Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
136. Oma Ghanisa


__ADS_3

***


"Kenapa kakak nanya gitu?" Tamya Ashel.


Tentu saja itu yang ada di pikiran Ashel saat ini. Mengingat anaknya ini memang jarang sekali bertanya hal seperti itu.


Ashel akui, ia memang sangat menyukai dan menyetujui hubungan Kalingga dengan Ailee. Namun semuanya kembali lagi pada Kalingga. Karena yang akan menjalaninya adalah dia.


"Waktu itu, Ailee pernah jelasin cinta itu kayak apa. Tapi kakak masih belum paham, kenapa kakak gak bisa paham soal begitu ya mi? Sedangkan orang lain cepet banget pahamnya," ucap Kalingga.


"Mungkin cara kamu mengartikannya berbeda dengan orang lain, makanya kamu belum mengerti apa itu cinta, sayang. Tapi mami yakin, suatu saat nanti kamu akan mengerti dengan sendirinya," ucap Ashel.


Kalingga terus duduk diam sembari tiduran ke atas pangkuan sang mami. Entah kenapa kegiatan seperti ini selalu membuatnya tenang. Sang mami lah yang selalu membuatnya tenang, aman dan nyaman. Apapun Kalingga bisa bicarakan dengan maminya, bahkan mengenai hal seperti ini. Maminya adalah tempat terbaik untuk dijadikan teman cerita. Kalingga benar benar beruntung karena memiliki seorang mami yang dapat mengerti dan paham tentang dirinya. Tanpa perlu susah susah menjelaskan.


Tiba tiba keduanya mendengar ringisan yang keluar dari mulut Ailee. Kompak keduanya menoleh. Ia melihat Ailee yang sedang memegang kepalanya seolah seperti sedang kesakitan. Kalingga bangun dan mendekat ke arah Ailee. Ia duduk di samping Ailee.


"Ail," panggil Kalingga.


"Sshhhh, sakit kepala aku," ringis Ailee. Ia mencoba menekan kepalanya yang sangat pening. Berharap dengan hal seperti itu sakit di kepalanya bisa mereda. Namun bukannya mereda, sakitnya terus terasa.


"Jangan di tekan," ucap Kalingga. Pria itu menarik tangan Ailee dan menahannya. Sepertinya Ailee memang demam gara gara menangis cukup kejer tadi. Tapi setidaknya Kalingga sedikit lega, Ailee bisa mengeluarkan semua yang ia rasakan melalui tangisannya itu. Namun akhirnya akan seperti ini.


"Mami panggil dokter dulu kak, kayaknya Ailee emang bukan demam biasa," ucap Ashel.


"Iya mi."


"Jangan tante."

__ADS_1


Ucapan Kalingga berbarengan dengan Ailee membuat Ashel terdiam. Kedua manusia ini entah kenapa selalu kompak untuk berbicara, namun selalu berbeda pendapat.


"Lo harus ketemu dokter. Takutnya lo bukan cuma demam," ucap Kalingga.


"Gak mau. Lepasin tangan Ailee, kepala Ailee sakit banget," ucap Ailee. Kalingga pun melepaskan tangan Ailee, namun tangannya lebih dulu berada di kening Ailee. Memijatnya pelan agar gadis ini tidak kesakitan.


"Mi, panggil dokter aja. Jangan dengerin maunya ini anak apa. Dia suka nyari penyakit," ucap Kalingga.


Ashel tersenyum kecil dan mengangguk. Wanita itu pun keluar dari dalam kamar anak keduanya dan memgambil ponselnya untuk menghubungi dokter pribadi keluarga. Yaitu tante Kavin. Kakak dari mama Sarah. Kebetulan beliau berada di Boston.


Kalingga terus mencoba memijat pelan kepala Ailee. Cukup sedikit meringankan rasa sakit di kepalanya. Ailee hanya bisa diam menikmati pijatan tersebut. Rasanya cukup nyaman namun peningnya tetap ada. Ailee mengangkat tangannya dan memegang tangan Kalingga. Ia membuka matanya dan menatap ke arah Kalingga.


"Kenapa?" Tanya Kalingga.


"Pacar kamu bakalan marah kalo kayak gini," ucap Ailee pelan.


"Ck. Jangan pikirin begituan sekarang bisa? Utamain dulu kesehatan lo, kenapa lo bisa demam tinggi kayak tadi? Mana demamnya belum reda. Nih lihat wajah lo aja merah banget gara gara demam," ucap Kalingga.


