
***
Selesai berpamitan dengan semua anggota keluarga Natapraja, Kalingga benar benar hanya mengantar Ailee sampai ke depan mobil saja. Selain itu juga, sebelum mereka keluar, seperti biasa Kalingga meminta amunisi dulu untuk semalaman ini. Yaitu ciuman.
Kalingga menyudutkan Ailee ke dinding ruang depan. Untungnya disana sudah tidak ada orang lain. Semuanya sudah masuk ke kamar masing masing untuk istirahat. Ailee tidak menolaknya, dia justru membalas ciuman itu tidak kalah agresif.
Sadar atau tidak, semenjak Kalingga sering menciumnya, Ailee jadi semakin agresif. Bahkan gadis itu juga terkadang bermimpi melakukan adegan adegan dewasa dengan Kalingga. Entah ini karena dorongan hormon atau apa, Ailee tidak tahu. Yang jelas setelah Kalingga sering menciumnya, banyak sekali perubahan dalam dirinya. Selain itu juga, Ailee jadi pro sekali dalam berciuman. Ciuman yang selalu Ailee inginkan adalah ciuman yang pelan pelan dan penuh kelembutan. Kalingga memang selalu lembut ketika menciumnya, namun itu hanya di awal saja. Setelah beberapa detik pria itu berubah jadi beringas.
"Hati hati di jalan, besok aku mau bawa kamu ketemu seseorang," ucap Kalingga.
"Males yang ah, mau tidur seharian," ucap Ailee.
Kalingga menggelengkan kepalanya, "No sayang. Harus ikut harus nurut. Sebelum kamu di monopoli Briella."
"Enggak akan sayang. Aku gak akan di monopoli adik kamu," ucap Ailee.
"Jam sepuluh aku jemput. Paginya kamu bisa tidur sesuka kamu, aku gak akan ganggu. Ingat, jam sepuluh," ucap Kalingga.
Ailee mencebikan bibirnya dan terpaksa mengangguk. Sebelum pergi Ailee memeluk Kalingga lebih dulu. Menghirup banyak aroma tubuh pria ini. Ailee sangat menyukainya, bau parfume Kalingga benar benar sangat menenangkan.
"Aku pulang ya?" Ucap Ailee.
"Iya. Hati hati, awas kakinya jangan kena air dulu. Minta maid bantu kamu bersih bersih. Andai ini di Boston, pasti malam ini kamu aku culik ke apart," ucap Kalingga.
"Kadang aku takut loh Ling. Takut kamu khilaf aku juga ikutan khilaf dan kita berakhir diatas kasur. Jangan sampe deh, nanti aja kalo udah sah," ucap Ailee.
"Seharusnya kita ikut budaya barat. Menghalalkan berhubungan s*x sebelum menikah. Mungkin aku akan menang banyak," ucap Kalingga.
"Ngawur. Udah ah, aku pulang dulu. Bye sayang," ucap Ailee.
"Hati hati," ucap Kalingga.
Ailee mengangguk, "Love you."
"Love you to nona Alister," ucap Kalingga.
__ADS_1
Ailee mengulum bibirnya ke dalam mulutnya. Menahan bibirnya untuk tidak tersenyum meskipun sebenarnya bibirnya ini sudah berkedut sejak Kalingga mengatakan hal itu.
Nona Alister? Tidak buruk. Malah namanya terdengar sangat bagus. Kalingga benar benar pandai sekali menyanjung Ailee.
Tak berlama lama lagi, Ailee pun segera masuk ke dalam mobil jemputan yang ada di epannya. Kalingga tentu saja terus menahannya, tidak dengan ucapannya melainkan dengan cekalan tangannya yang tidak mau lepas dari tangan Ailee.
Ailee melambaikan tangannya saat mobil akan segera melaju meninggalkan area perumahan Natapraja. Kalingga juga ikut melambaikan tangannya. Terlihat pria itu masih berdiri disana. Sepertinya Kalingga menunggu mobil Ailee menghilang di balik gerbang rumahnya, baru dia masuk.
Ailee menghembuskan nafasnya. Rasanya cukup untuk drama hari ini, sedikit lelah padahal yang membuat dramanya bukan dia tapi Vanesha, namun entah mengapa Ailee ikut ikutan lelah. Mungkin secara tidak langsung dia ikut terlibat dalam hal ini. Sebab masalah ini menyeret kekasihnya. Jelas saja jika dia juga akan ikut terseret.
