Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
159. Pin Debit


__ADS_3

slow update dulu. Tapi makin sini makin sepi ajaaaa


***


Ailee mengernyit melihat wanita yang memanggil nama pacarnya. Dengan cepat ia mendekat ke arah Kalingga. Memangkas jarak diantara keduanya. Sengaja Ailee tidak mau wanita itu mendekat ke arah kekasihnya. Wanita itu memakai seragam sekolah, namun berbeda dengan seragam mereka berdua.


Kalingga sendiri hanya melihatnya. Dia tidak tahu siapa wanita ini. Bahkan dia tidak mengenalnya. Entah bagaimana wanita ini tahu namanya. Padahal Kalingga tidak mengenalnya. Kalingga menggelengkan kepalanya pada Ailee saat melihat tatapan gadis ini berbeda dari sebelumnya.


"Kamu lupa? Aku Alica, papi kamu sama papa aku rekan bisnis. Kita pernah bertemu beberapa kali di pesta, apa kamu melupakannya?" Tanya Alica.


Alica? Entahlah, Kalingga sama sekali tidak bisa mengingatnya. Bahkan dia tidak pernah merasa memiliki seorang teman bernama Alica atau pun kenalan bernama Alica.


"Jahat banget kamu lupain aku, padahal waktu itu papa bilang mau jodohin kita loh. Tega banget, chat yang sering aku kirim juga gak pernah kamu balas," ucap Alica.


Ailee sendiri benar benar jengah mendengarnya. Dia pun merebut keranjang belanjaannya dari tangan Kalingga dan menariknya pergi menuju ke kasir. Cemburu? Sudah jelas. Bahkan rasanya Ailee benar benar terbakar api cemburu saat melihat interaksi Kalingga dan wanita bernama Alica itu.


Kalingga tentu saja langsung mengejarnya. Namun Alica mengikutinya. Wanita itu terus berusaha mengajak Kalingga berbicara namun Kalingga hanya diam saja. Dia memilih untuk mengejar kekasihnya yang sedang merajuk karena cemburu itu. Dasar Ailee, pencemburu sekali ternyata. Padahal Kalingga tidak berbicara pada Alica Alica itu.


"Mbak, total semuanya," pinta Ailee.


"Baik kak," ucap kasir toserba itu. Ailee menunggunya. Ia bahkan tidak mau menolehkan kepalanya ke arah belakang, Ailee yakin Kalingga masih berbicara dengan wanita bernama Alica itu. Entah kenapa rasanya dia tidak suka melihat Kalingga berbicara dengan Alica atau pun Alica yang lainnya. Yang jelas Ailee sangat tidak suka Kalingga dekat dengan wanita lain terkecuali keluarganya, tambah Vanesha. Dia juga tidak suka. Sebab Vanesha menyukai Kalingga.


Mata Ailee menjelajahi meja kasir. Disana ada sebotol samyang yang ditulis beli satu gratis satu.


"Mbak, tambah ini ya," ucap Ailee.


"Baik kak. Ada lagi?" Tanya kasir itu.


"Tidak, itu saja," ucap Ailee.

__ADS_1


"Baik kak, untuk pembayarannya debit atau cash?" Tanya kasir itu. Ia tidak menyebutkan nominal belanjaan Ailee sebab Ailee sudah bisa melihatnya melalui sensor layar yang ada di depannya. Disana ada total semua belanjaannya. Masih murah, belum sampai satu juta.


Ailee mengeluarkan ponsel miliknya untuk membayar total belanjaannya. Namun Kalingga lebih dulu menyerobot.


"Debit mbak," ucap Kalingga sembari memberikan kartu kredit miliknya. Kasir itu menerimanya dan langsung melakukan transaksi.


"Jangan marah, gue gak bicara sama dia. Pin kartu debitnya tanggal lahir lo," ucap Kalingga. Ailee seketika menolehkan kepalanya ke arah Kalingga saat mendengar ucapan pria itu. Pin kartu debitnya adalah tanggal lahirnya? Sejak kapan?!!


"Silahkan passwordnya kak," ucap kasir tersebut. Ailee pun menekan passwordnya dengan angka tanggal lahirnya. Dua puluh sembilan januari. Dan benar. Kartu debit berjalan melakukan transaksi.


"Ling," panggil Ailee. Kalingga menoleh dan tersenyum tulus. Ia hanya mengangguk perlahan lalu merangkul bahu Ailee. Sedangkan di belakang mereka, Alica hanya bisa menatap kesal ke arah kedua manusia itu. Kalingga benar benar tidak ingat siapa Alica. Padahal mereka sudah beberapa kali bertemu namun Kalingga masih saja tidak mengingat nama Alica.


