Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
198. Apa Yang Salah?


__ADS_3

***


Sepulang dari mall tadi, Ailee tidak henti hentinya menangis. Masalahnya sepele, dia menangis sebab boneka yang ia mau tidak ia dapatkan. Tadinya Kalingga ingin membantunya untuk mendapatkan boneka itu, namun Ailee menolaknya. Ia bilang ia ingin mendapatkannya sendiri dan tidak mau bantuan Kalingga.


Bahkan saat di dalam mall Ailee sudah menangis namun tanpa suara. Kalingga bingung sendiri, sebenarnya kenapa dengan gadisnya ini? Ada hal apa yang sampai menbuat gadisnya jadi sensian dan sangat emosional seperti ini. Kalingga aneh, namun jika dia bertanya, dia juga akan kena amukan gadis ini.


Ailee saat ini sedang mode senggol bacok. Apa saja yang dilakukan oleh Kalingga pasti salah. Namun jika Kalingga diam juga lebih salah lagi. Intinya Kalingga serba salah dan serba bingung juga.


"Udah yang, gak tega loh lihat kamu nangis kayak gini. Hidung kamu udah merah gini," ucap Kalingga. Pria itu sedang memeluk tubuh Ailee dengan posisi Ailee yang terus menangis tanoa mau berhenti.


"K-ken-napa? Kamu gak suka Ailee kayak gini iya?" Tanya Ailee ngegas.


"Enggak sayang, gak gitu konsepnya pinter. Aku gak tega karena aku sayang sama kamu. Aku gak mau kamu jadi sakit gara gara nangis gak berhenti," ucap Kalingga.


"Emang bisa sakit cuma gara gara nangis?" Tanya Ailee. Saat berbicara dia memang sengaja menahan sesenggukannya. Terasa sesak memang, namun entah mengapa Ailee seperti ini.


"Bisa sayang. Terlalu banyak menangis menyebabkan kepala kamu sakit dan pusing. Belum lagi nanti kena demam. Udah ya?" Ucap Kalingga.


"Tapi bonekanya gak aku dapetin," ucap Ailee sembari terus menangis.


"Gue balik lagi ke dalem buat beli mesin capitnya aja gimana? Nanti lo bisa main sepuasnya supaya boneka yang lo mau busa lo dapetin tanpa perlu keluar uang terus," ucap Kalingga.

__ADS_1


"Kamu gila," ucap Ailee. Tangisan gadis ini benar benar belum berhenti juga. Entah akan kapan berhentinya. Padahal Kalingga sudah baik padanya dengan terus sabar dan mengalah.


Mungkin ini karma untuk Kalingga karena selalu mesum pada Ailee. Karmanya terlalu instant, ditambah lagi Ailee jadi cengeng dan emosional seperti ini. Jika saja Kalingga tidak sabar, mungkin Ailee sudah ia buang ke pinggiran sungai.


Pinggiran saja, kasihan jika ke sungainya langsung. Takutnya hanyut dan hilang, alhasil nanti Kalingga jadi jomblo lagi. Itu tidak boleh terjadi.


Ailee terus menangis sejadi jadinya. Untuk kali ini Kalingga membiarkannya. Sebab jika Kalingga melarangnya lagi yang ada Ailee malah semakin ngamuk padanya. Gadis ini memang mengamuk padanya, namun gadis ini juga tidak mau melepaskan pelukannya. Kalingga harus rela menahan pegal di pinggangnya akibat terlalu lama dengan posisi seperti itu.


Demi pacar, Kalingga rela menahan pegal bahkan sakit. Ternyata seperti ini rasamya menghadapi kekasih yang sedang bermasalah dengan moodnya. Bahkan ibaratnya, Kalingga bernafas saja sudah salah.


Cukup lama Ailee menangis, gadis itu pun kelelahan dan mulai memejamkan matanya tanpa sadar. Ailee memang tidak sadar jika dia sudah tertidur, namun Kalingga sadar jika Ailee sudah lebih tenang. Sebab gadis ini sudah tidak menangis lagi. Gadis ini hanya diam dan memeluk tubuh Kalingga. Keduanya sedang duduk di kursi mobil bagian belakang, yaitu di kursi penumpang.


