Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
282. Nasi Sudah Jadi Bubur


__ADS_3

***


Satu hari berlalu, keadaan kedua orang tua Ailee masih sama. Bedanya, papinya sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap sementara mamanya masih berada di ruang UGD dan belum bisa di jenguk. Ailee hanya bisa melihatnya melalui kaca yang ada di dekat pintu masuk ke ruangan UGD tersebut.


Ailee sudah bertemu dengan papinya. Keadaan beliau sudah lebih stabil namun belum bisa bangun dari tidurnya. Beliau kehilangan banyak darah karena luka yang ada di punggungnya. Ailee masih belum tahu pasti seperti apa kronologi kejadiannya. Yang jelas papinya terluka di bagian punggung, bahu tangan kanan beserta dengan tangan kanannya. Disana terdapat luka sobek yang cukup dalam sampai menyebabkan keluar banyak darah.


Sedangkan untuk mamanya, Ailee tidak tahu pasti. Ia hanya melihat dari jarak yang cukup jauh dan tidak terlihat dengan jelas luka apa saja yang ada pada mamanya. Hanya ada perban di kepalanya. Entah bagian mana yang terluka, namun dokter mengatakan kepala bagian belakang mamanya yang terkena.


Ailee tahu, di bagian belakang kepala manusia adalah bagian vital yang paling sensitif. Disana ada otak yang menjadi fungsi utama setelah jantung. Ailee hanya bisa berdoa dan berharap jika apa yang pikirannya pikirkan tidaklah terjadi.


Pagi tadi Ailee sudah meminta Kalingga pulang. Kalingga jelas menolaknya, namun dengan segala cara yang Ailee lalukan, akhirnya pria itu pulang. Bagaimana pun Ailee tidak akan membebani Kalingga dengan musibah yang menimpa keluarganya. Ini waktu liburan, Kalingga harus memanfaatkannya untuk merefresh otaknya. Belum lagi Kalingga juga harus ikut papinya ke kantor.


Ailee sudah berganti pakaian dan sudah makan. Saat ini dia sedang memperhatikan wajah damai papinya yang masih setia menutup matanya.


"Kapan papi bangun?" Tanya Ailee pelan.


"Brixy kesepian loh pi. Bukannya papi janji mau nemenin Brixy main selama liburan sekolah? Bangun pi."


"Mama juga, mama bahkan belum bisa Brixy temui. Brixy hanya bisa melihatnya dari luar ruangan. Brixy gak suka lihat kalian kayak gini," ucap Ailee. Tanpa diminta air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya. Saat matanya berkedip, air mata itu pun jatuh. Ailee menumpukan dahinya pada tangan papinya yang tidak di infus. Entah kenapa semua ini terasa sangat berat. Belum lagi Ailee masih dibayang bayangi mimpi buruk itu.


Semalam saja dia terus terbangun sampai membuat Kalingga juga terganggu. Berkali kali tubuh Ailee terlonjak kaget, entah karena apa. Posisinya semalam mereka tertidur di depan ruangan UGD. Mereka tidur dengan posisi duduk, Ailee menyandarkan kepalanya pada dada Kalingga. Otomatis saat Ailee terkejut Kalingga juga akam ikut terkejut.


"Papi bangun, tepatin janji papi," ucap Ailee lagi. Namun yang dipanggil tetap diam dalam tidurnya. Entah kapan pria yang menjadi cinta pertama Ailee ini akan bangun dan kembali sehat.


Tiba tiba pintu ruangan di ketuk. Ailee menoleh dan berjalan ke arah pintu masuk ruangan rawat inap papinya. Disana ada oma Sarah dan oma Nata beserta dengan suami suaminya.

__ADS_1


"Oma, opa," sapa Ailee.


"Pagi sayang, bagaimana kabar kamu?" Tanya Sarah.


