
***
Pagi hari sekitar pukul lima, Ashel sudah geger dengan tidak menemukan Kalingga di dalam kamar rawatnya. Ia bahkam sudah hampir menangis karena takut Kalingga kabur. Karena ulahnya itu, suami dan kedua anaknya bangun karena kebisingan yang diciptakan oleh Ashel. Briella yang masih setengah mengantuk pun kembali memejamkan matanya dengan posisi duduk. Kairav yang melihatnya merasa tidak tega dan kembali menarik adiknya untuk tidur lagi. Sementara Kavin, pria itu bangun dan menenangkan istrinya. Ashel sebagai seorang ibu tentu saja terkejut sekaligus takut ketika melihat anak kandungnya tiba tiba tidak ada diatas brankar tempatnya istirahat.
"Sayang, tenang dulu oke? Kalingga pasti gak pergi jauh," ucap Kavin.
"Mana bisa aku tenang mas?! Anak aku ilang!" Ucap Ashel.
"Kamu gak kasihan sama mereka? Semalaman mereka begadang loh yang," ucap Kavin. Pria itu menunjuk kedua anaknya yang kembali tertidur dengan posisi saling memeluk. Ashel merasa kasihan, namun ia juga takut anak satunya lagi hilang. Ternyata memiliki tiga anak dengan sifat random cukup membuatnya kewalahan.
"Tapi Lingga enggak ada mas," ucap Ashel. Kentara sekali wajah khawatir dan cemasnya. Ashel benar benar takut anaknya hilang atau kabur.
"Aku tahu kamu cemas sayang, tapi percaya sama aku Lingga enggak mungkin pergi jauh. Dia pasti ada disini hanya di ruangan berbeda sayang," ucap Kavin. Ashel terdiam, apa mungkin anaknya itu pergi ke ruangan Ailee?
"Kita ke ruangan Ailee buat cek yuk mas," ajak Ashel.
"Iya sayang, ayo," ucap Kavin. Tentu saja sebagai suami bucin dia akan mengikuti kemauan istrinya. Mereka lantas keluar dari dalam kamar rawat Kalingga dan berjalan menuju ke ruangan rawat Ailee. Di depan, bodyguard juga mengatakan jika tuan muda Kalingga memang masuk ke ruangan Ailee. Mereka tetap akan mengeceknya ke ruangan Ailee. Perlahan, Ashel membuka pintu ruang rawat Ailee. Mereka masuk ke dalamnya karena Ailee berada di ruangan vvip yang luas.
Ashel dan Kavin melihat Kalingga dengan nyamannya memeluk Ailee. Bahkan infusan di tangan pria sudah dicopot entah kapan. Kalingga benar benar gila sepertinya. Sedangkan Ailee, gadis itu juga dengan nyamannya memeluk tubuh Kalingga juga bersandar di dada pria ini.
Ashel menoleh ke arah suaminya dan memeluk tangan suaminya. "Nikahin muda aja deh mas. Anak kamu ngebet kayaknya."
__ADS_1
"Ngawur kamu yang, dia mau kasih Ailee makan apa? Dia cuma punya tabungan beberapa M, apart dua, sisanya dia cuma pengangguran aja," ucap Kavin.
"Abisnya aku pengen nimang cucu mas. Apalagi yang mirip Lingga, dia cakep banget waktu kecil. Lucu lagi," ucap Ashel.
"Jangan ngawur ya sayang. Kalo mau dedek bayi, kita bisa bikin banyak. Lucu kan kalo Kalingga, Kairav sama Briella punya adik? Nanti kemana mana mereka bakalan diikuti kakak kakak mereka," ucap Kavin tanpa berdosanya.
"Heh!! Kamu yang ngawur ya. Masa iya aku punya anak lagi?! Enggak, gak mau mas," ucap Ashel menolak mentah mentah kemauan suaminya. Bayangkan saja, dia sudah memiliki tiga anak dengan umur sekitaran sembilas belas tahun dan mungkin mereka akan punya adik di umur dua puluh tahun, yang benar saja?!
