
Ramein komen guyssss
***
Kalingga dan Kairav beserta Briella ijin keluar rumah untuk bermain. Mereka biasa nongkrong di dekat taman kota yang sering didatangi banyak orang. Karena disini ada food truck. Disana juga selain ada food truck, ada juga pengamen jalanan yang bermain gitar dan bernyanyi.
Briella menikmati sosis yang dibeli Kairav dari food truck. Mereka duduk di motor masing masing saat ini.
"Abang, bosen. Pulang aja yuk, gak ada Ailee juga," ucap Briella.
"Heem, udah malem juga nanti papi bisa marah," ucap Kairav.
"Ya udah yuk balik," ucap Kalingga. Mereka pun menaiki motor mereka dan pergi dari sana. Berjalan santai, motor Kairav berada di barisan paling depan.
Kalingga sendirian, ia memang sengaja tidak mengajak Ailee karena malas. Lebih nyaman sendirian dari pada mengajak wanita itu. Briella sempat marah kepadanya karena Ailee tidak diajak oleh Kalingga, namun Ling tidak peduli. Toh Ailee juga pasti sudah tidur.
Di persimpangan jalan, mereka melihat ada empat orang pria bermotor yang sedang bentrok. Kairav menghentikan motornya karena jalan mereka disana terhalang oleh mereka. Terlihat jika suasana diantara ke empat pemuda itu memanas.
"Bang, dia kayaknya sendirian deh. Liat tuh di bogem," ucap Briella.
"Iya kayaknya," ucap Kairav.
"Tolongin bang, kasihan," ucap Briella.
"Males. Entar malah urusan sama kita, papi bisa marah," ucap Kairav.
"Tapi kasihan bang," ucap Briella.
Kairav tidak menjawab ucapan adiknya, ia malah fokus melihat ke arah sana dimana satu orang pria itu sudah tumbang. Mereka hendak kembali memukulinya namun muncul kawanan motor lainnya dari dua arah.
Sementara itu, Ailee. Setelah mendapatkan telepon dari seseorang, Ailee langsung menuju ke lokasi. Disana memang teman satu tongkrongannya sedang di pukuli. Dari arah jauh, ia melihatnya. Totalnya ada tiga pemuda. Namun jika Ailee datang berbarengan, sudah pasti ketiga pemuda itu akan kabur. Makanya Ailee menyusun rencana.
Gadis itu akan maju lebih dulu seolah olah tidak terdistrack oleh kekerasan itu. Ailee dengan sengaja menabrakan motornya pada kedua motor tiga pria itu sehingga jatuh ke atas aspal. Tentu saja sang pemilik motor itu marah kepadanya. Namun Ailee tidak takut.
__ADS_1
Setelah itu, tak lama ke enam anak anak SBA muncul dari berbagai arah seolah memblokade jalam agar mereka bertiga tidak mudah kabur. Ailee turun dari dalam motornya dan berjalan sembari membuka helmnya.
"Banci nih guys, beraninya keroyokan," ucap Ailee.
"Bangs*t!! Berani banget lo," ucapnya emosi.
"Hahaha, emosinya setipis iman lo," ucap Ailee. Ia pun membantu temannya yang sudah babak belur.
"Lo pulang sama William dulu ya? Tunggu gue di rumah sakit," ucap Ailee pada cowok itu. Cowok itu mengangguk sekilas. Kondisi tubuhnya lemah sekali bahkan dia tidak sanggup berdiri. Dia di papah Rici dan Willem.
Kini Ailee beralih pada cowok cowok itu. Ia melihat logo di jaket denim yang mereka gunakan. Dia tahu logo itu karena ia pernah balapan dengan anak anak geng motor itu.
Ailee tidak mengatakan apapun pada mereka. Justru dia malah berjalan melewati mereka. Ailee mengambil helm full face mereka dan membantingnya ke aspal. Bahkan salah satu visor mereka juga dibanting oleh Ailee.
"Anj*ng, lo ngapain bangs*t?!!" Teriak salah satu orang dari cowok itu.
"Pecahin helm kalian, emosi gue soalnya. Cari gara gara terus keroyokan. Banci emang," ucap Ailee. Cowok itu hendak memukul Ailee namun dengan sigap Willem dan Rici menahannya.
Ailee tersenyum remeh. Ia pun melempar kartu namanya ke pemuda pemuda itu.
"Gila lo, mecahin visor mahal," rutuk Rici.
"Gue tahu lo banyak duit. Tapi enggak gini juga Ail, sayang duit lo," ucap Willem.
"Visor mereka kw. Makanya gue bawa plus sama helm mereka. Buat gue ganti yang sama juga. Tapi gue yakin gue gak bakalan ganti sih, justru mereka yang bakalan ganti," ucap Ailee.
"Mereka anak geng yang ketuanya Albert bukan sih?" Tanya Cita.
Ailee menganggukan kepalanya.
"Mampus, dia bakalan tekuk lutut sama lo Ail," ucap Angela.
"Iyalah dia kan ditaksir berat sama dia," ucap Sopia.
__ADS_1
"Udah, berhenti bicara. Kita susul William ke rumah sakit aja," ucap Ailee yang diangguki oleh semua teman temannya. Mereka pun pergi dari sana dengan Angela yang membawa motor cowok yang babak belur tadi. Sedangkan helm helm itu masing masing dibawa di depan motor Ailee, Rici dan Willem.
Sementara itu dilain sisi, Briella dan Kairav berdecak kagum melihat keberanian wanita itu. Sayangnya mereka tidak bisa melihat jelas wajah wanita itu karena tertutup masker.
"Aje gile, gue mau cari tahu ah siapa ceweknya. Pasti cakep dia, mana berani banget. Kan gue jadi kesemsem," ucap Kairav.
Briella yang berada di kursi belakang motornya pun menggeplak pelan punggung abangnya itu. Jelalatan sekali setiap lihat cewek cantik sedikit.
"Sakit dek," ucap Kairav.
"Matanya di jaga. Kalo lo kayak gini, jodoh elo juga kayak sikap lo ini. Jodoh kan cerminan diri," peringat Briella.
"Hehe, iya deh iya. Enggak jadi," ucap Kairav. Ia pun menyalakan mesin motornya dan pergi dari sana begitu juga Kalingga. Pria itu hanya diam saja sejak tadi. Memperhatikan cewek tadi. Ia seperti familiar tapi tidak juga.
***
Ailee dan teman temannya sudah sampai ke klinik tempat dimana Willem dan cowok tadi berada. Semua teman temannya berjalan kesana lebih dulu sedangkan Ailee sedang menghubungi orang suruhan papinya dan menjelaskan kejadian ini. Ia bahkan meminta cctv di tempat tadi. Setelah selesai ia pun masuk ke dalam sana.
Disana cowok yang dikeroyok tadi sudah siuman saat Ailee datang. Ailee pun mendekat ke arah cowok itu.
"Gimana keadaan lo?" Tanya Ailee.
"Lebih baik bu ketu, thanks ya," ucapnya.
"Lo bisa ceritain gimana lo sampe di keroyok?" Tanya Ailee.
"Gue lagi jalan pulang ke rumah. Tiba tiba tiga motor di belakang buntutin gue sampe serempet motor gue. Akhirnya gue jatoh, adu jotos pun terjadi dan berakhir gue yang di keroyok. Gue gak tahu gue salah apa karena gue merasa gak pernah bikin masalah sama mereka. Mereka anak anak Albert geng kan?" Tanyanya.
Ailee menganggukan kepalanya. Jadi mereka yang memulai masalahnya.
Tbc.
__ADS_1
...AILEE FOX...