Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
81. Tiba Tiba Manja


__ADS_3

Salto dulu🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️


***


Kesal, marah, dan sebal. Itu lah yang dirasakan oleh Ailee saat ini. Ia benar benar tidak habis pikir dengan Kalingga. Dia memaksanya ikut ke apartement pria ini. Bahkan ia meminta bodyguard untuk membawa motornya. Tentu saja Ailee tidak mau, lebih baik motor Kalingga saja yang dibawa oleh mereka. Mengingat Ailee harus cepat pulang karena malam ini dia harus mengikuti balapan.


Dengan segala bentuk paksaan dan ancaman, mau tak mau Ailee mengikuti kemauan Kalingga. Memakan mie instan di apartement pria ini. Untungnya masih ada waktu beberapa jam lagi. Namun sialnya, sore hari yang ia bayangkan akan indah kini berubah karena Ling.


Mereka sudah sampai di apartement Kalingga. Ailee hanya duduk diam di meja depan tv, membiarkan Kalingga memasak sendirian. Toh ini maunya pria itu, jadi biarkan saja dia memasak sendiri. Ailee melirik jam dinding di apartemen ini, sekarang sudah pukul lima sore, dia harus berangkat pukul tujuh karena pukul delapan balapan sudah dimulai. Oke dia akan pulang setelah memakan mie. Itu pun jika diberi oleh Ling.


"Ngeliatin mulu jam, makan. Lo harus nemenin gue malam ini," ucap Ling.


Ailee menarik mangkuk mie-nya dan mengambil sumpit yang diberikan Kalingga. "Gak bisa. Ailee ada urusan."


"Lebih penting urusan lo dibanding nemenin gue ya?" Tanya Ling.


Ailee menyimpan kembali mie yang sudah ia capit dengan sumpit kemudian menatap ke arah Ling.


"Biasanya juga kan kita gak kayak gini Ling. Kali ini Ailee bener bener ada urusan dan enggak bisa ditunda. Kamu ajak adik kamu aja," ucap Ailee.


"Briella gak asik apalagi abang," ucap Ling.


"Ya udah next time aja Ailee temenin. Tapi enggak hari ini, selesai makan Ailee harus pulang," ucap Ailee.


Kalingga terdiam mendengar ucapan Ailee sedangkan gadis itu kembali memakan mie buatannya dengan lahap. Tidak biasanya Ailee menolak kemauannya. Apa mungkin urusan lain yang dimaksudnya itu benar benar sepenting itu? Sampai dia tidak bisa meninggalkan acaranya?


Kalingga pun memakan mie sembari terus berpikir bagaimana caranya agar gadis ini tidak pergi dari sini. Persetan dengan urusannya, Kalingga hanya mau malam ini Ailee menemaninya sampai pukul sepuluh malam.


Beberapa menit berlalu, mereka sama sama diam. Ailee diam karena dia sedang makan sedangkan Kalingga diam sedang berpikir.


"Mie Ailee udah hampir habis. Ailee beneran harus pulang Ling," ucap Ailee. Mie miliknya memang tinggal sedikit lagi habis. Berbeda dengan mie yang berada di mangkuk Kalingga. Isinya masih cukup banyak.


Kalingga tidak menjawabnya. Meskipun ia sangat ingin menjawab dengan nada larangan. Namun ia gengsi. Alhasil dia hanya diam saja. Tiba tiba terlintas sesuatu hal di otaknya. Ia pun menyimpan mangkuk mie-nya dan memegangi perutnya sembari merintih.


Atensi Ailee teralih, ia melihat Kalingga memegangi perutnya. Seperti orang kesakitan.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" Tanya Ailee.


"Perut gue tiba tiba sakit. Mie-nya kayaknya pedes banget deh," ucap Kalingga. Padahal ia belum memakan mie itu sama sekali. Hanya mencoba sedikit kuahnya saja lidahnya sudah kepanasan.


"Udah tahu gak bisa makan pedes masih aja makan. Kamu ini," ucap Ailee. Ia pun menidurkan kepala Kalingga ke atas bantal sofa namun Kalingga menolaknya.


"Apa lagi sih Ling?" Tanya Ailee.


"Anterin ke kamar, gue mau di kamar aja," ucap Ling.


"Ck. Manja," ucap Ailee gemas. Ia pun memapah Kalingga masuk ke dalam kamar pria itu. Perlahan Ailee menidurkan Kalingga dan menarik selimut untuk pria ini.