"Ya kan bisa lah kita punya anak lagi yang. Aku bisa kok detik ini juga bawa kamu ke atas ranjang," ucap Kavin.
"Enggak!" Ucap Ashel galak. Wanita itu pun pergi dari sana menuju ke ruang rawat Kalingga lagi. Dia tidak mau mengganggu kenyamanan Ailee dan Ling.
Ashel memang membiarkannya. Membiarkan Kalingga dan Ailee berdekatan seperti itu asalkan mereka masih memiliki batasan dan mengingat jika melakukan hal lebih dari itu merupakan kesalahan yang mungkin akan berujung fatal. Kedua remaja itu sama sama dalam masa puber menuju ke dewasa, tentu saja nafsu masing masing dari mereka sama sama besar. Apalagi Ailee, nafsu wanita lebih besar dari pada laki laki. Namun Ailee bisa mengendalikan dirinya. Berbeda dengan Kalingga, meskipun nafsu pria lebih rendah dibandingkan wanita, tetapi dia tidak bisa menahan dirinya untuk menerjang Ailee.
***
Ailee menguap, ia mengucek matanya dan bangun kemudian duduk. Ia terdiam, entah apa yang ada di pikirannya. Sepertinya saat bangun otaknya belum bisa bekerja dengan baik karena nyawanya juga belum terkumpul.
Ailee melirik ke sekitaran, tidak ada siapa pun disana. Padahal dia ingin ke kamar mandi. Mau tak mau ia harus mandiri. Ailee pun perlahan menurunkan kakinya dan berjalan menuju ke kamar mandi yang berada tak jauh dari sana. Ia mendorong tiang infus miliknya dan berjalan perlahan. Tubuhnya sudah tidak se-sakit kemarin. Sepertinya kondisinya akan segera pulih. Ailee mendorong pintu kamar mandi, namun ternyata terkunci.
"Perasaan cuma gue yang sewa ruangan rawat ini, gak ada pasien lain. Kok ada yang pake kamar mandi ini," gumam Ailee. Ia nampak berpikir, sedetik kemudian ia ingat. Apa mungkin ini Kalingga? Tapi belum tentu juga.
__ADS_1
Tok.. tok... tok....
"Siapa di dalem?" Tanya Ailee. Ia mendekatkan telinganya pada pintu kamar mandi. Tidak ada jawaban apapun, hanya ada air mengalir.
"Setan ya? Atau iblis? Atau mungkin sekawanannya?" Tanya Ailee.
Tetap tidak ada jawaban. Ailee mendengus pelan dan berjalan menuju ke sofa, memilih untuk duduk sampai suster masuk dan membantunya melepas infusan. Ailee menguap lagi, mungkin karena matanya belum kena dengan air jadi tidak segar. Sehingga dia menguap terus menerus. Ailee menjatuhkan kepalanya pada bahu kursi, ia kembali memejamkan matanya. Entah kenapa dia masih mengantuk. Apa mungkin di dalam obatnya terdapat obat tidur? Buktinya semalam dia bisa tidur nyenyak setelah minum obat. Tidak bisa dibayangkan seperti apa rasanya jika tidur tanpa obat tidur kemarin. Mungkin Ailee akan terus menerus mendesis kesakitan akibat tubuhnya yang terluka ini.
Tiba tiba ponselnya berdering. Ailee pun kembali berjalan menuju ke dekat brankar miliknya dan mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Panggilan dari Alvaro.
"Kenapa bang?" Tanya Ailee saat panggilan terhubung.
"..."
"Bawain aja baju sweater sama celana trainning yang putih, itu satu set. Bawain juga makanan kesini, Ailee laper," ucap Ailee.
"..."
"Iya, itu aja. Ailee kayaknya bakalan pulang hari ini soalnya udah gak sakit juga badannya," ucap Ailee.
"..."
__ADS_1
"Yang tahu kondisi Ailee cuma Ailee. Udah kesini cepetan Ailee laper," titah Ailee. Ia pun mematikan ponselnya sepihak setelah mengatakan apa yang dia inginkan.
Tbc.