"Ini kak, terima kasih sudah berbelanja," ucap kasir tersebut.


Ailee menerima kartu debitnya sementara Kalingga mengambil kantong belanjaan mereka.


"Sama sama," ucap Ailee. Ia pun mengikuti langkah Kalingga untuk keluar dari dalam toserba tersebut karena bahunya dirangkul.


***


Sesampainya di apartement Kalingga, kedua manusia itu langsung masuk ke dalam unit Kalingga. Kalingga merebahkan tubuhnya ke atas sofa sementara Ailee yang sudah kelaparan langsung memasak mie ramen instan yang tadi dibeli olehnya. Ia memasak dua bungkus. Satu bungkus untuk Kalingga sedangkan satu bungkusnya lagi untuknya.


Ailee menambahkan extra keju mozza agar mienya semakin nikmat. Dia juga menambahkan extra samyang tadi yang ia beli ke dalam mangkok mie miliknya. Ailee sudah meracik bumbunya. Ia tinggal menunggu mienya matang.


"Cemburuan," rutuk Kalingga sembari memeluk Ailee dari belakang.


"Ngagetin aja kerjaannya. Kalo Ailee jantungan gimana?" Tanya Ailee kesal. Namun ia malah menyandarkan kepalanya pada dada Kalingga. Mienya masih belum matang, jadi dia bisa bermesraan dengan Kalingga.


"Kenapa cemburuan banget? Kan tadi bisa nanya dulu buat klarifikasi siapa dia. Gue bahkan gak kenal dia," ucap Kalingga. Pria itu berbicara di sebelah telinga kanan Ailee. Setengah berbisik. Bahkan Ailee merasa tergelitik dengan hembusan nafas Kalingga di telinganya.

__ADS_1


"Abisnya dia kayak kenal kamu banget. Ya jelas aku cemburu lah, kamu cuma punya aku," ucap Ailee.


"Klaim? Yakin?" Tanya Kalingga.


"Kalo Ailee gak yakin, kenapa Ailee masih bertahan sampai saat sebelum kamu menyatakan perasaan kamu?" Tanya Ailee balik.


Memang iya, gadis ini benar benar bertahan sangat lama. Bertahun tahun lamanya Kalingga menolaknya bahkan Kalingga juga sering menghinanya. Namun Ailee benar benar mampu bertahan dengan hinaan menyakitkan dari Kalingga.


Cup..


"Gue sayang sama lo," ucap Kalingga. Pria itu semakin mengeratkan pelukannya setelah mengecup pelan pipi Ailee. Ailee sendiri tetap diam, karena dia sangat nyaman sekali dipeluk oleh Kalingga dengan posisi seperti ini. Dimana dia bisa menyandarkan tubuhnya pada tubuh Kalingga.


"Mienya matang Ling, lepas dulu pelukannya," ucap Ailee.


"Gue lagi nyaman. Suka banget ganggu kenyamanan gue," ucap Kalingga.


"Ya gimana, kamu gak lihat itu mienya udah mateng? Kalo kematengan gak enak," ucap Ailee.


"Ck. Ya udah, kiss me," ucap Kalingga. Pria itu memutar tubuh Ailee dan mengecup bibir manis wanita ini. Awalnya memang hanya mengecup, namun saat Ailee akan melepaskannya Kalingga tiba tiba menahannya dan sedikit melum*nya.


Sudah lama sekali rasanya dia tidak meraskan bibir manis ini. Pagi tadi dia tidak mencium Ailee karena ia tahu kedua orang tua gadis ini pasti memperhatikan mereka dari sudut lain. Kalingga hanya tidak ingin Ailee dianggap wanita gampangan oleh kedua orang tuanya karena dia mau menerima ciuman Kalingga. Sebabnya dia harus menahan hasratnya tadi pagi. Namun untung lah sore ini dia bisa menyalurkannya.


"Mmmphtt, lepas ah. Kamu ini kebiasaan," gerutu Ailee kesal. Ia sedikit mendorong Kalingga supaya menjauh dari tubuhnya dan kembali pada mie instan miliknya.


"Habisnya enak banget bibir lo. Lo pakein apa sih? Kok secandu itu?" Tanya Kalingga.


"Alah, kamunya aja yang nafsuan. Udah sana, nanti Ailee bawa mienya kalo udah jadi," ucap Ailee.


"Yes mommy."

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2