
HALLOOOOO.
Ibii's mengucapkan minal aidzin wal faidzin ya guys. Selamat lebaran meskipun lebarannya besok gak tahu juga lusa wkwk. Mohon maaf lahir dan batin semua😃
***
Entah kenapa rasanya cukup sulit untuk mempercayai ucapan Ailee. Entah mana yang benar, yang jelas Kalingga yakin kejadiaanya tidak seperti itu. Ada sesuatu hal yang ditutupi oleh gadis ini. Karena hal itu, Kalingga tidak bertanya lagi karena percuma. Ailee tetap tidak akan memberitahunya. Gadis ini cukup teguh pada pendiriannya. Namun Kalingga tidak akan kalah, dia akan mencari tahu sendiri dengan caranya.
Selesai mengoleskan salep, Kalingga membersihkan tangannya dengan tissue dan beralih ke sikut kiri Ailee. Perbannya harus diganti, karena jika tidak diganti akan menimbulkan penyakit lain. Kalingga dengab telaten mengganti perban Ailee, sementara Ailee hanya diam saja menatap ke arah depan. Jujur saja ada sedikit rasa malu juga takut karena dia hanya menggunakan tanktop kemben saja. Kedua squishy miliknya menyembul bahkan hampir keluar.
Salahkan Kalingga yang masuk diam diam sehingga Ailee tidak prepare. Bahkan sejak tadi Ailee mencoba menutup bagian dadanya yang cukup menyembul. Ailee ingin menarik bantal sofa yang ada di dekatnya, namun kesusahan.
"Kan udah gue bilang gak udah lo tutup pun gue udah pernah megang," ucap Kalingga.
"Itu termasuk pelecahan gak sih? Ailee bisa buat laporan ke polisi kan?" Tanya Ailee.
"Buat aja, berarti cinta lo sama gue gak tulus."
Deg.
Maksudnya? Kenapa Kalingga bawa bawa cinta? Bukannya pria ini tidak pernah mau menjadi pacarnya?
Ailee berdehem, "Gak usah bawa bawa cinta. Bukannya kamu gak mau pacaran?"
"Gak mau bukan berarti gak ingin," ucap Kalingga. Ailee kembali terdiam, dia tidak tahu harus berbicara apa dengan Kalingga. Memilih diam terkadang memang lebih baik bukan?
Kalingga sendiri sudah menyelesaikan ganti perban di tangan Ailee. Pria itu masuk ke kamar mandi untuk mencucinya. Sedangkan Ailee buru buru mengambil baju miliknya dan menggunakannya. Sialnya dan juga bodohnya dia mengambil kaos. Sudah tahu kedua tangannya masih sedikit sakit ketika digerakan. Saat sedang kesusahan, Kalingga datang dan menarik paksa kaos itu kemudian melemparnya jauh. Ailee melotot terkejut dan kembali mengambil baju lain, namun Kalingga dengan cepat menarik pinggang gadis itu agar mendekat ke arahnya.
"Ngapain sih?!" Ucap Ailee kesal.
__ADS_1
"Gue udah bantuin lo, dan itu enggak gratis," ucap Kalingga.
Ailee mengernyit, "Emang siapa suruh kamu bantuin aku? Kan gak ada yang nyuruh."
"Gue gak peduli," ucap Kalingga. Sebelum Ailee kembali berbicara, pria itu lebih dulu membungkam bibirnya. Ailee spontan memejamkan matanya saat Kalingga menyambar bibirnya. Hanya kecupan, tidak lebih. Cukup lama sampai akhirnya Kalingga melepaskan ciumannya dan menatap dalam ke arah Ailee.
Tatapan teduh itu, baru kali ini Ailee melihatnya. Sebab biasanya, Kalingga selalu menatapnya datar dan tidak jarang juga tajam. Ailee sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu. Namun entah mengapa, kali ini pria ini menatapnya dengan cara yang berbeda.
"Kenapa?" Tanya Ailee. Kalingga tetap diam namun ia menghela nafasnya lalu memeluk Ailee. Ailee yang tidak terbiasa dipeluk seorang pria tentu saja tubuhnya menegang.
"Rileks pendek. Gue gak bakal macem macem, mungkin cuma satu macem aja," ucap Kalingga.
"Ck. Ngapain peluk peluk kayak gini? Gak biasanya. Ada masalah?" Tanya Ailee.
"Gak ada."
"Terus kenapa?" Tanya Ailee.