Kalingga sedikit melirik ke arah bawah, disana Ailee sudah memejamkan matanya. Kalingga menghela nafasnya. Syukurlah gadis ini tidur. Karena lebih baik seperti itu jika Ailee tidak tidur, mungkin saat ini dia masih menangis.


"Ngeselin banget ya kalo lagi moody-an. Untung lo dapet gue yang sabarnya unlimited gini," ucap Kalingga. Pria itu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi bawahannya. Kalingga meminta bawahannya itu untuk menyetir mobil dan mengantar Ailee pulang. Hari juga sudah gelap. Bahkan Kalingga dan Ailee tidak sadar waktu ketika mereka di mall tadi.


Mobil yang ditumpangi Kalingga dan Ailee melaju menuju ke kediaman Ailee. Kalingga akan mengantarnya pulang sebelum dia pulang. Selain tanggung jawab karena ia mengajak Ailee keluar, dia juga bertanggung jawab sebab Ailee adalah kekasihnya dan bukan orang lain.


Sepanjang jalan menuju ke rumah Ailee, Kalingva hanya diam sembari memainkan wajah Ailee. Entah itu mengelus, mencubit, bahkan menggigit bibir Ailee. Ia tidak peduli dengan sopir yang ada di depannya. Bodo amat, Kalingga melakukan ini karena mau. Anggaplah sebagai hukuman pada Ailee. Sebab Ailee cukup menyebalkan hari ini.


Setelah membunyikan klakson mobil, gerbang rumah Ailee pun terbuka otomatis. Gerbang ini tidak di jaga oleh satpam atau keamanan lainnya. Karena gerbang ini di faslitasi dengan cctv dan sensor pendengar. Yang dimana saat mendengar bunyi klakson maka pintu gerbang besar ini akan terbuka sendirinya. Karena memang gerbang mansion Ailee dilengkapi sensor.

__ADS_1


Sebentar lagi Kalingga akan berpisah sementara dengan Ailee. Rasanya tidak ingin, tapi mau bagaimana lagi, dia tidak bisa apa apa. Mereka masih harus tinggal berpisah dulu. Sebab mereka statusnya masih pacaran.


Kalingga keluar lebih dulu saat mobil berhenti tepat di depan pintu utama rumah Ailee. Baru ia menggendong Ailee turun dari dalam mobil. Gadis ini benar benar kebo. Dia sama sekali tidak terganggu. Bahkan mungkin jika tadi Kalingga melakukan sesuatu pada tubuhnya, Ailee sama sekali tidak terusik. Mungkin hanya nanti saat dia sadar, dia akan tahu efeknya. Bibirnya sedikit luka karena ulah Kalingga. Sudah tidak heran lagi, namun Ailee selalu bertanya nantinya ketika dia sudah bangun.


"Loh, Lingga," ucap Cya saat Kalingga masuk ke dalam rumah Ailee.


"Malam tante," sapa Kalingga.


"Malem mantu ganteng, itu anak tante tidur ya? Astaga, kebo sekali anak ini," ucap Cya.


"Dia nangis tadi di mall, gak tahu kenapa sensian banget hari ini," ucap Kalingga.


"Cewek kadang kadang emang gitu Lingga, kamu yang sabar aja. Sekarang kamu tolong anterin dia ke kamar, tante mau jemput papinya dulu," ucap Cya.


"Iya tante, hati hati di jalannya," ucap Kalingga.


"Iya mantu ganteng. Tante pergi dulu," ucap Cya tersenyum. Kalingga hanya mengangguk sekilas sebagai jawabannya. Ia dan mama Ailee berpisah di lantai satu.


Belanjaan Ailee sudah dikeluarkan dari mobil Kalingga dan sedang disimpan Magi di kamar. Kalingga berjalan menggunakan tangga manual, tidak memakai lift. Sengaja sebab dia ingin lebih lama lagi dengan Ailee.


Kalingga tersenyum kecil saat mengingat ucapan mama Ailee tadi. Mantu ganteng? Artinya mama Ailee sudah setuju jika anaknya bersama dirinya?

__ADS_1


"Kayaknya lo emang takdir gue Aile," ucap Kalingga tersenyum.


Tbc.


__ADS_2