Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
230. Rozz Atmajaya Fox


__ADS_3

ramein heh👺


***


"Udah pacarannya?" Tanya Atma.


Tubuh Ailee terlonjak kaget saat dia hendak membuka pintu kamarnya. Ailee tersenyum malu, rasanya dia baru terciduk pacaran diam diam. Padahal nyatanya tidak.


"Grand, Brix gak pacaran. Tadi cuma jemput Lingga sekalian jenguk tante Ashel. Katanya beliau sakit," ucap Ailee.


"Iya juga gak papa kok, grand senang mendengarnya. Akhirnya cinta sepihak cucu grand kini sudah berbalik arah menjadi berpihak," ucap Atma.


"Aahh, grand," ucap Ailee malu malu. Grandpa-nya ini paling bisa menggodanya sampai malu tak terhingga. Padahal ini bisa dikatakan biasa saja, namun entah mengapa Ailee sangat malu sekali.


"Grand perhatikan, dari kamu teru pegang mata kiri kamu. Kenapa?" Tanya Atma.


"Gak tahu, dari tadi terus bergerak kayak gimana ya. Gak ngedip tapi gerak gitu loh grand," ucap Ailee.


"Semoga gak ada kejadian aneh. Sana istirahat, nanti kita makan malam bersama," ucap Atma.


"Enggak grandpa, Brix mau ke rumah grandma. Udah lama gak jenguk beliau, tadi udah bilang sama supir buat anterin kesana," ucap Ailee.

__ADS_1


"Ya sudah, grand temani. Cepat siap siap, grand tunggu dibawah," ucap Atma. Sebesar apapun Ailee, dia tidak akan pernah dianggap dewasa dan besar oleh Atma. Apalagi semasa bayi Atma lah yang mengurusnya dengan istrinya. Sayangnya istrinya tidak menemani pertumbuhan cucu kesayangannya ini sampai saat ini. Tuhan lebih menyayanginya jadi istrinya dipanggil lebih dulu.


"Makasih grandpa, lima menit. Brix nyusul ke bawah," ucap Ailee.


Atma hanya menganggukan kepalanya dan berjalan lebih dulu ke lantai satu. Sementara itu Ailee masuk ke kamarnya, bergegas ganti baju memakai dress serba hitam. Bukan dress untuk pesta, namun midi dress polos biasa. Ailee mengenakan kaca mata hitam dan menyanggul rambut panjangnya. Ailee menyambar tas selempangnya dan bergegas ke bawah.


Perjalanan dari kediaman Atmajaya menuju ke rumah peristirahatan terakhir istrinya tidaklah jauh. Hanya menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menit mereka pun sampai di sebuah tempat yang sunyi sepi. Di sana tidak ada siapa pun. Bahkan tukang jualan bunga tabur pun tidak ada. Untungnya sebelum kesini Ailee meminta diantar ke toko bunga lebih dulu. Ailee membeli bunga tabur dan satu buket bunga mawar merah. Mawar merah adalah bunga kesukaan grandma-nya.


Ailee menggandeng tangan kakeknya dan berjalan bersama menuju ke pusara sang nenek. Hamparan rumput hijau membentang sepanjang jalan. Banyak sekali pusara disini. Hampir semuanya tertutup rumput hijau. Hanya milik neneknya yang sedikit berbeda.


Pusara neneknya berada di paling belakang. Disana dibangunkan sebuah pondok tanpa penghalang di segala penjuru. Hanya ada atap saja. Bahkan pusara ini berbeda dengan yang lainnya, jika pusara yang lain di tumbuhi rumput hijau yang disengaja. Pusara milik nenek Ailee dibangun menggunakan batu alam yang sengaja di susun di bagian sisi sisinya saja. Sedangkan dibagian tengahnya sengaja dibiarkan tanah saja.


Rozz Atmajaya Fox.


"Grandma," sapa Ailee. Gadis itu berjongkok di samping pusara milik neneknya. Pusara ini sangat terawat, swlalu bersih tanpa adanya rumput liar.