"Minum obat ya? Biar sakitnya ilang," ucap Ailee.


"Enggak mau, lo disini aja. Jangan kemana mana," ucap Ling.


"Ya udah, lepasin dulu. Ailee mau beresin bekas makan sebentar," ucap Ailee. Kalingga pun melepaskannya. Ailee langsung berjalan menuju dapur dengan membawa mangkuk mangkuk tadi. Ia membuangnya karena mie Kalingga cukup pedas. Ia sanggup memakannya, namun ia ingat akan balapan malam ini. Lebih baik jaga jaga saja.


Ailee mencuci piring sembari memanaskan air. Untungnya di lemari ada bubur instan yang siap dimasak. Ailee pun akan membuatkan itu untuk Kalingga dan menambahkan telor ceplok saja sebagai lauknya. Ia juga sudah menghubungi tante Ashel jika Kalingga sakit perut.


"Makan ya?" Pinta Ailee.


"Suapin," ucap Kalingga.


Astaga, manusia dingin ini jadi manja kepadanya? Really? Perasaan Ailee tidak bermimpi apapun semalam. Jika saja tidak ada balapan, mungkin dia akan memilih merawat Kalingga disini.


Ailee dengan telaten menyuapi Kalingga. Untungnya pria ini tidak banyak protes padanya. Jika saja iya, mungkin Ailee sudah menjadi Hulk karena kesal.


"Mau lagi?" Tanya Ailee.


Kalingga menggelengkan kepalanya, "Enggak. Udah cukup, temenin gue tidur."


"Iya."


Ailee menyimpan mangkuk buburnya di nakas sebelah tempat tidur dan menggeser duduknya jadi membelakangi kepala ranjang. Ia mengelus pelan kepala Kalingga. Sejak tadi ponselnya terus bergetar. Tanpa mengeceknya Ailee sudah yakin jika itu chat dari teman temannya. Padahal baru pukul enam, tapi sudah heboh saja.

__ADS_1


"Ailee," panggil Kalingga.


"Apa?" Tanya Ailee.


"Lo kuliah di Harvard kan?" Tanya Ling.


"Iya kayaknya," jawabnya asal.


"Baguslah," ucap Ling.


"Emangnya kenapa Ling?" Tanya Ailee.


"Nanya aja. Emang gak boleh?" Tanya Ling sewot.


Lagi lagi Ailee menghela nafasnya. Oke sabar, sabar. Dia tidak boleh terpancing emosi karena Kalingga. Tiba tiba Kalingga bangun dan duduk di depannya. Ailee mengernyit, namun tak berapa lama ia terkejut karena Kalingga menarik tekuknya lalu menciumnya. Cukup lama sampai akhirnya Ailee kehabisan nafas dan meminta dilepaskan.


"Gue gak bisa tidur kalo belum kiss lo seharian ini. Tadi pagi bukan kiss," ucap Ling.


"Modusnya alus banget," sindir Ailee.


"Udah tidur," ucap Ailee cepat saat Ling akam kembali berbicara.


"Lo juga tiduran, gue pengen meluk lo," ucap Kalingga.


Ailee menaikan sebelah alisnya, "Tumben? Biasanya nolak kayak orang jijik."


"Cepetan napa," ucap Ling kesal. Ailee pun menurutinya. Semoga saja tidak ada yang datang memergokinya dengan Kalingga. Saat Ailee tertidur, Kalingga benar benar memeluknya. Ia menyimpan kepalanya di dada Ailee dengan nyamannya. Sedangkan Ailee mengelus pelan kepala Kalingga. Akibat usapan itu, Kalingga terhipnotis dan lambat laun pun mulai terlelap. Perutnya sudah terisi jadi tidak ada apapun lagi yang ia inginkan selain tidur.


"Manja banget, tapi sayang bukan cowok Ailee," gumam Ailee.


Lagi lagi Ailee terpikir dengan status mereka yang hanya sebatas teman saja. Tapi sudah lah, mungkin memang seharusnya seperti ini.


"Kepala kamu kepentok apa? Sampe sampe manja gak ketulungan kayak gini? So soan larang Ailee pergi. Dulu aja sering ngusir aku dari kehidupan kamu."


Tbc.

__ADS_1


Monggo deterjennya kalingga speak up🤣🤝


__ADS_2