"Ya jelas gue peduli lah. Kalo gue gak peduli ngapain gue pijet kepala lo ini," ucap Kalingga. Pria itu sedikit menekan kepala Ailee sampai sampai gadis itu meringis pelan.


"Pelan pelan, kamu kasar banget," ucap Ailee.


Kalingga mendengus kesal. Dia sangat gemas sekali dengan Ailee sampai sampai ingin mengantonginya saja. Agar dia bisa membawa anak ini kemana pun dia mau. Tapi sayangnya itu mustahil. Apa iya manusia sebesar ini bisa dibuat mengecil? Tentu saja tidak.


Kalingga terus memijat pelan kening Ailee sampai tak sadar rasa pening itu makin lama makin menghilang. Ailee cukup nyaman dengan pijatan itu, entah kenapa Kalingga selalu saja membuatnya nyaman sampai terlena. Terlena jika Kalingga memang benar benar memiliki sedikit perasaan untuknya. Namun Ailee kembali sadar, tidak lah mungkin bagi Kalingga menyukainya. Dia sudah memiliki wanita lain, sialnya Ailee tidak tahu siapa wanita itu. Mungkin nanti dia akan mencoba bertanya pada Briella.


Tak berselang lama, beberapa menit setelah Ashel menghubungi tante Ghanisa, beliau pun datang ke rumah besar Kavin. Briella dan Kairav juga berada dj kamar Kalingga untuk melihat Ailee. Briella sejak tadi duduk di kasur menemani Ailee. Saat datang, Ghanisa langsung memeriksa kondisi Ailee.

__ADS_1


"Ailee gak papa kan?" Tanya Briella.


Ghanisa tersenyum, "Sayang, teman kamu demam tinggi dan demamnya belum reda. Tante harus kasih resep obat buat dia supaya demamnya reda," ucapnya.


"Selain demam gak ada penyakit lain?" Tanya Kalingga.


"Tidak Kalingga, pacar kamu baik baik saja. Hanya saja dia harus lebih memperhatikan kesehatannya. Kurangi stress berlebih dan keluar malam. Angin malam tidak terlalu baik untuknya," ucap Ghanisa.


Kalingga sedikit terkejut dengan ucapan oma Ghanisa. Pacar? Ailee bukan pacarnya. Namun dia tidak mungkin protes, kondisi Ailee masih belum stabil. Jadi dia hanya mengangguk pelan saja sebagai jawaban.


Sementara Ashel dan Kavin diam diam tersenyum. Mau di tutupi seperti apapun, kecemasan seorang Kalingga sangat kentara sekali. Sejak tadi, Ashel sudah melihat raut kecemasan itu di wajah Kalingga. Seolah tidak peduli, nyatanya dia sangat khawatir dan juga cemas.


Setelah selesai diperiksa, Ashel dan Kavin mengantar tante Ghanisa keluar. Meninggalkan ketiga anak kembarnya dengan Ailee.


"Lee, jangan sakit napa," ucap Briella.


"Gue gak sakit. Kakak lo aja yang lebay sampe sampe panggil oma lo kesini," ucap Ailee.


"Itu bukan lebay. Itu peduli Lee, kak Ling peduli sama lo. Masa gitu aja gak paham," ucap Briella.


"Bukan gak paham, kakak lo udah punya cewek. Masa iya gue berharap terus sama cowok yang udah punya cewek," ucap Ailee. Briella terdiam, kakaknya sudah memiliki kekasih? Sejak kapan? Kenapa dia tidak tahu?


"Kak," panggil Briella. Kalingga hanha menolehnya sekilas dan berjalan mendekat ke arah Ailee. Ia duduk lagi di samping Ailee.


"Udah gue bilang, utamakan dulu kesehatan lo. Jangan banyak pikiran, lo gak denger apa kata oma Ghanisa tadi? Lo kebanyakan mikir jadi stress," ucap Kalingga. Dia kembali memijat kepala Ailee namun Ailee menahannya dan menarik tangan itu dari keningnya.


"Gak mau. Cukup, Ailee mau pulang aja," ucap Ailee.

__ADS_1


"Gak bisa," ucap Kalingga dan Briella bersamaan. Kedua adik kakak itu menolak kemauan Ailee.


Tbc.


__ADS_2