kalingga pamit dan tidak kembali, Kavin sudah menduganya jika anak itu akan kembali membawa Ailee ke apartementnya. Dugaannya benar ternyata saat dua orang bodyguard datang melapor. Bahkan kedua bawahannya itu membawa dua kunci motor. Yaitu kunci motor milik Ailee dan Kalingga.
Sejak mendapatkan kabar itu, Ashel lah yang tidak tenang. Ia sudah tahu jika Kalingga mewarisi sikap dan penyakit yang dulu di derita Kavin. Namun tidak separah Kavin.
Ashel mengetahuinya saat dia melihat bukti transaksi antara Kalingga dengan seorang dokter yang menangani penyakitnya ini. Sebenarnya tidak parah, karena setelah Ashel meminta suaminya mencari tahu dan meminta penjelasan pada dokter yang menanganinya, Kalingga masih bisa dikatakan berada di tahap pertama.
Namun dokter menyarankan untuk lebih perhatian dan memberikan pengawasan pada Kalingga. Selama ini anak itu sudah menyembunyikan hal sebesar ini. Karena itu juga, Ashel tidak bisa tidur tenang. Dia masih terus memantau anaknya dari cctv yang terhubung ke laptop di depannya. Sialnya, cctv di kamar Kalingga rusak, jadi Ashel tidak bisa melihat apa yang dilakukan Kalingga pada Ailee.
__ADS_1
"Sudahlah sayang, jika pun Kalingga melakukan pemer*osaan pada Ailee, maka aku yang akan menikahkan mereka. Aku tidak mau kamu sakit, ayo tidur," bujuk Kavin.
Tbc.