Di dalam benaknya, dia masih tidak percaya dengan kehadiran wanita seperti Vanesha. Bukannya Tuhan menciptakan rasa malu untuk setiap manusia. Vanesha berwujud manusia, seharusnya dia juga memiliki rasa malu. Tidak mungkin jika tuhan tidak memberinya rasa malu. Tuhan tidak pilih kasih.
“Melamun terus kamu.”
Ailee tersadar dari pikirannya sendiri. Gadis itu menoleh ke arah depannya, disana ada seorang supir. Tapi dia sedikit aneh, kenapa memakai pakaian casual?
“Siapa?” Tanya Ailee.
“Saking sibuknya pacaran, kamu sampe gakl lihat ke depan sini. Gimana kalo yang jemput kamu orang jahat?” Tanyanya.
“Siapa lagi kalo bukan. Masa iya hantu,” ucapnya kesal.
Ailee mengernyit mendengarnya, gadis itu pun memajukan tubuhnya ke arah depan dan melihat ke arah supir. Oh my goodness!!! Itu abangnya?!
“Abang bukannya di Luar Negeri ya? Kok bisa ada di Indo?” Tanya Ailee keheranan. Memang benar, setahunya dari instastory abangnya ini sedang berada di luar negeri. Lalu mengapa tiba tiba manusia ini ada di Indonesia?
“Abang juga mau ikut liburan sama kamu lah, masa iya enggak,” ucap Alvaro.
Iya, abang yang dimaksud oleh Ailee adalah abang sepupunya, yaitu Alvaro Lexan. CEO dari Lexan Enterprise.
“Begaya. Bukannya tiap hari juga abang liburan? Papi bilang abang sering keluar Negeri buat perjalanan bisnis. Itu kan sama aja kayak liburan, ya ada kerjanya juga sih,” ucap Ailee.
“Pindah depan sini, abang bukan supir kamu,” ucap Alvaro.
Ailee pun menurut dengan cepat. Gadis itu menerobos ruang antara kursi depan dan kursi pengemudi lalu duduk di samping abangnya. Untungnya Alvaro pandai membawa mobil, jadi ketika Ailee grasak grusuk dia tidak terganggu. Apalagi kaki gadis itu sedikit menekan pedal untuk mengoper gigi mobil.
__ADS_1
“Kebiasaan,” ucap Alvaro pelan.
"Kenapa abang bisa disini? Maksudnya sejak kapan? Dan kenapa abang yang jemput aku?" Tanya Ailee beruntun.
"Kalo nanya itu satu satu Brixy," ucap Alvaro.
"Lama, cepetan jawab," ucap Ailee.
"Abang sampe tadi siang. Mama kamu minta abang buat temuin papanya om Alex, jadi ya abang ke rumah kakek kamu. Katanya juga abang diminta bermalam disana," ucap Alvaro.
"Ketemu grandpa? Terus ngapain?" Tanya Ailee kepo.
"Abang kenal grandpa, selain itu juga abang udah lama gak ketemu beliau. Ya itung itung lihat keadaannya juga. Dulu abang diajarin bisnis sama beliau," ucap Alvaro.
Ailee hanya ber-oh ria saja. Ia pun mengeluarkan ponselnya dan membalas beberapa chat dari Kalingga. Padahal baru bertemu namun pria itu sudah mengiriminya banyak pesan.
"Jangan genit sama supirnya."
"Lo cuma punya gue."
"Awas aja kalo ketahuan genit. Habis sama gue nanti."
Begitu kira kira isi chat dari Kalingga. Padahal baru beberapa menit berlalu namun kosa kata yang dipakai pria itu kembali lo - gue. Padahal apa susahnya menggunakan kosa kata aku - kamu. Ailee benar benar tidak paham dengan manusia satu itu.
"Chat sama siapa?" Tanya Alvaro.
"Lingga," ucap Ailee.
"Cowok tadi?" Tanya Alvaro. Ailee menganggukan kepalanya.
"Dia pacar kamu?" Tanya Alvaro.
"Iya, dia pacar aku dan aku pacarnya. Jelas?" Ucap Ailee.
Alvaro hanya menganggukan kepalanya sembari membuang wajahnya ke arah samping. Namun tak lama dia kembali menatap ke arah depan.
__ADS_1
Tbc.