
Tetap ramaikan karena akan masuk ke konflik. Semoga gak monoton aja. Soalnya cape hate banget kalo sepi pembaca🫂🫂🫂
***
Padahal tidak banyak minum, namun entah kenapa Ailee tiba tiba kebelet pipis. Bahkan perutnya terasa sakit saat menahannya tadi. Jarak dari tempat makan tadi menuju ke toilet cukup jauh juga. Bahkan Ailee setengah berlari menuju ke toilet itu.
Namun untungnya Ailee bisa menahannya dan membuangnya pada tempatnya. Cukup lama juga ia buang air kecil tadi. Sampai ia selesai dan keluar dari dalam kamar mandi. Ailee berjalan menuju ke wastafel untuk mencuci tangannya. Toilet ini cukup sepi juga.
Sementara itu di restoran, Kalingga dan kedua saudaranyx masih tetap menikmati hidangan yang ada di depan mereka sembari menunggu kedatangan Ailee. Namun sudah lima menit berlalu, tidak ada tanda tanda kehadiran gadis itu. Entah apa yang dilakukan di dalam kamar mandi. Apa Ailee mengambil kamar mandi di lantai satu? Tidak mungkin rasanya. Terlalu jauh dan pastinya akan memakan waktu.
"Ailee boker apa gimana? Kok lama ya?" Tanya Briella.
"Lah, namanya juga cewek dek. Lo juga kan cewek, masa iya gak ngerasa lama," ucap Kairav.
"Ya tapi gak selama ini bang. Noh lihat jam, udah hampir tujuh menit loh dia gak balik balik," ucap Briella.
"Gue susul dulu," ucap Kalingga. Pria itu pun bangkit dari atas kursi miliknya dan berjalan keluar dari restoran. Tujuannya ke kamar mandi. Kalingga sempat bertanya pada security yang berjaga dimana letak kamar mandi, setelah diberitahu, dia pun segera melesat pergi.
Letak kamar mandinya cukup berkelok kelok. Wajar saja jika Kalingga harus bertanya dulu. Dalam perjalanan menuju ke kamar mandi, Kalingga terus menghubungi ponsel Ailee. Sebab gadis itu pergi membawa tas miliknya. Sudah pasti ponselnya juga dibawa.
Kalingga menghentikan langkahnya ketika sampai di depan pintu kamar mandi wanita. Dia ragu untuk masuk. Takutnya disana ada banyak wanita juga. Oke Kalingga akam menunggu dulu beberapa menit. Jika tidak ada yang keluar atau masuk, dia akan masuk kesana.
Perasaan cemas hinggap di hatinya. Entah kenapa dia khawatir dengan keadaan Ailee. Tidak biasanya gadis itu pergi lama. Jika pun ada urusan lain, mungkin dia akan memberitahunya dulu. Tapi ini, tidak ada kabar sama sekali.
Dua menit berlalu, tidak ada yang keluar atau pun masuk. Kalingga pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Ia mencari Ailee di berbagai bilik kamar mandi, disana ada lima bilik. Kalingga dengan cepat membuka bilik itu satu per satu. Sampai akhirnya kakinya terpaku di bilik ke lima. Disana ia melihat gadisnya yang sudah tidak sadarkan diri. Parahnya lagi tubuhnya basah seperti di guyur. Dengan cepat Kalingga masuk ke dalam kamar mandi itu dan segera membawa Ailee keluar. Gadisnya pingsan.
Beberapa orang menoleh ke arah Kalingga saat ia membopong Ailee didepan tubuhnya. Namun ia tidak peduli. Yang ia pedulikan adalah keadaan gadisnya saat ini.
Tepat di arah lain, Briella dan Kairav juga muncul. Setelah tidak menemukan Kalingga dan Ailee kembali ke restoran tadi, mereka pun segera membayat tagihan makanan yang mereka pesan dan pergi mencari Kalingga. Mereka berdua pun mengikuti Kalingga menuju ke luar mall. Sepertinya mereka akan segera pergi dari mall ini. Apalagi melihat Ailee yang di gendong, sudah pasti terjadi hal hal aneh.