Ailee dan Atma pun memulai kegiatannya, mendoakan Rozz agar beliau tenang di alam sana. Selesai mendoakan, Ailee menaburkan bunga diatas pusara milik neneknya. Senyum terpatri di wajah Ailee, dia senang karena akhirnya dia bisa kembali mengunjungi neneknya. Namun tetap saja, rasa sesal itu tetap ada.


"Kau lihat sayang, anak bayi yang dulu selalu menangis ketika kau tinggalkan sekejap saja kini sudah tumbuh jadi seorang gadis yang sangat cantik," ucap Atma. Pria itu mengelus bagian atas pusara, disana ada nama mendiang istrinya.


"Aku masih ingat, dulu kamu bahkan tidak memperhatikan aku. Kamu lebih memperhatikan dan menyayangi anak bayi itu, sekarang anak bayi itu mengunjungi kamu lagi. Dia sudah tidak selemah dulu ketika datang kemari, bahkan dia juga sudah memiliki kekasih. Apa aku sudah setua itu? Sampai sampai anak bayi yang kemarin kita urus, saat ini sudah memiliki kekasih?" Tanya Atma, ekspresinya seolah sedang berpikir.

__ADS_1


Ailee hanya terkekeh pelan, "Brix sudah dewasa, bahkan sebentar lagi akan masuk dunia bisnis grandma. Brix akan mewujudkan keinginan grandma. Meneruskan bisnis keluarga dan yang terpenting membangun bisnis Brix sendiri."


"Lihat, dia sudah sangat dewasa bukan?" Tanya Atma.


"Grams, apa yang di bilang grand benar adanya. Brix sudah punya kekasih, bahkan grams tidak akan menyangka jika pria itu adalah pria yang sejak dulu Brix kejar. Brix bahkan gak peduli dengan harga diri Brix waktu itu. Tapi sekarang, semuanya sudah berbalik. Pria yang dulu Brix kejar kini berbalik dan menerima Brix," ucap Ailee.


"Dia sama seperti mu. Kamu ingat, dulu kamu seperti itu juga kepada ku. Bahkan kamu memblokir semua wanita yang ingin mendekati ku. Tidak jarang tingkah gila kamu dulu benar benar membuat ku pening. Tapi sekarang aku merindukannya, Rozz," ucap Atma. Pria paruh baya itu menundukan kepalanya. Seberapa lama pun istrinya itu sudah pergi dari dunia ini, namun Atma masih belum sepenuhnya merelakannya. Dia masih ingin istrinya menemaninya di dunia ini, atau mungkin dia yang menyusulnya kesana?


"Grand, grams gak akan suka kalo grand kayak gini loh," ucap Ailee.


"Kamu tahu nak, selama ini grand hanya menunggu waktunya grand kembali pada pemilik nyawa ini. Juga berharap, suatu saat nanti grand akan bertemu lagi dengan grandma mu," ucap Atma.


"Cinta grand dan grams murni, kalian pasti akan kembali bersama. Tuhan tidak akan tega memisahkan kalian. Tapi Brix mohon, jangan pernah berharap apalagi mencoba untuk cepat cepat menemui grams. Di dunia ini, tidak ada yang lebih mengerti Brix dibandingkan dengan grand dan grams. Brix mohon," ucap Ailee.


Tiba tiba angin bertiup lembut ke arah keduanya. Ailee tersenyum seolah mengerti. Entah ini karena alam atau karena memang neneknya juga ada disana. Bertahun tahun datang mengunjungi rumah terakhir neneknya ini, baru kali ini Ailee merasakan hal seperti ini.


Atma sendiri hanya tersenyum saja. Apa yang dikatakan Ailee benar adanya. Dia tidak boleh menyerah dan tidak boleh terus berharap. Tapi dia kesepian, dia tidak memiliki sandaran lagi setelah Rozz pergi.


"Grams, kapan kapan Brix bawa pacar Brix kesini ya buat kenalan sama grams. Dia ganteng banget loh," ucap Ailee.


"Masih tampan grand," ucap Atma.

__ADS_1


"Iya iya, grand yang paling tampan," ucap Ailee mengalah. Keduanya pun terkekeh pelan dan kembali berbicara seolah Rozz ada disana.


Tbc.


__ADS_2