Astaga, apakah kali ini Kalingga sedang cosplay seperti wanita? Jawaban dari mulutnya benar benar seperti wanita sekali. Bahkan Ailee yang notabenenya wanita pun tidak pernah mengatakan hal seperti ini.
"Lepasin Ling, Ailee mau minum obat," ucap Ailee.
"Bentar aja. Gue masih pengen kayak gini," ucap Kalingga.
"Emang gak pegel? Kan Ailee pendek," ucap Ailee.
"Lo emang pendek. Makanya harus berdiri diatas sini," ucap Kalingga. Pria itu memangku tubuh Ailee dan meletakannya diatas kursi plastik yang sering digunakan Ailee sebagai tumpuan kakinya untuk memakai sepatu.
"Kenapa manja?" Tanya Ailee ketika Kalingga memeluk tubuhnya lagi. Bahkan pria itu dengan sengaja menyembunyikan wajahnya di bagian bahu Ailee yang terekspos.
__ADS_1
"Gak manja, gue cuma pengen meluk lo manusia pendek. Malem ini gue mau ketemu cewek, gue latihan meluk sama lo dulu sebelum sama dia," ucap Kalingga.
Oh, jadi pria ini sudah memiliki kekasih? Haha, bulshit sekali ternyata perjanjian yang pernah dia katakan dengan papinya. Ternyata itu semua hanya omong kosong saja.
"Yang namanya meluk ya tinggal meluk aja, gak usah ngomong buat latihan. Yang namanya peluk seseorang gak perlu pelatihan, kamu kan bukan orang bego," ucap Ailee.
"Lo ngatain gue bego?" Tanya Kalingga setelah mengurai pelukannya namun tangannya masih melingkar di pinggang Ailee.
Ailee menatap ke arah Kalingga yang juga tengah menatapnya. "Kalo enggak merasa ya gak usah tersinggung," ucapnya. Gadis itu pun melepaskan pelukan Kalingga dan berjalan ke lemarinya untuk memakai piyama tidur yang di lilit. Ailee memakainya sembari berjalan menuju ke kamarnya.
Ia mengambil obatnya kemudian memakannya dengan cepat kemudian naik ke tempat tidur. Ailee benar benar menghiraukan keberadaan Kalingga disana. Sejak tadi Kalingga memang membuntuti Ailee. Namun saat wanita itu naik ke tempat tidur, ia hanya diam berdiri.
"Makasih buat bantuannya gantiin perban sama balurin salep ke lebam Ailee. Ailee udah transfer uang, semoga itu cukup," ucap Ailee. Ia mengangkat ponselnya, menunjukan bukti transfer uang pada rekening Kalingga. Ailee memang sudah sejak lama tahu rekening Kalingga dari Briella. Untungnya sahabatnya itu bisa diandalkan.
Kalingga menatap tajam ke arah Ailee, apalagi setelah melihat bukti transfer itu.
"Udah sana pulang, bukannya mau ketemu cewek? Hati hati kalo mau cek in jangan keluarin di dalem," ucap Ailee tanpa memikirkan perasaan Kalingga.
Apakah Ailee sudah memakai logikanya? Sampai sampai dia mengatakan hal itu dengan mudahnya? Entahlah, yang tahu hanya Ailee saja.
"Kenapa lo ngomong kayak gitu?" Tanya Kalingga.
"Lah, bukannya kamu bilang mau ketemh cewek kamu makanya latihan meluk? Udah bisa kan? Bahkan ciuman juga udah pro kayaknya. Lain kali kalo mau latihan soal intim, jangan sama Ailee. Ailee bukan boneka yang bisa seenaknya kamu pakai terus kamu tinggalkan semaunya," ucap Ailee menohok.
"Lo-,"
"Dan, kalo mau jadiin objek kenapa enggal Vanesha aja? Dia kan juga cewek, apalagi dia suka sama kamu. Dia pasti dengan senang hati akan mengikuti maunya kamu. Bahkan mungkin sampai ke s*x juga," ucap Ailee memotong ucapan Kalingga. Ia menarik selimut miliknya dan tidur memunggungi Kalingga.
Sedangkan Kalingga, pria itu mengepalkan tangannya seolah sedang menahan emosinya. Iya, dia emosi dengan perkataan Ailee saat ini.
__ADS_1
"Kenapa harus jauh jauh sama Vanesha kalo lo ada di depan gue. Apalagi udah tiduran diatas ranjang," ucap Kalingga. Pria itu tersenyum miring dan melepas jaketnya.
Tbc.