
***
Ailee tersenyum penuh kemenangan saat melihat tubuh Kalingga yang pasrah dibawah kendalinya. Ia memang ingin bertindak lebih namun pikirannya masih waras. Ia masih SMA, gelar sarjanan bisnis belum ia capai, dan jalan hidupnya masih panjang. Meskipun ia tahu melanjutkan hal ini dengan Kalingga adalah suatu kenikmatan duniawi.
Sayangnya, otak Ailee cukup pintar untuk melakukan apa yang benar. Ia pun membuka pintu lemari saat dirasa sudah tidak mendengar kebisingan yang ditimbulkan oleh Briella, Kairav dan Rixel.
Dapat Ailee lihat wajah Kalingga memerah. Matanya tajam namun sayu menatap ke arahnya. Bukannya takut, Ailee justru sangat suka dengan tatapan itu. Tatapan mematikan, namun tidak berlaku untuknya. Ailee membalas tatapan itu dengan senyuman.
"Sayangnya Ailee gak papa kan? Ailee mau balik ke kamar Briella," ucap Ailee. Ia menurunkan kakinya untuk keluar dari dalam lemari namun Kalingga menahannya lebih dulu.
"Jawab, belajar dari mana? Kenapa lo jadi bin*l gini?" Tanya Kalingga pelan. Ailee kembali menaikan kakinya dan menatap ke arah Kalingga.
"Novel. Ailee sering baca novel dewasa. Sama kayak adik kamu, bukannya kamu udah tahu?" Tanya Ailee.
Cup..
"Inget ucapan Ailee tadi," ucapnya. Gadis itu pun pergi dari sana meninggalkan Kalingga yang masih terkejut dan speechless.
Ia tidak menyangka gadis itu mampu membangkitkan gairahnya namun tak berselang lama juga, gadis itu mampu meredam nafsunya. Baru kali ini Kalingga merasakan nafsu setinggi itu. Sial, ia harus mandi guyuran air dingin saat ini. Kalingga membanting pintu kamar mandi dan segera mandi. Bayang bayang Ailee benar benar gila. Ia pernah bermimpi erotis dengan Ailee. Gilanya ia terus terusan bermimpi hal itu sampai ia pusing sendiri.
Sedangkan Ailee terus tersenyum simpul saat mengingat kejadian tadi. Ia benar benar tidak menyangka jika Kalingga bisa dengan mudah bernafsu padanya namun tak lama dari itu, pria itu juga mudah menurun lagi nafsunya. Ailee masuk ke dalam kamar Briella. Ia merebahkan tubuhnya disana. Mengingat hal tadi mampu membuat dirinya senyum senyum sendiri.
"Heh, lo ngumpet dimana anjir?" Tanya Briella yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
"Abis boker ya lo?" Tanya Ailee.
"Iye. Jawab pertanyaan gue," ucap Briella.
"Gue sembunyi di lemari pakaian lo yang luasnya ngalahin lapangan bola. Emang lo gak sadar gue sembunyi disana?" Tanya Ailee. Ia sepenuhnya berbohong. Ia memang sengaja, karena ia yakin jika Ailee mengatakan jika ia bersembunyi di kamar Kalingga, anak ini akan curiga.
__ADS_1
"Enggak. Gue bahkan gak tahu lo disana. Pantesan aja gak ketemu," ucap Briella.
"Kan dibilang lemari lo kayak lapangan bola. Ngomong ngomong dia udah balik kan? Gue mau balik ke rumah," ucap Ailee.
"Lo gak mau nemenin gue gitu? Mami lagi pergi sama mama lo," ucap Briella.
"Ada urusan yang dari kemaren enggak gue urusin. Gak papa ya? Janji deh nanti gue ajak lo keliling pake motor. Besok gimana? Besok weekend," ucap Ailee.
"Tapi janji ya lo?" Ucap Briella.
"Iye janji. Gue balik kalo gitu. Kairav mana? Mau minta dianterin balik gue sama dia," ucap Ailee.
"Tumben abang, kenapa enggak kak Ling?" Tanya Bri.