"Lebih baik oma, mari masuk," ucap Ailee. Ke empat orang tua itu pun masuk ke dalam ruang rawat Alex. Mereka semua lantas duduk di sofa yang ada disana. Tenang, ini ruangan vvip. Jelas saja sofa sudah ada, bahkan fasilitasnya juga lengkap. Harganya tidak perlu ditanya lagi.


"Anak bule kurang tidur?" Tanya Nata.


Ailee tersenyum dan mengangguk, "Iya oma. Mungkin karena semalam Ailee masih kalut dengan kejadian ini."


"Astaga, kasihan sekali kamu nak. Kenapa tidak pulang dulu?" Tanya Nata.


"Ailee mau nemenin papi sama mama. Ya meskipun mereka belum sadar dan entah kapan," ucap Ailee.


"Bagaimana keadaan kedua orang tua kamu?" Tanya Faraz.


"Kamu yang sabar ya sayang, kita sebagai manusia tidak pernah tahu dengan apa yang akan terjadi dengan kita. Oma yakin kedua orang tua kamu akan segera sadar," ucap Sarah. Ailee tersenyum dan mengangguk mengerti.


"Oh iya, ngomong ngomong apa kamu tahu kejadian semalam? Opa lihat kamu lari ke arah lantai dansa sebelum kejadian ini," tanya Faraz.


"Ailee tidak tahu pasti. Yang jelas saat Ailee melihat ke atas lampu gantung itu sudah mulai goyang goyang dengan keadaan miring. Ailee kalah cepat dengan lampu gantung itu," ucap Ailee pelan.


"Opa janji akan mencari tahu kejadian ini semua dengan jelas. Kamu jangan khawatir," ucap Faraz.


"Terimakasih opa," ucap Ailee.

__ADS_1


"Tapi yang mengherankan kenapa bisa tiba tiba lampu itu jatuh? Bukannya lampu itu dipasang dengan kokoh? Lagi pula sebelum acara semuanya juga sudah di cek kan mas?" Tanya Sarah.


"Entahlah, polisi masih menyelidikinya. Aku masih menunggu kabar dari mereka," ucap Faraz.


"Rencananya hari ini aku dan Faraz akan ke kantor polisi untuk bertanya tentang kronologi kejadian ini semua," ucap Praja.


"Anak bule, opa tua tidak bisa lama lama disini. Begitu juga dengan oma tua. Opa harus menemani Faraz ke kantor polisi sedangkan oma tua mu itu sedang kurang sehat. Tidak apa apa jika kami hanya berkunjung sebentar?" Tanya Praja pada Ailee.


"Ailee sangat senang kalian semua datang menjenguk kesini. Tidak masalah mau itu sebentar atau pun lama. Apalagi Ailee harus mengucapkan terimakasih pada opa Praja dan opa Faraz karena membantu Ailee menyelidiki masalah ini," ucap Ailee.


"Calon cucu mantu memang perhatian. Kalau begitu kami pamit dulu ya sayang? Nanti sore Ashel dan keluarganya akan kesini," ucap Nata.


"Iya oma," ucap Ailee.


"Jaga diri kamu ya sayang, jangan sampai kamu sakit. Sesekali pulang dan istirahat, biarkan papi dan mama kamu disini. Lagi pula disini aman," ucap Sarah.


"Iya oma."


Ailee pun mengantar ke empat orang tua tersebut kembali keluar ruangan rawat papinya. Meskipun hanya sebentar, Ailee tetap senang. Keluarga besar Natapraja memang sangat baik padanya dan keluarganya.


Mengingat ucapan opa Faraz tadi, Ailee jadi ingat kembali saat lampu itu akan jatuh. Sebenarnya Ailee sangat sangat menyesal karena ia kalah cepat dengan lampu itu. Andai saja waktu bisa diputar kembali, mungkin dia akan melarang kedua orang tuanya untuk tidak berdansa, agar kejadian ini tidak pernah terjadi. Namun mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Kejadian yang sudah terjadi tidak akan bisa dihindari apalagi diputar ulang untuk mencegahnya terjadi.


Ceklek...


"Brixy, ada berita penting."

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2