***
"Keadaan pasien sudah stabil. Pasien mengalami pingsan karena pundaknya di pukul oleh benda keras. Terbukti dari lebam merah di pundaknya. Namun jangan khawatir, pasien akan bangun sebentar lagi. Tunggu saja," tutur seorang dokter.
Sesampainya di kediaman Kavinder, Kalingga langsung membawa Ailee masuk ke dalam kamar tamu. Ia meminta bantuan adiknya untuk mengganti baju Ailee lebih dulu sembari menunggu kedatangan dokter. Tubuh gadis itu sangat basah sekali. Sepertinya memang di guyur air yang cukup banyak. Bahkan rambutnya juga sangat basah.
"Apa lukanya tidak serius? Atau mungkin ada luka lain lagi?" Tanya Kalingga.
"Tidak ada, luka di tubuh pasien hanya ada di pundaknya. Selebihnya pasien baik baik saja. Dia pingsan karena pukulan keras," ucap Dokter.
"Terimakasih, mari saya antar," ucap Kavin. Pria itu mengantar dokter tersebut sampai ke depan rumahnya. Itung itung kesopanan juga.
Di dalam kamar, semua keluarga Kavinder berkumpul. Ashel sudah cemas sejak melihat anak bujangnya menggendong Ailee masuk ke dalam rumahnya. Belum lagi keadaan Ailee yang terlihat kacau.
"Sebenarnya ada apa ini Lingga? Kenapa pacar kamu dalam keadaan yang seperti ini?" Tanya Ashel.
"Lingga gak tahu mi, tadi Ailee pamit ke kamar mandi. Dia lama gak balik balik, terus Lingga susul dan Lingga lihat keadaannya udah kayak gini," ucap Kalingga.
"Apa mungkin ada yang jahatin Ailee? Serius aja, mall kan rame banget," ucap Briella.
__ADS_1
"Mall emang rame, tapi gak jamin rame di kamar mandinya dek. Kalo emang iya, mungkin kejahatan yang dilakukan sama Ailee udah dia rencanain sebelumnya," ucap Kairav.
"Maksud abang, ada yang ikutin Ailee, gitu?" Tanya Briella.
"Maybe. Tapi itu cuma dugaan gue aja. Ya secara logika, ini kan Indonesia. Ailee gak tinggal disini dan mungkin gak punya kenalan apalagi temen kan? Siapa lagi yang bisa jahatin Ailee kalo bukan orang yang udah incer dia selama ini," ucap Kairav.
"Ada benarnya tapi kita gak boleh menduga duga. Tunggu sampai Ailee sadar, siapa tahu dia ingat apa yang menimpanya hari ini. Mami hubungin tante Cya dulu," ucap Ashel. Dia seorang ibu dan tentunya dia juga akan khawatir jika tidak mendapatkan update kabar tentang anaknya, begitu pun Cya.
"Kalian mending istirahat dulu sana. Biar Ailee sama gue," ucap Kalingga.
"Adek mau di kamar kakak, mau sekalian jaga Ailee," ucap Briella.
"Terserah," ucap Kalingga. Kairav sendiri memilih pergi ke kamarnya.
***
Sementara itu di suatu tempat, seorang wanita tengah tertawa kencang mendengar pengakuan dari orang suruhannya yang tidak lain adalah bawahan papanya. Jelas saja, dia sangat senang bukan kepalang.
Seorang Brixcya Fox ternyata tidak selalu waspada pada bahaya. Bahkan ternyata dia dengan mudah dibuat kacau oleh orang suruhannya.
"Aku benar benar puas mendengarnya. Sirkuit miliknya sudah aku hancurkan dan sekarang pelan pelan aku juga menghancurkan pemilik sirkuit itu," ucapnya tertawa.
"Tak lama lagi, apa yang lo miliki akan segera menjadi milik gue. Ternyata enak juga buat jadiin cewek itu kambing hitam. Gak disangka mereka gak waspada sama gue. Benar benar manusia manusia bodoh. Cepat menilai tanpa bukti. Cih!"
Tbc.
__ADS_1
Saha cing😌