"Males sama dia. Harusnya tadi dia gak berhenti, lah ini malah berhenti. Kan gue kesel deket sama si Rixel," ucap Ailee.
"Ya udah, abang di kamarnya. Gue panggilin dia deh, lo tunggu di lift," ucap Briella. Ailee mengangguk sekilas dan keluar dari kamar Briella. Ia menunggu Kairav di dekat lift.
Sebagai sahabat, ia tentu saja merasa tidak tega karena sudah membohongi Briella. Namun apa boleh buat, ia tidak memiliki pilihan lain.
***
Sore harinya, sekitar pukul lima Ailee langsung pergi ke rumah SBA. Ia sudah beberapa kali mengabaikan panggilan teman temannya yang lain. Bukan tanpa sebab, melainkan karena kemarin ia kecelakaan dan belum bisa bawa motor. Saat ini juga ia terpaksa menggunakan mobil. Ia tidak suka mobil sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi. Ia belum bisa menaiki motornya. Mama dan papinya masih melarangnya menggunakan kendaraan kesayangannya itu.
Mobil yang dikendarai Ailee keluar dari dalam gerbang rumahnya. Sebuah mobil sport berwarna kuning bibble, warna yang sangat mencolok sekali. Entah mengapa Ailee memilih warna ini. Seperti biasa, sebelum ia datang ia selalu mampir untuk membeli cemilan dulu di mini market.
Ailee memarkirkan mobilnya di depan mini market. Ia keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam mini market. Sebelum menjelajahi rak makanan, ia lebih dulu menarik troli yang ada disana. Ailee mengambil semua jenis cemilan yang ia mau. Karena ia tahu anak anak SBA tidak pernah pilih pilih makanan.
Selain cemilan seperti ciki, Ailee juga membeli beberapa minuman soda dan minuman berperisa lainnya. Tak lupa ia juga membeli air putih. Trolinya sudah hampir penuh. Rasanya ia sudah selesai membeli banyak jajanan. Ia pun berjalan ke arah kasir untuk membayarnya. Kasir men-scan semua belanjaan Ailee.
__ADS_1
"Totalnya jadi lima ratus ribu empat puluh sembilan ribu kak," ucap kasir.
Ailee mengeluarkan uang cash beberapa lembar dan memberikannya pada kasir itu.
"Kembaliannya diambil aja kak. Terimakasih," ucap Ailee.
"Terimakasih banyak kak," ucapnya. Ailee hanya mengangguk sekilas dan menenteng tiga kantong meresek berisi cemilan yang ia beli. Ailee memasukannya ke dalam bagasi mobilnya dan langsung melesat menuju ke rumah SBA.
Perjalanan menghabiskan waktu sekitar dua puluh menit lamanya. Ailee pun sampai disana. Rici dan Willem membantu Ailee membawa jajanannya.
"Akhirnya lo sembuh," ucap Angela.
"Sorry banget Ail, gue ngakak banget denger kronologi kecelakaan lo. Ngakak banget gue, ngakak brutal malahan," ucap Cita.
"Sembarangan. Bokong gue masih sakit sedikit," ucap Ailee.
"Abisnya lo kenapa enggak sleding aja sih?! Malah diem aja kayak manusia yang gak punya niat idup," ucap Sopia.
"Ngomong mah gampang. Coba deh lo ada di posisi gue. Waktu jatuh gue cuma kepikiran rasa sakit yang bener bener sakit banget. Boro boro mau nyeleding si Vanesh," ucap Ailee.
Benar. Ailee hanya memikirkan kondisinya saja. Urusa Vanesh sudah pasti akan di urus oleh om Kavin karena orang tua itu ada disana beserta istrinya tante Ashel.
"Sekali kali lo jangan nyusahin tuhan dong Ail. Bergerak dikit, mandiri dikit. Nunggu karma tuhan kelamaan," ucap Rici.
"Nah bener itu. Harusnya lo bogem dia," ucap Willem.
"Ailee, kenalin abang Iam sama temen mu itu dong yang cantik," ucap William tersenyum simpul.
"Briella? Enggak makasih," ucap Ailee spontan.
__ADS_1
Tbc.